cover
Contact Name
Fadliondi
Contact Email
fadliondi@ftumj.ac.id
Phone
+6221-4244016
Journal Mail Official
fadliondi@ftumj.ac.id
Editorial Address
Jl. Cempaka Putih Tengah 27 No.47
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
ISSN : 26542684     EISSN : 26219700     DOI : https://doi.org/10.24853
Fokus dan ruang lingkup jurnal meliputi (namun tidak terbatas pada) elektronika, material elektronika, kendali, telekomunikasi, tenaga listrik dan komputer. The focus and scope of the journal covers (but is not limited to) electronics, electronic material, controls, telecommunications, electric power and computer.
Articles 149 Documents
Implementasi Sistem Kontrol Sorotan Lampu Depan Otomatis Menggunakan Fuzzy Logic Controller Saeful Bahri; Husnibes Muchtar; Riza Samsinar; Fadliondi Fadliondi; Mochamad Noorman Bayuardi
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 5, No 2 (2022): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.5.2.113-118

Abstract

Masalah paling umum yang dihadapi oleh semua pengemudi pada malam hari adalah silau yang disebabkan oleh kendaraan yang mendekat dari arah berlawanan di jalan, rusaknya tuas lampu depan (lampu depan) di atas peredupan biasa di jalan raya, dan kontrol manual terhadap aktivitas lampu depan selama perjalanan. hari. Penelitian ini bertujuan untuk membuat berkendara di malam hari lebih aman dengan sistem kontrol lampu depan terintegrasi yang dapat beradaptasi dengan cahaya sekitar. Kontroler menyalakan lampu tinggi jika tidak ada kendaraan di depan atau beralih ke lampu rendah jika ada kendaraan yang mendekat dari arah yang berlawanan dan menyalakan kembali dengan lampu yang tepat sesuai dengan kondisi sekitarnya. Sistem berbasis kontrol logika fuzzy digunakan agar lampu dapat beradaptasi dengan cahaya di sekitarnya. Dua sensor LDR digunakan sebagai parameter input dan nilai PWM dengan rentang 100 – 255 ADC sebagai parameter output dan IC BTS7960 sebagai driver untuk mengontrol tegangan lampu depan sehingga intensitas cahaya lampu depan dapat diatur. Perbedaan intensitas cahaya yang diterima oleh sensor LDR 1 (kanan) dan sensor LDR 2 (kiri) yang digunakan untuk mengaktifkan sistem dengan nilai LDR 1 yang berbeda lebih besar dari 177 ADC dari LDR 2. Sistem yang dirancang dapat mendeteksi kendaraan datang dari arah berlawanan dan secara otomatis aktif dari jarak 19 – 20 meter.
Desain Pembuatan Alat Pemantauan Temperatur dan Kelembaban dengan Menggunakan Teknologi LoRa Husnibes Muchtar; Haris Isyanto; Ichsan Prasetyo
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 5, No 2 (2022): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.5.2.145-150

