Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Model Analisis Kapasitas Pasar Pelayaran Petikemas: Studi Kasus Rute Surabaya - Sampit Kumalasari, Silvia Dewi; Achmadi, Tri
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.984 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v11i2.2714

Abstract

Pelayaran petikemas rute Surabaya ? Sampit  terjadi oversupply sejak tahun 2011 hingga saat ini, yakni selisih antara demand dan jumlah supply yang melayani rute tersebut mencapai hampir dua kali lipat, menyebabkan kapasitas kapal kosong mencapai 44% per tahun. Hal tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan jumlah demand yang drastis, sehingga perusahaan pelayaran yang beroperasi pada rute tersebut dapat mengalami kerugian operasional. Berdasarkan kondisi tersebut, sehingga perlu dilakukan analisis kapasitas pasar pelayaran petikemas, agar tidak terjadinya oversupply pada rute Surabaya ? Sampit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode optimasi untuk mendapatkan kapasitas pasar yang sesuai untuk rute Surabaya ? Sampit. Hasil yang didapatkan untuk kapasitas pasar yang ideal yakni disesuaikan dengan jumlah demand agar tidak terjadi oversupply, sehingga pada tahun 2017 ? 2021 dibutuhkan 1 ? 2 armada kapal dengan ukuran 300 - 385 Teus, dan required freight rate sebesar Rp  5.103.273 ? Rp  5.797.403 per Teus, dengan jumlah 1 ? 2 perusahaan pelayaran yang disesuaikan dengan jumlah kapal. Kondisi pasar yang menguntungkan perusahaan pelayaran pada rute Surabaya ? Sampit adalah kondisi pasar konsentrasi tinggi dengan indeks konsentrasi pasar 0,50 ? 1 yang dikuasai oleh 1 atau 2 perusahaan pelayaran. Pada kasus rute Surabaya ? Sampit ini dapat dibuktikan bahwa tidak selalu kondisi pasar yang kompetitif adalah kondisi pasar yang ideal yang dapat memberikan perusahaan pelayaran keuntungan.
MODEL ANALISIS KAPASITAS PASAR PELAYARAN PETIKEMAS: STUDI KASUS RUTE SURABAYA - SAMPIT Kumalasari, Silvia Dewi; Achmadi, Tri
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.984 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v11i2.2714

Abstract

Pelayaran petikemas rute Surabaya ? Sampit  terjadi oversupply sejak tahun 2011 hingga saat ini, yakni selisih antara demand dan jumlah supply yang melayani rute tersebut mencapai hampir dua kali lipat, menyebabkan kapasitas kapal kosong mencapai 44% per tahun. Hal tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan jumlah demand yang drastis, sehingga perusahaan pelayaran yang beroperasi pada rute tersebut dapat mengalami kerugian operasional. Berdasarkan kondisi tersebut, sehingga perlu dilakukan analisis kapasitas pasar pelayaran petikemas, agar tidak terjadinya oversupply pada rute Surabaya ? Sampit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode optimasi untuk mendapatkan kapasitas pasar yang sesuai untuk rute Surabaya ? Sampit. Hasil yang didapatkan untuk kapasitas pasar yang ideal yakni disesuaikan dengan jumlah demand agar tidak terjadi oversupply, sehingga pada tahun 2017 ? 2021 dibutuhkan 1 ? 2 armada kapal dengan ukuran 300 - 385 Teus, dan required freight rate sebesar Rp  5.103.273 ? Rp  5.797.403 per Teus, dengan jumlah 1 ? 2 perusahaan pelayaran yang disesuaikan dengan jumlah kapal. Kondisi pasar yang menguntungkan perusahaan pelayaran pada rute Surabaya ? Sampit adalah kondisi pasar konsentrasi tinggi dengan indeks konsentrasi pasar 0,50 ? 1 yang dikuasai oleh 1 atau 2 perusahaan pelayaran. Pada kasus rute Surabaya ? Sampit ini dapat dibuktikan bahwa tidak selalu kondisi pasar yang kompetitif adalah kondisi pasar yang ideal yang dapat memberikan perusahaan pelayaran keuntungan.
Analisis Perbandingan antar Moda Distribusi Sapi : Studi Kasus Nusa Tenggara Timur - Jakarta Tri Achmadi; Silvia Dewi Kumalasari; Hasan Iqbal Nur; Pratiwi Wuryaningrum
IPTEK Journal of Proceedings Series No 2 (2018): The 2nd Conference on Innovation and Industrial Applications (CINIA 2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23546026.y2018i1.3352

