cover
Contact Name
Linlin Parlinah
Contact Email
linlinparlinah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
budiasihenty@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian
ISSN : 20885113     EISSN : 25980327     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Lingkup naskah PASPALUM : Jurnal Ilimiah Pertanian mencakup bidang ilmu pertanian yang meliputi Agroteknologi dan Agibisnis.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2013)" : 10 Documents clear
Analisis Diversifikasi Pangan dan Tingkat Kecukupan pada Rumah Tangga Petani (Studi Kasus di Desa Bunikasih Kecamatan Warung Kobdang Kabupaten Cianjur) Etty Indrianrini
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1523.913 KB) | DOI: 10.35138/paspalum.v2i1.51

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecukupan konsumsi dan diversifikasi pangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Teknik penentuan lokasi penelitian berdasarkan purposive yaitu di Desa Bunikasih yang merupakan sentra padi pandan wangi. Penentuan responden dilakukan secara purposive terhadap sepuluh orang petani pandan wangi. Data berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner dan data sekunder yang diperoleh dari pustaka dan lembaga lain yang berhubungan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecukupan pangan sumber karbohidrat dan protein yang dihitung menunjukkan bahwa RT di Desa Bumikasih memenuhi konsumsi campuran untuk energy dan protein serta termasuk ke dalam kriteria cukup. Diversifikasi konsumsi pangan terutama pangan sumber karbohidrat dan protein masih sedikit jumlahnya. Hal tersebut ditunjukkan oleh Skor Pola Pangan Harapan (SPPH) yang dicapai masih di bawah dari Skor PPH maksimum. Skor PPH yang telah dicapai tersebut masih didominasi oleh kelompok pangan pad-padian. Ini menunjukkan masih tergantungnya makanan pokok beras sebagai sumber karbohidrat utama.
Pengaruh Faktor Internal Petani dalam Mengadopsi Teknologi Pandu Sumarna
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.498 KB) | DOI: 10.35138/paspalum.v2i1.57

Abstract

Pemberdayaan petani merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan para petani. Penyuluhan pertanian sebagai pendidikan luar sekolah bagi petani dan keluarganya untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan sikap mereka mempunyai peranan yang sangat strategis untuk menyukseskan pembangunan pertanian. Sehubungan dengan hal tersebut perlu dilakukan pembinaan terhadap para petani dan keluarganya untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Proses tersebut tidak terlepas dari peran penyuluh terutama menyangkut usaha membantu petani agar senantiasa meningkatkan efisiensi usahatani. Sedangkan bagi petani, penyuluhan adalah suatu kesempatan pendidikan di luar sekolah dimana mereka dapat belajar sambil berbuat (learning by doing). Penyuluhan pertanian merupakan sarana bagi petani untuk mengetahui inovasi yang dapat meningkatkan hasil produksi menjadi lebih baik. Menurut Soekarwati (1988) faktor-faktor internal yang mempengaruhi petani dalam memilih teknologi pertanian adalah umur petani, tingkat pendidikan formal, jumlah tanggungan keluarga petani, pengalaman berusahatani, modal usahatani, luas lahan usahatani, status kepemilikan lahan dan intensitas petani dalam mengikuti penyuluhan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa faktor internal tidak memiliki hubungan yang nyata dengan adopsi teknologi, dengan nilai koefisien korelasi sebedar 0,191 (korelasi sangat rendah) dan nilai t hitung 1,214 dengan nilai t tabel sebesar 1,684. Sehingga dapat disimpulkan bahwa simultan faktor internal petani tidak memiliki hubungan yang nyata dengan adopsi teknologi karena nilai korelasinya hanya 0,191 yang berarti tingkat korelasi sangat rendah.
Kelimpahan Pakan Rusa (Cervus timorensis) di Taman Wisata Alam dan Cagar Alam Pangandaran Asep Purwanto
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1128.099 KB) | DOI: 10.35138/paspalum.v2i1.52

Abstract

The research on abudance and species diversity of birt with the IPA (Indices Ponctuels d’Abondence). method was used to sample the birds in the Ciremai mount area, and also dird identification guide book for determine. A total of  60 individual birds belonging to 23 families and 46 species was recorded. The dominant family was silsiidae, comprising 8 species (13,33%) of the total species. The most abundant species in the mount Ciremai was the burung kacamata biasa (Zosterops palpebrosus). The analysis of abudance and species diversity of bird status was achieved about 11 endemic species, and 15 species as restricted range bird. Based on Indonesia Governmen Policy and IUCN International Convention, there are 21 species as the protected bird. There were 15 feeding guild group of bird include 48 species as insectivore, 8 species as carnivore and 4 species as herbivore. The factors with threat to bird population and its habitat are : 1). Illegal hunting, 2). Forest destruction and 3). Forest fire
Analisis Fungsi dan Manajemen Kawasan Konservasi Darmaloka Andri Kurniawan
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1051.43 KB) | DOI: 10.35138/paspalum.v2i1.58

