Articles
21 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2 No 2 (2013)"
:
21 Documents
clear
PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. BEHAESTEX GRESIK
Brahim, Brahim
GEMA EKONOMI Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (753.993 KB)
|
DOI: 10.55129/.v2i2.240
Disiplin kerja adalah suatu alat yang digunakan para manajer untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk meingkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma social yang berlaku. Keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya, dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan makmur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Kedisiplinan dan Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan departemen maintenance PT. Behaestex Gresik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuntitatif. Hasil penemuan yang didapat dalam penelitian ini adalah Berdasarkan analisis regresi sederhana yang lakukan maka dapat diperoleh persamaan regresi adalah Y = 19,835 + 0,461X. Hal ini menunjukkan bahwa variabel x yakni keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Behaestex Gresik. Pengaruh signifikan dibuktikan dari nilai F hitung = 12,089. yang artinya signifikan karena lebih besar dari F tabel = 4,00. Dengan tingkat signifikansi 0,001 yang jauh lebih kecil dari (<0,05) berarti keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
IMPLEMENTASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN KIMIA DI GUDANG LABORATORIUM PT WILMAR NABATI INDONESIA
GEMA EKONOMI Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (753.563 KB)
|
DOI: 10.55129/.v2i2.241
Pengendalian persediaan bahan kimia yang diterapkan pada laboratorium PT WilmarNabati Indonesia merupakan suatu permasalahan yang telah diangkat oleh penulis sebagai objek penelitian, karena dalam pengendalian persediaan bahan kimia sangat penting di dalam memenuhi kebutuhan yang ada di laboratorium. Ketika terjadi kehabisan bahan kimia maka akan berdampak pada proses analisa yang dilakukan di laboratorium tersebut. Jika proses analisa terhenti maka kualitas pada produk yang dihasilkan di perusahaan tersebut tidak dapat dijaga kualitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengendalian persediaan bahan kimia pada PT WilmarNabati Indonesia sudahkah optimal untuk menghindari kelebihan dankekurangan persediaan bahan kimia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah Persediaan akhir bahan kimia pada PT. Wilmar Indonesia pada tahun 2012 sebesar 1.776 liter sedangkan persediaan pengaman (safety stock) menurut metode min-max stock sebesar 1561 liter. Pada tahun 2013 persediaan akhir bahan kimia Demin Water pada PT. Wilmar Nabati Indonesia sebesar 3.231 liter sedangkan persediaan pengaman (safety stock) menurut metode min-max stock sebesar 2015,44 liter. Pada dua tahun tersebut menunjukkan bahwa jumlah persediaan persediaan akhir bahan kimia Demin Water pada PT. Wilmar Nabati Indonesia sangat besar jika dibandingkan dengan persediaan menurut metode min-max stock.
PENETAPAN METODE TARGET COSTING DALAM PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA PEMBUATAN TIKAR TENUN PT. ELRERAS DI LAMONGAN
GEMA EKONOMI Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (666.338 KB)
|
DOI: 10.55129/.v2i2.237
Usaha yang dilakukan untuk mencapai harga yang diinginkan pelanggan sekaligus memberikan keuntungan pada perusahaan tidak dapat menggunakan metode tradisional. Hal ini dikarenakan metode tradisional penentuan harganya dihitung dari biaya produksi yang terjadi ditambah laba yang diinginkan. Apabila perusahaan tidak mampu mengendalikan biayanya maka biaya produksi yang timbul akan tinggi dan akan menyebabkan harga menjadi tinggi serta berakibat pada beralihnya pelanggan pada produk yang dihasilkan oleh kompetitor. Sehubungan dengan itu, maka dalam penentuan harga dibutuhkan metode yang tepat agar perusahaan tetap bertahan dalam usahanya. Dengan menggunakan target costing perusahaan dapat menentukan biaya yang diinginkan, yang diperoleh dari harga pasar yang berlaku dikurangi dengan laba yang diinginkan dan sering disebut dengan price-driven costing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana, perusahaan dalam penentuan harga Pokok produksi melalui biaya standar. Untuk memberikan gambaran dan informasi tentang penerapan target costing sebagai alat bantu dalam pengelolahan biaya produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil penemuan dari penelitian ini adalah berdasarkan perhitungan, biaya manufaktur yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead ternyata belum sesuai dengan target laba yang diharapkan perusahaan, karena biaya produksi aktual perusahaan masih melebihi target cost yaitu sebesar Rp 37.962,00 atau lebih tinggi Rp 2.962,00 dari target cost yaitu sebesar Rp 35.000,00.
