cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink)
ISSN : 02169541     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Enerlink adalah jurnal yang diterbitkan 2 kali setahun oleh Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi dan Industri Kimia BPPT di bidang energi dan lingkungan. Enerlink is a scientific journal that publishes twice annually by Centre of Energy Technology and Chemical Industry of BPPT.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2012)" : 6 Documents clear
SOLUSI DAN ANALISIS KUALIT AS DA Y A P ADAINDUSTRI JASA KONSTRUKSI LOGAM DAN BESI Achmad Hasan
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 8 No. 2 (2012)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v8i2.4245

Abstract

AbstrakPT . Sukses Mandiri adalah perusahaan nasional yang bergerak dalam bidang T eknik Produksi dan Industri Jasa Pemeliharaan. Proses produksi dibagi menjadi 3 bagian (lembar bahan, komponen, bahan habis pakai), kemudian dilakukan pemeriksaan awal bahan yang baru masuk, pemotongan, pengelasan assy , finishing, pengecatan dan pemeriksaan akhir. Energi listrik dipasok oleh PT . PLN (Persero) dengan kontrak daya sebesar 147 kV A, sedangkan energi gas yang dibutuhkan digunakan untuk memotong logam dan besi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa terjadi ketidakseimbangan arus setiap fasa pada MDP (Main Distribution Panel) dan SDP (Sub Distribution Panel) berdasarkan jumlah beban yang dilayani serta faktor dayanya rendah antara 0,59 - 0,69. THD (T otal Harmonic Distortion) arus tertinggi mencapai 25,2% sedangkan tegangan THD di bawah standar. Dalam MDP(MCB 400A) menunjukkan ada ketidakseimbangan antara beban dan fasa, THD arusnya sangat besar yaitu >16%. Pada SDP (MCB 250A) terlihat bahwa ada ketidakseimbangan arus pada fasa S, hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan dalam faktor beban dan daya yang cukup rendah dalam setiap fasa. THD arus berfluktuasi di setiap fasa, terendah mencapai 1,6% dan tertinggi mencapai 2,1%. Kerugian yang ditimbulkan akibat faktor daya rendah di SDP sekitar 35,91kW.Kata kunci: energi, kelistrikan, penghematan, kualitas daya, proses
APLIKASI TEKNOLOGI PEMBRIKET AN UNTUK BA TUBARAPERINGKA T RENDAH SUMSEL HASIL UPGRADINGMELALUI SLURRYDEW A TERING Lambok Hilarius Silalahi; Septina Is Heriyanti; Soleh Soleh; Nani Aswati
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 8 No. 2 (2012)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v8i2.4246

Abstract

Cadangan batubara Indonesia yang sangat melimpah, sekitar 60% didominasi oleh batubara peringkat rendah yang memiliki nilai ekonomi rendah karena kandungan airnya relatif tinggi dan memiliki nilai kalor rendah. Pengembangan teknologi upgrading batubara sangat diperlukan saat ini, salah satunya melalui teknik slurry dewatering, yaitu proses menurunkan kandungan air dalam batubara yang akan diiringi dengan peningkatan nilai kalori batubara tersebut. Selain itu teknologi pembriketan batubara juga diperlukan untuk mempertahankan kualitas produk slurry dewatering dan mempermudah sistem transportasinya. Dalam kegiatan riset ini akan dilakukan pembriketan batubara menggunakan mesin rol ganda bertekanan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peluang pasar batubara peringkat rendah yang sudah di-upgrade dalam bentuk briket juga meningkat sehingga meningkatkan nilai ekonomi batubara tersebut.Kata kunci: teknologi upgrading, slurry dewatering, briket batubara, mesin rol ganda bertekanan,diversifikasi,batubara peringkat rendah.
PENGUJIAN STEAM TUBE DRYER PILOT PLANT UNTUK MENINGKA TKAN KALORI BA TUBARA Hartiniati Hartiniati; Helmi Najamuddin
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 8 No. 2 (2012)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v8i2.4247

