cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal of Aero Technology
ISSN : -     EISSN : 26157861     DOI : -
Core Subject :
JoAT, Journal of Aero Technology will publish twice annually and provide scientific publication medium for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to Aerodynamic, aeroelastic, and aeroacoustic Technology. The journal is published by the BBTA3, the Agency for the Assessment and Application of Technology, BPPT.
Arjuna Subject : -
Articles 34 Documents
Konsistensi dan Akurasi Data Hasil Pengukuran pada Pengujian Aerodinamika Model Pesawat Jenis Penumpang Sipil (AirLiner) di Wind Tunnel BBTA3-BPPT Risnawan, Novan; Yohanes, F. Andree; Sunarno, Sunarno; Kasman, Alief Sadlie
-
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.096 KB) | DOI: 10.29122/joat.v2i1.3816

Abstract

AbstractAerodynamic testing of an aircraft model in wind tunnel is important step in an aircraft design process. National Laboratory of Aerodynamic, Aeroelastic and Aeroacoustics Technology (BBTA3) have conducted a testing of a type of civilian passenger aircraft model to obtain aerodynamic characteristics data in ILST wind tunnel. The test result will be used in design process to predict performance and stability, so that the data must be consistent and accurate. This paper discusses the process of data consistency and accuracy checking by performing short repeatability and long repeatability testing so that the measurement results can be regarded valid and can be used to represent the validity of whole measurement data.Keywords: Consistency of test result data, wind tunnel, aerodynamics.Abstraks Pengujian aerodinamik sebuah model pesawat di terowongan angin merupakan tahap penting dalam proses desain pesawat. Balai Besar Teknologi Aerodinamika, Aeroelastika dan Aeroakustika (BBTA3) telah melakukan pengujian sebuah model pesawat bertipe penumpang sipil (airliner) untuk mendapatkan data karakteristik aerodinamika di terowongan angin ILST. Data hasil pengujian ini akan digunakan di dalam proses disain untuk memprediksi kinerja dan kestabilan pesawat sehingga data tersebut harus konsisten dan akurat. Tulisan ini mendiskusikan proses pengecekan konsistensi dan akurasi data dengan melakukan pengujian keberulangan dekat dan pengujian keberulangan jauh sehingga hasil pengukuran dapat dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk mewakili keabsahan seluruh data pengukuran.Kata Kunci : Konsistensi data hasil pengujian, wind tunnel, aerodinamika.
Pengembangan Sistem Streaming Sensor Data Temperatur dan Kelembapan di Ruang Laboratorium BBTA3 Melalui Teknologi Open Source Zikri, Arizal Akbar
-
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.245 KB) | DOI: 10.29122/joat.v2i1.3820

Abstract

AbstractDevelopment of temperature and humidity data streaming Application from sensors in the server room is necessary to enable the operator to monitor the real-time air condition in the server room, without having to enter the room. This application development utilizes open source technology to make developers more independent and able to interact easily within the community without license hassle.Sensor data reading is done by Raspberry Pi, assigned as a producer in sending data to Kafka Cluster. Kafka is an open source technology used as tools for streaming data distributedly. One node in a cluster is set to receive sensor data, known as consumer, executes python service to handle requests from users through Server Sent Event (SSE) in form of REST API.This application is called TempHum and can be executed on Desktop (Windows, Linux, Mac OS), web browser, and smartphone (Android and iOS). Hence, the application can serve many clients in monitoring air condition in realtime.Keywords: open source, cluster, raspberry pi, kafka, python.AbstraksAplikasi streaming data sensor berupa temperatur dan kelembapan di ruang server perlu dikembangkan, sehingga memudahkan bagi operator untuk memantau kondisi udara terkini secara dinamis di ruang server tanpa harus masuk kedalam ruang tersebut. Pengembangan aplikasi dilakukan menggunakan teknologi open source agar memudahkan pengembang untuk mandiri dan berinteraksi dalam komunitas tanpa terikat dengan permasalahan lisensi.Pembacaan data sensor dilakukan oleh Raspberry Pi dan dijadikan sebagai producer untuk mengirimkan data tersebut ke Kafka Cluster. Kafka merupakan teknologi open source yang digunakan sebagai alat untuk streaming data terdistribusi. Satu node dalam cluster digunakan untuk menerima kiriman data atau dikenal sebagai consumer sekaligus menjalankan python servis untuk menangani permintaan dari pengguna aplikasi melalui Server Sent Event (SSE) dalam bentuk REST API.Aplikasi ini diberi nama TempHum dan dapat dijalankan di Desktop (Windows, Linux, Mac OS), web browser, dan smartphone (Android dan iOS), sehingga aplikasi ini dapat melayani banyak pengguna dalam memantau kondisi ruang server secara dinamis.Kata Kunci : open source, cluster, raspberry pi, kafka, python. 
Pembaruan Kontrol Sistem Indonesia Low Speed Tunnel Parulian, Franky Surya
-
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1160.077 KB) | DOI: 10.29122/joat.v2i1.3819

