Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim
Merupakan jurnal ilmiah nasional yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2007 dengan tujuan sebagai media untuk mempublikasikan hasil penelitian, hasil pengkajian maupun hasil penerapan teknologi bagi para perekayasa, peneliti, dosen maupun mahasiswa di bidang teknologi kemaritiman pada umumnya. Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim terbit pada bulan Juli dan Desember setiap tahunnya.
Articles
388 Documents
Modifikasi Sistem Bubble pada Prototype Sephull Bubble Vessel untuk Kinerja Optimum
Sandjaja, Irfan Eko
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (227.979 KB)
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v9i1.2649
Salah satu kendala dalam mengoperasikan sistem bubble dari prototype kapal Sephull terjadi apabila kondisi dari lubang outlet udara yang diinjeksikan pada bottom kapal berada di luar permukaan air karena kondisi ini menyebabkan sistem bubble tidak akan berfungsi, pada kecepatan tertentu saat kapal beroperasi kapal akan mengalami planning dimana pada bagian depan kapal akan terangkat dari permukaan air karena panjang kapal relatif kecil sehingga kemungkinan besar bagian ujung outlet sistem bubble juga terangkat dari permukaan air. Kondisi lain yang menyebabkan tidak berfungsinya dari sistem bubble ini bisa disebabkan kondisi perairan yang kurang mendukung dimana gelombang perairan membuat bagian outlet udara dari sistem bubble keluar masuk air. Kondisi ini memang sulit dihindari kecuali jika kapal dioperasikan di perairan tenang (tertutup) seperti di sungai atau danau, guna menyiasati hal ini maka pada prototype kapal Sephull Bubble Vessel dilakukan rekayasa agar sistem bubblenya tetap bisa dioperasikan. Rekayasa yang dilakukan dengan menambah lokasi outlet udara yang diinjeksikan dari kompressor sebanyak 2 tempat yaitu di sekitar bagian tengah dan bagian ujung bela- kang dari bottom kapal. Diharapkan dengan penambahan ini sistem bubble masih bisa dioperasikan secara menerus walaupun kondisi kapal trim belakang sehingga penghematan konsumsi bahan bakar masih bisa dilaksanakan.
Analisis Tegangan Pahat Bubut Pada Proses Perautan Poros Model Propeller
Suyadi, Suyadi;
Nugroho, Wibowo Harso
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (400.675 KB)
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v7i2.3201
Proses pembubutan dalam pembuatan poros model baling ? baling kapal merupakan pekerjaan yang rutin dilakukan di UPT ? BPPH. Pekerjaan utama dalam proses ini memerlukan penggunaan pahat mata potong standar ( Hight Speed Steel ), oleh sebab itu kajian teknis tentang besarnya gaya pemotongan sangat diperlukan dalam memprediksi umur pakai mata pahat tersebut. Untuk mendapatkan umur pakai dari mata pahat tersebut dilakukan analisa pada proses pemotongan dengan menggunakan pahat mata potong standar (HSS/AISI 1020) dimana variabel yang dipilih dalam proses pemesinan ini berupa putaran mesin yang merupakan parameter sangat berpengaruh terhadap perubahan gaya,torsi dan tegangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk proses perautan pada putaran mesin 300 rpm dan 400 rpm mata pahat beroperasi pada kondisi normal sedangkan pada putaran mesin 500 rpm mata pahat beroperasi pada kondisi ekstrim dimana tegangan yang dihasilkan sebesar 31,5 Ksi dan umur pakai pahat 139 hari operasional pahat bubut atau 6,3 bulan kalender
Stabilitas Kapal AHT Saat Mengangkat Beban Dengan Crane di Laut Lepas
Prasodjo, Budi Setyo;
Aristanto, Wahyu Dwi;
Ashyar, Dhani Fayumi
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (194.043 KB)
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v5i2.3528
