cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 187 Documents
INTERAKSI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LONGSOR JATI RADIO DI KECAMATAN CILILIN KABUPATEN BANDUNG BARAT Iwan G. Tejakusuma
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol. 12 No. 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jstmb.v12i1.3700

Abstract

Longsor di Jati Radio, Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat merupakan longsor jenis sand flowslide. Longsor ini dipicu oleh curah hujan serta kemungkinan besar dikontrol oleh perubahan kondisi vegetasi akibat aktivitas manusia dan kondisi hidrogeologi setempat. Faktor penunjang lain adalah kemiringan lereng yang cukup curam dan jenis tanahnya yang didominasi oleh material berukuran pasir dengan permeabilitas agak tinggi. Hidrogeologi mencakup kondisi morfologi bawah permukaan yaitu variasi ketebalan antara tanah dan batuan dasar andesit sedikit terlapukkan yang menyerupai alur cekungan air.
WILAYAH RENTAN TERHADAP GEMPABUMI DI KABUPATEN PANDEGLANG BAGIAN BARAT (STUDI KASUS SEBAGIAN KECAMATAN CIGEULIS, CIMANGGU DAN SUMUR) Deliyanti Ganesha
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol. 12 No. 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jstmb.v12i1.3701

Abstract

Untuk mengurangi kerusakan akibat bencana gempa di Kabupaten Pandeglang, wilayah bahaya gempabumi dan kerentanan terhadap gempabumi harus ditentukan. Wilayah bahaya gempa di Kabupaten Pandeglang ditentukan oleh nilai PGA (Peak Ground Acceleration), struktur geologi, litologi dan kemiringan lereng. Untuk mengetahui daerah bahaya gempa, metode skoring dan analisis spasial digunakan. Setelah menentukan daerah bahaya gempa, maka grid yang mewakili daerah bahaya gempa dapat diidentifikasi. Bahaya gempa, kepadatan dan kualitas bangunan di permukiman daerah penelitian diidentifikasi oleh sistem grid dan survei. Wilayah rentan terhadap gempabumi  di sebelah barat Kabupaten Pandeglang (studi kasus: sebagian Cigeulis, Cimanggu dan Sumur) ditentukan dengan menganalisis bahaya gempa, kepadatan dan kualitas bangunan. Sehingga dapat diketahui daerah dengan kerentanan tinggi, sedang dan rendah di daerah penelitian. Wilayah dengan kerentanan tinggi terhadap gempabumi terletak di permukiman Kecamatan Sumberjaya Kecamatan Sumur.
PERAN MANGROVE DALAM MELINDUNGI DAERAH PESISIR TERHADAP GELOMBANG TSUNAMI Ritha Riyandari
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol. 12 No. 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jstmb.v12i1.3702

Abstract

Indonesia  yang dikelilingi oleh lempeng Indo-Australia dan lempeng laut Filipina yang menunjam dibawah Lempeng Eurasia dengan lima pulau besar, telah mengalami ribuan kali gempa bumi dan ratusan tsunami pada rentang waktu empat ratus tahun. Kejadian bencana tsunami yang sering mengalami pengulangan, dengan periode waktu yang sangat panjang akan menyebabkan banyak korban dan kerugian besar maka diperlukan upaya dalam menekan korban jiwa dan kerugian ekonomi dan sosial. Selain bersifat edukatif dan penyadaran masyarakat terhadap lingkungan dan potensi bahaya yang ada, maka mitigasi secara struktural juga harus dilakukan. Beberapa bentuk bentang alam seperti hutan mangrove yang secara alamiah dapat meredam gelombang sehingga gelombang yang sampai di pantai dapat diturunkan energi, ketinggian dan penetrasinya. 
Mitigation Model Development and Drought Effect Anticipation at Trenggalek Regency Roh Santoso Budi Waspodo; Vita Ayu Kusuma Dewi; Galih Bhekti Sula Pratama
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol. 14 No. 2 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jstmb.v14i2.3724

Abstract

The farm is an important sector that affects economic growth. El-Nino and La-Nina climate anomalies have an impact on the farm such as drought. Actions to overcome the limiting factors on marginal land need to be done through technologies application on soil conservation and water management, balanced soil nutrient management and a better understanding of climate anomalies. Therefore, mitigation models development and anticipation of the effects of drought need to be carried out to provide an alternative technology. The research stages was biophysical conditions analysis, hydrological and geological data analysis, and formulation of drought mitigation technology. Based on the research, there is a drought potential that needs to be anticipated. Technology that could be applied are water reservoirs, dykes, infiltration canals, rorak, slot mulch, and reservoir. Soil and water conservation technology can increase groundwater. Method that have a significant impact is making embankments with mulch, which can increase the soil water content up to 56%. Keywords: Drought, Farm, Groundwater, Trenggalek
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SEBAGAI PEMANFAATAN TEKNOLOGI GEOSPASIAL UNTUK PEMETAAN PENYEBARAN PENYAKIT INFEKSI EMERGING (EID) DAN ZOONOSIS: SEBUAH PENELAAHAN LITERATUR Diyah Krisna
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol. 14 No. 2 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jstmb.v14i2.3815

