cover
Contact Name
Ahmad Farhani
Contact Email
jurnal.pubbis@gmail.com
Phone
+6285389328231
Journal Mail Official
jurnal.pubbis@gmail.com
Editorial Address
Komplek Stadion Olahraga Sarabakawa Pembataan - Tanjung Tabalong
Location
Kab. tabalong,
Kalimantan selatan
INDONESIA
PubBis : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Publik dan Administrasi Bisnis
ISSN : 25796240     EISSN : 25501054     DOI : 10.35722/pubbis
Core Subject : Social,
Journal PubBis provides media to publish original articles in the form of a unique new knowledge in the fields of public administration and business administration. This journal opens opportunities for the publication of the existence and research sharing and sustainable efforts development in public and business administration field. Journal of public administration issues the article covers: - Governance, - Public organizations, - Public policy, - Public service, - Management, - Law ethics, - Bureaucratic administration and government. Journal of Business Administration issues the articles covers : - Human resources, - Entrepreneurs, - Technopreneurs and sociopreneurs.
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2020)" : 21 Documents clear
EFEKTIVITAS PELAYANAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN NON KOMERSIL DI KECAMATAN TELAGA BAUNTUNG KABUPATEN BANJAR (STUDI TENTANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJAR NOMOR 4 TAHUN 2012) Susanti, Heni; Noor, Muhammad
Jurnal PubBis Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.493 KB) | DOI: 10.35722/pubbis.v4i1.222

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas jasa Ijin Bangunan (IMB) di Kecamatan Telaga Bauntung di Kabupaten Banjar berdasarkan peraturan daerah nomor 4 dari 2012.  Informasi yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, melalui studi perpustakaan untuk mengumpulkan data dan informasi melalui responden. Sementara analisis data melalui kualitatif deskriptif untuk mendapatkan kesimpulan akhir. Hasil kajian ini adalah: (a) berlakunya suatu dasar hukum yang tidak memberikan delegasi kewenangan kepada daerah, (b) sistem kerja tidak terkoordinasi dengan baik, sehingga pelaksanaannya kurang efektif, dan (d) sesuai dengan kebutuhan masyarakat terhadap pa dalam mengatasi pengeluaran dalam pemerintahan adalah dengan (a) pemberdayaan peraturan kabupaten banjar nomor 4 dari 2012 sebagai dasar hukum untuk pokok bahasan dan obyek imb, (b) keterlibatan unit pelayanan sipil yang memadai dan camat sebagai aparat regional yang berpartisipasi dalam membantu imb dan (c) hukum dan peraturan yang memberikan fleksibilitas khusus untuk meminta izin dengan sistem layanan satu atap. Kata Kunci: Layanan ; Imb
IMPLEMENTASI STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT (STUDI STANDAR PELAYANAN MINIMAL RSUD H. DAMANHURI BARABAI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH BERDASARKAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 129 TAHUN 2008) Widiaswari, Roro Rukmini
Jurnal PubBis Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.809 KB) | DOI: 10.35722/pubbis.v4i1.223

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menentukan pelaksanaan Permenkes No. 129/2008 dilihat dari 21 jenis jasa di H. Damanhuri Barabai Regional Hospital hulu sungai tengah District. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan jenis deskriptif. Kuesioner didistribusikan kepada responden untuk mendapatkan data primer, sementara data sekunder dikumpulkan melalui pengamatan langsung dan dokumenter yang ditemukan di lapangan. Dengan menggunakan Skala Likert data dianalisis dan disajikan sesuai dengan tujuannya, kemudian menyimpulkan sesuai dengan temuan di lapangan. Hasil penelitian ini adalah pelaksanaan pelayanan kesehatan di rumah sakit daerah H. Damanhuri Barabai berdasarkan Permenkes nomor 129 tahun 2008 dalam hal aspek 21 jenis layanan yang dianggap termasuk dalam kategori yang sangat baik, karena Skor kriteria interpretasi menyatakan bahwa nilai 84,56% termasuk dalam kategori yang sangat baik. Keywords: pelayanan kesehatan dan karyawan.
PELAYANAN PEMBUATAN SURAT IZIN MENGEMUDI BAGI MASYARAKAT BERKEBUTUHAN KHUSUS DI KEPOLISIAN RESOR KOTA BANJARMASIN Rahman, ABD; Ambrie, Muslih
Jurnal PubBis Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.754 KB) | DOI: 10.35722/pubbis.v4i1.224

