cover
Contact Name
Ronasari Mahaji Putri
Contact Email
putrirona@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.jc@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
ISSN : 20894503     EISSN : 25278487     DOI : -
Core Subject : Health,
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan ISSN 2527-8487(online), ISSN 2089-4503(cetak), adalah jurnal peer-review yang menerbitkan artikel tentang praktik, teori, dan penelitian di semua bidang kesehatan dan keperawatan.Scope jurnal terdiri dari keperawatan,kesehatan,kesehatan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 483 Documents
Studi Fenomenologi:Peran perawat Dalam Penetapan Level Triase Astuti, Zulmah; Nurjannah, Misbah; Widyastuti, Dwi
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): EDITION JULY 2018
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.677 KB) | DOI: 10.33366/jc.v6i2.887

Abstract

Triase adalah proses pengumpulan informasi dari pasien, mengkategorikan dan memprioritaskan kondisi pasien dan merupakan bagian dari upaya manajemen patient safety di rumah sakit khususnya di Instalasi gawat darurat. Model triase yang banyak di gunakan di Dunia termasuk di Indonesia adalah triase lima level yang menempatkan pasien pada lima prioritas yaitu Resucitation, Emergent, Urgent, Nonurgent, Referred. Triase secara otonomi dilakukan oleh perawat yang teregistrasi dan telah mengikuti pelatihan khusus triase. di Indonesia, triase lima level telah digunakan di Rumah sakit umum dan evaluasi terkait pelaksanaannya masih belum banyak terpublikasi. Peran perawat dalam proses triase termasuk hal yang baru dan memerlukan pegkajian lebih mendalam terkait pengalaman perawat terhadap penetapan level triase. Penelitian kuaitatif fenomenologi desktriptif dilakukan pada enam partisipan yang merupakan perawat instalasi gawat darurat yang bekerja di ruang Triase, wawancara mendalam dilakukan dan hasil wawancara di transkrip dan dinalisis menggunakan metode Miles and Huberman (1994). Hasil penelitian didapatkan tiga tema besar yaitu level triase berdasarkan pengkajian primer, perawat belum mandiri, kolaborasi dokter dan perawat. Pelaksanaan triase belum menjadi tindakan mandiri perawat dan merupakan bagian dari tim triase dimana keputusan triase masih bergantung pada dokter. Diperlukan penelitian lebih lanjut terkait efisiensi dan efektifitas pelaksanaan triase oleh perawat di intalasi gawat darurat Abstract Triage is the process of collecting information from patients, categorizing and prioritizing the patient's condition and is part of patient safety management efforts in hospitals, especially in emergency departments. The triage model widely used in the World including Indonesia is a five-level triage that places patients on five priorities: Resucitation, Emergent, Urgent, Nonurgent, Referred. Triage is autonomously performed by registered nurses and has attended special triage training. In Indonesia, a triage of five levels has been used in public hospitals and evaluations related to their implementation have not been widely publicized. The role of nurses in the triage process is novel and requires a more in-depth review of nurses' experience of establishing triage levels. A qualitative study of descriptive phenomenology was performed on six participants who were nurses who worked in the Triage room. Research was conducted by conducting in-depth interviews and the results were analyzed using Miles and hubermen (1997). The research results obtained three major themes namely the level of triage based on the primary assessment, nurses have not been independent, collaboration of doctors and nurses. Implementation of triage has not been a self-sustaining act of nurses and is part of the triage team where triage decisions are still dependent on physicians. Further research is needed regarding the efficiency and effectiveness of triage implementation by nurses in emergency department
PEMBERIAN PEPTIDA POLISAKARIDA (PSP) SUATU SENYAWA AKTIF DARI GANODERMA LUCIDUM (Β-D-GLUCAN) BERPENGARUH TERHADAP DISLIPIDEMIA DAN INFLAMASI PADA PASIEN RESIKO TINGGI PENYAKIT JANTUNG KORONER Ahmad Farikh
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.524 KB) | DOI: 10.33366/cr.v5i1.395

