cover
Contact Name
Herman Didipu
Contact Email
herman.didipu@ung.ac.id
Phone
+6285240773101
Journal Mail Official
herman.didipu@ung.ac.id
Editorial Address
Gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Linguistics and Literature
ISSN : -     EISSN : 27770494     DOI : http://dx.doi.org/10.37905/jjll.v2i2.12154
This journal aims to provide a venue for academicians, researchers, and practitioners for publishing the original research articles or reviewed articles. The scope of the articles published in this jurnal deals with a broad range of topics, including: Linguistics; phonology, morphology, syntax, discourse analysis, psycholinguistics, sociolinguistics, and critical discourse analysis. Literature: local literature studies, Indonesian literature, foreign literature studies, children literature, literature studies for character education, and other literary studies. Language and Literature Education: curriculum development, learning methods, learning materials, learning media, assessment, Indonesian language learning across curricula, information and communications technology in Indonesian language learning, language skills, and other Indonesian language learning analyses.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020" : 6 Documents clear
NILAI BUDAYA PADA ANTOLOGI PUISI JUKUNG WAKTU KARYA ABDURRAHMAN EL HUSAINI HIDAYATI DESY
Jambura Journal of Linguistics and Literature Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.537 KB) | DOI: 10.37905/jjll.v1i2.7036

Abstract

Sastra adalah suatu pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupanya dengan menggunakan bahasa sebagai media. Kata sastra atau kesustraan dapat ditemui dalam sejumlah pemakaian yang berbeda-beda. Hal ini menggambarkan bahwa sastra bukanlah nama dari sesuatu yang sederhana, tetapi ia merupakan satu istilah “Payung” yang meliputi sejumlah kegiatan yang berbeda, ia bisa dihubungkan dengan suatu kegiatan penyimakan atau pembacaan naskah majalah atau buku, sastra juga berkaitan dengan sebuah budaya, salah satunya adalah budaya Banjar yang mana terdapat beberapa karya yang dimiliki oleh salah satu sastrawan Banjar yaitu Abdurrahman El Husaini tersebut, pada karya beliau banyak mengandung nilai budaya dan cerita budaya Banjar, nilai budaya dapat digunakan sebagai media di tiap daerah untuk menyampaikan nilai kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk objek tersebut. Budaya dan seni pun menjadi kesatuan yang tak terpisahkan karena akan menjadi simbol dari tiap kekhasan nilai budaya khsususnya budaya Banjar yang memiliki keragaman bukan hanya dari tutur kata, agama yang saling hormat menghormati, melainkan juga tutur bahasa dan kebiasaan dari budaya Banjar yang menjadi ciri khas masyarakat Banjar, misalnya masyarakat Banjar dikenal sebagai pribadi yang santun, lemah lembut, serta saling peduli dengan orang lain.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan antropologi sastra. Hal ini dilakukan mengingat bahwa nilai budaya merupakan pendekatan yang menekankan pada sebuah makna terhadap seni tradisional yang dapat dilihat melalui tertulis dan lisan pada bahasa tersebut dalam suatu karya sastra, khususnya sastra yang ada di daerah dalam tujuan mengenalkan dan memperkaya sebuah sastra satrawan dalam dokumentasi buku yang ditulisnya tersebut.
Dinamika Kepribadian Tokoh dalam Novel Harapan di Atas Sajadah Karya Mawar Malka Rahmatia Nasaru; Moh. Karmin Baruadi; Ellyana Hinta
Jambura Journal of Linguistics and Literature Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.284 KB) | DOI: 10.37905/jjll.v1i2.9231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika kepribadian tokoh dalam novel Harapan di Atas Sajadah karya Mawar Malka. Teori yang digunakan adalah psikologi Jung yaitu teori tentang pentingnya kesadaran dan ketidaksadaran membentuk pribadi yang utuh berkaitan dengan pengalaman dan hubungan dengan Sang Pencipta. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kutipan-kutipan melalui dialog antar tokoh maupun cerita yang menggambarkan dinamika kepribadian dari segi prinsip-prinsip interaksi, fungsi, dan tujuan penggunaan energi psikis. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa (1) dinamika kepribadian dari segi prinsip-prinsip interaksi terdiri atas prinsip oposisi, kompensasi, dan penggabungan. Prinsip ini menjadi dasar terjadinya dinamika kepribadian yang awalnya memiliki kepribadian buruk menjadi lebih baik, (2) dinamika kepribadian dari segi fungsi penggunaan energi psikis yakni adanya kekuatan semangat, keingingan, dan kemauan, (3) dinamika kepribadian dari segi tujuan penggunaan energi psikis terdiri atas progresi dan regresi. Progresi kerpibadian tokoh menampilkan dua tipe keribadian yakni sikap ekstrovert (terbuka) dan sikap introvert (tertutup). Dengan demikian, dinamika kepribadian tokoh menunjukkan perubahan yang signifikan. Perubahan yang berhubungan dengan persoalan sosial dan hubungannya dengan Sang Maha Pencipta menuju ke arah lebih baik.
MENGEMBANGKAN MINAT BACA ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN LITERASI PERPUSTAKAAN DI PAUD HASANUDDIN MAJEDI BANJARMASIN HIDAYATI DESY
Jambura Journal of Linguistics and Literature Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.611 KB) | DOI: 10.37905/jjll.v1i2.9227