Abstract

Fokus dinamika pada peningkatan kualitas layanan terletak pada kepuasan masyarakat sebagai pemangku kepentingan. Salah satu bentuk layanan responsif yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia adalah layanan manajemen SIM untuk orang dengan kebutuhan spesifik. Layanan SIM untuk orang berkebutuhan khusus dalam upaya menyediakan Layanan responsif dan memberikan akses yang setara kepada orang-orang dengan kebutuhan khusus dalam hal menyediakan layanan SIM. Pada saat yang sama, pengembangan studi dan penelitian tentang pelayanan publik untuk orang dengan kebutuhan khusus sangat penting untuk dilakukan. Salah satu hal lain, adalah bahwa masih ada sedikit yang tersedia literatur dan hasil penelitian yang berbicara tentang pola dan mekanisme pelayanan publik yang disediakan Untuk orang-orang dengan kebutuhan khusus. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumen. Hasil Penelitian menunjukkan Pelayanan SIM atas masyarakat berkebutuhan khusus berjalan sudah baik. Hal itu mengacu kepada indikator pelayanan publik yang baik berupa prosedur, kemudahan, kepastian waktu, kedisiplinan, akurasi, kelengkapan sarana prasarana, kenyaman dan keamanan. Adapun kendala yang masih terjadi adalah aplikasi online belum optimal, data base rekam jejak pelanggaran lalu-lintas belum tersedia, sarana kendaraan disabilitas untuk tes belum tersedia, demikian juga portal web pendaftaran dan pengaduan.  Kata kunci : Pelayanan, SIM, Disabilitas
OPTIMALISASI KINERJA PELAYANAN DI SEKTOR PUBLIK BERBASIS PELAKU (INDIVIDU) Setiawati, Budi
Jurnal PubBis Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.312 KB) | DOI: 10.35722/pubbis.v4i1.230

Abstract

Sesuai dengan apa yang disimpulkan oleh  World Development Report 2004 dan hasil penelitian Governance and Desentralization Survey (GDS) 2002, menunjukan bahwa masih terdapat buruknya pelayanan publik dinegeri ini. GDS 2002 menemukan tiga masalah penting yang banyak terjadi di lapangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik, yaitu pertama, besarnya diskriminasi pelayanan. Penyelenggaraan pelayanan  masih amat dipengaruhi oleh hubungan per-konco-an, kesamaan afiliasi politik, etnis, dan agama. Kedua, tidak adanya kepastian biaya dan waktu  pelayanan.   ketiga, rendahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. Ini merupakan konsekuensi logis dari adanya diskriminasi pelayanan dan ketidak pastian tadi. (Agus Dwiyanto, dkk, 2003).        Salah satu mewujudkan kinerja pemerintahan yang bersih dan efisien, tanggap, dan akuntabel dapat dijelaskan dengan mengoptimalisasi kinerja pelayanan publik berbasis pelaku (individu)  dalam managemen kinerja disektor publik (Mahmudi, 2005) adalah sebagai berikut: pertama penampilan, semua Aparatur Sipil Negara baik kedudukan yang paling rendah sampai yang paling tinggi harus memiliki kepribadian dan karakter yang baik  dalam   melayani   masyarakat, Kedua ,disiplin dan ketaatan terhadap aturan, semua apartur dalam menjalankan tugasnya harus mempunyai komitmen dan keteguhan hati,  tekad yang  mantap  dan  janji untuk melakukan atau mewujudkan suatu yang diyakini. Ketiga, Kemauan dan Kemampuan belajar. seluruh aparatur Negara dalam menjalankan   tugasnya harus memiliki prinsip tidak ada yang  tidak bisa  semua bisa apabila ada kemauan yang keras dalam diri individu. Keempat, hubungan dengan pelanggan, bawahan, rekan kerja, dan atasan,  kebersamaan untuk menjalin hubungan yang baik adalah suatu sikap dan perilaku  individu yang  terbawa kedalam suatu ruang atau waktu yang sama menunjukkan tingkah laku secara spontan. Kelima, motivasi diri,  semangat yang berasal dari dalam atau dari luar yang mendorong prilaku individu sampai pada tingkatnya yang tertinggi. Keenam,  Kecermatan, ketelitian, keterampilan, dan kecepatan, dan kualitas dalam bekerja, apabila semua pegawai memiliki ketekunan, cekatan,  kehati-hatian, rajin, mendalami sesuatu pekerjaan yang secara konsisten berkelanjutan sesuai dengan komitmen yang disepakati, kesabaran, tidak emosional, tidak tegesa-gesa. Ketujuh, kemampuan beradaptasi,bekerja sama, dan kerja tim, setiap aparatur  yang  terkena   mutasi    antar  lembaga    maupun  antar  bagian bagian dalam  pekerjaan  harus  dapat  menyesuaikan  diri pada situasi dan kondisi yang baru, walaupun ada pekerjaan atau job yang tidak sesuai dengan latarbelakang pendidikan akibat dari ABS dan Like and des Like.  Kedelapan,Kemampuan mengatasi masalah, keberanian dan kearifan ( mengambil keputusan dan menangani konflik ) dengan cepat dan tepat waktu. Kesembilan, Kemampuan berkomunikasi lisan dan tulisan, seluruh aparatur  dalam    menjalankan  tugas pemberian  pelayanan yang baik mampu berkomunikasi baik secara tertulis  maupun secara lisan. Kesepuluh, Kemampuan memimpin dan mengorganisasi, tugas pemimpin sebagai pelaku melakukan keserasian, keselarasan dan kesimbangan (3K)  terhadap tugas-tugas organisasi. Kesebelas, Loyalitas, sifat rela berkorban dan jiwa pengabdian  terhadap instansi, bangsa, negara, dan  taat  serta setia dalam  menjalankan tugas dan kewajibannya. Kata kunci : Optimalisasi ; Kinerja ; Pelayanan Publik
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI UPT.INSPEKSI PENDIDIKAN KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN TABALONG Harahap, Ahmat; Jamaludin, Jamaludin
Jurnal PubBis Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.193 KB) | DOI: 10.35722/pubbis.v4i1.231