Abstract

Penyakit Jantung Koroner atau Cardiovascular Disease (CVD) mempunyai angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi dan penyebabnya adalah aterosklerosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian peptida polisakarida (PSP) suatu senyawa aktif dari Ganoderma Lucidum (β-D-Glucan) terhadap dislipidemia dan inflamasi pada pasien resiko tinggi penyakit jantung koroner. Penelitian ini merupakan penelitian experiment pada manusia sebanyak 60 orang, terdiri dari 6 kelompok yang masing-masing berjumlah 10 orang yang diberikan terapi herbal (PSP) selama 3 bulan (90 hari) dan diambil sampel darah sebelum dan sesudah minum obat. Kemudian dibandingkan hasil laboratorium Lipid Profile (HDL, LDL, TG) dan Marker Inflamasi (IL-6 dan TNF-α) untuk membuktikan kadar HDL, LDL, TG menjadi Normal,dan IL6, dan TNF-α menjadi normal sehingga pasien dengan APS dan HR tidak terjadi serangan jantung.Analisis dengan menggunakan data selisih perubahan saat sebelum terapi dan sesudah terapi menggunakan ANOVA faktorial, uji beda nyata jujur dari Tukey. Hasil penelitian menunjukkan adanya selisih dengan nilai rata-rata negatif menunjukan perubahan pada variabel HDL dengan hasil yang tidak signifikan ; tidak ada perbedaan pada marker inflamasi TNF-α kelompok APS p Value 0,358 dan RT p Value 0,667 dan IL-6 kelompok APS dan RT menunjukkan perubahan negative. Perlakuan yang telah dilakukan menunjukkan dan membuktikan pada kelompok APS dan RT secara keseluruhan tidak berpengaruh signifikan (p>0,05) karena pertimbangan faktor utama kondisi yang tidak sama dan obat serta interaksi kedua faktor dan dengan tambahan obat cholesterol tidak memberikan dampak signifikan Sehingga pemberian PSP bisa di gunakan sebagai obat alternative dan memberikan kesempatan untuk penelitan selanjutnya untuk melanjutkan penelitian ini.
DOSIS KONSENTRASI TAWAS (Al2(SO4)3) TERHADAP KEMATIAN LARVA AEDES AEGYPTI Sulastri Sulastri; Widya Hary Cahyati
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.57 KB) | DOI: 10.33366/cr.v4i2.450

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit akut yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia karena berpotensi menimbulkan KLB.Pencegahan yang disarankan kepada masyarakat adalah program pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara fisik, kimia, maupun biologi.Pengendalian secara kimia merupakan pengendalian yang masih populer di masyarakat. Tawas (Al2(SO4)3) dapat digunakan sebagai larvasida kimia, karena dapat berfungsi sebagai racun kontak, racun perut, menghambat produksi energi, dan mengakibatkan perubahan biokimia dalam tubuh larva. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh larvasida tawas terhadap larva nyamuk Aedes aegypti.Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni dengan rancangan penelitian post test only control group design. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal wallis dan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pemberian tawas terhadap jumlah kematian larva (p=0,001). Nilai LC50 konsentrasi tawas adalah 8,068 mg, sedangkan nilai LC90 adalah 12,086 mg. Berdasarkan toksisitas akut menunjukkan bahwa larutan tawas memiliki efek larvasida terhadap larva nyamuk Aedes aegypti.
DUKUNGAN KELUARGA BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN INTERAKSI SOSIAL PADA LANSIA Sisilia Ndore; Sulasmini Sulasmini; Tanto Hariyanto
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.039 KB) | DOI: 10.33366/cr.v5i2.554

Abstract

Lansia telah mengalami penurunan kemampuan tubuh dan panca indera, berpengaruh pada aktivitas dan gerak dalam kehidupannya. Penurunan derajat kesehatan dan kesempatan fisik tersebut menyebabkan terjadinya penurunan interaksi sosial pada lansia. Adanya dukungan keluarga sangat dibutuhkan oleh lansia. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepuasan interaksi sosial pada lansia di Posyandu Lansia Permadi Kecamatan Lowokwaru Malang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 211 orang dengan sampel 33 orang yang diambil dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dengan analisa data spearman rank. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar dukungan keluarga dengan kategori baik sebanyak 25 orang ( 78,5%) ; dan sebagian besar kepuasan interaksi sosial dengan kategori tinggi yakni sebanyak 19 orang (57,5%). Hasil analisa data didapatkan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepuasan interaksi sosial pada Lansia di Posyandu Lansia Permadi Kecamatan Lowokwaru Malang.
Pengaruh Range Of Motion Untuk Menurunkan Nyeri Sendi Pada lansia Dengan Osteoartritis di Wilayah Puskesmas Godean I Sleman Yogyakarta Taufandas, Maruli; Rosa, Elsye Maria; Afandi, Moh
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1 (2018): EDITION MARCH 2018
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.193 KB) | DOI: 10.33366/jc.v6i1.785