Abstract

ABSTRAKKecanggihan IoT (Internet of Things) membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Menjangkau daerah yang lebih jauh dan memudahkan manusia dalam memantau keadaan, seperti keadaan pertanian, keadaan pabrik, pemantauan transportasi dan sampai kepada pemantauan keadaan hutan. LoRa (Long Range) adalah sebuah teknologi komunikasi masa kini dimana teknologi ini menggunakan radio frekuensi ISM (Industrial, Scientific, and Medical) yang tidak berlisensi yang tersedia diseluruh dunia. LoRa ini menggunakan data rate rendah dengan jangkauan jarak sangat luas. LoRa bisa digabungkan dengan protokol LoRaWAN, dimana alat LoRa dapat berkomunikasi melalui internet dan dapat menggunakan server the things network. Pada server inilah LoRa Node dan LoRa Gateway dapat dengan mudah dipantau koneksinya. Tidak hanya itu, dari data yang ditangkap oleh server dari LoRa Gateway ini dapat disambungkan kearah aplikasi pemantauan real-time yaitu MyDevice Cayenne. Aplikasi pemantauan ini memudahkan pengguna dalam membaca hasil dari LoRa Node yang berada dilapangan dalam hal ini pemantauan temperatur dan kelembaban. Tak hanya itu, hasil pemantauan temperatur dan kelembaban disertai dengan GPS sebagai titik lokasi dapat dipantau dengan jarak sampai 1 km dari titik LoRa Gateway. Pemantauan ini memiliki waktu jeda dalam mentransmisikan data dari LoRa Node menuju LoRa Gateway hingga 24 detik dengan keadaan LoS (Line of Sight) atau tanpa halangan dan hingga 30 detik dengan keadaan Obstacle atau adanya halangan.Kata Kunci : : LoRa, Radio Frekuensi, ISM, komunikasi jarak jauh, temperatur dan kelembaban, data rate, Line of Sight, Obstacle.ABSTRACT IoT (Internet of Things) make something that impposible to possible things. Reach further areas and make people easy to monitor the situation, such as agriculture, factory, monitor the transportation and even the forest. LoRa (Long Range) is a future communication technology where this technology use the frequency ISM (Industrial, Scientific, and Medical) which not license and available in the worldwide. This LoRa use low data rate which have a very far in range. LoRa can combined with LoRaWAN protocol, where LoRa tools can communicate over the internet and can use the things network server. In that server LoRa Node and LoRa Gateway can easily monitored. Beside that, from the data which captured by server LoRa Gateway can connected toward real time monitor application like a MyDevice Cayenne. This application easily users to read the result from LoRa Node on the area, in this case temperature and humidity monitoring. Beside that, temperature & humidity monitoring results accompanied with GPS as a location and can monitored until 1 km distance from LoRa Gateway. This monitoring have a delay on data transmission from LoRa Node to LoRa Gateway up to 24 seconds with LoS (Line of Sight) condition and up to 30 seconds with Obstacle condition.Keyword : LoRa, Radio Frequency, ISM, long distance communication, temperature and humidity, data rate, Line of Sight, Obstacle.
Evaluasi Tata Kelola Layanan Jaringan Menggunakan COBIT 2019 Pada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Satriya Dwi Putra; Herman Herman; Anton Yudhana
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 5, No 2 (2022): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.5.2.119-126

Abstract

Tata kelola layanan teknologi informasi saat ini dan yang akan datang semakin berkembang sangat pesat. Penggunaan layanan teknologi informasi diimplementasikan pada semua bidang terutama pada bidang pendidikan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Guna Bangsa Yogyakarta merupakan salah satu institusi pendidikan yang menyelenggarakan pengembangan teknologi informasi dalam rangka mencapai visi, misi, dan tujuan institusi. Selain itu untuk mendukung kegiatan yang ada di sivitas akademika institusi harus menyediakan layanan jaringan internet maupun intranet yang berkualitas, sehingga dibutuhkan proses evaluasi. Evaluasi merupakan serangkaian proses pengumpulan data dan dokumen kemudian melakukan perbaikan dan diawasi untuk tercapainya kebutuhan pada institusi. Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT 2019) merupakan standar internasional yang digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi tata kelola teknologi informasi proses pengembangan  serta pengelolaan organisasi. Tujuan penelitian yaitu mengukur tingkat kematangan pada layanan jaringan institusi yang berfokus pada domain Delivery, Sevice, and Support (DSS) framework COBIT 2019.  Hasil pengukuran maturity level DSS02 memperoleh nilai 3,06 dan DSS05 memperoleh nilai 2,90 sehingga disimpulkan berada pada level 3 artinya proses yang ada pada kondisi saat ini berada pada tahap established process yaitu proses mencapai tujuannya melalui penerapan serangkaian dasar, terorganisir, lengkap, yang dicirikan telah diimplementasikan. Sedangkan proses yang diharapkan menunjukkan tingkat 5 artinya proses yang diharapkan tingkat pencapaian layanan jaringan secara maksimal setiap proses mencapai tujuannya, didefinisikan dengan baik, kinerjanya diukur untuk meningkatkan kinerja dan perbaikan secara berkelanjutan dapat dilakukan
Identifikasi Penggunaan Masker untuk Pencegahan Covid-19 dengan Metode Local Binary Pattern Histogram (LBPH) dan Metode Haar Cascade Classifier Riza Samsinar; Idhar Mahasen; Anwar Ilmar Ramadhan
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 5, No 2 (2022): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.5.2.151-156

