cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
GEMA EKONOMI
Published by Universitas Gresik
ISSN : 26210444     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2015)" : 21 Documents clear
PERSEPSI TENTANG DISIPLIN KERJA KARYAWAN BAGIAN SATPAM PADA PT WILMAR NABATI INDONESIA GRESIK
GEMA EKONOMI Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.322 KB) | DOI: 10.55129/.v4i1.220

Abstract

Persepsi adalah proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia. Persepsi merupakan keadaan integrasi dari individu terhadap stimulus yang diterimanya. Apa yang ada dalam diri individu, pikiran, perasaan, pengalaman-pengalaman individu akan ikut aktif berpengaruh dalam proses persepsi. Berbicara mengenai persepsi, seringkali ditemukan gambaran atau pendapat yang berbeda-beda terhadap suatu obyek atau benda yang dinilainya. Suatu obyek atau benda yang kita tanyakan kepada satu orang ke orang yang lainnya, dapat dipastikan ada perbedaan pandangan dan tanggapan dalam memberikan penilaian. Kondisi di lapangan, diperoleh bahwa informasi dan masukan dari karyawan bagian Satpam (Security) di PT Wilmar Nabati Indonesia Gresik bahwa cara pandang atau dalam mempersepsikan kedisiplinan kerja berbeda-beda antara satu anggota dengan anggota lainnya. tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi karyawan bagian Satpam tentang kedisiplinan kerja Satpam di Lingkungan PT Wilmar Nabati Indonesia Gresik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan teknik survey, bahwa dalam penelitian ini nantinya peneliti hanya menggambarkan tentang karakteristik (ciri-ciri) individu, situasi atau kelompok tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 11 atau 23,91% dari jumlah responden dengan kompetensi pendidikan dasar Garda Pratama mempunyai persepsi positif sebesar 100,00%, tidak ada responden yang mempunyai berpersepsi negatif. Kemudian dari 2 responden atau 4,35% dari jumlah responden dengan pendidikan TNI/Polri (Purnawirawan), keseluruhannya menyatakan persepsi positif yaitu sebesar 100,00%. Selanjutnya sebanyak 33 atau 71,74% dari jumlah responden dengan kompetensi pendidikan dasar kedisiplinan non Garda Pratama menyatakan persepsi positif persentasenya sebesar 100,00%, dan tidak ada anggota satpam yang mempunyai persepsi negatif. Dari total responden sebanyak 46,melihat dari kompetensi pendidikan kesatpaman yang berbeda-beda, keseluruhan responden menyatakan persepsi yang positif yaitu sebesar 100,00% dan tidak ada yang menyatakan persepsi negatif.
Studi Peran Fee Based Income Bagi Pendapatan BRI Syariah Cab. Surabaya Rusdiyanto, Rusdiyanto
GEMA EKONOMI Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.115 KB) | DOI: 10.55129/.v4i1.216

Abstract

Fee based income sering disebut sebagai non interst income, yaitu sumber pendapatan bank selain pendapatan kredit. Dewasa ini banyak bank giat mengejar pendapatan fee-based dengan berbagai alasan. Pendapatan yang berasal dari fee based services merupakan sumber pendapatan yang paling diperhitungkan dalam bisnis perbankan dewasa ini, bank harus meningkatkan kemampuan manajemen sumber daya manusia yang ditunjang dengan jaringan distribusi serta teknologi yang canggih agar dapat memberikan pelayanan yang baik terhadap setiap nasabah sehingga bank mampu meningkatkan fee based services. Faktor lain yang membuat fee based income semakin penting adalah saat ini dan masa yang akan datang persaingan antar bank semakin ketat baik sesama bank syariah maupun antara bank syariah dengan bank konvensional, dengan adanya persaingan yang yang ketat tersebut margin antara cost of fund dengan income from financing (lending) akan semakin menipis, maka other operational income yaitu fee based income akan semakin berperan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran bagaimana peran fee based income bagi pendapatan BRI Syariah Cabang Surabaya. Jenis penellitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan tingkat eksplanasi deskriptif. Dengan kesimpulan bahwa : 1) Kesadaran tentang pentingnya peran Fee Based Income untuk meningkatkan pendapatan BRI Syariah Cabang Surabaya sudah ada pada pimpinan dan Staff BRI Syariah Cabang Surabaya sesuai hasil wawancara dan observasi yang dilakukan oleh peneliti. 2) Fee Based Income perannya belum maksimalnya terhadap pendapatan Bank BRI Syariah. 3) Belum maksimalnya peran fee based income antara lain karena status BRI Syariah yang belum devisa sehingga jumlah jenis produk jasa bank yang dapat menghasilkan Fee Based Income masih terbatas. 4) Masih terbuka peluang untuk meningkatkan peran Fee Based Income terhadap pendapatan.
PENGARUH KUALITAS JASA DAN HARGA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN CV. KARUNIA JAYA MANDIRI DI GRESIK
GEMA EKONOMI Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.853 KB) | DOI: 10.55129/.v4i1.221