Abstract

Latar belakang dari peneltian berikut adalah adanya isu bahwa Pendidikan dan Pelatihan tidak efektif untuk meningkatkan kinerja pagawai pada Kantor UPT.Inspeksi Pendidikan Kecamatan Tanjung maka dari laterbelakang tersebut maka penulis merumuskan permasalahan apakah Pendidikan dan Pelatihan efektif untuk meningkatkan kinerja pegawai dengan adanya penelitian ini diharapkan kita dapat mengetahui sejauh mana efektifnya Pendidikan dan Pelatihan untuk meningkatkan kinerja pegawai UPT. Inspeksi Pendidikan Kecamatan dengan Metode yang di gunakan dalam penelitian adalah melalui pengumpulan data dan metode kepustakaan serta metode lapangan, pendekatan secara kualitatif dan dengan tipe penelitian deskriftif, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui observasi, serta menggunakan angket, dan diambil sampel penelitian kemudian di analisa secara kualitatif ? deskriftif, data yang terkumpul kemudian di sajikan dalam bentuk paparan mengenai efektivitas Pendidikan dan Pelatihan untuk meningkatkan kinerja pegawai pada Kantor UPT. Inspeksi Pendidikan Kecamatan Tanjung dengan hasil cukup efektif berdasarkan hasil penelitian yakni 30,17% (tiga puluh koma tujuh belas persen) responden menjawab cukup efektif. Kata Kunci : Efektivitas ; Pendidikan dan Pelatihan Pegawai ; Inspeksi Pendidikan ; Tanjung ; Tabalong
OPTIMALISASI LABA MENGGUNAKAN ANALISIS COST VOLUME PROFIT (PADA UMKM GULA HABANG TARATAU DI KECAMATAN JARO KABUPATEN TABALONG) Sumarni, Indriati
Jurnal PubBis Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.892 KB) | DOI: 10.35722/pubbis.v4i1.232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan laba dengan menggunakan analisis biaya volume laba atau Cost Volume Profit (CVP) analysis, untuk mengetahui titik Break Event Point (BEP), dan berapa jumlah penjualan yang harus dipertahankan agar tidak mengalami kerugian. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian berdasarkan hasil analisis cost volume profit (CVP) diperoleh margin kontribusi sebesar Rp32.820.000,00 dengan rasio margin kontribusi sebesar 57,58%. Jumlah unit yang harus dijual supaya mencapai Break Event Point (BEP) adalah 1.261 unit atau sebesar Rp25.220.562,00. Jumlah maksimum penurunan target penjualan yang tidak menyebabkan perusahan mengalami kerugian adalah Rp31.779.438,00. Setiap perubahan penjualan sebesar 10% akan mengubah pendapatan sebesar 17,9%. Jika penjualan berada dibawah titik penutupan usaha Rp25.220.562,00 atau 1.261 unit, maka usaha tidak akan mampu lagi menutup biaya tunai. UMKM  Gula Habang Taratau mentargetkan kenaikan laba sebesar 25% atau Rp22.872.500,00, dengan target perolehan penjualan sebesar Rp64.943.557,00. Kata Kunci: Optimalisasi Laba, Cost Volume Profit Analysis, Break Event Point, Contribution Margin, Margin of Safety.
PERAN E-COMMERCE UNTUK MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF DI ERA INDUSTRI 4.0 (STUDI PADA UKM YANG TERDAFTAR PADA DINAS KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH KABUPATEN TABALONG) Avriyanti, Shinta
Jurnal PubBis Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.213 KB) | DOI: 10.35722/pubbis.v4i1.243

