cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
dekon@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 02164086     EISSN : 2089807X     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/dk.
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Juni dan Desember. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian tentang sipil, konstruksi, dan arsitektur, yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jurnal ini diterbitkan oleh Bagian Publikasi Universitas Gunadarma.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2017)" : 11 Documents clear
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT KAWAT BENDRAT DAN SERAT IJUK PADA BETON K-225 TERHADAP KUAT GESER Haq, Hekmatyar Aslamthu; Andayani, Relly
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton memiliki kuat geser yang lebih rendah dibandingkan dengan kuat tekannya. Kuat geser beton dapat diperbaiki dengan menambahkan serat secara homogen untuk mencegah terjadinya retakan yang terjadi terlalu dini, sehingga kemampuan beton untuk menahan gaya geser meningkat. Serat yang mudah didapat di Indonesia adalah serat kawat bendrat dan serat ijuk. Penambahan serat kawat bendrat mengurangi workability lebih besar dibandingkan dengan serat ijuk, oleh karena itu dilakukan pencampuran antara keduanya dengan kombinasi 0,25% serat kawat bendrat + 0,75% serat ijuk (1); 0,5% serat kawat bendrat + 0,5% serat ijuk (2) dan 0,75% serat kawat bendrat + 0,25% serat ijuk (3) dari volume beton. Benda uji untuk kuat geser berbentuk balok dengan dimensi 37x10x10 cm sebanyak 12 buah. Uji kuat geser dilakukan dengan mesin dongkrak hidraulis dengan dial gauge. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tegangan geser tertinggi didapat oleh beton dengan kombinasi 3 dengan nilai kuat geser rata-rata meningkat 83,63% dari kuat geser beton tanpa serat, sedangkan untuk beton dengan kombinasi 2 meningkat 43,80% dan untuk beton dengan kombinasi 1 meningkat 13,05%.  Kata kunci: Beton Serat, Serat Kawat Bendrat, Serat Ijuk, Kuat Geser
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN RUMAH TANGGA PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA KAHURIPAN CABANG PELAYANAN VI CIOMAS Halief, Kartini; Putro, Haryono
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta yang menjadi tempat kajian adalah cabang pelayanan VI ciomas dengan jumlah pelanggan sebanyak 12.859 sambungan aktif pada bulan Juli 2013. Berdasarkan data dari PDAM yang terkumpul dari bulan Januari hingga Juni 2013, diperoleh 684 bentuk pengaduan, sehingga dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan PDAM masih belum optimal. Laporan ini membahas mengenai tingkat kepuasan pelanggan rumah tangga pada PDAM Tirta Kahuripan cabang pelayanan VI Ciomas. Adapun metode pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 115 orang pelanggan PDAM dan dianalisis dengan menggunakan metode Importance and Performance Analysis (IPA), Customer Satisfaction Index (CSI), dan analisis deskripsi. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan metode IPA, kelancaran air pada jam puncak pagi serta ketersediaan air selama 24 jam menjadi prioritas yang paling penting untuk diperbaiki. Sedangkan berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan metode CSI, penilaian pelanggan secara keseluruhan terhadap mutu produk dan kualitas pelayanan dapat dikatakan puas dengan nilai CSI sebesar 0,7295 untuk mutu produk dan 0,7196 untuk kualitas pelayanan. Kata kunci: Tingkat Kepuasan Pelanggan, Importance and Performance Analysis (IPA), Customer Satisfaction Index (CSI).