ANALISIS KINERJA KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH AKUISISI PADA PT. ANEKA TAMBANG, TBK, PERIODE 2009-2013
GEMA EKONOMI Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1140.326 KB)
|
DOI: 10.55129/.v2i2.242
Untuk dapat menganalisa mengenai investasi yang akan dilakukannya manajer perusahaan memerlukan berbagai informasi mengenai kondisi perusahaan baik secara finansial, maupun aspek lainnya. Informasi yang relevan mengenai kondisi pasar juga diperlukan untuk mengetahui posisi perusahaan. Informasi tersebut dapat membantu manajer untuk mengetahui langkah-langkah yang diperlukan oleh perusahaan terkait rencana investasinya, membantu dalam pengambilan keputusan jangka pendek maupun jangka panjang dimana pengambilan keputusan ini dapat mempengaruhi kondisi perusahaan saat ini maupun dimasa yang akan datang. Dengan perencanaan investasi, perencanaan keuangan yang terkonsep dengan baik, dan pengambilan keputusan yang tepat memungkinkan perusahaan dapat mencapai tujuan investasinya atau bahkan memungkinkan perusahaan memperluas jaringan usahanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan PT. Aneka Tambang, Tbk dan perbedaan kinerja keuangan sebelum dan sesudah pelaksanaan akuisisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran atau kualitatif dan kuantitaif. Hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah Berdasarkan hasil uji t sampel berpasangan dapat dilihat bahwa 16 rasio, yaitu ternyata tidak mempunyai perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah akuisisi. Tidak adanya perbedaan secara signifikan berarti tidak mendukung hipotesis yang telah dikemukakan bahwa ada perbedaan kinerja keuangan PT. Aneka Tambang, Tbk sebelum dan sesudah akuisisi. Sedangkan dari perhitungan debt to total asset ratio ternyata mempunyai perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah akuisisi, yang berarti mendukung hipotesis yang telah dikemukakan bahwa ada perbedaan kinerja keuangan PT. Aneka Tambang, Tbk sebelum dan sesudah akuisisi.
ANALISIS BRANDIMAGE DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN ULANG PRODUK MCDONALD’S VETERAN GRESIK
GEMA EKONOMI Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (809.132 KB)
|
DOI: 10.55129/.v2i2.238
Fenomena persaingan antara perusahaan yang ada telah membuat setiap perusahaan menyadari suatu kebutuhan untuk memaksimalkan aset-aset perusahaan demi kelangsungan perusahaan yang menghasilkan produk fast food. Salah satu aset untuk mencapai keadaaan tersebut adalah melalui bauran pemasaran (marketing mix). Sampai pada tahun 2004, McDonald’s memiliki 30.000 rumah makan di seluruh dunia dengan pengunjung rata-rata 50.000.000 orang dan pengunjung per hari dan rumah makan 1.700 orang. Lambang McDonald’s adalah dua busur berwarna kuning yang biasanya dipajang di luar rumah-rumah makan mereka dan dapat segera dikenali oleh masyarakat luas. Karena restoran cepat saji McDonald’s merupakan unit usaha waralaba yang menjual produk termasuk jasa, maka menggunakan marketing mix sebagai berikut: produk (Product), McDonald’s merupakan perusahaan yang bergerak pada industri fast food restaurant. Produk yang ditawarkan berupa makanan dan minuman siap saji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah variabel brand image (X1) dan harga (X2) berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian ulang (Y) produk McDonald’s Veteran Gresik. Untuk mengetahui apakah variabel brand image (X1) dan harga (X2) berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian ulang (Y) produk McDonald’s Veteran Gresik. Untuk mengetahui variabel manakah diantara variabel brand image (X1) dan harga (X2) yang paling dominan pengaruhnya terhadap keputusan pembelian ulang (Y) produk McDonald’sVeteran Gresik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Hasil yang didapat dalam penelitian berdasarkan tes yang dilakuakan, maka dapat dikemukakan bahwa keputusan pembelian ulang produk McDonald’s Veteran Gresik, erat kaitannya dengan variabel-variabel yang diteliti, sehingga di masa mendatang untuk meningkatkan keputusan pembelian ulang, pihak manajemen McDonald’s Veteran Gresik sebaiknya perlu melakukan peningkatan serangkaian strategi dan kebijakan yang efektif dengan menumbuhkembangkan keberadaan keputusan pembelian ulang konsumen, yang berfokus kepada kenyamanan dan kepuasan konsumen secara individu maupun berupa kepribadian. Pihak manajemen McDonald’s Veteran Gresik seyogyanya harus lebih inovatif dan konstruktif dalam meningkatkan kualitas produk konsumen agar memperoleh keputusan membeli ulang dari konsumen secara optimal.