Abstract

AbstractIndonesian Low-Speed Tunnel (ILST) has been in operation since February 1987, whose operation is supported by 10 units of the ILST-facility plant, each ILST-facility plant works according to its duties and can be operated locally (onsite) and remotely (from control room/control desk). Local and remote Operations are made possible by system control?s installation at each ILST-facility plant. The control systems used are the Programmable Logic Controller (PLC), which is installed at each -ILST facility plant as local PLC and central PLC.For remote operations, a communication module is installed at local and central PLC. The PLC used by ILST was SATTControl running CPM operating system which is not commonly used anymore, and the spare parts are difficult to find because the PLC manufacturers have confirmed that they no longer provide technical support or spare parts since 2001.To ensure ILST?s continues operations, ILST?s control system update is carried out. The updates include old PLC checks, new locally available PLC surveys, compatibility with existing PLCs, windows-based hardware and software flexibility, inter PLCs communication, system?s reliability and suited with yearly available budget.Keywords: ILST system control, PLCAbstrakIndonesian Low Speed Tunnel (ILST) telah beroperasi sejak Pebruari 1987, dimana dalam operasinya didukung oleh 10 unit plant fasilitas-ILST, dimana plant fasilitas-ILST bekerja sesuai tugas plant masing-masing dan dapat dioperasikan secara local control (onsite) dan secara remote dari ruang kontrol (desk control). Pengoperasian secara local dan remote tersebut dimungkinkan dengan pemasangan kontrol sistem pada masing-masing plant fasilitas-ILST, kontrol sistem yang digunakan adalah Programmable Logic Controller (PLC), yang dipasang di tiap plant fasilitas-ILST sebagai local PLC dan central PLC.Untuk operasi remote dimana dipasang module komunikasi pada local dan central PLC. PLC yang digunakan ILST adalah SATTControl yang menggunakan operating system CPM yang tak umum lagi digunakan saat ini dan sulit mencari spare part karena produsen PLC telah mengkonfirmasi bahwa tak ada lagi dukungan teknis dan spare parts sejak tahun 2001.Untuk kelangsungan operasi ILST dilakukan pembaruan kontrol sistem ILST, pembaruan meliputi pemeriksaan PLC lama, survey PLC baru di dalam negeri, kecocokan dengan PLC existing, flexibilitas hardware dan software yang berbasis windows, komunikasi antar PLC, kehandalannya dan sesuai dengan dana yang diperoleh tiap tahun.Kata kunci: control system ILST, PLC  
Pengukuran Kualitas Kecepatan Angin pada Terowongan Angin di ILST BBTA3 Risnawan, Novan; Yohanes, F. Andree; Sunarno, Sunarno; Novianti, Hetty; Feriadi, Yusron
-
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.179 KB) | DOI: 10.29122/joat.v2i1.3818

Abstract

AbstractCalibration check of Indonesia Low Speed Wind Tunnel (ILST) flow reference value have been performed at the beginning of 2018. Calibration check have been conducted to the calibration coefficient of predicted freestream static and dynamic pressure. This wind tunnel reference values is reffered to the static and dynamic pressure of a reference pitot tube that is installed at the center of turn table inside the test section. The test is conducted in empty test section. The calibration check result is very close to the previous values. This result show that flow quality of ILST wind tunnel is still maintained well for aerodynamic testing purposes.Keywords: Wind tunnel calibration, tunnel reference value. AbstrakPengecekan hasil kalibrasi besaran-besaran acuan aliran terowongan angin ILST telah selesai dilakukan pada awal tahun 2018. Pengecekan kalibrasi dilakukan terhadap koefisien kalibrasi tekanan statik dan tekanan dinamik terprediksi. Koefisien-koefisien referensi terowongan angin ini disesuaikan dengan tekanan statik dan tekanan dinamik yang dibaca oleh pitot tube acuan yang dipasang di tengah turn table di dalam seksi uji. Pengukuran dilakukan pada kondisi seksi uji kosong (empty test section). Hasil pengecekan kalibrasi acuan ini sangat dekat dengan hasil sebelumnya. Hasil kegiatan ini secara umum menunjukkan bahwa kualitas aliran terowongan angin ILST masih terpelihara dengan baik untuk keperluan pengujian aerodinamik.Kata Kunci : Kalibrasi terowongan angin, referensi terowongan angin. 
PENGUKURAN KECEPATAN ANGIN DI DALAM DAN SEKITAR MODEL STASIUN MENGGUNAKAN CONSTANT TEMPERATURE ANEMOMETER Kusuma, Yudiawan Fajar; Sulistiya, Sulistiya
-
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.77 KB) | DOI: 10.29122/joat.v1i2.3067