Kapal AHT dalam operasi di laut lepas, biasanya juga akan melakukan pekerjaan lifting operation. Kapal akan oleng karena kegiatan lifting tersebut, dimana biasanya cargo diangkat dengan crane, dan karena titik berat beban cargo punya lengan moment terhadap titik tangkap pondasi crane dikapal, maka lengan momen ini akan memberikan tambahan momen ke kapal. Gerakan oleng kapal ini akan bertambah, karena dalam operasi dilaut lepas, kapal akan menerima gaya lingkungan dari luar yang berupa gaya gelombang, angin dan arus. Sehingga stabilitas Kapal AHT harus memenuhi tidak saja criteria stabilitas intact, akan tetapi juga harus memenuhi kriteria stabilitas saat melakukan lifting. Dalam paper ini, dibahas mengenai Stability dari sebuah kapal AHT dengan ukuran tipikal 5000 BHP saat intact, dan saat operasi lifting memakai crane dengan cargo seberat sekitar 2 tons di laut lepas dengan mengacu standard.Keyword : Stability, AHT Vessel, Intact Stability, Lifting Stability
Analisis Pengembangan Industri Komponen Kapal Dalam Negeri
Prasetyo, Taufan
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (235.118 KB)
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v10i2.2638
Industri komponen kapal memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung kemajuan industri galangan kapal dan industri pelayaran nasional. Namun sejauh ini tingkat kandungan dalam negeri sangat rendah yaitu hanya sekitar 30 persen (barang dan jasa). Hal ini disebabkan karena skala ekonomi industri perkapalan nasional belum mampu membuat industri ini berkembang. Adanya program Pemerintah untuk mendorong produksi kapal di dalam negeri dewasa ini menjadi peluang bagi berkembangnya industri komponen kapal lokal, terutama dengan adanya kebijakan standarisasi kapal. Pengembangan industri komponen kapal dalam negeri merupakan salah satu faktor untuk meningkatkan daya saing galangan kapal nasional dengan cepat. Makalah ini menganalisis potensi pengembangan industri komponen kapal dalam negeri berdasarkan faktor-faktor yang berpengaruh menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) sekaligus menganalisis potensi pengembangan industri komponen kapal untuk studi kasus kapal perintis 750 DWT milik pemerintah. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan potensi pengembangan komponen yang paling besar terletak pada kelompok komponen Hull Construction di mana bobot biaya pada kelompok komponen ini terhadap biaya pembangunan kapal adalah yang paling besar. Kelompok komponen Hull Contruction dipilih berdasarkan karakter komponen-komponen yang ada di dalamnya dan memiliki kemungkinan paling besar untuk dikembangkan industrinya di Indonesia melalui metode AHP. Prioritas utama pengembangan pada kelompok komponen Hull Construction terletak pada pengembangan industri baja yang difokuskan untuk komponen material pelat dan profil baja yang di mana bobot biaya pada komponen ini terhadap bobot biaya pembangunan kapal adalah yang terbesar dengan melakukan penguatan di sektor industri hulu hingga hilir memanfaatkan sumber daya lokal.
SANDWICH PANEL MANUFACTURING METHOD IN FORM OF TEST SPECIMENS FOR SHIP CONSTRUCTION
Utomo, Edy;
Zubaydi, Achmad;
Budipriyanto, Agung
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v11i1.2194
Sandwich panel as a composite materials require special method of manufacture, to produce the best of physical condition. This study give the manufacturing process of sandwich panel for the purpose of testing the strength of material. Sandwich panel created with molding method for simplify the process of work and can be repeated if a failure occurs. Saveral failures occur in creating process until preparation specimen process that are influenced by saveral things, such as damage caused by the temperature of the sun, difference in viscosity between the layers of the conditions faceplate (smooth and rough), and the method of cutting the sandwich panel which requires cutting methods at low temperatures and does not produce the high vibration to avoid damage to the material before material strength test were performed.