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis peran E-Commerce dalam meningkatkan keunggulan kompetitif di era industri 4.0 pada usaha kecil dan menengah (UKM) yang terdaftar pada dinas koperasi, usaha kecil dan menengah kabupaten Tabalong. Penggunaan komputer dalam bidang pemasaran dan penjualan dalam beberapa tahun terakhir berkembang dengan pesatnya. Dengan adanya internet proses pemasaran dan penjualan dapat dilakukan kapan saja tanpa terikat ruang dan waktu. Salah satu penerapan internet dalam bidang bisnis dan perdagangan adalah electronic commerce (E-commerce). Usaha Kecil dan Menengah ( UKM ) merupakan kelompok pelaku ekonomi terbesar dalam perekonomian Indonesia dan menjadi dinamisator pertumbuhan ekonomi pasca krisis ekonomi. Selain menjadi sektor usaha yang paling besar kontribusinya terhadap pembangunan Nasional, UKM juga menciptakan peluang kerja yang cukup besar bagi tenaga kerja dalam negeri, sehngga sangat membantu upaya mengurangi pengangguran. Salah satu kunci keberhasilan usaha kecil dan menengah adalah tersedianya pasar yang jelas bagi produk UKM. Sementara itu kelemahan mendasar yang dihadapi UKM di Kabupaten Tabalong dalam bidang pemasaran adalah orientasi pasar rendah, lemah dalam persaingan yang kompleks dan tajam serta tidak memadainya infrastruktur pemasaran. Menghadapi mekanisme pasar yang makin terbuka dan kompetitif, penguasaan pasar merupakan prasyarat untuk meningkatkan daya saing . Oleh karena itu peran pemerintah diperlukan dalam mendorong keberhasilan UKM untuk memperluas akses pasar melalui pemberian fasilitas teknologi informasi berbasis web yang dapat digunakan sebagai media komunkasi bisnis global. Dengan demikian diharapkan UKM di Kabupaten Tabalong dapat mendapatkan berbagai keuntungan dalam mempromosikan usahanya, mengakses informasi faktor-faktor produksi, melakukan transaksi usaha, serta melakukan komunikasi bisnis lainnya secara global, dalam rangka memperluas jaringan usahanya. Kata Kunci : E-commerce, UKM, World Wide Web (www),Teknologi Informasi.
EFEKTIVITAS PELAYANAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN NON KOMERSIL DI KECAMATAN TELAGA BAUNTUNG KABUPATEN BANJAR (Studi Tentang Peraturan Daerah Kabupaten Banjar Nomor 4 Tahun 2012) Heni Susanti; Muhammad Noor
Jurnal PubBis Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.493 KB) | DOI: 10.35722/pubbis.v4i1.222