Abstract

Faktor penentu kepuasan pelanggan diantaranya adalah kualitas pelayanan dan harga. Harga juga memainkan peranan yang penting dalam mengkomunikasikan kualitas dari jasa tersebut. Dengan kesediaan petunjuk-petunjuk yang bersifat nyata, konsumen mengasosiasikan harga yang tinggi dengan tingkat kinerja suatu produk jasa yang tinggi pula. Melalui penetapan harga yang lebih kompetitif diharapkan suatu produk dapat mempengaruhi minat beli konsumen dan kemudian mengarahkan konsumen untuk melakukan pembelian. Penilaian konsumen terhadap harga dari suatu produk sangat mempengaruhi minat beli mereka pada produk tersebut. Oleh sebab itu, penetapan harga yang tepat dan kompetitif pada sebuah produk perlu mendapatkan perhatian yang besar dari perusahaan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas jasa dan harga terhadap kepuasan pelanggan CV. Karunia Jaya Mandiri di Gresik. Penelitian ini menggunakan jenis dan pendekatan penelitian kuantitatif. Berdasarkan hasil pengujian secara parsial (uji t), juga dapat diketahui bahwa variabel independen kualitas jasa berpengaruh dengan kepuasan konsumen dengan thitung = 4,221 dan ttabel = 2,023.Sehingga thitung> ttabel yaitu 4,221 > 2,023. Berdasarkan hasil pengujian secara parsial (uji t), juga dapat diketahui bahwahvariabel harga didapatkan tidak ada hubungan yang signifikan terhadap kepuasan konsumen berdasarkan dengan thitung = 1,604 dan ttabel = 2,023. Sehingga thitung< ttabel yaitu 1,604 < 2,026. Hal ini menunjukkan bahwa Ha ditolak dan H0 diterima. Pengujian secara bersama-sama variabel kualitas jasa dan harga secara simultan terhadap kepuasan pelanggan, menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas <0,00.
Efisiensi Pelaksanaan Proyek dengan Menggunakan Critical Path Method (CPM) pada CV. Karunia Jaya Mandiri di Gresik
GEMA EKONOMI Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.513 KB) | DOI: 10.55129/.v4i1.217

Abstract

Pengembang untuk mengoptimalkan segala sumber daya yang ada dalam menyelesaikan proyek yang ditangani agar tidak mengalami kerugian. Kerugian dapat terjadi karena kurang cermat dalam perencanaan, sehingga waktu penyelesaian proyek lebih lama dari yang ditentukan dan ini menimbulkan tambahan biaya material, tenaga kerja, maupun biaya-biaya lainnya yang berkaitan dengan penyelesaian proyek, bahkan kerugian dapat berupa denda keterlambatan penyelesaian proyek. Kemajuan dalam kegiatan industri pada beberapa aspek memerlukan manajemen atau pengelolaan yang dituntut memiliki kinerja, kecermatan, keekonomisan, keterpaduan, kecepatan, ketepatan, ketelitian, serta keamanan yang tinggi dalam rangka memperoleh hasil akhir yang sesuai harapan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis waktu dan biaya dengan menggunakan Critical Path Method pada CV. Karunia Jaya Mandiri di Gresik dalam periode lima proyek terakhir. Penelitian ini menggunakan jenis dan pendekatan penelitian deskriptif kuantitatif. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah ; 1) CV. Karunia Jaya Mandiri sudah menggunakan struktur organisasi manajemen proyek, namun beberapa prosedur dan instruksi kerja belum berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini terlihat dari form laporan harian yang sudah ada namun tidak dikerjakan. Selain itu tidak ada sistem untuk membantu manajer dalam mengelola proyek walaupun ada beberapa metode dalam manajemen proyek, salah satunya metode jalur kritis (Critical Path Method). 2) Waktu penyelesaian proyek CV. Karunia Jaya Mandiri tidak efektif bila dibandingkan dengan menggunakan metode CPM, hal ini dibuktikan dengan waktu penyelesaian dari CPM tanpa crashing adalah: a) Proyek I dengan CPM= 203 hari, secara faktual = 240 hari b) Proyek II dengan CPM= 222 hari, secara faktual = 270 hari c) Proyek III dengan CPM = 182 hari, secara faktual = 210 hari d) Proyek IV dengan CPM= 256 hari, secara faktual = 300 hari e)Proyek V dengan CPM= 173 hari, secara faktual = 180 hari 3) Biaya proyek yang dikeluarkan CV. Karunia Jaya Mandiri tidak efisien bila dibandingkan dengan menggunakan metode CPM, hal ini terlihat dari direct cost yang bertambah karena keterlambatan penyelesaian proyek ; a) Proyek I, cost CPM = Rp 217.940.000, faktual = Rp 230.150.800 b) Proyek II, costCPM= Rp 223.550.800, faktual = Rp 240.050.800 c) Proyek III, costCPM= Rp 211.010.800, faktual = Rp 220.250.800 d) Proyek IV, costCPM= Rp 235.430.800, faktual = Rp 249.950.800 e) Proyek V, cost CPM = Rp 208.040.800, faktual = Rp 210.350.800
Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance terhadap Kinerja Keuangan dari perspektif Price to Book Value (PBV) dan Net Profit Margin (NPM) di PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk
GEMA EKONOMI Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.258 KB) | DOI: 10.55129/.v4i1.218