Abstract

Abstrak Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan untuk belajar. Sekolah sangat berperan penting dalam bidang pendidikan dan tempat yang paling efektif dalam proses belajar. Pendidikan merupakan hal utama yang dilakukan oleh setiap bangsa untuk mencapai kemajuan. Semakin berkualitas suatu bangsa itu semakin memberikan efek positif bagi kemajuan bangsa dan negara yang merupakan suatu proses degnan tujuan untuk mengembangkan sikap, tingkah laku dan membantu dalam pembentukan karakter serta mencerdaskan setiap individu dengan membaca akan memperoleh berbagai macam informasi. Upaya orang tua akan lebih optimal akan adanya dukungan dari pihak lain, seperti lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah.Tujuan yang hendak dicapai dari program ini adalah: Untuk mengetahui bagaimana cara mengembangkan minat baca anak usia dini melalui kegiatan literasi perpustakaan di PAUD Hasanuddin Majedi Banjarmasin. Sedangkan metode pelaksanaan dengan bersosialisasi langsung kepada guru PAUD dan anak-anak yang ada di sekolah tersebut, dengan membawa beberapa bahan dasar buku cerita bergambar yang disukai anak-anak. Adapun hasil yang diperoleh adalah Anak yang terbiasa melihat buku dan kebiasaan membaca dari orang tuanya akan membuat mereka gemar membaca. Simpulan dari pengabdian ini diperlukan usaha keras untuk mendorong anak untuk berkenalan dengan perpustakaan dapat dilakukan di rumah melalui pembuatan perpustakaan keluarga.
KEMAMPUAN PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 1 TELAGA MENGIDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR DRAMA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Sri Gitawati Umar; Fatmah AR Umar; Herman Didipu
Jambura Journal of Linguistics and Literature Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.677 KB) | DOI: 10.37905/jjll.v1i2.9234

