cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal of Aero Technology
ISSN : -     EISSN : 26157861     DOI : -
Core Subject :
JoAT, Journal of Aero Technology will publish twice annually and provide scientific publication medium for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to Aerodynamic, aeroelastic, and aeroacoustic Technology. The journal is published by the BBTA3, the Agency for the Assessment and Application of Technology, BPPT.
Arjuna Subject : -
Articles 34 Documents
Kajian Efek Angin pada Bangunan Tinggi Menggunakan Computational Fluid Dynamics Kusuma, Yudiawan Fajar; Kasman, Alief Sadlie
-
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1970.095 KB) | DOI: 10.29122/joat.v1i2.3065

Abstract

High building is one option to make building in limited land especially in big cities. High building are usually used as an office or as a residence (apartment). Before high building built is needed a study, calculation and analysis for high buildings are safe and comfortable. One of to note is effect of wind on high buildings. The method used in this study is Computational Fluid Dynamics. CFD is one method used to analyze aerodynamic forces of an object. This is because CFD has several advantages such as cost is not so large, easy to modify and a rather short time, although depending on case done. In addition to determining aerodynamic forces, CFD can also be used to predict possibilities such as speed and pressure distribution in area. In this study, the determination of speed distribution simulation results is used to predict wind speed and direction at a height of 1.75 m and at a height of 39.5 m (above the podium). The results of this study are expected to provide an estimate of data prior before any other tests or measurements are made.Keyword: High Building, CFD, Velocity Distribution, Pressure DistributionAbstrakBangunan tinggi merupakan salah satu pilihan untuk membuat bangunan di lahan yang terbatas terutama di kota-kota besar. Bangunan tinggi biasanya digunakan sebagai kantor atau sebagai tempat tinggal (apartemen). Sebelum bangunan tinggi dibangun dibutuhkan suatu kajian, perhitungan maupun analisis agar bangunan tinggi tersebut aman dan nyaman. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah pengaruh angin terhadap bangunan tinggi. Metode yang digunakan pada kajian ini adalah Dinamika Fluida Komputasional (Computational Fluid Dynamics). CFD merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menganalisis gaya-gaya aerodinamika suatu benda. Hal ini dikarenakan CFD memiliki beberapa keunggulan diantaranya biaya yang dikeluarkan tidak begitu besar, mudah melakukan modifikasi dan waktu yang agak singkat meskipun tergantung kasus yang dikerjakan. Selain menentukan gaya-gaya aerodinamika, CFD juga dapat digunakan untuk prediksi kemungkinan-kemungkinan seperti distribusi kecepatan maupun tekanan di suatu ruang. Dalam kajian ini, penentuan hasil simulasi distribusi kecepatan ini digunakan untuk memprediksi kecepatan dan arah angin pada ketinggian 1,75 m dan pada ketinggian 39,5 m (di atas podium). Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan perkiraan data sebelum dilakukan pengujian atau pengukuran yang lain.Kata kunci: Bangunan Tinggi, CFD, Distribusi Kecepatan, Distribusi Tekanan
Kajian Eksperimental Soft Flutter Pada Model Seksional Jembatan Saputra, Angga Dwi; Syariefatunnisa, Syariefatunnisa
-
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.503 KB) | DOI: 10.29122/joat.v1i2.3068

Abstract

Aeroelastic testing of a sectional bridge model in a wind tunnel with scale 1:20 had been conducted. The model was tested to study the characterictis of aeroelastics dynamic, such as Vortex Induced Vibration (VIV) and flutter. Based on the testing, phenomenon soft flutter was found in the test. Soft flutter has different characteristics as classical or hard flutter. In hard flutter, there are  obvious divergence point, which is the point of wind speed when  the amplitude increases suddenly and might be catastrophic. In soft  flutter phenomenon, the vibration amplitude increases gradually as increasing of wind speed. In this paper, the characteristics of soft flutter on a model will be described and the method to determine its critical flutter speed.Keywords: Aeroelastic, flutter, divergence, critical flutter speedAbstrakPengujian aeroelastika di terowongan angin pada model seksional jembatan dengan skala 1:20 dilakukan untuk mengetahui karakteristik aeroelastika dinamik, yaitu Vortex Induced Vibration (VIV) dan flutter. Berdasarkan hasil pengujian terlihat fenomena flutter yang terjadi adalah soft flutter. Fenomena soft flutter berbeda dengan classical flutter atau hard flutter, dimana pada hard flutter terdapat titik divergen yang jelas. Pada hard flutter titik divergen ditandai dengan naiknya amplitudo menjadi sangat besar secara tiba-tiba dan dapat mengakibatkan kerusakan yang fatal. Pada soft flutter amplitudo getaran akan meningkat secara bertahap dengan bertambahnya kecepatan angin. Makalah membahas karakteristik soft flutter yang terjadi dan metode untuk menentukan kecepatan kritis flutter.Kata kunci : Aeroelastika, flutter, divergen, kecepatan kritis flutter
Preface sunarno, sunarno
-
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.267 KB) | DOI: 10.29122/joat.v1i2.3064