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas jasa Ijin Bangunan (IMB) di Kecamatan Telaga Bauntung di Kabupaten Banjar berdasarkan peraturan daerah nomor 4 dari 2012. Informasi yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, melalui studi perpustakaan untuk mengumpulkan data dan informasi melalui responden. Sementara analisis data melalui kualitatif deskriptif untuk mendapatkan kesimpulan akhir. Hasil kajian ini adalah: (a) berlakunya suatu dasar hukum yang tidak memberikan delegasi kewenangan kepada daerah, (b) sistem kerja tidak terkoordinasi dengan baik, sehingga pelaksanaannya kurang efektif, dan (d) sesuai dengan kebutuhan masyarakat terhadap pa dalam mengatasi pengeluaran dalam pemerintahan adalah dengan (a) pemberdayaan peraturan kabupaten banjar nomor 4 dari 2012 sebagai dasar hukum untuk pokok bahasan dan obyek imb, (b) keterlibatan unit pelayanan sipil yang memadai dan camat sebagai aparat regional yang berpartisipasi dalam membantu imb dan (c) hukum dan peraturan yang memberikan fleksibilitas khusus untuk meminta izin dengan sistem layanan satu atap. Kata Kunci: Layanan ; Imb
IMPLEMENTASI STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT (Studi Standar Pelayanan Minimal RSUD H. Damanhuri Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129 Tahun 2008) Roro Rukmini Widiaswari
Jurnal PubBis Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.809 KB) | DOI: 10.35722/pubbis.v4i1.223

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menentukan pelaksanaan Permenkes No. 129/2008 dilihat dari 21 jenis jasa di H. Damanhuri Barabai Regional Hospital hulu sungai tengah District. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan jenis deskriptif. Kuesioner didistribusikan kepada responden untuk mendapatkan data primer, sementara data sekunder dikumpulkan melalui pengamatan langsung dan dokumenter yang ditemukan di lapangan. Dengan menggunakan Skala Likert data dianalisis dan disajikan sesuai dengan tujuannya, kemudian menyimpulkan sesuai dengan temuan di lapangan. Hasil penelitian ini adalah pelaksanaan pelayanan kesehatan di rumah sakit daerah H. Damanhuri Barabai berdasarkan Permenkes nomor 129 tahun 2008 dalam hal aspek 21 jenis layanan yang dianggap termasuk dalam kategori yang sangat baik, karena Skor kriteria interpretasi menyatakan bahwa nilai 84,56% termasuk dalam kategori yang sangat baik. Keywords: pelayanan kesehatan dan karyawan.
PELAYANAN PEMBUATAN SURAT IZIN MENGEMUDI BAGI MASYARAKAT BERKEBUTUHAN KHUSUS DI KEPOLISIAN RESOR KOTA BANJARMASIN ABD Rahman; Muslih Ambrie
Jurnal PubBis Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.754 KB) | DOI: 10.35722/pubbis.v4i1.224

Abstract

Fokus dinamika pada peningkatan kualitas layanan terletak pada kepuasan masyarakat sebagai pemangku kepentingan. Salah satu bentuk layanan responsif yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia adalah layanan manajemen SIM untuk orang dengan kebutuhan spesifik. Layanan SIM untuk orang berkebutuhan khusus dalam upaya menyediakan Layanan responsif dan memberikan akses yang setara kepada orang-orang dengan kebutuhan khusus dalam hal menyediakan layanan SIM. Pada saat yang sama, pengembangan studi dan penelitian tentang pelayanan publik untuk orang dengan kebutuhan khusus sangat penting untuk dilakukan. Salah satu hal lain, adalah bahwa masih ada sedikit yang tersedia literatur dan hasil penelitian yang berbicara tentang pola dan mekanisme pelayanan publik yang disediakan Untuk orang-orang dengan kebutuhan khusus. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumen. Hasil Penelitian menunjukkan Pelayanan SIM atas masyarakat berkebutuhan khusus berjalan sudah baik. Hal itu mengacu kepada indikator pelayanan publik yang baik berupa prosedur, kemudahan, kepastian waktu, kedisiplinan, akurasi, kelengkapan sarana prasarana, kenyaman dan keamanan. Adapun kendala yang masih terjadi adalah aplikasi online belum optimal, data base rekam jejak pelanggaran lalu-lintas belum tersedia, sarana kendaraan disabilitas untuk tes belum tersedia, demikian juga portal web pendaftaran dan pengaduan. Kata kunci : Pelayanan, SIM, Disabilitas

Page 1 of 3 | Total Record : 21