Abstract

Penerapan protokol kesehatan khususnya menggunakan masker dalam konteks pandemi Covid-19 masih banyak dilanggar oleh sebagian masyarakat. Hal ini dikarenakan kurangnya pengawasan terhadap kebijakan tersebut. Untuk mendukung penerapan protokol kesehatan dapat digunakan LBPH (Local Binary Pattern Histogram) yang merupakan metode pengenalan wajah, ditambah dengan Haar Cascade Classifier yang merupakan algoritma pengenalan objek untuk mendeteksi wajah dan bagian-bagian wajah seperti hidung dan mulut, kedua metode tersebut dapat dikolaborasikan dengan bahasa pemrograman python. Metode LBPH dapat bekerja dengan baik pada resolusi minimal 240 px dengan tingkat keberhasilan sebesar 80%. Sedangkan untuk mendeteksi bagian-bagian wajah (hidung dan mulut), Haar Cascade Classifier menunjukkan tingkat keberhasilan sebesar 90% dan keberhasilan deteksi penggunaan masker 90%. Pada penerapannya sistem ini memerlukan pengaturan scale factor dan miminum neighbor serta penyesuaian citra latih dan citra saat implementasi untuk mendapatkan hasil yang maksimal. The implementation of health protocols, especially the use of masks in the context of the Covid-19 pandemic, is still widely violated by some people. This is due to the lack of oversight of the policy. To support the implementation of health protocols, can be used LBPH (Local Binary Pattern Histogram) which is a facial recognition method, coupled with the Haar Cascade Classifier which is an object recognition algorithm to detect faces and parts of the face such as nose and mouth, both methods can be collaborated with language python programming. The LBPH method can work well at a minimum resolution of 240 px with a success rate of 80%. Meanwhile, to detect parts of the face (nose and mouth), the Haar Cascade Classifier shows a 90% success rate and 90% success in detecting the use of masks. In practice this system requires setting scale factor and minimum neighbor as well as image adjustment and image training during implementation to obtain maximum results.
Absensi Berbasis Arduino dan Mesin Kopi Otomatis dengan RFID Fadliondi Fadliondi; Prian Gagani Chamdareno; Muhamad Nurhuda
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 5, No 2 (2022): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.5.2.127-130

Abstract

ABSTRAKBeberapa perusahaan ada yang mengadakan coffee break dan perusahaan menyediakan kopi gratis. Permasalahannya adalah bahwa karyawan mengambil minum kopi semaunya sehingga ada yang tidak dapat minum kopi. Mesin kopi ini dioperasikan secara otomatis dengan dikontrol mengunnakan RFID. RFID tag di sini berfungsi sebagai absen kehadiraan dan pengambilan bagian minum kopi. Prinsip kerjanya mesin kopi otomatis berjalan menggunakan RFID tag yang di tempel di RFID reader. Pada saat di tempelkan, arduino nano akan membaca RFID pada saat terlambat masuk kerja telat atau datang tepat waktu karena salah satu syarat pengambilan kopi adalah masuk kerja tepat waktu. Bila arduino membaca RFID tag yang ditempel saat masuk kerja tepat waktu, lampu led warna hijau akan menyala dan kran akan membuka selama 6 detik dan menghasilkan air sebanyak 200 ml.ABSTRACTSome companies have coffee breaks and companies provide free coffee. The problem is that employees take coffee as they please so some cannot drink coffee. This coffee machine is operated automatically by being controlled using RFID. The RFID tag here functions as an attendance and coffee taking part. The working principle of the automatic coffee machine runs using an RFID tag that is attached to an RFID reader. When attached, the Arduino nano will read the RFID when you are late for work or arrive on time because one of the conditions for taking coffee is to come to work on time. When the Arduino reads the RFID tag attached when you come to work on time, the green LED will light up and the faucet will open for 6 seconds and produce 200 ml of water.
Analisa Perbandingan Rangkaian Forward Reverse pada Motor Listrik 3 Fasa Manual dengan Berbasis PLC Schneider TM221CE24R Bunga Rahmania; Hamid Abdillah; Misri Misri
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 5, No 2 (2022): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.5.2.157-162