IMPLEMENTASI ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM PADA PT. WONOAGUNG SEJAHTERA DI GRESIK
GEMA EKONOMI Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (653.015 KB)
|
DOI: 10.55129/.v2i2.243
Semakin banyaknya teknologi dan informasi, menuntut setiap perusahaan untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan tersebut dalam persaingan global. Salah satu stategi yang dilakukan oleh perusahaanagar dapat bersaing dalam pasar bebas adalah dengan efisiensi biaya, meningkatkan produktivitas, meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan kemampuan.Industri penggergajian kayu merupakan salah satu perusahaan yang ikut bersaing dalam pasar bebas. Pembangunan dan pengembangan industri penggergajian kayu diharapkan mampu menunjang peningkatan perekonomian Indonesia. Industri penggergajian kayu tidak terlepas dari ketersediaan bahan baku. Beberapa tahun belakangan terlihat bahwa ada ketidakseimbangan antara suplay bahan baku dari hutan dengan permintaan industri kayu.Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi yang akurat dari proses pendekatan Activity based costing dalam menghasilkan perhitungan harga pokok produk kayu gergajian pada PT. Wonoagung Sejahtera di Gresik, sehingga dapat diketahui dengan jelas unsur-unsur biaya yang terlibat dalam tahapan perhitungan harga pokok produksi.Untuk mengetahui perbandingan besarnya harga pokok produksi kayu gergajian dengan menggunakan metode akuntansi biaya Tradisional dan Activity Based Costing system pada PT. Wonoagung Sejahtera di Gresik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran / kuantitatif dan kualitatif. Hasil penemuan dari penelitian ini adalah Activity-Based Costing System memberikan hasil lebih kecil dengan Sistem Tradisional pada produk Usuk selisih Rp 1.429.160 dan Balok selisih Rp 1.385.842 jenis kayu kamper, sedangkan jenis kayu keruing pada produk Papan selisih Rp 504.280, Balok selisih Rp 39.930, dan Export Rp 357.183 selisih lebih kecil. Selisih Harga Pokok Perbedaan yang terjadi Antara Harga Pokok Produksi dengan menggunakan Sistem Tradisional dengan Activity-Based Costing System disebabkan karena pembebanan Biaya Overhead Pabrik pada masing-masing produk. Pada Sistem Tradisional biaya pada masing-masing produk hanya dibebankan pada satu Cost Driver saja. Pada metode Activity-Based Costing System, Biaya Overhead Pabrik pada masing-masing produk dibebankan pada banyak Cost Driver, sehingga Activity-Based Costing System mampu mengalokasikan biaya aktivitas ke setiap jenis produk secara tepat berdasarkan konsumsi masing-masing aktivitas.
