Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan ISSN 2527-8487(online), ISSN 2089-4503(cetak), adalah jurnal peer-review yang menerbitkan artikel tentang praktik, teori, dan penelitian di semua bidang kesehatan dan keperawatan.Scope jurnal terdiri dari keperawatan,kesehatan,kesehatan masyarakat.
Articles
483 Documents
Ekstrak Jahe (Zingiber Officinale Roscoe) Berpengaruh Terhadap Kepadatan Serabut Kolagen Luka Insisi
Suharto, Idola Perdana Sulistyoning;
Etika, Arif Nurma
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2019): EDITION MARCH 2019
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (358.852 KB)
|
DOI: 10.33366/jc.v7i1.1106
Wound is a condition of damage to the anatomical structure of the skin causing skin disorders (Moenadjat, 2003). There are three phases in the wound healing process. These phases are the inflammatory, proliferative and maturation phases. Ginger has several active substances. The several active substances contained in ginger, namely triterpenoids, flavonoids and saponins. Flavonoid compounds has a role in activating macrophages. Saponins are able to activate TGF-β signals. The aim of this research was to analyze the effect of ginger extract to the density of collagen fibers in rats (Rattus norvegicus) with incision wounds. This study was an experimental research laboratory, with a post-test only control group design. Rats were divided into two major groups: control group (KK) who were given only the solvent CMC 1% and the treatment group (KP) were given orally at a dose of ginger extract 1 g / kg. Rat tissue will be observed on days 1, 5 and 10. Data were analyzed by one-way ANOVA test with p value 0.125. The conclusion of this study is there was no significant difference in collagen density between the control and treatment groups. Based on the results of this study it can be concluded that the giving of ginger (Zingiber officinale roscoe) can increase the density of incisional collagen even though it has insignificant differences
PERSEPSI PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI DESA SAWAH KUWUNG KARANG ANYAR
Endah Sri Wahyuni;
Hermawati Hermawati
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (322.934 KB)
|
DOI: 10.33366/cr.v5i2.571
Diabetes Mellitus (DM) merupakan kejadian dengan jumlah penderita semakin meningkat tiap tahunnya. Salah satu faktor pendukung yang dapat menstabilkan gula darah adalah penatalaksanaan DM yang dikenal dengan empat pilar utama meliputi edukasi, diet, latihan jasmani dan pengelolaan farmakologis. Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi pemenuhan kebutuhan nutrisi pada penderita Diabetes Mellitus. Metode Penelitian; metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita Diabetes Mellitus di wilayah Suruh Tani. Sampel pada penelitian kualitatif disebut juga partisipan. Penelitian ini menggunakan 8 partisipan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan diet nutrisi pada pasien DM tersebut akan berhasil apabila penderita memiliki kepatuhan yang baik dalam menjalankan diet, untuk itu penderita DM membutuhkan motivasi yang baik. Motivasi akan berkembang dengan baik apabila seorang penderita DM mendapatkan dukungan keluarga dan akses pelayanan kesehatan yang baik. Responden yang memiliki dukungan keluarga yang baik maka memiliki kepatuhan yang baik sedangkan responden yang mendapat dukungan keluarga yang kurang baik maka tidak memiliki kepatuhan.
PERBEDAAN METODE DEEP BACK MASSAGE DAN METODE ENDORPHIN MASSAGE TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI PUSKESMAS PONED PLERED KABUPATEN CIREBON TAHUN 2017
Yeni Fitrianingsih;
Vita Ardiana Prianti
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (328.859 KB)
|
DOI: 10.33366/cr.v5i3.706
Nyeri paling dominan dirasakan pada saat persalinan terutama selama kala I fase aktif. Nyeri persalinan dapat menimbulkan stres yang menyebabkan pelepasan hormon yang berlebihan seperti katekolamin dan steroid. Sekresi hormon tersebut yang berlebihan akan menimbulkan gangguan sirkulasi uteroplasenta sehingga terjadi hipoksia janin. Salah satu untuk mengendalikan nyeri persalinan dengan metode non-farmakologi yaitu dengan metode deep back massage dan metode endorphine massage.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif sebelum dan setelah diberikan metode deep back massage dan endorphine massage di Puskesmas PONED Plered Kabupaten Cirebon. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasy eksperiment dengan desain pretest-posttest group design. Sampel penelitian adalah ibu bersalin kala I fase aktif di Puskesmas PONED Plered Kabupaten Cirebon sebanyak 30 responden diberikan metode deep back massage dan 30 responden diberikan metode endorphine massage. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan menggunakan kuesioner yang diberikan langsung kepada responden. Tahapan analisis data yang digunakan adalah univariat (mean, SD dan distribusi frekuensi), bivariat (Shapiro wilk dan Wilcoxon).Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien Z sebesar 4.738 dan Asym.Sig (nilai p) sebesar 0,000 untuk metode deep back massage dan metode endorphine massage nilai koefisien Z sebesar 4.735 dan Asym.Sig (nilai p) sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa nilai Asym.Sig (nilai p) < 0,05. Disimpulkan ada penurunan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif setelah diberikan metode deep back massage dibandingkan dengan setelah diberikan metode endorphine massage.
