cover
Contact Name
Ir. Farida Ariyani, M.Sc
Contact Email
jurnal.ppbkp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ppbkp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan
ISSN : 19079133     EISSN : 24069264     DOI : -
JPBKP is a scientific resulted from research activities on marine and fisheries product processing, food safety, product development, process mechanization, and biotechnology. Published by Research Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnology, Ministry of Marine Affairs and Fisheries twice a year periodically in Indonesian language.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016" : 12 Documents clear
Cover Belakang JPBKP Vol 11 no 1 erki Back
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v11i1.327

Abstract

Keberadaan Vibrio parahaemolyticus Patogenik pada Udang Tambak yang Berasal dari Pantai Utara Jawa Arifah Kusmarwati; Irma Hermana; Yusma Yennie; Singgih Wibowo
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v11i1.285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi cemaran Vibrio parahaemolyticus patogenik pada udang tambak. Pengambilan sampel udang segar vaname dari tambak  dilakukan pada musim hujan dan musim kemarau di wilayah Pantai Utara Jawa dengan metode purposive random sampling. Sebanyak 103 sampel (masing-masing 33 sampel dari wilayah Jawa Barat, 14 sampel dari wilayah Jawa Tengah dan 56 sampel dari wilayah Jawa Timur) telah diestimasi kandungan V. parahaemolyticus total dan patogenik  menggunakan metode kultivasi pada medium CHROMagarTM Vibrio  (CV) dan metode  polymerase chain reaction (PCR) melalui amplifikasi gen toxR untuk total V. parahaemolyticus, serta gen tdh dan trh untuk V. parahaemolyticus patogen. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 103 sampel, 91 sampel bersifat tipikal pada medium CHROM agarTM Vibrio (CV).  Selanjutnya dari 91 sampel tipikal tersebut, 62 (63,27%) sampel menunjukkan hasil positif untuk V. parahaemolyticus dengan metode PCR. Sementara dari 31 sampel positif V. parahaemolyticus yang berasal dari Jawa Timur ditemukan 2 sampel (3,23%) positif mengandung gen tdh, 1 sampel (1,61%) positif mengandung gen tdh dan trh, dan 1 sampel (1,61%) positif mengandung gen trh.
Disain Pisau Bowl Cutter untuk Pembuatan Nugget Ikan Tri Nugroho Widianto; Toni Dwi Novianto; Naila Zulfia
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v11i1.250

Abstract

Penelitian disain pisau bowl cutter untuk pembuatan nugget ikan telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bentuk dan jumlah pisau bowl cutter yang optimal untuk pembuatan nugget ikan. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu penentuan kriteria disain, penentuan konsep disain, dan pembuatan alat dan uji kinerja. Pisau bowl cutter dibentuk dalam 3 buah disain yaitu tiga pisau lurus, tiga pisau melengkung dan enam pisau melengkung. Material pisau menggunakan stainless steel 304. Uji kinerja dilakukan dengan membuat adonan nugget ikan menggunakan bowl cutter selama 8, 12 dan 16 menit. Untuk mengetahui kualitas nugget ikan, parameter mutu yang diamati meliputi kadar air, tekstur, susut masak, water holding capacity (WHC) dan uji organoleptik. Biaya operasional listrik diketahui dengan mengukur konsumsi energi yang digunakan oleh motor listrik bowl cutter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disain bowl cutter terbaik terdiri dari tiga pisau melengkung dengan lama pengadonan 8 menit yang menghasilkan nugget dengan kadar air 54,2%, tekstur sebesar 12,6 N, susut masak 16,7%, WHC 32,9%, nilai organoleptik lebih dari 7 dan biaya operasional listrik sebesar Rp. 2.700,-/100 kg adonan.
Preface JPBKP Vol 11 no 1 Preface Preface
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v11i1.328

Abstract

Analisis Penerimaan Alat Transportasi Ikan Segar Berpendingin Menggunakan Pendekatan Technology Acceptance Models Hakim, Arif Rahman; Widianto, Tri Nugroho; Purnomo, Agus Heri
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v11i1.260