Abstract

GCG adalah prinsip yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan agar mencapai keseimbangan antara kekuatan serta kewenangan perusahaan dalam memberikan pertanggungjawabannya kepada para shareholders khususnya, dan stakeholders pada umumnya. Dengan melontarkan beberapa prinsip dasar Corporate Governance seperti keterbukaan (transparency), akuntabilitas (accountability), pertanggungjawaban (responsibility), independensi (independency) dan kewajaran (fairness), dapat disimpulkan bahwa penerapan GCG diyakini akan menolong perusahaan dan perekonomian negara yang sedang tertimpa krisis bangkit menuju ke arah yang lebih sehat, mampu bersaing, dikelola secara dinamis serta professional. Ujungnya adalah daya saing yang tangguh, yang diikuti pulihnya kepercayaan investor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan good corporate governance terhadap kinerja keuangan dari perspektif PBV dan NPM PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Dengan hasil kesimpulan bahwa: 1) Hasil pengujian data dengan model regresi sederhana, perspektif PBV menujukkan adanya pengaruh yang signifikan penerapan GCG terhadap kinerja keuangan. 2) Berdasarkan pengujian data regresi sederhana dengan perspektif NPM menujukkan tidak adanya pengaruh yang signifikan penerapan GCG terhadap kinerja keuangan.
IMPLIKASI KEBIJAKAN DISTRIBUTOR FINANCING TERHADAP LIKUIDITAS PADA PT. PETROKIMIA GRESIK
GEMA EKONOMI Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1291.629 KB) | DOI: 10.55129/.v4i1.219

Abstract

Likuiditas merupakan hal yang mendasar bagi sebuah perusahaan. Likuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendek. Dalam rutinitas sehari-hari, likuiditas akan tercermin dalam bentuk kemampuan perusahaan dalam membiayai produksi atau membayar gaji tepat waktu. Pada perusahaan dagang yang dilakukan pertama kali adalah membeli persediaan. Persediaan disimpan sampai akhirnya terjual menjadi piutang usaha (account receivable). Piutang usaha yang tertagih akan menjadi kas. Siklus ini akan tergantung kepada kebijakan perusahaan tentang persediaan, penjualan, dan pembelian. Pada persediaan, seberapa lama persediaan akan disimpan, karena semakin lama akan semakin memperpanjang siklus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kebijakan Distributor Financing sudah dapat mengatasi masalah piutang di PT. Petrokimia Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kuantitati dengan kesimpulan bahwa penerapannya Distributor Financing sudah dapat menurunkan nilai piutang pupuk bersubsidi. Tetapi belum dapat turun sampai dengan standar Pareto dikarenakan penerapan fasilitas Distributor Financing baru berjalan 1 (satu) bulan (september 2014). Tetapi, awal penerapan fasilitas Distributor Financing ini sudah sangat mampu untuk menurunkan nilai piutang jatuh tempo yang tinggi.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah, Kompetensi Guru dan Peran Komite Sekolah Terhadap Mutu Pendidikan pada SMA Negeri 1 Gresik – JATIM
GEMA EKONOMI Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.536 KB) | DOI: 10.55129/.v4i1.215