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan kemampuan peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Telaga mengidentifikasi unsur-unsur drama dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes kemampuan dan kuensioner (angket). Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah kemampuan peserta didik mengidentifikasi unsur drama, rata-rata 67 dengan kategori kurang, Hal ini dibuktikan dari kemampuan mengidentifikasi tema rata-rata 70 dikategorikan kurang, kemampuan mengidentifikasi alur drama rata-rata 71 dikategorikan kurang, kemampuan mengidentifikasi penokohan rata-rata 68 dikategorikan kurang, kemampuan mengidentifikasi latar rata-rata 72 dikategorikan cukup, kemampuan mengidetifikasi dialog rata-rata 58 dikategorikan sangat kurang, kemampuan mengidentifikasi amanat rata-rata 60 dikategorikan sangat kurang. Secara keseluruhan kemampuan peserta didik mengidentifikasi unsur-unsur drama rata-rata 67 dikategorikan kurang. (2) Faktor-faktor penghambat peserta didik mengidentifikasi unsur-unsur drama dikategorikan cukup dipengaruhi oleh faktor peserta didik, faktor sekolah, faktor sarana dan prasarana. (3) Solusi terhadap faktor penghambat peserta didik mengidentifikasi unsur-unsur drama disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, karakteristik sekolah, karakteristik sarana dan prasarana. Jadi dapat disimpulkan kemampuan peserta didik mengidentifikasi unsur-unsur drama dalam kategori kurang.
DEIKSIS PERSONA, DEIKSIS TEMPAT, DEIKSIS WAKTU DALAM NOVEL KIDUNG RINDU di TAPAL BATAS KARYA AGUK IRAWAN MN Sarpia Yunus; Dakia N Djou; Salam Salam
Jambura Journal of Linguistics and Literature Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.735 KB) | DOI: 10.37905/jjll.v1i2.9233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan deiksis persona, deiksis tempat, dan deiksis waktu dalam novel Kidung Rindu di Tapal Batas karya Aguk Irawan MN. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif dengan jenis kualitatif. Data penelitian yakni kutipan berupa kalimat-kalimat yang mengandung deiksis persona, deiksis tempat serta deiksis waktu dalam novel Kidung Rindu di Tapal Batas karya Aguk Irawan MN, dengan sumber data diperoleh dari novel Kidung Rindu di Tapal Batas karya Aguk Irawan MN serta dari beberapa literatur seperti jurnal dan juga buku, dan menggunakan teknik pengumpulan data yakni dengan teknik baca dan catat. Adapun teknik analisis data menggunakan empat tahap yakni mengidentifikasi, memilah, interpretasi, dan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan deiksis persona orang pertama menggunakan referen saya yang merujuk kepada Iskandar, Ibu, Ahmad Ibrahim, Nanjan, seorang lelaki, Felix dan Hasyim, sedangkan deiksis persona orang kedua menggunakan referen kau yang merujuk kepada Parno, Mamut, Iskandar, Rustam, Nanjan, Felix Nei, Cornelius, Siti, Kumar, Masyarakat Jagoi Babang, Imah, dan Sipet dan deiksis persona orang ketiga menggunakan referen dia, ia yang merujuk kepada Pang Ukir, Nanjan, Felix, Seorang lelaki, Rustam, Hamdan, Sukimin, Cornelius, Nei, Mamut, Jokowi, kakek, Siti Nur Azizah, pemerintah Malaysia dan sebuah bendera. Adapun dalam deiksis tempat menggunakan referen di sini yang merujuk terhadap Jagoi Babang, pos Perbatasan, Malaysia dan rumah Nanjan dan pengunaan referen di sana merujuk terhadap Jagoi Babang, Malaysia,dada manusia, pasar Serikin dan Suriname. Terkahir deiksis waktu menggunakan referen hari ini, Nanti malam, dulu, hari minggu. kemarin, minggu depan, dan besok .
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT BUGIS DALAM NOVEL LONTARA RINDU KARYA S. GEGGE MAPPANGEWA Firmansyah Yantu; moh. Karmin Baruadi; Fatmah AR Umar
Jambura Journal of Linguistics and Literature Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.526 KB) | DOI: 10.37905/jjll.v1i2.9232

Abstract

Penelitian ini menggunakan kajian antropologi sastra interpretative Clifford Geertz. Teori yang mengemukakan cara untuk menemukan bentuk kearifan lokal melalui bentuk dan nilai kearifan lokal yang ada dalam lingkungan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Data penelitian ini berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang menggambarkan bentuk dan nilai kearifan lokal masyarakat Bugis. Sumber data penelitian ini adalah novel Lontara Rindu karya S. Gegge Mappangewa diterbitkan oleh Republika pada tahun 2012. Tebal halaman 343 halaman; 13,5 cm x 20,5 cm. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui studi kepustakaan. Analisis data yang dilakukan meliputi; mengidentifikasi, klasifikasi, analisis, interpretasi, menyajikan hasil data. Hasil penelitian menunjukkan bentuk dan nilai yang merujuk pada kearifan lokal masyarakat Bugis. Bentuk kearifan lokal yang ditemukan ada 9 bagian. Diantaranya; 1) kepercayaan terhadap mitos, 2) bentuk tradisi lokal; 3) bentuk upacara adat; 4) bentuk kebijaksanaan lokal; 5) bentuk kepedulian sosial; 6) bentuk menjunjung tinggi harga diri; 7) bentuk religi; 8) bentuk kasih sayang; 9) bentuk menghargai orang lain. Sedangkan nilai kearifan lokal yang ditemukan ada 8 bagian. Diantaranya; 1) sopan santun; 2) kejujuran; 3) kerukunan dan penyelesaian konflik; 4) komitmen; 5) pikiran positif; 6) rasa syukur; 7) kerja keras; 8) gotong royong. 9 bentuk dan 8 nilai ini merujuk pada kearifan lokal yang ada di lingkungan masyarakat Bugis melalui novel Lontara Rindu karya S. Gegge Mappangewa.

Page 1 of 1 | Total Record : 6