Abstract

Daging sapi merupakan komoditi utama daging di Indonesia, salah satu daerah dengan konsumsi daging sapi tertinggi yakni DKI Jakarta. Sehingga dibutuhkan pasokan sapi dari Salah satu daerah pemasok sapi terbesar di Indonesia yakni NTT sebagai sentra produksi untuk pemenuhan permintaan daging sapi DKI Jakarta. Namun kondisi pengiriman sapi dari NTT – Jakarta tidak sesuai dengan animal welfare, sehingga dioperasikan kapal ternak KM camara Nusantara 1 dengan kapasitas 500 sapi, dengan rute NTT – Jakarta dengan tujuan untuk menurunkan harga daging sapi di Jakarta. Dalam pengoperasiannya kapal tersebut pada pengiriman kedua dan ketiga kapal tidak bermuatan dikarenakan pemilik sapi lebih memilih menggunakan pengiriman cara lama. Sehingga perlu dilakukan analisis perbandingan distribusi sapi NTT – Jakarta pengiriman cara lama dengan moda kapal ternak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui moda terpilih pengiriman sapi dari NTT – Jakarta berdasarkan 3 aspek yakni unit biaya pengiriman, waktu pengiriman dari peternakan hingga rumah pemotongan hewan, dan, produksi daging sapi. Serta dari moda terpilih tersebut didapatkan pola operasi yang optimum untuk distribusi sapi NTT – Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode komparasi dan optimasi dengan memperhatikan variabel-variabel yang berpengaruh. Dari penelitian ini didapatkan hasil perbandingan yang paling menguntungkan untuk distribusi sapi NTT – Jakarta untuk pelabuhan asal Tenau Kupang yakni skenario 1 dengan hasil perbandingan total 9 miliar rupiah dan untuk skenario 2 dengan pelabuhan asal Waingapu, hasil perbandingan total 8,9 miliar rupiah, dengan moda terpilih kapal ternak, pola operasi port to port, rute Waingapu – Jakarta
Model Analisis Kapasitas Pasar Pelayaran Petikemas: Studi Kasus Rute Surabaya - Sampit Silvia Dewi Kumalasari; Tri Achmadi
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 11 No. 2 (2017)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jurnalwave.v11i2.2714

Abstract

Pelayaran petikemas rute Surabaya – Sampit  terjadi oversupply sejak tahun 2011 hingga saat ini, yakni selisih antara demand dan jumlah supply yang melayani rute tersebut mencapai hampir dua kali lipat, menyebabkan kapasitas kapal kosong mencapai 44% per tahun. Hal tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan jumlah demand yang drastis, sehingga perusahaan pelayaran yang beroperasi pada rute tersebut dapat mengalami kerugian operasional. Berdasarkan kondisi tersebut, sehingga perlu dilakukan analisis kapasitas pasar pelayaran petikemas, agar tidak terjadinya oversupply pada rute Surabaya – Sampit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode optimasi untuk mendapatkan kapasitas pasar yang sesuai untuk rute Surabaya – Sampit. Hasil yang didapatkan untuk kapasitas pasar yang ideal yakni disesuaikan dengan jumlah demand agar tidak terjadi oversupply, sehingga pada tahun 2017 – 2021 dibutuhkan 1 – 2 armada kapal dengan ukuran 300 - 385 Teus, dan required freight rate sebesar Rp  5.103.273 – Rp  5.797.403 per Teus, dengan jumlah 1 – 2 perusahaan pelayaran yang disesuaikan dengan jumlah kapal. Kondisi pasar yang menguntungkan perusahaan pelayaran pada rute Surabaya – Sampit adalah kondisi pasar konsentrasi tinggi dengan indeks konsentrasi pasar 0,50 – 1 yang dikuasai oleh 1 atau 2 perusahaan pelayaran. Pada kasus rute Surabaya – Sampit ini dapat dibuktikan bahwa tidak selalu kondisi pasar yang kompetitif adalah kondisi pasar yang ideal yang dapat memberikan perusahaan pelayaran keuntungan.
Analisis Program Evaluation Review Technique (Pert) terhadap Waktu Bongkar Muat Kendaraan Silvia Dewi Kumalasari; Wiwit prihartono; Danang Darunanto
Jurnal Manajemen Bisnis Transportasi dan Logistik Vol 5, No 3 (2019): Mei
Publisher : Institut Transportasi dan Logistik Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54324/j.mbtl.v5i3.816