Abstract

Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai salah satu teknologi geospasial merupakan sistem yang dapat mengumpulkan, mengelola, memanipulasi, dan memvisualisasikan data spasial (keruangan) dan merupakan sistem informasi yang dapat digunakan di berbagai bidang, salah satunya dibidang epidemiologi. SIG dapat digunakan untuk menilai risiko dan ancaman kesehatan dalam masyarakat, mengetahui distribusi penyakit dan investigasi wabah; dapat digunakan untuk perencanaan dan implementasi program pelayanan kesehatan, serta sekaligus juga dapat dimanfaatkan untuk evaluasi dan pengawasan program. Selama dua dekade terakhir, bencana non alam berupa wabah penyakit berbagai jenis infeksi kembali muncul di banyak negara, termasuk Indonesia. Fenomena ini dikenal sebagai penyakit infeksi baru timbul atau Emerging Infectious Diseases (EID). Sekitar 60-75% dari kasus EID merupakan zoonosis. SIG dalam pemanfaatannya sebagai salah satu teknologi geospasial dapat digunakan untuk melakukan pemetaan risiko EID dan zoonosis. Program instansi kesehatan di dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan penyakit EID dan zoonosis akan sangat efektif bilamana mendapat dukungan dari sebuah sistem informasi geografis karena dapat menyediakan informasi epidemiologi yang peka terhadap perubahan yang terjadi dalam kasus penyebaran penyakit. Melalui sistem informasi pemetaan penyebaran EID dan zoonosis, diharapkan pengaksesan informasi tentang titik dan angka penyebaran penyakit dapat lebih mudah sehingga kedepannya bisa menjadi masukan bagi pengambil kebijakan nasional dalam menanggulangi dan mengendalikannya.
DISRUPTIVE TECHNOLOGY THROUGH SATELLITE IMAGERY BIG DATA IN DISASTER RISK REDUCTION: OPPORTUNITY AND CHALLENGE Dian Nuraini Melati
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol. 14 No. 2 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jstmb.v14i2.3838

Abstract

The development of current massive technology plays an important role in the field of disaster risk reduction and disaster management. In particular, the issue of disruptive technology in which the emerging of new technologies comes with big disruption in many fields. For instance, the development on using satellite imagery big data for disaster management to reduce the disaster risk.The unique characteristics of big data i.e. volume, velocity, and variety stimulate this study to obtain more information on the big data processing and analyze the opportunities and challenges of satellite imagery in the case of disaster risk reduction through literature reviews. The huge amount of data and the ability for real-time analysis provide capabilities on  time series analysis and possitive impact on disaster detection, monitoring, and prediction. However, such technology creates disruption due to the change on using and anlysing the data based on cloud environment. Issues on the technology uses, data security might arise. Nonetheless, the use of satellite imagery big data will remain vastly developed and is able to promote the development of satellite imagery technology.
KAJIAN PERKUATAN STRUKTUR RANGKA BETON BERTULANG DENGAN METODA BRESING Mulyo Harris Pradono
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol. 14 No. 2 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jstmb.v14i2.3839

Abstract

Indonesia merupakan daerah yang rawan gempabumi. Konstruksi fasiltas umum harus aman terhadap ancaman gempabumi. Untuk konstruksi terbangun yang belum aman terhadap tingkat ancaman gempabumi pada lokasi terbangunnya, perlu mendapatkan peningkatan perilaku sehingga lebih aman terhadap ancaman gempabumi. Salah satu metode yang digunakan untuk perbaikan perilaku struktur adalah dengan pemasangan bresing baja pada bangunan struktur rangka beton bertulang. Hal yang perlu diperhatikan dalam penambahan bresing ini adalah terjadinya perubahan mekanisme penahanan gaya gempa oleh struktur, yaitu mekanisme dominasi momen kolom menjadi mekanisme dominasi tarik-tekan kolom yang diteruskan ke pondasi. Hal ini menyebabkan kekuatan pondasi juga menjadi faktor penentu dalam tingkat keefektifan pemasangan bresing tambahan. Makalah ini menampilkan kajian peningkatan kekuatan dengan penambahan struktur bresing yang diterapkan terhadap struktur gedung eksisting. Hasilnya menunjukkan keefektifan bresing dalam memperbaiki perilaku struktur dalam menerima beban gempa, walaupun dibatasi oleh ketersediaan lokasi penempatan bresing.
LAND SUBSIDENCE STUDY IN KENDAL DISTRICT, CENTER JAVA Ritha Riyandari
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol. 14 No. 2 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jstmb.v14i2.3841