ANALISIS KETERSEDIAAN PENGGUNA JASA DALAM MEMBAYAR TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN (STUDI KASUS : KOPAJA P20 JURUSAN SENEN – LEBAK BULUS) Lestari, Nincy Ayu; Nahdalina, Nahdalina
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jakarta menyediakan sebuah pilihan baru untuk mengurangi permasalahan kemacetan di Jakarta Pusat dengan mengintegrasikan dua transportasi massal yakni Kopaja P20 dan Transjakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengguna jasa bersedia membayar lebih jika dimensi dari kualitas servis dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan pengguna jasa ditingkatkan. Terdapat 5 faktor yang memiliki pengaruh penting dari kepuasan pengguna jasa, faktor-faktornya adalah bukti wujud, keandalan, keresponsifan, jaminan dan empati. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner di Kopaja P20 dimana perubahan dilakukan.  Data kemudian diuji dengan menggunakan perhitungan statistik dan berdasarkan hasil analisis regresi logistik biner didapat faktor-faktor yang paling berpengaruh adalah faktor keresponsifan, bukti wujud dan jaminan, dengan nilai kecenderungan (odds ratio) yang dapat diketahui bahwa pengguna jasa untuk bersedia membayar karena faktor keresponsifan sebesar 3,7, faktor bukti wujud sebesar 4,3 dan faktor jaminan sebesar 3,0.  Kata Kunci: Willingness To Pay, Integrasi Transjakarta Kopaja, Busway
ANALISIS ANTRIAN DAN TUNDAAN AKIBAT LAMPU LALU LINTAS DAN PENUTUPAN PINTU PERLINTASAN KERETA API MENGGUNAKAN METODE ANTRIAN DETERMINISTIK (STUDI KASUS: PERLINTASAN KERETA API TANJUNG BARAT JAKARTA SELATAN) Winarsih, Neneng; Nahdalina, Nahdalina
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui besar antrian dan tundaan akibat lampu lalu lintas dan penutupan pintu perlintasan kereta api di Tanjung Barat Jakarta Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode antrian deterministik. Hasil pengamatandi lokasi, menunjukkan akibat adanya penutupan pintu perlintasan kereta api, dapat mengurangi nilai kapasitas pada jam sibuk pagi sebesar 28,4% dan pada jam sibuk sore sebesar 13,8 %. Berdasarkan perhitungan derajat kejenuhan, diketahui lokasi tersebut dalam kondisi Oversaturated. Besarnya rata-rata antrian selama 2 jam sibuk pagi jika terjadi penutupan pintu perlintasan sebesar 309 smp/lajur dan jika tidak ada penutupan pintu perlintasan kereta sebesar 131 smp/lajur. Besarnya peningkatan antrian karena adanya penutupan pintu perlintasan kereta api pada jam sibuk pagi sebesar 136 %.Besarnya rata-rata tundaan selama 2 jam sibuk pagi jika terjadi penutupan sebesar 39,98 menit/smp. Rata-rata tundaan jika tidak ada penutupan pintu 14,22 menit/smp.Besarnya rata-rata antrian selama 2 jam sibuk sore jika terjadi penutupan pintu perlintasan sebesar 238 smp/lajur. Besarnya rata-rata antrian jika tidak ada penutupan pintu perlintasan kereta sebesar 136 smp/lajur. Besarnya peningkatan antrian karena adanya penutupan pintu perlintasan kereta api pada jam sibuk sore sebesar 75%. Rata-rata tundaan selama 2 jam sibuk sore, jika terjadi penutupan pintu perlintasan kereta api sebesar 6,69 menit/smp, sedangkan jika tidak ada penutupan pintu perlintasan sebessar 3,82 menit/smp.  Kata kunci: Antrian, Arus Jenuh, Kapasitas, Perlintasan Kereta Api, Tundaan.
MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA INFRASTRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT Yuliani, Uppit
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kecelakaan kerja di Indonesia masih tergolong tinggi. Data mengenai kecelakaan kerja di Indonesia  masih terbatas. Pada  penelitian  ini  akan  diteliti mengenai  identifikasi  risiko K3 , penilaian risiko K3 serta bagaimana tindakan pengendalian terhadap risiko K3 pada kegiatan proyek pembangunan infrastruktur gedung. Metode penilaian menggunakan matriks penilaian  risiko yang bersumber dari AS/NZS 4360 : 2004 Risk Management Standard dan AS/NZS 1SO 31000 : 2009. Dari penelitian ini diperoleh risiko tertinggi pada pekerjaan tanah adalah lifting material dengan service crane dengan variabel yaitu pekerja dan fasilitas tertimpa material dengan indeks risiko sebesar 5,88, pada pekerjaan pondasi pemasangan kerangka baja tulangan dengan variabel pekerja jatuh sebesar 5,35, pekerjaan struktur atas yaitu lifitng material dengan tower crane dengan variabel material terjatuh dari ketinggian dan menimpa pekerja sebesar 6,63, pekerjaan atap yaitu pemasangan plafon dengan risiko pekerja terjatuh dari ketinggian sebesar 5,02, pekerjaan dinding dan keramik dengan risiko tersengat listrik sebesar 5,24, pekerjaan plumbing yaitu instalasi plumbing dengan risiko pekerja terjatuh dari ketinggian sebesar 5,27. Kata Kunci: Manajemen Risiko, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), AS/NZS 4360:2004 dan AS/NZS ISO 31000:2009 Risk Management Standart
PEMILIHAN PENANGANAN GANGGUAN OPERASIONAL KRL JABODETABEK MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Lastin, Wike Wedya; Nahdalina, Nahdalina
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem operasi kereta rel listrik sangat rentan dengan gangguan. Sedikit saja gangguan yang terjadi dapat mengakibatkan penundaan, keterlambatan bahkan pembatalan perjalanan kereta api. Diperlukan perekapan penanganan gangguan menurut ahlinya untuk diketahui oleh pengandali perjalanan kereta rel listrik lainnya sehingga mempermudah dalam pengambilan keputusan saat terjadi gangguan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan penanganan gangguan operasional KRL Jabodetabek serta mengetahui keputusan-keputusan yang diambil menurut beberapa pakar. Metode yang digunakan adalah melakukan wawancara kuesioner kepada 5 pakar atau ahli penanganan gangguan pada dinas PT. Kereta Api (Persero) yaitu Senior Menejer KRL Jabodetabek, Senior Menejer operasional PK.OC, Kepala Pusat Pengendalian Operasional Kereta Api (Pusdal Opka) Daop 1 Jakarta, Menejer Operasional PT. Kereta Api (Persero), Pelaksana PK.OC, selanjutnya dari pendapat ke 5 ahli dilakukan analisis dengan mengggunakan Analitical Hierarchy Process (AHP).  Kata Kunci :Gangguan, operasional, kereta rel listrik, Analitical Hierarchy Process (AHP). 
EFEKTIFITAS DRAINASE RAMAH LINGKUNGAN DALAM MEREDUKSI GENANGAN PADA KAWASAN PERUMAHAN (CIAMPEA KABUPATEN BOGOR) Sutomo, Edy
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini dampak dari perubahan Iklim akibat dari pemanasan global (global warming)  membutuhkan suatu sistem drainase yang dapat menjawab tantangan tersebut salah satu caranya adalah dengan menggunakan drainase yang ramah lingkungan (environment friendly). Adapun tujuan daripada sistem drainase  agar tidak terjadi banjir di suatu kawasan, air harus secepatnya dibuang,hal ini harus segera ditinggalkan karena air juga merupakan sumber kehidupan. Bertolak dari hal tesebut, maka konsep dasar pengembangan sistem drainase yang berkelanjutan adalah meningkatkan daya guna air dan mempertahankan ketinggian permukaan air tanah, yang sangat bermanfaat bagi kehidupan dan penghidupan masyarakat kabupaten Bogor dan sekitarnya. Dengan berpegang pada prinsip bahwa air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah maka dalam mendirikan bangunan khususnya komplek perumahan harus dibuatkan cara sedemikian rupa agar  air diarahkan ke badan air hingga tidak terjadi genangan  atau terkumpul diluar badan air yang dapat mengakibatkan berbagai dampak kerusakan. Sejalan  dengan pertumbuhan dan perkembangan Kawasan kabupaten Bogor sebagai  kabupaten  penyangga Megapolitan Jakarta dan juga merupakan  kabupaten  lintasan dari jakarta menuju Bandung melewati kawasan Puncak Bogor, pemerintah kabupaten Bogor beserta jajarannya dan masyarakat berusaha untuk membenahi dan membangun secara bertahap serta berkelanjutan prasarana  kabupaten  yang diperlukan terutama drainase  kabupaten  maupun drainase pemukiman perumahan pada umumnya, utamanya kawasan pemukiman yang berada pada hulu. Kata kunci: Drainase, genangan,Perumahan.