Abstract

Salah satu penyakit degeneratif pada lansia yang sering dialami yaitu osteoartritis, yang ditandai dengan adanya nyeri pada ekstremitas bawah dan prevalensinya semakin meningkat dengan bertambahnya usia. Penatalaksanaan non farmakologi merupakan komponen yang sangat penting dalam mengatasi nyeri, salah satu bentuknya adalah latihan Range of Motion. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Range of Motion untuk menurunkan nyeri sendi pada lansia dengan osteoartritis di wilayah kerja Puskesmas Godean I Sleman Yogyakarta. Metode :Penelitian ini adalah study intervensi berupa penelitian kuantitatifdengan rancangan Quasi Eksperiment Design: Pretest-Posttest Control Group Design. Penelitian dilakukan di dua dusun di Kabupaten Sleman yaitu di dusun Mertosutan dan dusun Ngabangan.Sampel pada penelitian ini sebanyak 36 orang lansia dengan masing-masing 18 lansia sebagai kelompok intervensi dan 18 lansia sebagai kelompok kontrol.Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling.Analisis data yang digunakan adalah Wilcoxon Test dan Mann Whitney Test. Hasil : Setelah melakukan latihan Range of Motionselama 4 minggu, didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh Range of Motion terhadap skala nyeri sendi pada lansia dengan osteoartritis dengan p value 0,000 (α < 0,05). Kesimpulan :Range of Motion berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan tingkat skala nyeri sendi pada lansia dengan osteoartritis
NALISIS PERAN PERAWAT TRIAGE TERHADAP WAITING TIME DAN LENGTH OF STAY PADA RUANG TRIAGE DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT dr SAIFUL ANWAR MALANG Vita Maryah Ardiyani; M. Titin Andri W; Rinik Eko K
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.588 KB) | DOI: 10.33366/cr.v3i1.302

Abstract

Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan unit krusial yang berfungsi sebagai pintu utama dalam penanganan kasus kegawatdaruratan. Pada Istalasi gawat darura total Lengh Of Stay (LOS) dan Waiting time digunakan untuk melihat tingkat kepadatan dan kinerja klinis. Pada kegiatan triage perawat bertanggung jawab untuk dapat mengambil keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan peran perawat triage dengan waiting time dan length of stay pada ruang triage di instalasi gawat darurat rumah sakit dr Saiful Anwar Malang dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Subyek dalam penelitian ini adalah pasien pada ruang triage dengan teknik quota sampling sebanyak 200 pasien dan perawatan ruang triage yang menangani 200 pasien tersebut. Data dikumpulkan melalui lembar observasi yang telah di validasi dengan uji kappa. Hasil penelitian menunjukkan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 0,05 didapatkan terdapat hubungan antara peran perawat dengan waiting time ( p =0.000.), tidak terdapat hubungan antara peran perawat dengan length of stay (p = 0.263). Analisis multivariat menggunkan regresi logistik didapatkan kontribusi peran perawat sebesar 10% pada waiting time dan 0.9 % pada length of stay. Bagi perawat diharapakan meningkatkan skill terkait penanganan pasien triage, pemahaman kasus, penetapan kriteria kegawatadaruratan secara tepat dan peran koloborasi dapat menjadi fokus dalam penangan pasien pada ruang triage. Penelitian selanjutnya diharapkan mengkaji secara detail faktor-faktor lain yang mengpengaruhi kinerja perawat dan penangan pasien pada ruang triage
Oxygen Saturation Sebagai Prediktor Mortality Klien Cedera Kepala Yang Lebih Baik Dari Respiratory Rate Ristanto, Riki; Zakaria, Amin
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2019): EDITION MARCH 2019
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.867 KB) | DOI: 10.33366/jc.v7i1.1086

Abstract

The Revised Trauma Score (RTS) is a predictor of moderate mortality in head injury clients. To increase it by changing the respiratory rate (RR) component in RTS with other respiration components that have the potential to have a higher correlation to the mortality of head injury clients. The aim of this study was to analyze differences in RR accuracy and oxygen saturation (SpO2) as predictors of mortality in head injury clients. This study is an observational analytic study with a cohort retrospective study approach, conducted at the hospital. Dr. Iskak Tulungagung. The population is a head injury client medical record for the period January to December 2017, with a purposive sampling technique which obtained a sample of 150 respondents. Data analysis using the Mann-Whitney test, logistic regression, and ROC Curve comparison. The results, the variables RR and SpO2 have a significant relationship with the mortality of head injury clients(p value = 0.000). Logistic regression test results, RR equation has sensitivity = 0.792 (79.2%), specificity= 0.7333 (73.33%), Positive Predictive Value (PPV) = 0.922 (92.2%), and Negative Predictive Value (NPV) = 0.468 (46.8 %). The SpO2 equation has sensitivity = 0.907 (90.7%), specificity = 0.881 (88.1%), PPV= 0.951 (95.1%), and NPV = 0.787 (78.7%). The results of a comparison analysis of the ROC curve, concluded that ROC SpO2 (AUC = 0.930) was better than ROC RR (AUC = 0.729). Oxygen saturation is a better predictor of mortality of head injury clients than RR.
KUALITAS HIDUP PASIEN UROLITHIASIS PADA KOMPONEN FISIK DAN KOMPONEN MENTAL DENGAN INSTRUMEN SHORT FORM-36 (SF-36) Windy Astuti Cahya Ningrum; Titiek Hidayati; Rahmah Rahmah
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.73 KB) | DOI: 10.33366/cr.v4i3.436