Abstract

Pada dunia industri forward reverse banyak digunakan khususnya industri yang menggunakan sistem penggerak dalam proses produksinya. Penggunaan sistem forward reverse ini diaplikasikan pada motor listrik 3 fasa yang dimana menjadi alat untuk menggerakkan suatu mesin. Dengan semakin majunya perkembangan teknologi penggunaan sistem forward reverse menjadi lebih mudah dari yang mulanya manual berkembang dengan menggunakan rangkaian yang berbasis Programmable Logic Controller (PLC). Dengan penggunaan PLC dapat memudahkan operator saat melakukan proses produksi di industri dengan cara membuat program kemudian dijalankan. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan dari penggunaan sistem forward reverse pada motor listrik 3 fasa pada rangkaian manual dan juga berbasis PLC. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan cara observasi partisipatif di BBPLK Serang. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa rangkaian manual memiliki instalasi rangkaian yang lebih sederhana dibandingkan dengan rangkaian berbasis PLC karena pada PLC menggunakan sistem input dan output untuk menjalankan rangkaian forward reverse tersebut. Namun pada proses pengaplikasiannya rangkaian berbasis PLC lebih unggul karena dapat mempermudah proses kerja sistem dan jika saat pengeoperasian rangkaian terjadi masalah maka PLC akan lebih mudah untuk memperbaikinya karena tidak perlu memeriksa instalasi rangkaiannya.
Analisis Pengujian Tangen Delta Pada Bushing Trafo 150/20 Kv 60 Mva Di Gardu Induk Karet Lama Deni Almanda; Ardiansyah Ardiansyah
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 5, No 2 (2022): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.5.2.97-102