ANALISIS STABILITAS LERENG DENGAN METODE KESETIMBANGAN BATAS (LIMIT EQUILIBRIUM) DAN ELEMEN HINGGA (FINITE ELEMENT) Nuryanto, Nuryanto; Wulandari, Sri
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab keruntuhan pada lereng diakibatkan karena beban gempa. Banyak metode penentuan sabilitas lereng dinamik yang selama ini digunakan dalam perencanaan stabilitas lereng, tetapi masing – masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Penelitian ini merupakan analisis stabilitas lereng  secara statik ekuivalen di mana percepatan gempa yang sebenarnya bersifat tidak beraturan di rubah menjadi sebuah gaya horizontal. Kelemahan dari metode ini selain tidak mewakili dari sifat gempa, juga memerlukan faktor reduksi gempa yang sulit ditentukan. Metode yang lebih realistis adalah metode analisis dinamik dengan metode elemen hingga, dimana gaya gempa yang diaplikasikan berupa input motion gempa. Kelebihan dari analisis dinamik dapat menghasilkan angka keamanan minimum selama waktu gempa.Penelitian ini membandingkan analisis statik, statik ekuivalen dan analisis dinamik pada suatu model timbunan dan galian pada kelas tanah keras, tanah sedang, dan tanah lunak sesuai dengan RSNI-3-1726-2010 dengan kedalaman tanah keras 30m dan 100m. Gempa yang diaplikasikan adalah gempa srike-slip, dengan percepatan gempa pada tanah dasar 0,1g-0,4g. Penelitian ini juga menghitung faktor reduksi pada model timbunan dan galian yang dapat digunakan untuk analisis statik ekuivalen sehingga faktor reduksi yang dihasilkan mendekati faktor reduksi dengan cara dinamik.Hasil penelitian berupa faktor keamanan statik dengan berbagai metode analisis, faktor keamanan akibat gempa dengan metode statik ekivalen dan metode dinamik serta nilai faktor reduksi akibat percepatan gempa 0,3g pada kasus timbunan dan galian. Kata kunci: analisis statik, analisis statik ekuivalen, analisis dinamik, faktor keamanan, dan faktor reduksi.