Abstract

Kualitas hidup berhubungan dengan kesehatan yang sangat multidimensi termasuk psikologis, fisik, emosional status, dan otonomi pasien serta perasaan seseorang untuk sejahtera, mampu megambil peran dan mampu berpartisipasi dengan sosial. Penilaian kualitas hidup pada pasien urolithiasis bertujuan untuk meningkatkan gaya hidup sehat pasien dalam mencegah terjadinya urolithiasis berulang. Kemungkinan terjadinya urolithiasis berulang dan terjadinya komplikasi seperti gagal ginjal, hidronefrosis, neoplasma bahkan urosepsis yang berujung pada kematian secara signifikan berdampak pada kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran komponen fisik dan komponen mental kualitas hidup pasien urolithiasis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jumlah responden 24 orang yang diambil secara consecutive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Short Form-36 (SF-36) yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan terdiri dari 36 pertanyaan untuk menggambarkan kualitas hidup pasien urolithiasis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata komponen fisik dan komponen mental kualitas hidup yaitu 25 dan 45 (secara berututan). Disimpulkan bahwa pasien urolithiasis memiliki skor rata-rata komponen fisik dan komponen mental kualitas hidup rendah, terutama pada domain fungsi fisik, peranan fisik, peranan emosi, vitalitas, rasa nyeri dan kesehatan umum.Direkomendasikan perlunya pendidikan kesehatan kepada pasien dan keluarga yang mencakup komponen fisik dan komponen mental.
HUBUNGAN KONSUMSI KALSIUM DAN ORAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN GINGIVITIS PADA IBU HAMIL DI DESA CURUNGREJO KECAMATAN KEPANJEN Titin Sutriyani
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.369 KB) | DOI: 10.33366/cr.v5i2.537

Abstract

Gingivitis merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut dengan ciri terjadinya peradangan gingiva, menyerang pada sebagian besar ibu hamil. Konsumsi kalsium dan menjaga kebersihan gigi sebelum dan selama hamil menjadi salah satu tindakan pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari gingivitis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat konsumsi kalsium dan oral hygiene terhadap kejadian gingivitis pada ibu hamil. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu hamil yang ada di Desa Curungrejo Kecamatan kepanjen Kabupaten Malang yang berjumlah 32 orang.Dengan teknik menggunakan sampling total sampling, didapatkan sampel sejumlah 32 orang. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, penyebaran kuesioner dan dengan dokumentasi. Analisa data dengan menggunakan regresi linier berganda. Berdasarkan uji statistik diketahui bahwa tingkat konsumsi kalsium berhubungan secara signifikan terhadap kejadian gingivitis pada ibu hamil (thitung > nilai ttabel = 2.048); oral hygine berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian gingivitis pada ibu hamil
KETERKAITAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DENGAN PERILAKU SEKS PRA NIKAH PADA SISWA-SISWI KELAS XI DI SMA PGRI 1 KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2017 Virgianti Nuraldila; Diyah Sri Yuhandini
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.353 KB) | DOI: 10.33366/cr.v5i3.710

Abstract

Masa remaja di awali terjadinya perubahan-perubahan fisik dan perubahan fisiologis. Perubahan ini menyebabkan daya tarik terhadap lawan jenis yang merupakan akibat timbulnya dorongan-dorongan seksual. Pengetahuan yang rendah dapat mempengaruhi sikap remaja dalam bersikap mengenai seks pra nikah. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja dengan perilaku seks pra nikah pada Siswa-Siwi Kelas XI di SMA PGRI 1 Kabupaten Majalengka. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah siswa-siswi kelas XI SMA PGRI 1 Kabupaten Majalengka dengan jumlah sampel 139 siswa-siswi, diperoleh dengan cara total sampling. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan chi-square.Hasil diketahui bahwa pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja sebagian besar dalam kategori baik dan perilaku seks pra nikah sebagian besar dalam kategori ringan. Hasil analisis chi-square menunjukkan hubungan yang bermakna (ρ value = 0,001) yakni adanya hubungan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja dengan perilaku seks pra nikah pada Siswa-Siswi Kelas XI di SMA PGRI 1 Kabupaten Majalengka. Diharapkan pihak sekolah dapat berkoordinasi dengan Puskesmas sehingga pendidikan kesehatan khusus dalam kesehatan reproduksi remaja dapat dilaksanakan secara rutin dan terprogram.

Page 10 of 49 | Total Record : 483