Abstract

The increasing need for vehicles brings up several problems for loading and unloadingcompanies due to the dominance of cargo vehicles in the car yards, the increasing cargotraffic inside the port every year, the tardiness of export documents from the Shipper / EMKLowners and the increasing intense competition of similar business fields on the same location.By using Evaluation Review Technique Program / PERT , the researchers would like to findout the process of loading and unloadingvehicle , the factors that influence the time forloading and unloading vehicle and the optimal time in scheduling loading and unloadingvehicle. The results show that the time for loading and unloading vehicle is carried out within22:25:00 25 minutes and the critical path at 21:40:00. The factors that influence the length ofloading and unloading vehicle are (a) Delay in providing export documents, (b) Simplesystem for making stowage plan documents, (c) Lack of Human Resources in the process ofloading and unloading vehicles. The optimal time that can be taken is 14:00:00 withopportunities based on a normal table of 0.99988, which means that there is a chance of99.99% of the process loading and unloading vehicles can be completed in the optimal time.
Analisis Kondisi Kran Kapal, Jumlah Trucking dan Waktu Kerja di Gudang Penerima terhadap Tingginya Berthing Time Kapal Abdul Muis; Kemal Heryandri; Wahyono Bimarso; Euis Saribanon; Silvia Dewi Kumalasari
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v5i2.1842

Abstract

The Influence of Ship Crane Conditions, Number of Trucking and Number of Trucking on the High Berthing Time of Ships. is a scientific article on library research within the scope of the field of science. The aim of this article is to build a hypothesis of influence between variables that will be used in further research. Research objects in online libraries, Google Scholar, Mendeley and other academic online media. The research method using the research library comes from e-books and open access e-journals. Qualitative descriptive analysis. The results of this article: 1) The influence of the condition of the ship's cranes on the high berthing time of the ship; 2) The amount of trucking influences the ship's berthing time; and 3) Working Time in the Receiving Warehouse influences the High Berthing Time of the Ship.
Operational Analysis of Dispatch and Demurrage Implementation for Coal Distribution in Indonesia: Analisis Aspek Operasional pada Implementasi Dispatch dan Demurrage untuk Distribusi Batu Bara di Indonesia Dewi Kumalasari, Silvia; Naiborhu , Maria Angelin; Ayutia, Yolla; MR, Taufik
Jurnal Teknik Transportasi Vol. 3 No. 2 (2024): November
Publisher : Fakultas Teknik Transportasi dan Logistik Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54324/jtt.v3i2.63