Abstract

One effort to maintain forest fungtions from futher damage is to establish and maintain conservation areas, both micro dan macro. Darmaloka conservation area in Kuningan Regency is a micro conservation area to keep preserve by functioning and managing the area. This study aimed to : (1) studying the function of Darmaloka conservation area seen from the diversity of vegetation, wildlife and water management, (2) assessing the running Darmaloka conservation area management. The study was conducted in Darmaloka corsevation area, from July to October 2010. Materials and equipment used were sketch of the area location, measuring tools, calculators, stationery, and ather supporting materials and tools. Data were collected by direct observation such as vegetation, bird, fish and water system, as well as interviews. Method of data analysis applied analysis vegetation, inventory of bird, fish density and the dischage and water quality. The results showed, there were seven types in Darmaloka conservation area, but none of them were seedlings, saplings and poles. Species Binuang (Octomeles sumatrana) dominated Darmaloka conservation areas, and the stability classified as moderate. In this area, there were 5 (five) bird species categorized rare (endangered) to medium, sacred white-Kancra fish with 5 fisher/m2 in density, catfish, and quite a lot Beunteur fish. Water discharge was about 2,94 l/sec, and the quality was good (netral). Viewed from tradition, this region well managed and controlled, but viewed from modern management, this region not regarding properly yet. It could be seen from the absence of a clear plan regarding the management of the area. The management organization was also very simple and there werenot basic clear tasks and functions amongts organization units yet.
Pengaruh Kombinasi Konsentrasi dan Lama Perendaman pada Larutan Asam Sulfat terhadap Viabilitas dan Vigor Serta Pertumbuhan Benih Jarak (Jatroka curcas) di Persemaian Kovertina Rakhmi Indriana
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2078.401 KB) | DOI: 10.35138/paspalum.v2i1.53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh cara yang paling tepat guna mempercepat perkecambahan benih jarak dan untuk mempelajari pengaruh kombinasi konsentrasi dan lamanya perendaman pada larutan asam sulfat terhadap viabilitas dan vigor serta pertumbuhan benih jarak di persemaian. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium benih dan di kebun produksi tanaman Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti Tanjungsari, Sumedang dengan ketinggian tempat 850 meter dari permukaan laut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2011 sampai dengan bulan Agustus 2011. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 18 kombinasi perlakuan dan dua ulangan. Perlakuan terdiri dari : A= direndam pada air aquades selama 1 menit, B= direndam air aquades selama 2 menit, C=direndam air aquades selama 3 menit, D=direndam aquades selama 4 menit, E=direndam aquades selama 5 menit, F= direndam aquades selama 6 menit, G=direndam  konsentrasi asam sulfat 0,1% selama 1 menit, H= direndam  konsentrasi asam sulfat 0,1% selama 2 menit, I= direndam  konsentrasi asam sulfat 0,1% selama 3 menit, J= direndam  konsentrasi asam sulfat 0,1% selama 4 menit, K= direndam  konsentrasi asam sulfat 0,1% selama 1 menit, L= direndam  konsentrasi asam sulfat 0,1% selama 6 menit, M= direndam  konsentrasi asam sulfat 0,5 % selama 1 menit, N= direndam  konsentrasi asam sulfat 0,5 % selama 2 menit, O=direndam  konsentrasi asam sulfat 0,5 % selama 3 menit, P=direndam  konsentrasi asam sulfat 0,5 % selama  4 menit, Q= direndam  konsentrasi asam sulfat 0,5 % selama 5 menit, R= direndam  konsentrasi asam sulfat 0,5 % selama 6 menit. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kombinasi konsentrasi dan lama perendaman pada larutan asam sulfat berpengaruh terhadap daya kecambah benih dan kecepatan tumbuh benih serta pertumbuhan tinggi tanaman umur 24 HST dan jumlah daun pada umur 17 HST, 24 HST, 31 HST, 38 HST dan 45 HST.  Konsentrasi asam sulfat 0,1 % dan 0,5 % dengan berbagai waktu perendaman meningkatkan daya kecambah benih jarak, dengan kecepatan tumbuh yang lebih baik pada lama perendaman 2 menitsampai 6 menit dan memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah daun per tanaman dengan perlakuan terbaik ditunjukkan pada perlakuan konsentrasi 0,5% dengan waktu perendaman selama 6 menit.
Kajian Model Pengembangan Ketahanan Pangan Di Kabupaten Lebak Provinsi Banten Sumarna Hasan
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1184.841 KB) | DOI: 10.35138/paspalum.v2i1.59