KAJIAN NUMERIK BAHAN REDAMAN ALTERNATIF UNTUK MENGURANGI GETARAN PADA DEK KAPAL PENUMPANG
Nugroho, Wibowo Harso;
HP, Nanang Joko
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (255.566 KB)
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v7i1.3194
Semakin kompleksnya problem getaran kapal saat ini dan ketatnya persyaratan tingkat getaran yang diijinkan sesuai rules klasifikasi kapal, maka perlu dilakukan metode antisipasinya agar penumpang dan awak kapal semakin nyaman dan aman dalam pelayaran. Salah satu metode untuk mengurangi problem getaran adalah melakukan pengurangan terhadap respon dari getaran struktur dengan menggunakan redaman (damper). Paper ini menjelaskan pengaruh lapisan bahan redaman alternatif pada plat dek kapal terhadap beban eksitasi harmonik, melalui pemodelan numerik dengan metode elemen hingga. Lapisan bahan redaman yang dipakai berupa semen dan karet serta kombinasi keduanya. Pemodelan numerik redaman metode ?tiling? pada plat dek kapal juga dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk ketebalan lapisan yang sama pada penggunaan lapisan berbahan semen di keseluruhan plat dek kapal mempunyai nilai respon harmonik yang terkecil terhadap getaran dek
ALTERNATIF PEMAKAIAN RAGAM HIAS BAMBU PADA PERAHU PENANGKAP IKAN TRADISIONAL
Mintarso, Cahyadi Sugeng Jati
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (456.713 KB)
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v5i2.3523
Aneka ragam hias yang menghiasi kapal tradisional adalah sangat menarik, salah satunya adalah pemasangan susunan bambu yang berupa lonjoran empat sampai lima batang bambu yang berwarna-warni pada perahu penangkap ikan jenis golekan (payangan). Ragam hias tersebut menguatkan kesan megah pada perahu yang mempunyai perbandingan L/B kecil ini. Akan tetapi dari segi kapasitas muatan, ragam hias itu sangat tidak menguntungkan karena berat susunan bambu yang beratnya 400 ? 500 kg itu mengurangi daya muat kapal. Dari segi stabilitas pemasangan bambu ini menjadikan titik berat kapal meninggi yang akhirnya mengurangi stabilitas kapal. Untuk itu perlu adanya sosialisasi pemakaian ragam hias alternatif pada perahu penangkap jenis golekan yang lebih menguntungkan. Namun dalam pengembangan kapal penangkap ikan tradisional harus tetap memperhatikan kelekatan pengaruh sosial budaya masyarakat dan lingkungan daerah setempat.Keywords : Ornamental, Social and Cultural, draft, Stability
ANALISIS PENGARUH KONFIGURASI CATENARY SPREAD MOORING PADA OPERABILITAS INSTALASI PIPA BAWAH LAUT
Asmajuna, Helmi Arif;
Murdjito, Murdjito;
Djatmiko, Eko Budi
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (563.669 KB)
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v13i2.3782
Aktivitas instalasi pipa bawah laut memerlukan tingkat keandalan yang tinggi agar tidak mengalami kegagalan. Maka dari itu banyak faktor harus dipertimbangkan saat proses desain sebelum kegiatan instalasi. Metode instalasi adalah salah satu faktor utama yang harus dipertimbangkan. Terkait dengan itu kajian tentang pengaruh konfigurasi penambatan terhadap tegangan pipa dan operabilitas pada saat instalasi pipa bawah laut menggunakan pipelay barge dengan fixed stinger telah dilakukan. Kajian meninjau 4 konfigurasi catenary spread mooring yang berbeda, yakni 4 tali, 8 tali, 6 tali (4 depan dan 2 belakang), dan 6 tali (2 depan dan 4 belakang) dengan dan tanpa pengaturan pretension. Dengan mempertimbangkan tegangan yang terjadi, konfigurasi yang menggunakan pengaturan pretension akan lebih aman digunakan dan memenuhi kriteria DNV OSF-101 dan API RP2SK, di mana tegangan pipa maksimal yang terjadi 391.5 MPa dan mooring tension 730 kN. Selanjutnya, semua konfigurasi yang menggunakan pengaturan pretension memiliki nilai operabilitas mencapai 100%. Dari seluruh konfigurasi yang dievaluasi, konfigurasi 4 tali direkomendasikan untuk digunakan, dengan mempertimbangkan aspek tegangan yang terjadi, operabilitas, jumlah tali, serta waktu operasi dan biaya.