Abstract

Wind speed measurement around station model is very important to know turbulence flow pattern  that can disturb pedestrian comfort around station. One way to know wind speed is using Constant Temperature Anemometer (CTA) or Hot-Wire Anemoemeter, which is a device used to measure wind speed and turbulence. This paper discusses measurement of wind speed around station with CTA from Dantec to determine distribution of wind speed and turbulence outside and inside station using probe types 55 P14 and 55 P62. From measurement result obtained that maximum speed at all measurement point if connected with Beaufort scale show Beaufort Number 9 is Strong Gale. Description from this wind effect are pedestrians like being blown by wind blows making it uncomfortable. Keywords: Station, Constant Temperature Anemometer, Beaufort Scale, Turbulent FlowAbstrakPengukuran kecepatan angin di sekitar model stasiun sangat penting dilakukan untuk mengetahui pola aliran turbulen yang dapat mengganggu kenyamanan pejalan kaki disekitar stasiun. Salah satu cara ntuk mengetahui kecepatan angin tersebut dengan menggunakan Constant Temperature Anemometer (CTA) atau Hot-wire Anemometer, yakni satu alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin dan turbulensi. Makalah ini membahas pengukuran kecepatan angin di sekitar stasiun  dengan CTA dari Dantec untuk mengetahui distribusi kecepatan angin dan turbulensinya di luar stasiun dan di dalam stasiun dengan menggunakan jenis probe 55P14 dan 55P62. Dari hasil pengukuran didapatkan bahwa kecepatan maksimal di semua titik pengukuran jika dihubungkan dengan skala Beaufort menunjukkan Beaufort Number 9 yaitu Strong Gale. Deskripsi dari efek angin ini adalah pejalan kaki seperti ditiup oleh hembusan angin sehingga membuat tidak nyaman.Kata kunci: Stasiun, Constant Temperature Anemometer, Skala Beaufort, Aliran Turbulen
PENGUKURAN KUALITAS KECEPATAN ANGIN PADA TEROWONGAN ANGIN DI ILST BBTA3 Risnawan, Novan; Yohanes, F. Andree; Sunarno, Sunarno; Novianti, Hetty; Feriadi, Yusron
-
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.179 KB) | DOI: 10.29122/joat.v2i1.3818

Abstract

AbstractCalibration check of Indonesia Low Speed Wind Tunnel (ILST) flow reference value have been performed at the beginning of 2018. Calibration check have been conducted to the calibration coefficient of predicted freestream static and dynamic pressure. This wind tunnel reference values is reffered to the static and dynamic pressure of a reference pitot tube that is installed at the center of turn table inside the test section. The test is conducted in empty test section. The calibration check result is very close to the previous values. This result show that flow quality of ILST wind tunnel is still maintained well for aerodynamic testing purposes.Keywords: Wind tunnel calibration, tunnel reference value. AbstrakPengecekan hasil kalibrasi besaran-besaran acuan aliran terowongan angin ILST telah selesai dilakukan pada awal tahun 2018. Pengecekan kalibrasi dilakukan terhadap koefisien kalibrasi tekanan statik dan tekanan dinamik terprediksi. Koefisien-koefisien referensi terowongan angin ini disesuaikan dengan tekanan statik dan tekanan dinamik yang dibaca oleh pitot tube acuan yang dipasang di tengah turn table di dalam seksi uji. Pengukuran dilakukan pada kondisi seksi uji kosong (empty test section). Hasil pengecekan kalibrasi acuan ini sangat dekat dengan hasil sebelumnya. Hasil kegiatan ini secara umum menunjukkan bahwa kualitas aliran terowongan angin ILST masih terpelihara dengan baik untuk keperluan pengujian aerodinamik.Kata Kunci : Kalibrasi terowongan angin, referensi terowongan angin. 
KAJIAN INTERAKSI TURBULENSI ANGIN DENGAN GETARAN INDUKSI VORTEX DEK JEMBATAN BENTANG PANJANG Fariduzzaman, Fariduzzaman
-
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.284 KB) | DOI: 10.29122/joat.v1i2.2974