Abstract

Perbaikan sistem distribusi ikan segar perlu terus ditingkatkan sehingga kualitas ikan terjamin, salah satunya ialah penggunaan alat transportasi ikan segar berpendingin (Altis-2). Penelitian terdahulu telah membuktikan bahwa Altis-2 sangat membantu pedagang ikan segar keliling dalam menjaga mutu ikan dagangannya. Penelitian ini difokuskan pada uji penerimaan Altis-2 oleh pedagang ikan segar di 6 lokasi melalui pendekatan technology acceptance models (TAM). Tujuannya adalah untuk mengetahui faktor yang paling mempengaruhi penerimaan Altis-2. Variabel yang digunakan ialah kemudahan, kegunaan dan penerimaan alat tersebut. Hasil analisa membuktikan bahwa kemudahan pengoperasian Altis-2 menjadi faktor paling berpengaruh pada penerimaan pedagang. Salah satu tahapan operasional penggunaan Altis-2 yang memerlukan perbaikan ialah proses pelepasan rangka dari motor dan ukuran lebar dari Altis-2.
Kajian Perubahan Parameter Sensori dengan Metode Demerit Point Score pada Penurunan Kesegaran Ikan Patin Selama Pengesan Farida Ariyani; Irma Hermana; Radestya Triwibowo; Singgih Wibowo
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v11i1.282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perubahan parameter sensori pada penurunan kesegaran ikan patin (Pangasius hypopthalmus) selama pengesan menggunakan metode demerit point score (DPS). Percobaan dilakukan dengan mematikan ikan patin secara hypothermia, menyusunnya dalam kotak berinsulasi yang berisi es dengan perbandingan es : ikan = 2:1 (b/b), dan menyimpan kotak tersebut pada suhu ruang. Penggantian es yang mencair dilakukan setiap hari. Penurunan kesegaran ikan diamati secara sensori berdasarkan metode demerit point score (DPS) selama 25 hari dengan interval waktu pengamatan setiap 5 hari terhadap atribut kenampakan, mata, insang, perut, anus dan rongga perut menggunakan skala 0-3 untuk setiap parameter pada masing-masing atribut. Hasil kajian menunjukkan bahwa parameter utama yang menentukan perubahan sensori secara signifikan pada patin segar adalah kenampakan dan kekakuan pada atribut kenampakan umum, kejernihan dan bentuk pada atribut  mata, warna dan bau pada atribut  insang, bau pada atribut anus, dan stains pada atribut  rongga perut. Adapun beberapa parameter yang relevansinya rendah terhadap penilaian panelis pada penurunan kesegaran patin antara lain lendir permukaan pada atribut kenampakan umum, darah pada atribut mata, lendir pada atribut insang, kekakuan dan diskolorasi pada atribut perut, dan kondisi pada atribut anus, sedangkan parameter kulit tidak memiliki relevansi terhadap penilaian panelis pada penurunan kesegaran patin. Berdasarkan penilaian panelis terhadap semua atribut, lama penyimpanan patin segar yang dinyatakan ditolak panelis adalah 25 hari. 
Isolasi dan Karakterisasi Parsial Kolagen dari Teripang Gamma (Stichopus variegatus) Yusro Nuri Fawzya; Ekowati Chasanah; Achmad Poernomo; M. H. Khirzin
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v11i1.284

Abstract

Isolasi dan karakterisasi parsial kolagen dari teripang gamma (Stichopus variegatus) telah dilakukan. Isolasi dilakukan melalui tiga tahap yaitu preparasi, ekstraksi dan isolasi. Tahap preparasi meliputi tahapan penyiangan, pencucian dan perendaman dalam akuades, dalam alkohol, dalam larutan Tris-HCl dan etilenadiaminatetraasetat  (EDTA) dan perendaman dalam larutan natrium hidroksida (NaOH). Ekstraksi dilakukan dengan perendaman asam asetat 0,5M. Isolasi dilakukan dengan cara pengendapan menggunakan NaCl dilanjutkan proses dialisis. Isolat kolagen teripang gamma yang diperoleh memiliki rendemen sebesar 16,40% (bobot kering), nilai pH 6,08 dan derajat putih 77,02%. Gugus fungsi kolagen terdiri dari amida A (3412 cm-1), B (2929 cm-1), I (1654 cm-1), II (1554 cm-1), dan III (1239 cm-1). Asam amino utama penyusun kolagen yaitu glisin, prolin, dan alanin, masing-masing sebesar 16,88%; 6,71%; dan 6,42%. Kolagen yang dihasilkan merupakan kolagen tipe I, diduga terdiri dari 3 rantai a1 yang homolog dengan berat molekul 130,33 kDa.
Isolasi Bakteri Pendegradasi Xilan dan Manan dari Perairan Indonesia Winda Tasia; Rina Zuraida; Yopi Yopi
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v11i1.283

