cover
Contact Name
Jafar La Kilo
Contact Email
jafar.chem@ung.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jjchem@ung.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Chemistry
ISSN : 26563665     EISSN : 26566834     DOI : 10.34312/jambchem
Core Subject : Science,
Jambura Journal of Chemistry is peer-reviewed and open access journal published by Chemistry Depertment, Faculty Mathematic and Natural Science. Jam.J.Chem that publishes original research articles, review articles, as well as short communication in all areas of chemistry including applied chemistry. Jambura Journal of Chemistry publish two issues (numbers) annually (February and August).
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2020): February" : 5 Documents clear
Ekstrak Metanol Daun Srikaya (Annona squamosa L.) Sebagai Insektisida Nabati Terhadap Mortalitas Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura) Zelita Fitri Ente; Opir Rumape; Suleman Duengo
Jambura Journal of Chemistry Vol 2, No 1 (2020): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v2i1.2464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder pada ekstrak daun srikaya (Annona squamosa L) sebagai insektisida nabati yang dapat menyebabkan mortalitas terhadap hama ulat grayak (Spodoptera litura). Metode ekstraksi yang digunakan adalah ekstraksi maserasi dengan pelarut metanol dan difraksinasi  dengan pelarut n-heksan dan etil asetat. Dilakukan uji fitokimia dan uji mortalitas fraksi-fraksi aktif pada hama ulat grayak. Uji fitokimia dari ekstrak kental metanol daun srikaya memberikan hasil positif untuk empat senyawa metabolit sekunder antara lain flavonoid, alkaloid, terpenoid dan saponin, sedangkan untuk steroid memberikan hasil negatif. Uji mortalitas terhadap fraksi dari ekstrak daun srikaya antara lain fraksi metanol, etil asetat dan n-heksan dilakukan pengamatan selama 1×24 jam, ditemukan fraksi metanol pada variasi konsentrasi 1%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% menunjukkan tingkat mortalitas hama sebesar 67%, 78%, 78%, 78% dan 100%, sehingga pada konsentrasi 10% memberikan pengaruh mortalitas paling tinggi sebesar 100%. Adapun untuk fraksi etil asetat pada variasi konsentrasi 1%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% menunjukkan tingkat mortalitas hama sebesar 44%, 56%, 67%, 67% dan 78%, sehingga pada konsentrasi 10% memberikan pengaruh mortalitas tertinggi sebesar 78%. Untuk fraksi n-heksan pada variasi konsentrasi 1%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% menunjukkan tingkat mortalitas hama sebesar 22%, 44%, 56%, 67% dan 78%, sehingga pada konsentrasi 10% memberikan pengaruh mortalitas tertinggi sebesar 78%.  
Synthesis and Characterization of Gold Nanoparticles Using Trisodium Citrate as a Reductant Astriana Dewi; Suriati Eka Putri; Pince Salempa
Jambura Journal of Chemistry Vol 2, No 1 (2020): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.52 KB) | DOI: 10.34312/jambchem.v2i1.5024

Abstract

This research is an experimental study that aims to determine the characteristics of gold nanoparticles (Au-NPs) synthesized using trisodium citrate as a reducing agent. 0.4 mM HAuCl4 solution was synthesized using Na3C6H5O7 to convert Au3+ to Au0 with several variations of the reducing agent concentration, 3.5%; 5%; 6.5% and 8%. Determination of reaction time was measured using a UV-Vis spectrophotometer with time variations of 1, 5, 15, 30 and 45 minutes. Characterization of the size and lattice of Au-NPs crystals using X-Ray Difraction (XRD) and morphological characterization using Scanning Electron Microscopy (SEM). The results of the characterization, Au-NPs were produced blackish brown in color, and yields were 66.13%, 89%, 59.63% and 50.30% respectively for trisodium citrate reductant concentrations of 3.5%; 5%; 6.5% and 8%, with an average Au-NPs size of 46.97; 19.06; 50.03 and 39.68 nm, Face Centered Cubic (FCC) Crystal lattice and have a homogeneous morphology.
Pemanfaatan Gulma Siam (Chromolaena odarata L.) Sebagai Adsorben Logam Timbal Erni Mohamad; Intan J. Oputu; Julhim S. Tangio
Jambura Journal of Chemistry Vol 2, No 1 (2020): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.483 KB) | DOI: 10.34312/jambchem.v2i1.4528