Abstract

INSIDE COVER sunarno, sunarno
-
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1168.514 KB) | DOI: 10.29122/joat.v1i2.2971

Abstract

Prediksi Parameter Redaman Sinyal Respon Dinamik Menggunakan Metoda LSCE dengan Bahasa Python Zikri, Arizal Akbar; Saputra, Angga Dwi
-
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.672 KB) | DOI: 10.29122/joat.v1i2.3069

Abstract

In the aeroelastic test on flight test or wind tunnel, damping is a critical paramater to determine boundary flutter speed. Therefore, We need accurate and effective  methods to extract damping. Damping parameter were obtained by extraction dynamic response signals of structure under test. Least Square Complex Exponential (LSCE) are used for extracting damping value. Analyzed signals was a transient signal which is simulated by python in certain damping and frequency value. The final results for damping value are compared between python and matlab.Keywords: damping, flutter, structure, aeroelastic, extractionAbstrakPada pengujian aeroelastik pada uji terbang  atau terowongan angin, redaman merupakan parameter yang kritikal  untuk menentukan batas kecepatan flutter.  Untuk itu dibutuhkan metode ekstraksi nilai redaman yang akurat dan efektif. Nilai redaman didapatkan dari ekstraksi respon dinamik struktur yang diuji. Metode ekstraksi yang digunakan, yaitu Least Square Complex Exponential (LSCE). Data yang dianalisis merupakan sinyal transien yang disimulasikan melalui pemrograman python dengan nilai parameter redaman dan frekuensi tertentu. Hasil perhitungan redaman menggunakan python dibandingkan dengan matlab. Kata kunci : redaman, flutter, struktur, aeroelastik, ekstraksi
FRONT COVER sunarno, sunarno
-
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1072.506 KB) | DOI: 10.29122/joat.v1i2.2970

Abstract

Pengukuran Kecepatan Angin di Dalam dan Sekitar Model Stasiun Menggunakan Constant Temperature Anemometer Kusuma, Yudiawan Fajar; Sulistiya, Sulistiya
-
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.77 KB) | DOI: 10.29122/joat.v1i2.3067

Abstract

Wind speed measurement around station model is very important to know turbulence flow pattern  that can disturb pedestrian comfort around station. One way to know wind speed is using Constant Temperature Anemometer (CTA) or Hot-Wire Anemoemeter, which is a device used to measure wind speed and turbulence. This paper discusses measurement of wind speed around station with CTA from Dantec to determine distribution of wind speed and turbulence outside and inside station using probe types 55 P14 and 55 P62. From measurement result obtained that maximum speed at all measurement point if connected with Beaufort scale show Beaufort Number 9 is Strong Gale. Description from this wind effect are pedestrians like being blown by wind blows making it uncomfortable. Keywords: Station, Constant Temperature Anemometer, Beaufort Scale, Turbulent FlowAbstrakPengukuran kecepatan angin di sekitar model stasiun sangat penting dilakukan untuk mengetahui pola aliran turbulen yang dapat mengganggu kenyamanan pejalan kaki disekitar stasiun. Salah satu cara ntuk mengetahui kecepatan angin tersebut dengan menggunakan Constant Temperature Anemometer (CTA) atau Hot-wire Anemometer, yakni satu alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin dan turbulensi. Makalah ini membahas pengukuran kecepatan angin di sekitar stasiun  dengan CTA dari Dantec untuk mengetahui distribusi kecepatan angin dan turbulensinya di luar stasiun dan di dalam stasiun dengan menggunakan jenis probe 55P14 dan 55P62. Dari hasil pengukuran didapatkan bahwa kecepatan maksimal di semua titik pengukuran jika dihubungkan dengan skala Beaufort menunjukkan Beaufort Number 9 yaitu Strong Gale. Deskripsi dari efek angin ini adalah pejalan kaki seperti ditiup oleh hembusan angin sehingga membuat tidak nyaman.Kata kunci: Stasiun, Constant Temperature Anemometer, Skala Beaufort, Aliran Turbulen
Kajian Interaksi Turbulensi Angin Dengan Getaran Induksi Vortex Dek Jembatan Bentang Panjang Fariduzzaman, Fariduzzaman
-
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.284 KB) | DOI: 10.29122/joat.v1i2.2974