Abstract

Model pengembangan  ketahanan pangan di Kabupaten Lebak merupakan arahan pengembangan agribisnis tanaman pangan yang perlu dilaksanakan oleh pemerintah Daerah Kabupaten Lebak, instansi terkait, dan masyarakat. Sebagai acuan dasar, model ini merupakan program/dasar pengembangan agribisnis tanaman pangan, sedangkan pelaksanaannya diserahkan kepada prakarsa masyarakat yang disesuaikan dengan dinamika politik yang berkembang. Tanaman pangan yang sudah dibudidayakan oleh masyarakat di Kabupaten Lebak antara lain tanaman padi sawah, padi gogo, jagung, kacang tanah, kacang kedelai, ubi kayu dan ubi jalar. Komoditi tersebut diusahakan baik dilahan sawah maupun dilahan darat. Potensi komoditas agribisnis tanaman pangan di Kabupaten Lebak diperoleh berdasarkan hasil analisis lokalisasi, spesialisasi dan kekuatan basis serta potensi sumberdaya agribisnis tanaman pangan yang ada di lingkungan Kabupaten Lebak. Hal ini dilakkan untuk mengetahui kecamatan yang menjadi basis komoditas tanaman pangan di Kabupaten Lebak.
Pengaruh Inokulasi Mikoriza Vesikular Arbuskular terhadap Pertumbuhan Bibit Panili di Persemaian Lia Sugiarti
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.024 KB) | DOI: 10.35138/paspalum.v2i1.54

Abstract

Suatu percobaan untuk mengetahui pengaruh inokulasi mikoriza vesikular arbuskular terhadap pertumbuhan benih panili di persemaian, telah dilakukan di Desa Jatimekar, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang. percobaan dilaksanakan dari bulan Juni 2010 sampai bulan Oktober 2010. Rancangan yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola sederhana, dengan enam perlakuan takaran mikoriza dan diulang empat kali. Perlakuan tersebut adalah A= 0 g/tanaman, B= 10 g/tanaman, C= 20 g/tanaman, D= 30 g/tanaman, E= 40 g/tanaman, F= 50 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) inokulasi mikoriza vesikular arbuskular berpengaruh terhadap pertumbuhan benih panili di persemaian; dan (2) pemberian inokulan mikoriza vesikular arbuskular pada takaran 40 dan 50 g per tanaman berpengaruh paling baik terhadap tinggi tanaman dan jumlah pasangan daun pada umur 12 MST dan 16 MST, serta bobot kering tunas pada umur 12 MST.
Pendekatan Ekologi Sebagai Salah Satu Upaya Pengendalian Hama dan Penyakit Neneng Srimulyati
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1142.185 KB) | DOI: 10.35138/paspalum.v2i1.55

Abstract

Pengendalian hama dan penyakit tanaman pada umumnya dilakukan pada suatu populasi tertentu, kecuali bagi tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi seperti bunga-bungaan dan buah-buahan seringkali dilakukan secara tersendiri. Pada umumnya kerusakan pada satu atau beberapa tanaman dianggap tidak berarti, kecuali pada pertanaman baru. Dari pada menyembuhkan beberapa tanaman yang sudah terserang penyakit, lebih baik melakukan tindakan pengendalian untuk menyelamatkan tanaman yang belum terserang. Dengan demikian maka cara pemberantasan penyakit yang banyak dilakukan terutama ditunjukkan untuk melindungi tanaman dari serangan hama atau penyakit, dan bukan untuk menyembuhkan setelah terserang hama atau terkena penyakit. Jika tanaman tersebut terganggu oleh paogen atau oleh keadaan lingkungan tertentu yang tidak cocok, maka salah satu atau beberapa organ dari tanaman tersebut tidak dapat melaksanakan fungsinya sebagaimana mestinya. Maka dengan demikian tanaman tersebut akan terganggu pertumbuhannya dan tidak dapat tumbuh seperti dalam keadan yang normal. Proses atau mekanisme terjadinya suatu penyakit sangat berbeda dan bergantung dari penyebab serta jenis tanamannya sendiri. Reaksi tanaman terhadap penyebab penyakit pertama-tama tidak terlihat, segera setelah itu reaksinya meluas dan terjadi perubahan dalam tanaman sehingga dapat merupakan gejala dari penyakit tersebut. Pada keadaan lebih lanjut, sel-sel atau jaringan tanaman dapat menjadi lemah dan akhirnya rusak. Dengan demikian kemampuan dari sel-sel tanaman untuk melaksanakan proses fisiologisnya secara normal akan berkurang atau bahkan terhenti sama sekali, sehingga pertumbuhan tanaman terganggu dan akhirnya mati. Pengendalian hama dan penyakit cenderung akan berhasil dengan baik apabila diterapkan strategi pengendalian secara terpadu atau peengendalian secara ekologi. Pengendalian hama terpadu adalah satu sistem pengelolaan hama dan penyakit dalam hubungannya dengan lingkungan dan dinamika species atau populasi species hama dan penyakit tertentu dengan menggunakan semua tekhnik dan metode yang sesuai dalam suattu cara yang sedapat mungkin kompatibel dan mempertahankan populasi hama dan penyakit pada tingkatan di bawah tingkat populasi yang dapat mengakibatkan kerugian secara ekonomi. Dengan kata lain usaha tersebut meliputi menciptakan suatu ekosistem yang baik, memelihara lingkungan agar tetap sehat dan membawa keuntungan bagi petani dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Analisis Pelapisan Sosial serta Tingkat Pendapatan dan Pola Pengeluaran Rumah Tangga Usahati Berdasarkan Perilaku Sosial Budaya Islami Musli Rosmali Sunandaka
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1408.319 KB) | DOI: 10.35138/paspalum.v2i1.50