Abstract

Salah satu masalah yang sangat serius dalam bidang pendidikan di Indonesia saat ini adalah rendahnya mutu pendidikan, hal ini akan selalu menarik perhatian semua pihak karena masa depan Bangsa Indonesia sangat bergantung pada mutu pendidikan. Gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam menjalankan tugas dan perannya sebagai pemimpin dalam sekolah masih belum efektif untuk mempengaruhi orang lain termasuk guru. Di sekolah, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Oleh karena itu, kompetensi guru harus meliputi; kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Selanjutnya adalah Komite sekolah dibentuk bertujuan untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan dimana komite sekolah memiliki peranan penting dalam berbagai persoalan yang berhubungan dengan mutu pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh signifikan secara simultan dari gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah, kompetensi guru dan peran komite sekolah tehadap mutu pendidikan di SMA negeri 1 Gresik. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif digambarkan melalui simbol-simbol matematik (angka-angka) sebab dalam penelitian ini menghasilkan indikator-indikator variabel independen, tetang teori gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah, kualitas guru dan peran komite sekolah, serta indikator variabel dependen yakni tentang mutu pendidikan. Kesimpulan dari penelitian ini secara positif dan signifikan secara simultan dan parsial terhadap gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah, kompetensi guru dan peran komite sekolah terhadap mutu pendidikan. Pengaruh positif dan signifikan ini berarti bahwa jika gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah, kompetensi guru dan peran komite sekolah semakin baik dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya maka mutu pendidikan akan meningkat.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah, Kompetensi Guru dan Peran Komite Sekolah Terhadap Mutu Pendidikan pada SMA Negeri 1 Gresik – JATIM Suparman, Petrus
GEMA EKONOMI Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/https://doi.org/10.55129/.v12i4.2927

Abstract

Salah satu masalah yang sangat serius dalam bidang pendidikan di Indonesia saat ini adalah rendahnya mutu pendidikan, hal ini akan selalu menarik perhatian semua pihak karena masa depan Bangsa Indonesia sangat bergantung pada mutu pendidikan. Gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam menjalankan tugas dan perannya sebagai pemimpin dalam sekolah masih belum efektif untuk mempengaruhi orang lain termasuk guru. Di sekolah, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Oleh karena itu, kompetensi guru harus meliputi; kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Selanjutnya adalah Komite sekolah dibentuk bertujuan untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan dimana komite sekolah memiliki peranan penting dalam berbagai persoalan yang berhubungan dengan mutu pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh signifikan secara simultan dari gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah, kompetensi guru dan peran komite sekolah tehadap mutu pendidikan di SMA negeri 1 Gresik. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif digambarkan melalui simbol-simbol matematik (angka-angka) sebab dalam penelitian ini menghasilkan indikator-indikator variabel independen, tetang teori gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah, kualitas guru dan peran komite sekolah, serta indikator variabel dependen yakni tentang mutu pendidikan. Kesimpulan dari penelitian ini secara positif dan signifikan secara simultan dan parsial terhadap gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah, kompetensi guru dan peran komite sekolah terhadap mutu pendidikan. Pengaruh positif dan signifikan ini berarti bahwa jika gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah, kompetensi guru dan peran komite sekolah semakin baik dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya maka mutu pendidikan akan meningkat.
Studi Peran Fee Based Income Bagi Pendapatan BRI Syariah Cab. Surabaya Rusdiyanto, Rusdiyanto; Umar, Ahmad
GEMA EKONOMI Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/https://doi.org/10.55129/.v12i4.2927