Abstract

ABSTRAKTransformator daya merupakan peralatan penting dalam sistem tenaga listrik. Terdapat komponen utama yang perlu mendapatkan perhatian khusus pada transformator yaitu bushing. Bushing merupakan sarana penghubung antara belitan dengan jaringan luar. Untuk mengetahui kondisi bushing transformator dapat diketahui  Pemburukan atau kegagalan isolasi buhing dapat menyebabkan kegagalan operasi bahkan kerusakan pada transformator. Metode untuk mengetahui kondisi bushing yaitu menggunakan metode pengujian tangen delta dimana pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi isolasi yakni kondisi isolasi pada C1 (isolasi antara konduktor dengan center tap) yang menggambarkan kondisi isolasi kertas bushing. Berdasarkan hasil pengujian tangen delta  bushing trafo dan pembuktian hasil uji menggunakan rumus perhitungan tangen delta bushing trafo diperoleh bushing transformator phasa s di Gardu Induk Karet Lama sudah tidak layak beroperasi, hasil uji 1,32%. Mengacu pada standar hasil uji tangen delta bushing transformator, yaitu SKDIR520 PT PLN (IEC 60137 – DF tan δ) batas nilai tangen delta melebihi 1%, maka bushing transformator dikatakan dalam kondisi buruk sehingga perlu dilakukan penggantian. Terdapat kecenderungan penurunan kondisi bushing yang memburuk dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. ,Atas dasar itulah dilakukan penggantian bushing transformator tenaga sisi primer fasa S di Gardu Induk Lama. Setelah dilakukan penggantian bushing didapatkan nilai tangen delta atau dissipation factor (faktor disipasi) sebesar 0,29% yang menunjukkan bahwa bushing dalam kondisi baik dan dapat dioperasikan kembali. Kata Kunci : Transformator, Bushing, Tangen DeltaABSTRACTThe power transformer is an important piece of equipment in the electric power system. There is a main component that needs special attention on the transformer, namely the bushing. Bushing is a means of connecting the winding with the external network. To determine the condition of the transformer bushing, it can be seen Deterioration or failure of buhing insulation can cause operation failure and even damage to the transformer. The method to determine the condition of the bushing is using the tangent delta test method where this test aims to determine the condition of the insulation, namely the insulation condition at C1 (insulation between the conductor and the center tap) which describes the condition of the bushing paper insulation. Based on the test results of the tangent delta bushing of the transformer and the proof of the test results using the formula for calculating the tangent delta bushing of the transformer, it is found that the s-phase transformer bushing at the Old Karet Substation is no longer feasible to operate, the test result is 1.32%. Referring to the standard results of the transformer bushing tangent delta test, namely SKDIR520 PT PLN (IEC 60137 – DF tan ) the limit value of the delta tangent exceeds 1%, the transformer bushing is said to be in bad condition so it needs to be replaced. There is a downward trend in bushing conditions that have worsened in the last three years. On this basis, the bushing of the primary side of the S-phase power transformer was replaced at the Old Substation. After replacing the bushing, the tangent delta value or dissipation factor is 0.29% which indicates that the bushing is in good condition and can be operated again Keywords : Transformer, Bushing, Tangent Delta
Analisis Teknis dan Biaya Investasi Pemasangan PLTS On Grid dan Off Grid di Indonesia Levin Halim
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 5, No 2 (2022): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.5.2.131-136

Abstract

Indonesia berada di garis katulistiwa membuat indonesia mempunyai sumber energi surya yang besar dengan intensitas radiasi matahari yang nilai rata-ratanya sekitar 4.8 kWh/m2 per hari. Namun hal tersebut belum dimanfaatkan secara optimal, sedangkan masih ada wilayah di indonesia yang belum teraliri listrik karena tidak terjangkau oleh jaringan listrik PLN. Terdapat beberapa solusi dari masalah ini salah satunya adalah dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), terdapat dua jenis sistem PLTS yaitu sistem on grid dan off grid kedua sistem ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing masing baik dalam segi teknis dan biaya yang harus dikeluarkan. Pada makalah ini akan membahas hal tersebut dan juga beberapa peraturan kementrian ESDM dan peraturan lain yang berkaitan tentang pemasangan PLTS on grid dan off grid serta peraturan tentang jual beli energi listrik kepada PLN peraturan tersebut dibahas pada permen no 49 tahun 2018
KLASIFIKASI BEBAN LISTRIK DENGAN MACHINE LEARNING MENGGUNAKAN METODE K-NEAREST NEIGHBOR Salma Salma; Favian Dewanta; Muhammad Abdillah
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 5, No 2 (2022): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.5.2.163-172