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR MATIC YAMAHA MIO GT DI PACITAN
GEMA EKONOMI Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (677.167 KB)
|
DOI: 10.55129/.v2i2.239
Salah satu alat transportasi yang memudahkan aktivitas dan banyak diminati masyarakat di berbagai daerah perkotaan dan daerah pedesaan saat ini adalah sepeda motor. Sepeda motor adalah salah satu alternatif yang memudahkan masyarakat untuk bekerja sehari-hari. Akhir-akhir ini berbagai sepeda motor telah dipasarkan diseluruh indonesia serta mendapatkan respon positif dari para konsumen. Konsumen semakin teliti dalam melakukan pembelian dan menentukan suatu produk yang mereka inginkan. Dengan keadaan tersebut mendorong perusahaan agar bisa menarik konsumen, menawarkan produk yang berkualitas dan yang mampu mempunyai nilai yang lebih dari produknya, sehingga berbeda dari produk persaingan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah faktor kinerja produk mempunyai pengaruh yang kuat dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian sepeda motor matic Yamha Mio GT di Pacitan. Untuk mengetahui apakah Keistimewaan produk mempunyai pengaruh yang sangat kuat dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian sepeda motor matic Yamaha Mio GT di Pacitan. Untuk mengetahui apakah keandalan produk mempunyai pengaruh yang kuat dan signifikan seacara parsial terhadap keputusan pemebelian sepeda motor matic Yamaha Mio Soul GT di Pacitan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Hasil yang didpat dalam penelitian ini adalah Berdasarkan hasil penelitian menunjukan pada indikator variabel Keistimewaan tambahan produk dan Keandalan Produk mempunyai pengaruh terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Matic Yamaha Mio GT, Dan variabel Kinerja produk sebagai variabel yang dominan yang berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Matic Yamaha Mio GT.
PENETAPAN METODE TARGET COSTING DALAM PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA PEMBUATAN TIKAR TENUN PT. ELRERAS DI LAMONGAN
Utomo, Riyanto;
Andriani, Novia
GEMA EKONOMI Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55129/https://doi.org/10.55129/.v12i4.2927
Usaha yang dilakukan untuk mencapai harga yang diinginkan pelanggan sekaligus memberikan keuntungan pada perusahaan tidak dapat menggunakan metode tradisional. Hal ini dikarenakan metode tradisional penentuan harganya dihitung dari biaya produksi yang terjadi ditambah laba yang diinginkan. Apabila perusahaan tidak mampu mengendalikan biayanya maka biaya produksi yang timbul akan tinggi dan akan menyebabkan harga menjadi tinggi serta berakibat pada beralihnya pelanggan pada produk yang dihasilkan oleh kompetitor. Sehubungan dengan itu, maka dalam penentuan harga dibutuhkan metode yang tepat agar perusahaan tetap bertahan dalam usahanya. Dengan menggunakan target costing perusahaan dapat menentukan biaya yang diinginkan, yang diperoleh dari harga pasar yang berlaku dikurangi dengan laba yang diinginkan dan sering disebut dengan price-driven costing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana, perusahaan dalam penentuan harga Pokok produksi melalui biaya standar. Untuk memberikan gambaran dan informasi tentang penerapan target costing sebagai alat bantu dalam pengelolahan biaya produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil penemuan dari penelitian ini adalah berdasarkan perhitungan, biaya manufaktur yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead ternyata belum sesuai dengan target laba yang diharapkan perusahaan, karena biaya produksi aktual perusahaan masih melebihi target cost yaitu sebesar Rp 37.962,00 atau lebih tinggi Rp 2.962,00 dari target cost yaitu sebesar Rp 35.000,00.