Abstract

Bakteri laut penghasil enzim xilanase dan mananase menyimpan banyak potensi bagi bioteknologi kelautan. Informasi sebarannya juga dapat digunakan untuk memetakan keragaman bakteri laut serta analisis lingkungan perairan Indonesia sehingga pemanfaatannya dapat tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri laut pendegradasi xilan dan manan dari Indonesia. Penapisan kemampuan xilanolitik dan manolitik menggunakan metode Congo red dilakukan pada isolat bakteri yang diisolasi dari Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Flores, dan Laut Sawu pada kedalaman 5 dan 20 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat X7517, X1654, dan XM26511 diketahui menghasilkan xilanase dengan kondisi optimal reaksi enzim masing-masing adalah pH 9, T 90 °C (2,253±2,075 U/ml), pH 6, T 70 °C (0,633±0,082 U/ml), dan pH 6, T 70 °C (2,293±0,066 U/ml). Ketiganya diketahui memiliki kesamaan genetis dengan Halomonas aquamarina DSM 30161, Alteromonas macleodii NBRC 102226, dan H. meridiana NBRC 15608. Isolat bakteri manolitik L15203 dan L16571 memiliki kesamaan dengan Idiomarina zobellii KMM231, sedangkan isolat L2207 memiliki kesamaan dengan Bacillus sp. MB 71. Ketiga bakteri tersebut memiliki aktivitas mananase optimal pada kondisi alkali, masing-masing pada pH 8, T 80 °C  (0,477±0,024 U/ml) untuk L 15203, pH 9,T 90 °C (0,476±0,009U/ml) untuk L16571 dan pH 9, T 80 °C (0,528±0,057 U/ml) untuk L2207. Bakteri laut xilanolitik dan manolitik yang berpotensi dalam produksi xilanase dan mananase melimpah di sebagian perairan Indonesia, terutama di perairan yang semakin dekat permukaan laut atau perairan dangkal.
Karakteristik Kerupuk Panggang Ikan Lele (Clarias gariepinus) dari Beberapa Perbandingan Daging Ikan dan Tepung Tapioka Theresia Dwi Suryaningrum; Diah Ikasari; Supriyadi Supriyadi; Inti Mulya; Agus Heri Purnomo
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v11i1.234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari  karakteristik kerupuk panggang dari ikan lele  (Clarias gariepinus) yang diolah dengan perbandingan daging ikan dan tepung tapioka yaitu L1= 20:100, L2= 30:100 dan L3= 40:100 (b/b) dengan 3 kali ulangan. Kerupuk diolah melalui tahapan pengadukan adonan, pencetakan, pengukusan, pengirisan, pengeringan, penggilingan menjadi butiran dan pemanggangan. Kerupuk dipanggang menggunakan alat pemanggang kerupuk berupa moulding yang terbuat dari plat besi berbentuk bulat dengan diameter 7,5 cm, ketebalan 1 cm, yang dilengkapi dengan sistem pemanasan. Butiran kerupuk dimasukkan ke dalam moulder, kemudian ditutup dan dipanggang pada suhu 200±3 °C selama ±13 detik. Ketika moulder dibuka maka kerupuk akan mengembang. Pengamatan kerupuk panggang dilakukan terhadap analisis proksimat, aktivitas air (aw), pengembangan volume, profil tekstur, warna, struktur mikroskopis serta uji sensori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar proporsi daging lele berpengaruh nyata terhadap peningkatan nilai gizi (kadar protein dan lemak) namun peningkatan sifat sensori seperti aroma, kerenyahan dan rasa kerupuk panggang pada proposi daging lele 30% tidak berbeda dengan 40%. Sebaliknya semakin besar proporsi daging lele yang digunakan berpengaruh terhadap menurunnya kadar air, nilai aw dan kecerahan kerupuk yang dihasilkan. Perbandingan daging ikan lele dan tepung tapioka sebesar 30:100 (b/b) merupakan rasio perbandingan yang dapat menghasilkan kualitas kerupuk panggang terbaik dengan kadar protein sebesar 6,79±0,54%, kadar lemak sebesar 5,99±1,04%, pengembangan volume sebesar 886,21±67,81%, kerenyahan sebesar 11,51±3,28N dan warna dengan nilai tingkat kecerahan (L*) sebesar 82,62±0,20, kemerahan (a*) 5,01±0,20 dan kekuningan (b*) 20,37±0,50, dengan aroma, rasa dan kerenyahan paling disukai oleh panelis.
Cover Depan JPBKP Vol 11 no 1 erki h
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v11i1.326

Abstract

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2025): Juni 2025 Vol 19, No 2 (2024): Desember 2024 Vol 19, No 1 (2024): Juni 2024 Vol 18, No 2 (2023): Desember 2023 Vol 18, No 1 (2023): Juni 2023 Vol 17, No 2 (2022): Desember 2022 Vol 17, No 1 (2022): Juni 2022 Vol 16, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 16, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 15, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 14, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen More Issue