Abstract

Wind over earth’s surface is naturally turbulent, where the contour of it  has direct influence to this flow structure of earth surface. During their life,long span bridges structure will experience various turbulence level of wind flow. It depends on location, whether in urban, suburban, seashore or bypass a strait.An experiment of a bridge model inLMWT (LAGG Mini Wind Tunnel) has been carried out, to study the effect of wind turbulence on a shape of deck that frequentlyused in Indonesia. The turbulence intensity (Iu) applied was coming from a turbulence generator.The experimental results has shown that the wind turbulence will cause an irregular (random) oscillation on the deck. At low turbulence, that is Iu less than 13%, Vortex Induced Vibration (VIV) clearly observed. However as Turbulence Intensity was increased the VIVoccurrence  isalso gradually disappear, covered by those random oscillation of the deck. Keywords:long span bridge, vortex induced vibration, wind turbulence, wind tunnel, deck oscillation AbstrakAliran angin di atas permukaan bumi adalah aliran yang selalu tubulen, dimana kontur permukaan bumi sangat berpengaruh langsung pada aliran permukaan bumi ini.Suatu struktur jembatan bentang panjang akan dilalui angin dengan tingkat turbulensi yang bervariasi, tergantung pada lokasi jembatan apakah di perkotaan, pedesaan, tepi pantai atau melintasi selat.Suatu eksperimen menggunakan terowongan angin LMWT (LAGG Mini Wind Tunnel), telah dilakukan untuk mengkaji efek turbulensi angin pada bentuk dek yang paling sering digunakan di Indonesia. Tingkat turbulensi (Iu)aliran pada dasarnya dipengaruhi oleh generator turbulen.Hasil eksperimen menunjukkan bahwa turbulensi angin mengakibatkan osilasi dek yang tak teratur (random). Pada Iu rendah, Getaran Induksi Vortex (GIV) jelas terlihat, namun semakin tinggi Iu semakin hilang tanda adanya GIV, tertutupi oleh osilasi dek yang random. Katakunci: jembatan bentang panjang, getaran induksi vortex, turbulen angin, terowongan angin, osilasi dek
BACK COVER sunarno, sunarno
-
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.931 KB) | DOI: 10.29122/joat.v1i2.2973

Abstract

Validasi Model Turbulensi pada Simulasi Numerik Menggunakan Software Fluent dengan Sayap Onera M6 Sulistiya, Sulistiya; Kasman, Alief Sadlie
-
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.734 KB) | DOI: 10.29122/joat.v2i1.3817

Abstract

AbstractNumerical simulation using Computational Fluid Dynamics (CFD) method is one way of predicting airflow characteristics on the model. This method is widely used because it is relatively inexpensive and faster in getting desired results compared with performing direct testing. The correctness of a computational simulation output is highly dependent on the input and how it was processed. In this paper, simulation is done on Onera M6 Wing, to investigate the effect of a turbulence model?s application on the accuracy of the computational result. The choice of Onera M6 Wing as a simulation?s model is due to its extensive database of testing results from various wind tunnels in the world. Among Turbulence models used are Spalart-Allmaras, K-Epsilon, K-Omega, and SST.Keywords: CFD, fluent, Model, Turbulence, Onera M6, Spalart-Allmaras, K-Epsilon, K-Omega, SST.AbstraksSimulasi numerik dengan menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD) merupakan salah satu cara untuk memprediksi karakteristik suatu aliran udara yang terjadi pada model. Metode ini banyak digunakan karena sifatnya yang relatif murah dan cepat untuk mendapatkan hasil dibandingkan dengan melakukan pengujian langsung. Benar tidak hasil sebuah simulasi komputasi sangat tergantung pada inputan yang diberikan serta cara memproses data inputan tersebut. Pada tulisan ini dilakukan simulasi dengan menggunakan sayap onera M6 dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model turbulensi terhadap keakuratan hasil komputasi. Pilihan sayap onera M6 sebagai model simulasi dikarenakan model tersebut sudah memiliki database hasil pengujian yang cukup lengkap dan sudah divalidasi dari berbagai terowongan angin di dunia. Model turbulensi yang digunakan diantaranya Spalart-Allmaras, K-Epsilon, K-Omega dan SST.Kata Kunci : CFD, fluent, Model, Turbulensi, Onera M6, Spalart-Allmaras, K-Epsilon, K-Omega, SST.

Page 1 of 4 | Total Record : 34