Abstract

Wind over earth?s surface is naturally turbulent, where the contour of it  has direct influence to this flow structure of earth surface. During their life,long span bridges structure will experience various turbulence level of wind flow. It depends on location, whether in urban, suburban, seashore or bypass a strait.An experiment of a bridge model inLMWT (LAGG Mini Wind Tunnel) has been carried out, to study the effect of wind turbulence on a shape of deck that frequentlyused in Indonesia. The turbulence intensity (Iu) applied was coming from a turbulence generator.The experimental results has shown that the wind turbulence will cause an irregular (random) oscillation on the deck. At low turbulence, that is Iu less than 13%, Vortex Induced Vibration (VIV) clearly observed. However as Turbulence Intensity was increased the VIVoccurrence  isalso gradually disappear, covered by those random oscillation of the deck. Keywords:long span bridge, vortex induced vibration, wind turbulence, wind tunnel, deck oscillation AbstrakAliran angin di atas permukaan bumi adalah aliran yang selalu tubulen, dimana kontur permukaan bumi sangat berpengaruh langsung pada aliran permukaan bumi ini.Suatu struktur jembatan bentang panjang akan dilalui angin dengan tingkat turbulensi yang bervariasi, tergantung pada lokasi jembatan apakah di perkotaan, pedesaan, tepi pantai atau melintasi selat.Suatu eksperimen menggunakan terowongan angin LMWT (LAGG Mini Wind Tunnel), telah dilakukan untuk mengkaji efek turbulensi angin pada bentuk dek yang paling sering digunakan di Indonesia. Tingkat turbulensi (Iu)aliran pada dasarnya dipengaruhi oleh generator turbulen.Hasil eksperimen menunjukkan bahwa turbulensi angin mengakibatkan osilasi dek yang tak teratur (random). Pada Iu rendah, Getaran Induksi Vortex (GIV) jelas terlihat, namun semakin tinggi Iu semakin hilang tanda adanya GIV, tertutupi oleh osilasi dek yang random. Katakunci: jembatan bentang panjang, getaran induksi vortex, turbulen angin, terowongan angin, osilasi dek
VALIDASI MODEL TURBULENSI PADA SIMULASI NUMERIK MENGGUNAKAN SOFTWARE FLUENT DENGAN SAYAP ONERA M6 Sulistiya, Sulistiya; Kasman, Alief Sadlie
-
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.734 KB) | DOI: 10.29122/joat.v2i1.3817

Abstract

AbstractNumerical simulation using Computational Fluid Dynamics (CFD) method is one way of predicting airflow characteristics on the model. This method is widely used because it is relatively inexpensive and faster in getting desired results compared with performing direct testing. The correctness of a computational simulation output is highly dependent on the input and how it was processed. In this paper, simulation is done on Onera M6 Wing, to investigate the effect of a turbulence model?s application on the accuracy of the computational result. The choice of Onera M6 Wing as a simulation?s model is due to its extensive database of testing results from various wind tunnels in the world. Among Turbulence models used are Spalart-Allmaras, K-Epsilon, K-Omega, and SST.Keywords: CFD, fluent, Model, Turbulence, Onera M6, Spalart-Allmaras, K-Epsilon, K-Omega, SST.AbstraksSimulasi numerik dengan menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD) merupakan salah satu cara untuk memprediksi karakteristik suatu aliran udara yang terjadi pada model. Metode ini banyak digunakan karena sifatnya yang relatif murah dan cepat untuk mendapatkan hasil dibandingkan dengan melakukan pengujian langsung. Benar tidak hasil sebuah simulasi komputasi sangat tergantung pada inputan yang diberikan serta cara memproses data inputan tersebut. Pada tulisan ini dilakukan simulasi dengan menggunakan sayap onera M6 dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model turbulensi terhadap keakuratan hasil komputasi. Pilihan sayap onera M6 sebagai model simulasi dikarenakan model tersebut sudah memiliki database hasil pengujian yang cukup lengkap dan sudah divalidasi dari berbagai terowongan angin di dunia. Model turbulensi yang digunakan diantaranya Spalart-Allmaras, K-Epsilon, K-Omega dan SST.Kata Kunci : CFD, fluent, Model, Turbulensi, Onera M6, Spalart-Allmaras, K-Epsilon, K-Omega, SST.
KAJIAN EFEK ANGIN PADA BANGUNAN TINGGI MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS Kusuma, Yudiawan Fajar; Kasman, Alief Sadlie
-
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1970.095 KB) | DOI: 10.29122/joat.v1i2.3065