Abstract

The need for information about disaster prone areas in Indonesia began to be felt very urgently since the natural disasters that occurred in many places in Indonesia. One of the information needed is information related to the area of land subsidence disaster. Kendal Regency is one of the areas located along the north coast of Java which is generally composed of alluvium deposits that have not been maximally consolidated, so they have high soil compressibility. These conditions indicate that compaction of the land naturally is still ongoing, so that if there is excessive overloading it will lead to a process of land subsidence regionally. By knowing the value of land subsidence and the areas that experience it, it is expected to be able to support regional planning, planning and development of basic infrastructure / facilities, housing / settlement planning as well as regional economic development in efforts to mitigate land subsidence.
ANALISIS KUALITAS LAHAN DI KABUPATEN PESISIR BARAT PROVINSI LAMPUNG Dyah Nursita Utami
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol. 14 No. 2 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jstmb.v14i2.3855

Abstract

Since 2012, Pesisir Barat district began to separate from Lampung Barat regency under UU No. 22 Tahun 2012. The new autonomous Region (DOB) which is still in the early stages of planning and utilization after the release of its parent district required a potential utilization of natural resources by considering the power of surrounding areas in order to Development progress. Proper land use planning is one of the ways of utilization of natural resources in the Pesisir Barat district through the study of land quality. The results of this land quality analysis will be known to the parameters of land quality that become excellence and limiting factors for the development of land potential in Pesisir Barat district. The parameters of land quality that will be assessed include texture of soil, soil pH, organic C, Nitrogen, potassium, phosphorus, cation-cation can be exchanged such as Ca, Mg, K, Na, cation exchange Capacity (CEC), and base saturation (KB). By knowing the boundary factor, expected improvement recommendation and land use planning in Pesisir Barat district is more appropriate to the condition and potential natural resources of the region. So as to encourage the optimization of natural resources utilization to accelerate development in the district new autonomous Region. Keywords: Land quality analysis, limiting factors, land use, optimization of natural resources AbstrakSejak tahun 2012, Kabupaten Pesisir Barat mulai memisahkan diri dari Kabupaten Lampung Barat  berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2012. Daerah otonomi baru (DOB) yang masih dalam tahapan awal perencanaan dan pendayagunaan setelah lepas dari kabupaten induknya diperlukan suatu usaha pendayagunaan potensi sumberdaya alam dengan mempertimbangkan kekuatan wilayah di sekitarnya dalam rangka mendorong kemajuan pembangunan. Perencanaan tata guna lahan yang tepat menjadi salah satu cara pendayagunaan potensi sumberdaya alam di Kabupaten Pesisir Barat melalui kajian kualitas lahan. Hasil kajian analisis kualitas lahan ini akan diketahui parameter-parameter kualitas lahan yang menjadi keunggulan dan faktor pembatas bagi pengembangan potensi lahan di Kabupaten Pesisir Barat. Parameter kualitas lahan yang akan dinilai antara lain tekstur tanah, pH tanah, C organik, Nitrogen, Kalium, Fosfor, kation-kation dapat ditukar seperti Ca, Mg, K, Na, Kapasitas Tukar Kation (KTK), dan Kejenuhan Basa (KB). Dengan mengetahui faktor pembatas, diharapkan rekomendasi perbaikan dan perencanaan tata guna lahan di Kabupaten Pesisir Barat lebih sesuai dengan kondisi dan potensi sumberdaya alam wilayahnya. Sehingga mampu mendorong optimalisasi pemanfaatan sumberdaya alam untuk mempercepat pembangunan di kabupaten daerah otonomi baru. Kata kunci: Analisis kualitas lahan, faktor pembatas, tata guna lahan, optimalisasi sumberdaya alam
INDONESIAN COVID-19 CASE MODELING USING GAUSSIAN EQUATION Luthfi Yufajjiru
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jstmb.v15i1.4102

Abstract

The WHO have been setting Covid-19 as pandemic since it spread over the world including Indonesia. Modeling is needed to see the possibility of this case for raising awareness. This research had been conducted to build a model using the Gaussian equation for modeling the Covid-19 case in Indonesia to fulfill the model gap in previous research. The data acquisition is scraping from Line Siaga official account in Line chatting platform based on KEMENKES RI publication. This Modeling is yielding several models and RMS Error: a daily positive case, a daily recovery, a daily death, the cumulative positive case, the cumulative recovery, the cumulative death, a daily active case, and the cumulative active case. Modeling was started on 2 April 2020 and set parameters that want to be evaluated on 12 April 2020, and evaluating the model on 21 April 2020. The result shows that the infection could exceed 33275 cases and 4342 death. The RMS Error is increasing, the cumulative model generally < 56% to <115%, < 35% to <52% for daily cases, and < 5% to 15% for death and recovery rate. From the RMS Error shows that the equation has not a good precission which affected by the community behaviour and also the goverment policy that could reshaping the curve quite significant. The other possible factor is the reliability of the data, there is dependency between positive case and amount of testing which leads to represents the cummulative positive case to not exactly the same in reality.