Abstract

Paper ini membahas hasil pengujian kehandalan pengoperasian pilot plant Steam Tube Dryer (STD) berkapasitas 100 kg/jam. Selama periode pengujian berlangsung telah diujicobakan tiga jenis sample batubara peringkat rendah yang diambil dari tambang di Kalimantan Selatan (S-SEC), Riau (S-SPR), dan Sumatera Selatan (S-SPD). Tujuan pengujian adalah untuk mengetahui tingkat kinerja proses dan kestabilan pengoperasian unit Steam Tube Dryer (STD) ketika digunakan untuk menguji sampel batubara dengan tingkat kandungan air berbeda. Pengujian tersebut dilakukan juga untuk tujuan menginvestigasi maksimum tingkat pengurangan kadar air yang dapat dicapai dari setiap batubara sampel dan tingkat kualitas produk yang dapat dihasilkan ditinjau dari kadar air dan nilai kalor. Pengujian sampel masing-masing dilakukan secara kontinyu selama 107 -132 jam. Sampel batubara dari Kalimantan Selatan dengan kadar air sekitar 33%(ar) telah berhasil dikeringkan sampai dengan tingkat kadar air 12%. Sedangkan sampel batubara dari Riau dan Sumatera Selatan bertuturturut berhasil dikeringkan dari tingkat kadar air 50%(ar) menjadi 13 % dan dari tingkat kadar air 60%(ar) menjadi 1 1%. Pada saat yang sama juga terjadi peningkatan nilai kalor. Kenaikan nilai kalor yang tertinggi terjadi pada batubara S-SPD diikuti oleh batubara S-SPR dan S-SEC. Akan tetapi laju alir sampel (Coal Feeding Rate) batubara S-SEC adalah yang tertinggi, mencapai 120 kg/jam, sementara batubara S-SPR dan batubara S-SPD berturut-turut hanya 80 kg/jam and 60 kg/jam respectively . Dari aspek enjiniring dan teknis pengoperasian selama dilaksanakan pengujian tidak ditemukan kendala atau hambatan yang berarti. Kata kunci:steam tube dryer , pengeringan batubara, coal upgrading, batubara mutu, kestabilan operasi
KARAKTERISTIK DAN AKTIFIT AS LIMONIT SOROAKO SEBAGAI KA T ALIS DALAM PROSES PENCAIRAN BA TUBARA Muhammad Hanif; Bukin Daulay
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 8 No. 2 (2012)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v8i2.4248

Abstract

Karakteristik dan aktifitas beberapa sampel bijih limonit dari Soroako, Sulawesi Selatan diuji sebagai katalis terdispersi dalam proses pencairan langsung batubara Banko T engah. Limonit Y andi Y ellow dari Australia dan katalis sintetis ã-FeOOH juga digunakan untuk tujuan perbandingan. Pengujian dilakukan dalam autoclave reactor bervolume 1 L pada kondisi standar tekanan awal hidrogen 12 oMPa, dan temperature reaksi 450 C selama 60 menit. Hasil analisis ICP mengindikasikan bahwa komposisi logam dalam sampel bervariasi secara signifikan dengan titik pengambilannya. Soroako limonit mengandung banyak mineral clay yang terdiri dari Al, Si, dan lainya, khususnya mengandung 1,2-1,5% berat Ni dan 2,0-3,6% berat Cr. Sedangkan, kandungan besi pada kisaran 41,8-49,9% berat lebih rendah dibandingkan dengan limonit Y andi Y ellow (55,6% berat). Hasil analisis TEM-EDX menunjukkan bahwa nikel berada berdampingan dengan besi dan sulfur pada katalis terpakai (usedcatalyst) dan diduga berada dekat dengan struktur fase aktif katalis (Fe S), sehingga menghasilkan 1-Xpengaruh promosi dalam meningkatkan aktifitas pencairan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa katalis limonit terpulverisasi menghasilkan aktifitas pencairan yang lebih tinggi dibandingkan katalis Y andi Y ellow dan katalis sintetis ã-FeOOH. Oleh karena itu, bijih limonite dari Soroako, Sulawesi Selatan, dengan cadangan yang melimpah dan berharga relatif murah, sangat menjanjikan sebagai katalis pada skala komersial.Kata kunci:batubara peringkat rendah; bijih limonit; pencairan batubara, katalis, Soroako
KARAKTERISASI STRUKTUR KOMUNIT AS SUMBERDA Y AMIKROBALIPID UNTUK ENERGI DAN LINGKUNGAN Muhammad Hanif
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 8 No. 2 (2012)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v8i2.4249