Abstract

High building is one option to make building in limited land especially in big cities. High building are usually used as an office or as a residence (apartment). Before high building built is needed a study, calculation and analysis for high buildings are safe and comfortable. One of to note is effect of wind on high buildings. The method used in this study is Computational Fluid Dynamics. CFD is one method used to analyze aerodynamic forces of an object. This is because CFD has several advantages such as cost is not so large, easy to modify and a rather short time, although depending on case done. In addition to determining aerodynamic forces, CFD can also be used to predict possibilities such as speed and pressure distribution in area. In this study, the determination of speed distribution simulation results is used to predict wind speed and direction at a height of 1.75 m and at a height of 39.5 m (above the podium). The results of this study are expected to provide an estimate of data prior before any other tests or measurements are made.Keyword: High Building, CFD, Velocity Distribution, Pressure DistributionAbstrakBangunan tinggi merupakan salah satu pilihan untuk membuat bangunan di lahan yang terbatas terutama di kota-kota besar. Bangunan tinggi biasanya digunakan sebagai kantor atau sebagai tempat tinggal (apartemen). Sebelum bangunan tinggi dibangun dibutuhkan suatu kajian, perhitungan maupun analisis agar bangunan tinggi tersebut aman dan nyaman. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah pengaruh angin terhadap bangunan tinggi. Metode yang digunakan pada kajian ini adalah Dinamika Fluida Komputasional (Computational Fluid Dynamics). CFD merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menganalisis gaya-gaya aerodinamika suatu benda. Hal ini dikarenakan CFD memiliki beberapa keunggulan diantaranya biaya yang dikeluarkan tidak begitu besar, mudah melakukan modifikasi dan waktu yang agak singkat meskipun tergantung kasus yang dikerjakan. Selain menentukan gaya-gaya aerodinamika, CFD juga dapat digunakan untuk prediksi kemungkinan-kemungkinan seperti distribusi kecepatan maupun tekanan di suatu ruang. Dalam kajian ini, penentuan hasil simulasi distribusi kecepatan ini digunakan untuk memprediksi kecepatan dan arah angin pada ketinggian 1,75 m dan pada ketinggian 39,5 m (di atas podium). Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan perkiraan data sebelum dilakukan pengujian atau pengukuran yang lain.Kata kunci: Bangunan Tinggi, CFD, Distribusi Kecepatan, Distribusi Tekanan
KAJIAN EKSPERIMENTAL SOFT FLUTTER PADA MODEL SEKSIONAL JEMBATAN Saputra, Angga Dwi; Syariefatunnisa, Syariefatunnisa
-
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.503 KB) | DOI: 10.29122/joat.v1i2.3068

Abstract

Aeroelastic testing of a sectional bridge model in a wind tunnel with scale 1:20 had been conducted. The model was tested to study the characterictis of aeroelastics dynamic, such as Vortex Induced Vibration (VIV) and flutter. Based on the testing, phenomenon soft flutter was found in the test. Soft flutter has different characteristics as classical or hard flutter. In hard flutter, there are  obvious divergence point, which is the point of wind speed when  the amplitude increases suddenly and might be catastrophic. In soft  flutter phenomenon, the vibration amplitude increases gradually as increasing of wind speed. In this paper, the characteristics of soft flutter on a model will be described and the method to determine its critical flutter speed.Keywords: Aeroelastic, flutter, divergence, critical flutter speedAbstrakPengujian aeroelastika di terowongan angin pada model seksional jembatan dengan skala 1:20 dilakukan untuk mengetahui karakteristik aeroelastika dinamik, yaitu Vortex Induced Vibration (VIV) dan flutter. Berdasarkan hasil pengujian terlihat fenomena flutter yang terjadi adalah soft flutter. Fenomena soft flutter berbeda dengan classical flutter atau hard flutter, dimana pada hard flutter terdapat titik divergen yang jelas. Pada hard flutter titik divergen ditandai dengan naiknya amplitudo menjadi sangat besar secara tiba-tiba dan dapat mengakibatkan kerusakan yang fatal. Pada soft flutter amplitudo getaran akan meningkat secara bertahap dengan bertambahnya kecepatan angin. Makalah membahas karakteristik soft flutter yang terjadi dan metode untuk menentukan kecepatan kritis flutter.Kata kunci : Aeroelastika, flutter, divergen, kecepatan kritis flutter

Page 2 of 4 | Total Record : 34