Abstract

Penelitian ini Bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pembentukan pelapisan sosial masyarakat pertanian muslim berdasarkan perilaku sosial budaya islami petani serta deskripsi tingkat pendapatan dan pola pengeluaran rumah tangga usahataninya. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survey terhadap 24- rumah tangga usahatani sample di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat sebagai sentra produksi sayuran dataran tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelapisan sosial masyarakat pertanian muslim dengan teori pelapisan terbentuk menjadi dua lapisan, yaitu lapisan petani berperilaku sosial budaya islami yang lebih baik dan lapisan petani berperilaku sosial budaya islami yang kurang baik. Lapisan petani berperilaku sosial budaya islami yang lebih baik memiliki tingkat pendapatan rumah tangga usahatani yang lebih tinggi dan pola pengeluaran yang lebih rasional dan proporsional dibandingkan dengan lapisan petani berperilaku sosial budaya islami yang kurang baik.
Respon Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogeae L.) Varietas Gajah dan Jerapah Terhadap Kombinasi Pupuk NPK Majemuk dan Pupuk Kandang Domba. Asmanur Jannah; Neti Nurlenawati; Eneng Siti Nurlela
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1804.836 KB) | DOI: 10.35138/paspalum.v2i1.56

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi dosis pupuk NPK phonska dan pupuk kandang domba yang tepat dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah varietas Gajah dan Jerapah. Percobaan ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan Oktober 2010 di Desa Karang Mulya Kecamatan Bojongmangu Kabupaten Bekasi dengan ketinggian tempat 92 m di atas permukaan laut, serta jenis tanah Latosol. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan menggunkan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu P1 (250 kg/ha NPK Phonska + 0 ton/ha pupuk kandang domba + varietas Gajah), P2  (250 kg/ha NPK Phonska + 0 ton/ha pupuk kandang domba + varietas Jerapah), P3 (250 kg/ha NPK Phonska + 4 ton/ha pupuk kandang domba + varietas Gajah), P4 (250 kg/ha NPK Phonska + 4 ton/ha pupuk kandang domba + varietas Jerapah), P5 (250 kg/ha NPK Phonska + 6 ton/ha pupuk kandang domba + varietas Gajah), P6 (250 kg/ha NPK Phonska + 6 ton/ha pupuk kandang domba + varietas Jerapah), P7 (150 kg/ha NPK Phonska + 0 ton/ha pupuk kandang domba + varietas Gajah), P8 (150 kg/ha NPK Phonska + 0 ton/ha pupuk kandang domba + varietas Jerapah), P9 (150 kg/ha NPK Phonska + 4 ton/ha pupuk kandang domba + varietas Gajah), P10 (150 kg/ha NPK Phonska + 4 ton/ha pupuk kandang domba + varietas Jerapah), P11 (150 kg/ha NPK Phonska + 6 ton/ha pupuk kandang domba + varietas Gajah), P12 (150 kg/ha NPK Phonska + 6 ton/ha pupuk kandang domba + varietas Jerapah). Hasil penelitian menunjukkan kombinasi dosis pupuk phonska dan pupuk kandang domba berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah cabang umur 30 HST, 45 HST, 60 HST dan 75 HST, jumlah polong per tanaman, brangkasan polong basah, brangkasan polong kering, hasil biji kering dan berat 100 butir biji kering. Perlakiuan P4 memberikan jumlah polong per tanaman 26,33 dan hasil biji kering 2,32 kg/petak setara 1,93 ton/ha tertinggi, yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan P6 sebesar 2,27 kg/petak setara 1,89 ton/ha dan P10 sebesar 2,26 kg/petak setara 1,88 ton/ha.

Page 1 of 1 | Total Record : 10