Abstract

Indonesian coal distribution relies on sea transportation, specifically bulk carrier ships and barges. The mode's operation is based on the ship owner's charter system. To strengthen the control of Indonesia's coal distribution and supply chain, an operational of the implementation of ship charter contracts with the Dispatch and Demurrage System (Desdem) is required. The goal of this research is to examine the operational impact of implementing contracts with the Desdem System, in order to determine the impact on coal supply and supply chain management. Ship service duration is calculated using linear programming optimization, extreme environmental circumstances are simulated, and sensitivity analysis is performed. The findings show that the availability of cargo, tools, mooring, and transhipment has an impact on demurrage, which accounts for 39-42% of laytime. Meanwhile, in the tidal scenario, rain and waves, known as demurrage, account for 125-132% of the laytime. A productivity increase of 250 tons/hour reduces demurrage by up to 41%, while a service speed increase of 1 knot reduces demurrage by up to 28%.
MODEL ANALISIS KAPASITAS PASAR PELAYARAN PETIKEMAS: STUDI KASUS RUTE SURABAYA - SAMPIT Silvia Dewi Kumalasari; Tri Achmadi
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 11 No. 2 (2017)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayaran petikemas rute Surabaya-Sampit terjadi oversupply sejak tahun 2011 hingga saat ini, yakni selisih antara demand dan jumlah supply yang melayani rute tersebut mencapai hampir dua kali lipat, menyebabkan kapasitas kapal kosong mencapai 44% per tahun. Hal tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan jumlah demand yang drastis, sehingga perusahaan pelayaran yang beroperasi pada rute tersebut dapat mengalami kerugian operasional. Berdasarkan kondisi tersebut, sehingga perlu dilakukan analisis kapasitas pasar pelayaran petikemas, agar tidak terjadinya oversupply pada rute Surabaya-Sampit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode optimasi untuk mendapatkan kapasitas pasar yang sesuai untuk rute Surabaya-Sampit. Hasil yang didapatkan untuk kapasitas pasar yang ideal yakni disesuaikan dengan jumlah demand agar tidak terjadi oversupply, sehingga pada tahun 2017-2021 dibutuhkan 1-2 armada kapal dengan ukuran 300 - 385 Teus, dan required freight rate sebesar Rp 5.103.273 sampai Rp 5.797.403 per Teus, dengan jumlah 1-2 perusahaan pelayaran yang disesuaikan dengan jumlah kapal. Kondisi pasar yang menguntungkan perusahaan pelayaran pada rute Surabaya-Sampit adalah kondisi pasar konsentrasi tinggi dengan indeks konsentrasi pasar 0,50 -1 yang dikuasai oleh 1 atau 2 perusahaan pelayaran. Pada kasus rute Surabaya-Sampit ini dapat dibuktikan bahwa tidak selalu kondisi pasar yang kompetitif adalah kondisi pasar yang ideal yang dapat memberikan perusahaan pelayaran keuntungan.
Penguatan Kapabilitas Manajemen Talenta Pada Komunitas Praktisi Logistik Transformasi Digital Rantai Pasok Prasadja Ricardianto; Librita Arifiani; Prasetyo Muhammad; Soma Ariyaka; Silvia Dewi Kumalasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan (April- Juni 2026)
Publisher : Greenation Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpmpt.v4i2.2172

Abstract

Perkembangan teknologi digital, seperti Artificial Intelligence, Internet of Things, dan big data analytics, telah mendorong transformasi signifikan dalam sistem logistik dan rantai pasok. Perubahan ini menuntut organisasi logistik untuk mengembangkan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang terus berubah. Namun, banyak organisasi masih menghadapi tantangan dalam menerapkan strategi manajemen talenta yang sistematis dan berkelanjutan untuk mendukung transformasi digital. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas praktisi logistik dalam mengelola serta mengembangkan talenta guna mendukung transformasi digital rantai pasok. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada tanggal 4 Maret 2026 dengan melibatkan 55 peserta yang berasal dari bidang logistik, manajemen sumber daya manusia, akademisi, dan masyarakat umum. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi oleh narasumber, diskusi interaktif, berbagi pengetahuan, serta penguatan literasi strategis terkait manajemen talenta dan transformasi digital sumber daya manusia. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya manajemen talenta dalam mendukung transformasi digital rantai pasok. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan kerangka konseptual penguatan manajemen talenta logistik yang dapat mendukung kesiapan tenaga kerja dan adaptasi organisasi terhadap perubahan teknologi serta tuntutan industri.