PEMODELAN MANAJEMEN TOWER CRANE JENIS FREE STANDING CRANE TERHADAP KINERJA WAKTU PROYEK Pranata, Andi Asnur
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan semakin ketatnya persaingan antar kontraktor, maka manajemen peralatan khususnya tower crane seharusnya dilaksanakan dengan sebaik mungkin dengan harapan bila pelaksanaannya dilakukan secara efisien dan efektif maka kinerja waktu proyek dapat dikendalikan secara baik. Dari pengamatan beberapa perusahaan kontraktor di Tanggerang, Jakarta, Bogor, dan Depok, perhatian terhadap manajemen tower crane cukup besar akan tetapi tanggung jawab pelaksanaannya terpecah – pecah pada departemen atau divisi yang berbeda – beda, sehingga meskipun dalam pelaksanaan proyek diadakan diskusi – pelaksanaan manajemen tower crane ini menjadi kurang efisien. Usaha untuk mengintegrasikan manajemen tower crane memerlukan suatu penelitiaan yang dapat mecari faktor – faktor manajemen tower crane yang memepengaruhi kinerja waktu proyek. Maka dari itu, tujuan dari penulisan tesis ini adalah mencari faktor – faktor yang paling berpengaruh dalam manajemen tower crane terhadap kinerja waktu pada pelaksanaan proyek konstruksi.Manajemen tower crane yang diamati meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian dari operasi serta pemeliharaan tower crane yang diterapkan pada proyek – proyek gedung tersebut.Proyek yang diteliti/dijadikan sampel adalah proyek – proyek gedung bertingkat yang proses pembangunannya menggunakan tower crane jenis free standing crane. Dari hasil penelitian ini, ditemukan faktor – faktormanajemen tower crane yang perlu dilakukan perhatian khusus yaitu kebebasan ruang sehubungan pelaksanaan ereksi tower crane, ruang bebas penempatan posisi penyiapan material dalam proyek, persentase material yang diangkat dengan tower crane, berat maksimal dari obyek angkat yang paling dilayani tower crane, tingkat kelengkapan prosedur pemeliharaan tower crane, tingkat keteraturan pemeliharaan tower crane saat pelaksanaan proyek, sudut swing tower crane saat proses pengangkatan, jumlah jam kerja per hari untuk pengoperasian tower crane. Dengan memberikan perhatian khusus terhadap faktor – faktor tersebut, maka manajementower crane akan berjalan dengan baik. Kata Kunci : Manajemen Tower Crane, Operasi Tower Crane, Pemeliharaan Tower Crane
PERBANDINGAN METODE PREDIKSI PENYELESAIAN PROYEK EARNED VALUE MANAGEMENT DAN EARNED SCHEDULE Oktavitri, Elsa; Tenriajeng, Andi Tenrisukki
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama dalam sebuah proyek konstruksi yaitu menyelesaikan proyek tepat waktu dengan anggaran yang memenuhi persyaratan mutu dan spesifikasi yang telah ditetapkan. Kunci keberhasilan manajemen proyek adalah pengendalian proyek dalam hal kinerja, kemajuan (progress), dan biaya. Salah satu metode yang mengintegrasikan biaya, waktu, dan kinerja adalah Earned Value Management (EVM). Sebuah kemajuan dalam metode manajemen sehingga muncul pengembangan baru dari EVM yaitu Earned Schedule. Tujuan penelitian yaitu menganalisis perbandingan metode Earned Value Management (EVM) dan Earned Schedule (ES) dalam prediksi durasi penyelesaian proyek dan menganalisis tingkat akurasi prediksi dengan durasi final penyelesaian proyek kedua metode. Proyek yang diteliti yaitu status penyelesaian terlambat (late finish project-Proyek A) dengan durasi rencana 59 minggu, durasi final 61 minggu dan status penyelesaian awal (early finish project-Proyek B) dengan durasi rencana 51 minggu dan durasi final 49 minggu. Proyek diasumsikan antara lain: 1) Kinerja mendatang diharapkan dapat mengikuti jadwal awal (Performance Factor-PF = 1) dan 2) Kinerja mendatang diharapkan dapat mengikuti kinerja waktu saat ini (PF = SPI). Tingkat akurasi dihitung menggunakan pengukuran kesalahan prediksi. Hasil menunjukkan metode Earned Schedule paling akurat dengan kesalahan terkecil yaitu 1) Saat PF = 1 nilai MSE 28,6; MAD 4,8; dan MAPE 8,2% pada Proyek A sedangkan proyek B MSE 23,8; MAD 4,0; MAPE 7,4%. 2) Saat PF = SPI nilai MSE 8.640,0; MAD 32,5; MAPE 22,9% pada Proyek A dan MSE 279,7; MAD 13,0; MAPE 18,7% pada Proyek B. Kata Kunci : Prediksi Penyelesaian Proyek, Earned Value Management, Earned Schedule

Page 1 of 2 | Total Record : 11