Abstract

ABSTRAKSistem pengenalan beban listrik merupakan peran yang penting dalam melakukan manajemen dan penghematan listrik. Sistem pengenalan beban listrik memiliki keandalan dalam memperoleh informasi yang relevan dari setiap beban listrik. Pada penelitian ini, akan dilakukan analisis karakteristik berbagai fitur beban listrik secara independen dan hubungan pencocokan antara fitur yang berbeda dan algoritma klasifikasi yang berbeda. Yaitu dengan melakukan perbandingan antara dua algoritma klasifikasi K-Nearest Neighbours dan Regresi Logistik Multinomial dari segi akurasi dan kecepatan proses dalam analisis. Sistem klasifikasi akan mengidentifikasikan jenis, model, dan prasyarat yang tidak diketahui dari beban listrik dan mengelompokannya. Karakteristik kelistrikan dari beban listrik yang akan diteliti antaralain besarnya tegangan dan arus root mean square, gelombang harmonisa, daya dan faktor daya dari variasi sample beban listrik yang berbeda. Hasil penelitian pada metode k-Nearest Neighbours didapatkan akurasi sebesar 99.619% sedangkan dengan metode Regresi Logistik Multinomial didapatkan akurasi sebesar 91.125% Kata Kunci : Beban Listrik, Klasifikasi, K-Nearest Neighbours, Regresi Logistik MultinomialABSTRACTThe electrical load recognition system plays an important role in managing and saving electricity. In this study, the caharacteristic of various electrical load features in independent condition and the matching relationship between different features and different classification algorithm will be analyzed by doing a comparison between two classification algorithms, k-Nearest Neighbours and Multinomial Logistic Regression in terms of accuracy and speed of analysis process. The classification system will be identify unknown types, models and prerequisites of different electrical loads and classify them. The characteristics of the electrical load that will be analyzed include the magnitude of root mean square voltage and current, harmonic waves, power series, and power factor from variety of different electrical load samples. The results of the research on the k-Nearest Neighbors method obtained an accuracy of 99.619% while the Multinomial Logistics Regression method obtained an accuracy of 91.125%.Keywords: Electrical Load, Classification, Machine Learning, k-Nearest Neighbours, Multinomial Logistic Regression
Perancangan Filter Mikrostrip Trisection Asimetris Triangular Wiko Arofianto
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 5, No 2 (2022): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.5.2.103-112

Abstract

Dengan semakin rapatnya penggunaan frekuensi terutama pada pita frekuensi komersial 450-3000 MHz maka penggunaan filter sebagai pemisah antara sinyal yang dikehendaki dengan sinyal yang tidak di inginkan semakin penting pada aplikasi gelombang radio. Semakin rapatnya penggunaan frekuensi memiliki kecenderungan interferensi dari pita frekuensi atas dan bawah dari passband tidak sama. Pada penelitian ini dilakukan desain filter dengan respons frekuensi asimetris untuk mendapatkan insertion loss yang kecil dan selektifitas filter yang baik. Filter asimetris di rancang menggunakan metode trisection dengan menggunakan beberapa modifikasi dari bentuk dasar triangular. Bahan mikrostrip menjadi pilihan yang karena bahannya mudah didesain dan berukuran  relatif  kecil sehingga mudah untuk di integrasikan dengan  perangkat lainnya. Bahan mikrostrip yang digunakan pada penelitian ini adalah roger (RT/Duroid 5880) dengan ketebalan bahan 1.58 mm dan konstanta dielektrik sebesar 2.2 ± 0.02. Simulasi pada desain filter menggunakan software SONNET 15.52 dan pengukuran alat menggunakan Vector Network Analyzer. Filter dirancang untuk bekerja pada frekuensi 900 MHz dengan respon frekuensi asimetris, insertion loss kurang dari -2dB, dengan bandwidth 25 MHz dan redaman -20 dB pada frekwensi fm ± 0.3 GHz.With the increasingly dense use of frequencies, especially in the commercial frequency band of 450-3000 MHz, the use of filters as a separator between the desired signal and the unwanted signal is increasingly important in radio wave applications. The more tightly the frequency usage has the tendency of interference from the upper and lower frequency bands of the passband is not the same. In this study, a filter design with an asymmetric frequency response was carried out to obtain a small insertion loss and good filter selectivity. The asymmetric filter is designed using the trisection method by using some modifications of the basic triangular shape. Microstrip material is the choice because the material is easy to design and relatively small in size so that it is easy to integrate with other devices. The microstrip material used in this study was Roger (RT/Duroid 5880) with a material thickness of 1.58 mm and a dielectric constant of 2.2 ± 0.02. The simulation on the filter design uses SONNET 15.52 software and the measurement tool uses a Vector Network Analyzer. The filter is designed to work at a frequency of 900 MHz with an asymmetric frequency response, insertion loss of less than -2dB, with a bandwidth of 25 MHz and attenuation of -20 dB at fm ± 0.3 GHz.

Page 9 of 15 | Total Record : 149