Abstract

This study aims to utilize (Chromolaena odorata L) as a metal adsorbent. The methods used to make activated charcoal are dehydration, carbonization, and activation. The activated carbon is then characterized to obtain activated charcoal that can be applied, then optimized. The results of activated carbon characterization obtained have reached the activated carbon quality requirements based on the Indonesian Industry Standard (SII No. 0258-88). Based on the adsorption test, the optimum pH of Pb2+ (Pb (NO3) 2 (in distilled water) Chromolaena odorata L charcoal activated by NaOH 0.2 M under varying pH (2,3,4,5,6) is at pH 5 with 69.00% absorption. The optimum contact time required for Pb ion adsorption is 4 hours at variation (1-5 hours) with 70.19% absorption. The optimum concentration at variation (concentration 20; 40; 60; 80; 100 ppm) on Pb ion adsorption is 100 ppm with 76.15% absorption. The optimum heating time is a variation of 1.5; 2; 2.5; and 3 hours of Pb ion adsorption is one hour 30 minutes with an absorption of 65.95%. Based on the optimization results, the activated carbon from the Chromolaena odorata L can be used as an adsorption material against the contamination of lead heavy metals (Pb).
Potensi Ampas Tebu Sebagai Adsorben Logam Berat Cd, Cu dan Cr Rusmani Tasanif; Ishak Isa; Wiwin Rewini Kunusa
Jambura Journal of Chemistry Vol 2, No 1 (2020): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.713 KB) | DOI: 10.34312/jambchem.v2i1.2608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya serap arang aktif dari ampas tebu dan kondisi optimum arang aktif dalam mengadsorpsi ion logam berat Cd, Cu dan Cr dengan tiga variasi yaitu variasi massa, variasi konsentrasi dan variasi waktu kontak. Limbah ampas tebu memiliki kandungan selulosa yang mampu untuk mengadsorpsi adsorben. Preparasi ampas tebu meliputi pembuatan arang ampas tebu, pembuatan arang aktif secara aktivasi kimia dengan menggunakan larutan HCl, arang aktif yang diperoleh dikarakterisasi meliputi uji kadar air, kadar abu serta analisis gugus fungsi menggunakan Instrument Fourier Infrare (FTIR),dan analisis morfologi arang aktif menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Aplikasi arang aktif digunakan sebagai adsorben logam berat Cu, Cd, dan Cr dengan menggunakan Spektrometri Serapan Atom (SSA). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan daya serap adsorpsi arang aktif pada fariasi massa untuk logam Cd, Cu dan Cr diperoleh berat optimum optimum 2,5 g dengan daya serap masing-masing logam adalah  Cd 0,31 mg/g, Cu 0,31 mg/g, dan Cr 0,31 mg/g, Variasi konsentrasi ion logam Cd dan Cu dan Cr dengan daya serap adsorpsi mencapai kondisi optimum pada daya serap adsorpsi mencapai kondisi optimum pada konsentrasi konsentrasi 2 mg/L dengan daya serapan masing-masing logam adalah Cd 0,19 mg/g, Cu 0,19 mg/g dan Cr 0,19 mg/g. Penyerapan optimum logam Cd, Cu dan Cr dengan massa adsorben 1 g adalah mengadsorpsi Cd 0,7981 mg/g, Cr 0,7995 mg/g sementara untuk logam Cu 0,755 mg/g.
Karbon Aktif Teraktivasi ZnCl2 sebagai Adsorben Logam Fe(III) Di Limbah Laboratorium Universitas Negeri Gorontalo Siti Hadijah Lamato Bempa; Wiwin R Kunusa
Jambura Journal of Chemistry Vol 2, No 1 (2020): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v2i1.7055

Abstract

Limbah laboratorium kimia merupakan limbah B3 mengandung unsur logam berat seperti besi (Fe) yang dihasilkan dari aktivitas praktikum dan penelitian. Penelitian ini bertujuan menganalisa kemampuan karbon aktif ampas tebu teraktivasi ZnCl2 sebagai adsorben logam Fe(III) pada limbah laboratorium Universitas Negeri Gorontalo. Karbon aktif dikarakterisasi kadar air, kadar abu, daya adsorpsi, serta analisis FTIR, SEM, XRD. Aplikasi menggunakan metode adsorpsi dengan pengompleks 0,5 mL KSCN 2M ditambah 0,3 mL HNO3 4M dan absorbansi diukur dalam Spektrometer UV-Visible. Nilai absorbansi dari hasil pengukuran larutan standar dengan variasi konsentrasi 0.1, 0.3, 0.5, 0.7 dan 1 ppm, larutan induk Fe 100 ppm diperoleh persamaan regresi li nier y = 0.0721x + 0.0135 nilai regresi (R2) = 0.9988(λMax) 490 nm dengan nilai absorbansi (A) tertinggi yakni 0.043. Hasil penelitian menunjukkan karbon aktif teraktivasi ZnCl2 efektif dalam mengadsorpsi logam Fe(III) di limbah laboratorium dengan kadar teradsorpsi sampel A 88.36%, sampel B 94.10%, sampel C 92.36%, sampel D 90.19%, sampel E 91,49%, sampel F 90.91% dan sampel G 95.76%.

Page 1 of 1 | Total Record : 5