Bermain Terapeutik Puzzle Mempengaruhi Tingkat Kecemasan Pada Anak Usia Prasekolah (3-6 Tahun) Sebelum Pemberian Obat Intravena (Bolus)
Manalu, Lisbet Octovia;
Somantri, Budi;
Barokah, Riski Renaldi
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3 (2018): EDITION NOVEMBER 2018
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (191.041 KB)
Bermain adalah aktivitas yang menyenangkan bagi anak. Bermain bagi anak dapat menghilangkan stress dan cemas, bahkan bermain dapat dipakai terapi dan sebagai pengalihan dari rasa kecemasan saat dilakukan tindakan invasif seperti pemberian injeksi obat melalui IV (bolus). Permainan puzzle dapat digunakan sebagai media untuk terapi bermain pada anak. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh bermain terapeutik puzzle terhadap tingkat kecemasan anak usia prasekolah (3-6 tahun) sebelum pemberian obat intravena (bolus). Penelitian menggunakan desain eksperimen semu (Quasy experimental) pre-post test without control. Populasi pada penelitian ini berjumlah 148 anak usia prasekolah (3-6 tahun) dengan jumlah sampel 35 orang diambil dengan purposive sampling. Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah Lembar Observasi Skala Kecemasan (CFS)Chidren’s Fear Scale. Uji statistik yang digunakan adalah Wilcoxon. Terdapat perbedaan mean scores sebelum dan sesudah diberikan bermain terapeutik puzzle dengan nilai p 0,001. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat dijadikan sebagai dasar untuk melakukan bermain terapeutik pada anak prasekolah dalam pemberian prosedur invasif obat IV (bolus) karena dapat menurunkan kecemasan anak prasekolah. Rumah Sakit Rajawali khususnya ruangan anak secara berkesinambungan memberikan metode bermain yang konsisten pada anak usia prasekolah saat anak dirawat di rumah sakit karena dapat dijadikan sebagai strategi utama untuk meminimalkan stresor dan tahap penyembuhan anak
KETERKAITAN KEKURANGAN ENERGI PROTEIN (KEP) DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA USIA (1-5 TAHUN)
Nurwijayanti Nurwijayanti
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (243.132 KB)
|
DOI: 10.33366/cr.v4i3.432
Malnutrisi dan infeksi saling berinteraksi (timbal balik). Malnutrisi menyebabkan rentannya penderita terhadap infeksi seperti Infeksi Saluran Nafas dan ISPA akan memperburuk keadaan malnutrisi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Kurang Energi Protein (KEP) dengan kejadian ISPA pada balita usia 1-5 tahun di Puskesmas Blabak Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri.Desain penelitian ini menggunakan analitik dengan pendekatan cross sectional dengan metode sampling accidental sampling. Sampel diambil sebanyak 33 balita KEP pada balita usia 1-5 tahun Puskesmas Blabak kecamatan Kandat Kabupaten Kediri. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah Chi-Square. Hasil penelitian diketahui sebanyak 19 balita (81%) balita menderita KEP sedang ; sebanyak 20% balita KEP mengalami ISPA ; serta balita yang KEP sedang menyebabkan terjadinya ISPA sebesar 76%.Hasil uji statistik disimpulkan ada hubungan antara KEP dengan kejadian ISPA pada balita usia 1-5 tahun. Direkomendasikan para ibu lebih memperhatikan pertumbuhan anaknya dengan cara memberikan asupan nutrisi yang adekuat sehingga balita tidak rentan terhadap penyakit infeksi.