Abstract

Mikroba lipid Indonesia memiliki potensi sebagai bahan baku untuk memproduksi biodiesel. Sedangkan, sidik jari dari profil asam lemak dari mikroba lipid dapat juga digunakan sebagai indikator pemantauan kualitas lingkungan. Oleh karena itu, karakterisasi sumberdaya mikroba lipid di Indonesia memainkan peranan yang krusial untuk mengetahui jumlah dan keanekaragaman sumberdaya mikroba lipid di Indonesia. Dalam penelitian ini, ekstraksi fluida superkritis (EFS) telah diaplikasikan untuk mengkarakterisasi struktur komunitas mikroba lipid. Kromatographi gas-spektrometri massa (KG-SM) digunakan untuk mengkuantifikasi asam lemak phospolipid (ALP) tanpa preparasi sampel. EFS dioptimisasi menggunakan desain eksperimen metodologi respon permukaan. Pengaruh dari waktu dinamis, temperatur , tekanan dan jumlah bahan derivatisasi terhadap jumlah total ALP yang terekstraksi dipelajari menggunakan desain lima pengaturan yang dipilih untuk setiap variabel. Diperoleh bahwa kondisi optimum dari EFS adalah tekanan 20 MPa, temperatur 100 °C, waktu dinamis 15 menit dan jumlah TMP AH 124 µL. Pada kondisi tersebut, jumlah total ekstrak ALP secara experimen adalah 68.9±2.2 µg/g-dry berat lumpur . Nilai ini relatif tidak berbeda secara signifikan dengan nilai prediksi yaitu 69.4 µg/g-dry berat lumpur pada 95% interval kepercayaan. Hal ini menunjukkan bahwa metode ini dapat diaplikasikan sebagai metode rutin untuk mengidentifikasi ALPdalam monitoring struktur komunitas mikroba di lingkungan dan dalam menginvestigasi potensinya sebagai sumber energi.Kata kunci: ekstraksi fluida superkritis, mikroba lipid, struktur komunitas mikroba, asam lemak phospolid, biodiesel, pemantauan lingkungan
BIOETHANOLPRODUCTION FROM UNTREA TED P APER SLUDGE USING PS CELLULOSE ORIGIN AND THE SIMULA TION Joni Prasetyo; Enoch Y Park
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 8 No. 2 (2012)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v8i2.4252

Abstract

AbstractProduksi etanol dari sludge kertas (PS), limbah industi pulp dan kertas, merupakan pendekatan yang terbaik untuk proses biorefinery karena tidak memerlukan tahapan delignifikasi. Pada penelitian ini, selulosa dihasilkan oleh Acremonium cellulolyticus C-1, yang memproduksi hypercellulose dengan sludge kertas sebagai sumber karbon. Selain itu juga dilakukan pengamatan terhadap selulose yang dipakai untuk proses sakarifikasi limbah dari sludge kertas yang sama dan produksi etanol hidrolisat. Proses sakharifikasi dan fermentasi yang terjadi secara simultan berlangsung dengan menggunakan selulosa yang dihasilkan dari sludge kertas (PS) oleh Acremonium cellulolyticus C-1 melalui sakharifikasi sludge kertas (PS), dan etanol thermolaterat dari sludge kertas menghasilkan Saccharomyces Cerevisae TJ14 untuk memproduksi etanol. Dengan menggunakan selulase dari sludge kertas yang murni akan terjadi pengurangan biaya produksi biofuel karena culture broth yang mengandung selulosa dapat langsung dipakai. Untuk setiap 50gram selulosa per liter yang digunakan pada metode SSF , dihasilkan etanol sebesar 0,23g per gram selulose sludge kertas (PS) yang dua kali lebih besar dibandingkan dengan metode pemisahan secara hidrolisis dan fermentasi (SHF). Aktifitas selulosa yang tersisa sepanjang proses SSF sekitar 50% lebih besar dibandingkan aktifitas awal. Produksi etanol dalam kisaran 50-150 selulosa sludge kertas per liter SSF adalah sebesar 0.22-0.24 g etanol per gram selulosa sludge kertas. Produksi etanol adalah 40g per liter pada kondisi 161 g/l selulosa sludge kertas menggunakan 15 (kertas penyaring unit/g selulosa sludge kertas) selama 80jam proses SSF . Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan sludge kertas (PS) sebagai bahan baku untuk produksi bioetanol menjanjikan prospek yang baik. Simulasi model produksi etanol dilaksanakan menggunakan MathCAD 15 dengan Persamaan Diferensial Asli (Ordinary DifferentialEquation) karena pertumbuhan sel, konsentrasi glukosa yang tersisa dan produksi etanol saling mempengaruhi satu samalain. Sebagai kesimpulan, grafik produksi untuk proses tipe batch dinilai representatif ataupun mewakili seperti dapat dilihat pada proses eksperimen.Kata kunci: sludge kertas, biorefinery, bioetanol, selulosa, sakharifikasi, simulasi pemrograman

Page 1 of 1 | Total Record : 6