MODEL ANALISIS KAPASITAS PASAR PELAYARAN PETIKEMAS: STUDI KASUS RUTE SURABAYA - SAMPIT
Kumalasari, Silvia Dewi;
Achmadi, Tri
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (439.984 KB)
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v11i2.2714
Pelayaran petikemas rute Surabaya ? Sampit terjadi oversupply sejak tahun 2011 hingga saat ini, yakni selisih antara demand dan jumlah supply yang melayani rute tersebut mencapai hampir dua kali lipat, menyebabkan kapasitas kapal kosong mencapai 44% per tahun. Hal tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan jumlah demand yang drastis, sehingga perusahaan pelayaran yang beroperasi pada rute tersebut dapat mengalami kerugian operasional. Berdasarkan kondisi tersebut, sehingga perlu dilakukan analisis kapasitas pasar pelayaran petikemas, agar tidak terjadinya oversupply pada rute Surabaya ? Sampit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode optimasi untuk mendapatkan kapasitas pasar yang sesuai untuk rute Surabaya ? Sampit. Hasil yang didapatkan untuk kapasitas pasar yang ideal yakni disesuaikan dengan jumlah demand agar tidak terjadi oversupply, sehingga pada tahun 2017 ? 2021 dibutuhkan 1 ? 2 armada kapal dengan ukuran 300 - 385 Teus, dan required freight rate sebesar Rp 5.103.273 ? Rp 5.797.403 per Teus, dengan jumlah 1 ? 2 perusahaan pelayaran yang disesuaikan dengan jumlah kapal. Kondisi pasar yang menguntungkan perusahaan pelayaran pada rute Surabaya ? Sampit adalah kondisi pasar konsentrasi tinggi dengan indeks konsentrasi pasar 0,50 ? 1 yang dikuasai oleh 1 atau 2 perusahaan pelayaran. Pada kasus rute Surabaya ? Sampit ini dapat dibuktikan bahwa tidak selalu kondisi pasar yang kompetitif adalah kondisi pasar yang ideal yang dapat memberikan perusahaan pelayaran keuntungan.
DESAIN DAN EVALUASI RING LOAD CELL PRE DESAIN
Setyanto, Taufiq;
Priohutomo, Kusnindar
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (204.819 KB)
|
DOI: 10.29122/jurnalwave.v6i2.3332
Dalam pengujian seakeeping model kapal atau bangunan lepas pantai di kolam MOB UPT BPPH, khususnya pengujian tambat dengan menggunakan mooring line, karakteristik beban yang diterima oleh tali tambat tersebut sangatlah penting untuk diketahui. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah alat ukur (load cell) khusus yang sangat ringan, kecil dan tahan air. Load cell tipe ini dedesain dengan mempunyai bentuk ring, sehingga disebut dengan ring load cell. Paper ini menerangkan tentang desain awal ring load cell dengan menggunakan finite element software ANSYS. Tahapan awal proses desain adalah mengetahui sifat mekanis bahan yang dipilih yaitu aluminium paduan, dengan cara melakukan proses uji tarik. Dengan parameter-parameter yang telah didapat dari uji tarik, proses modeling dan analisa dengan menggunakan software tersebut, nilai distribusi regangan bisa diketahui sepanjang sisi luar dan dalam dari spring element berbentuk cincin tersebut. Dari hasil analisa distribusi regangan, lokasi dan orientasi penempatan strain gage nantinya dapat ditentukan.