Abstract

Fee based income sering disebut sebagai non interst income, yaitu sumber pendapatan bank selain pendapatan kredit. Dewasa ini banyak bank giat mengejar pendapatan fee-based dengan berbagai alasan. Pendapatan yang berasal dari fee based services merupakan sumber pendapatan yang paling diperhitungkan dalam bisnis perbankan dewasa ini, bank harus meningkatkan kemampuan manajemen sumber daya manusia yang ditunjang dengan jaringan distribusi serta teknologi yang canggih agar dapat memberikan pelayanan yang baik terhadap setiap nasabah sehingga bank mampu meningkatkan fee based services. Faktor lain yang membuat fee based income semakin penting adalah saat ini dan masa yang akan datang persaingan antar bank semakin ketat baik sesama bank syariah maupun antara bank syariah dengan bank konvensional, dengan adanya persaingan yang yang ketat tersebut margin antara cost of fund dengan income from financing (lending) akan semakin menipis, maka other operational income yaitu fee based income akan semakin berperan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran bagaimana peran fee based income bagi pendapatan BRI Syariah Cabang Surabaya. Jenis penellitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan tingkat eksplanasi deskriptif. Dengan kesimpulan bahwa : 1) Kesadaran tentang pentingnya peran Fee Based Income untuk meningkatkan pendapatan BRI Syariah Cabang Surabaya sudah ada pada pimpinan dan Staff BRI Syariah Cabang Surabaya sesuai hasil wawancara dan observasi yang dilakukan oleh peneliti. 2) Fee Based Income perannya belum maksimalnya terhadap pendapatan Bank BRI Syariah. 3) Belum maksimalnya peran fee based income antara lain karena status BRI Syariah yang belum devisa sehingga jumlah jenis produk jasa bank yang dapat menghasilkan Fee Based Income masih terbatas. 4) Masih terbuka peluang untuk meningkatkan peran Fee Based Income terhadap pendapatan.
Efisiensi Pelaksanaan Proyek dengan Menggunakan Critical Path Method (CPM) pada CV. Karunia Jaya Mandiri di Gresik Elan, Umi; Pebriana, Ermy Ika
GEMA EKONOMI Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/https://doi.org/10.55129/.v12i4.2927

Abstract

Pengembang untuk mengoptimalkan segala sumber daya yang ada dalam menyelesaikan proyek yang ditangani agar tidak mengalami kerugian. Kerugian dapat terjadi karena kurang cermat dalam perencanaan, sehingga waktu penyelesaian proyek lebih lama dari yang ditentukan dan ini menimbulkan tambahan biaya material, tenaga kerja, maupun biaya-biaya lainnya yang berkaitan dengan penyelesaian proyek, bahkan kerugian dapat berupa denda keterlambatan penyelesaian proyek. Kemajuan dalam kegiatan industri pada beberapa aspek memerlukan manajemen atau pengelolaan yang dituntut memiliki kinerja, kecermatan, keekonomisan, keterpaduan, kecepatan, ketepatan, ketelitian, serta keamanan yang tinggi dalam rangka memperoleh hasil akhir yang sesuai harapan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis waktu dan biaya dengan menggunakan Critical Path Method pada CV. Karunia Jaya Mandiri di Gresik dalam periode lima proyek terakhir. Penelitian ini menggunakan jenis dan pendekatan penelitian deskriptif kuantitatif. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah ; 1) CV. Karunia Jaya Mandiri sudah menggunakan struktur organisasi manajemen proyek, namun beberapa prosedur dan instruksi kerja belum berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini terlihat dari form laporan harian yang sudah ada namun tidak dikerjakan. Selain itu tidak ada sistem untuk membantu manajer dalam mengelola proyek walaupun ada beberapa metode dalam manajemen proyek, salah satunya metode jalur kritis (Critical Path Method). 2) Waktu penyelesaian proyek CV. Karunia Jaya Mandiri tidak efektif bila dibandingkan dengan menggunakan metode CPM, hal ini dibuktikan dengan waktu penyelesaian dari CPM tanpa crashing adalah: a) Proyek I dengan CPM= 203 hari, secara faktual = 240 hari b) Proyek II dengan CPM= 222 hari, secara faktual = 270 hari c) Proyek III dengan CPM = 182 hari, secara faktual = 210 hari d) Proyek IV dengan CPM= 256 hari, secara faktual = 300 hari e)Proyek V dengan CPM= 173 hari, secara faktual = 180 hari 3) Biaya proyek yang dikeluarkan CV. Karunia Jaya Mandiri tidak efisien bila dibandingkan dengan menggunakan metode CPM, hal ini terlihat dari direct cost yang bertambah karena keterlambatan penyelesaian proyek ; a) Proyek I, cost CPM = Rp 217.940.000, faktual = Rp 230.150.800 b) Proyek II, costCPM= Rp 223.550.800, faktual = Rp 240.050.800 c) Proyek III, costCPM= Rp 211.010.800, faktual = Rp 220.250.800 d) Proyek IV, costCPM= Rp 235.430.800, faktual = Rp 249.950.800 e) Proyek V, cost CPM = Rp 208.040.800, faktual = Rp 210.350.800

Page 1 of 3 | Total Record : 21