ANALISIS BRANDIMAGE DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN ULANG PRODUK MCDONALD’S VETERAN GRESIK
Mustikawati, Farida;
Rachmah, Iffatul Aulia'i
GEMA EKONOMI Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55129/https://doi.org/10.55129/.v12i4.2927
Fenomena persaingan antara perusahaan yang ada telah membuat setiap perusahaan menyadari suatu kebutuhan untuk memaksimalkan aset-aset perusahaan demi kelangsungan perusahaan yang menghasilkan produk fast food. Salah satu aset untuk mencapai keadaaan tersebut adalah melalui bauran pemasaran (marketing mix). Sampai pada tahun 2004, McDonald’s memiliki 30.000 rumah makan di seluruh dunia dengan pengunjung rata-rata 50.000.000 orang dan pengunjung per hari dan rumah makan 1.700 orang. Lambang McDonald’s adalah dua busur berwarna kuning yang biasanya dipajang di luar rumah-rumah makan mereka dan dapat segera dikenali oleh masyarakat luas. Karena restoran cepat saji McDonald’s merupakan unit usaha waralaba yang menjual produk termasuk jasa, maka menggunakan marketing mix sebagai berikut: produk (Product), McDonald’s merupakan perusahaan yang bergerak pada industri fast food restaurant. Produk yang ditawarkan berupa makanan dan minuman siap saji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah variabel brand image (X1) dan harga (X2) berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian ulang (Y) produk McDonald’s Veteran Gresik. Untuk mengetahui apakah variabel brand image (X1) dan harga (X2) berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian ulang (Y) produk McDonald’s Veteran Gresik. Untuk mengetahui variabel manakah diantara variabel brand image (X1) dan harga (X2) yang paling dominan pengaruhnya terhadap keputusan pembelian ulang (Y) produk McDonald’sVeteran Gresik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Hasil yang didapat dalam penelitian berdasarkan tes yang dilakuakan, maka dapat dikemukakan bahwa keputusan pembelian ulang produk McDonald’s Veteran Gresik, erat kaitannya dengan variabel-variabel yang diteliti, sehingga di masa mendatang untuk meningkatkan keputusan pembelian ulang, pihak manajemen McDonald’s Veteran Gresik sebaiknya perlu melakukan peningkatan serangkaian strategi dan kebijakan yang efektif dengan menumbuhkembangkan keberadaan keputusan pembelian ulang konsumen, yang berfokus kepada kenyamanan dan kepuasan konsumen secara individu maupun berupa kepribadian. Pihak manajemen McDonald’s Veteran Gresik seyogyanya harus lebih inovatif dan konstruktif dalam meningkatkan kualitas produk konsumen agar memperoleh keputusan membeli ulang dari konsumen secara optimal.
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR MATIC YAMAHA MIO GT DI PACITAN
Susetyorini, Susetyorini;
Andrianti, Novia
GEMA EKONOMI Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55129/https://doi.org/10.55129/.v12i4.2927
Salah satu alat transportasi yang memudahkan aktivitas dan banyak diminati masyarakat di berbagai daerah perkotaan dan daerah pedesaan saat ini adalah sepeda motor. Sepeda motor adalah salah satu alternatif yang memudahkan masyarakat untuk bekerja sehari-hari. Akhir-akhir ini berbagai sepeda motor telah dipasarkan diseluruh indonesia serta mendapatkan respon positif dari para konsumen. Konsumen semakin teliti dalam melakukan pembelian dan menentukan suatu produk yang mereka inginkan. Dengan keadaan tersebut mendorong perusahaan agar bisa menarik konsumen, menawarkan produk yang berkualitas dan yang mampu mempunyai nilai yang lebih dari produknya, sehingga berbeda dari produk persaingan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah faktor kinerja produk mempunyai pengaruh yang kuat dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian sepeda motor matic Yamha Mio GT di Pacitan. Untuk mengetahui apakah Keistimewaan produk mempunyai pengaruh yang sangat kuat dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian sepeda motor matic Yamaha Mio GT di Pacitan. Untuk mengetahui apakah keandalan produk mempunyai pengaruh yang kuat dan signifikan seacara parsial terhadap keputusan pemebelian sepeda motor matic Yamaha Mio Soul GT di Pacitan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Hasil yang didpat dalam penelitian ini adalah Berdasarkan hasil penelitian menunjukan pada indikator variabel Keistimewaan tambahan produk dan Keandalan Produk mempunyai pengaruh terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Matic Yamaha Mio GT, Dan variabel Kinerja produk sebagai variabel yang dominan yang berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Matic Yamaha Mio GT.