PENGARUH PEMBERIAN AIR BELUNTAS TERHADAP KADAR ASAM URAT PADA WANITA MENOPAUSE
Listika Mei Lina Sari;
Agus Setiawan
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (238.549 KB)
|
DOI: 10.33366/cr.v4i1.471
Wanita menopause mengalami penurunan hormon estrogen dan fungsi organ salah satunya ginjal. Ginjal tidak mampu mengeluarkan asam urat dengan baik sehingga terjadi pengendapan asam urat secara menerus didalam tubuh. Kadar asam urat yang tinggi perlu dilakukan pengobatan salah satunya pengobatan non farmakologi dengan menggunakan air beluntas. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian air beluntas terhadap kadar asam urat pada wanita menopause. Rancangan penelitian adalah Quasi eksperiment dengan menggunakan jenis penelitian kuntitatif, populasi yang diteliti semua wanita menopause yang memiliki kadar asam urat > 6,0 mg/dl dan tidak mengonsumsi obat asam urat, besar sampel dalam penelitian sebanyak 32 orang dengan menggunakan rumus Federer. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dengan uji T-test 2 sampel bebas. Hasil analisis uji T-tes menunjukan p value < 0,05 artinya H1 diterima sehingga ada pengaruh pemberian air beluntas terhadap kadar asam urat pada wanita menopause di Kelurahan Kampungdalem Kecamatan Kediri Kota Kediri. Pemberian air beluntas dapat menurunkan kadar asam urat sehingga disarankan bagi responden dapat menggunakan air beluntas dalam mengatasi keluhan asam urat
HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN DENGAN KEJADIAN ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI PADA LANSIA
Endang Mei Yunalia
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (175.177 KB)
|
DOI: 10.33366/cr.v3i3.611
Isolasi sosial: menarik diri adalah suatu pengalaman menyendiri dari seseorang dan perasaan segan terhadap orang lain. Salah satu penyebab menarik diri adalah faktor kepribadian. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara tipe kepribadian dengan kejadian isolasi sosial: menarik diri pada lansia. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Tekhnik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 48 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tipe kepribadian ekstrovert tidak mengalami kejadian isolasi sosial: menarik diri (84,4%). Berdasarkan uji korelasi Chi – Square diperoleh nilai sig (2 – tailed) sebesar 0,000 sehinggan H0 ditolak dan H1 diterima berarti ada hubungan antara tipe kepribadian dengan kejadian isolasi sosial: menarik pada lansia. Berdasarkan hasil penilitian tersebut diharapkan bagi unit pelaksana teknis panti sosial lanjut usia dan juga keluarga dapat melakukan antisipasi agar kejadian isolasi sosial: menarik diri pada lansia ini tidak terjadi, misalkan dengan melibatkan lansia pada berbagai terapi kelompok.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Video Dan Metode Demonstrasi Terhadap Pengetahuan SADARI
Aeni, Nurul;
Yuhandini, Diyah Sri
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 6, No 2 (2018): EDITION JULY 2018
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (341.726 KB)
|
DOI: 10.33366/jc.v6i2.929
Kanker payudara adalah kanker terbanyak kedua di dunia merupakan kanker yang sering terjadi pada perempuan. Kanker payudara dapat di deteksi lebih dini dengan cara pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) untuk mengetahui stadium awal, sehingga pengobatan dini akan memperpanjang harapan hidup penderita kanker payudara. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan video dan demonstrasi terhadap peningkatan pengetahuan dalam pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Desain penelitian quasi experiment dengan rancangan penelitian pre-post control design. Populasi adalah seluruh siswi kelas XI SMA Negeri 1 Sumber Kabupaten Cirebon yang hadir dan bersedia menjadi responden, siswi yang sudah rutin melakukan SADARI sejumlah 200 orang, dengan sampel 30 orang melalui purposive sampling.Instrumen menggunakan kuesioner pengetahuan tentang SADARI yang di modifikasi oleh Pratama Ayunda yang telah dilakukan uji validitas dan reabilitas Chronbach Alpha (0,979) serta video sebagai instrument intervensi , dan instrument Phantom payudara dengan menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk kelompok control.Analisa data menggunakan Paired T Test. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan remaja sebelum diberikan intervensi dan setelah diberikan intervensi berupa video dan demonstrasi pengetahuan remaja mengalami peningkatan menjadi lebih baik, terdapat pengaruh peningkatan pengetahuan dengan menggunakan media video dan metode demonstrasi sebelum dan sesudah intervensi, dan tidak terdapat perbedaan yang bermakna kenaikan rata-rata pada kelompok video dan demonstrasi.Direkomendasikan bagi peneliti selanjutnya agar memodifikasi demontrasi agar tidak membosankan, menambah jumlah responden dan variabel penelitian.
KONTRIBUSI OLAHRAGA TERHADAP INTENSITAS NYERI SENDI PADA LANSIA DI POSYANDU PERMADI KECAMATAN LOWOKWARU KABUPATEN MALANG
Swaidatul Masluhiya AF;
Elita Mega Selvia Wijaya
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (422.142 KB)
|
DOI: 10.33366/cr.v5i1.396
Nyeri sendi adalah suatu akibat yang diberikan tubuh karena pengapuran atau akibat penyakit lain. Pada umumnya nyeri sendi dialami oleh seorang lansia. Intensitas nyeri sendi adalah tingkat keparahan nyeri pada sendi yang dirasakan oleh setiap individu. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh fakta bahwa kegiatan olahraga mempengaruhi intensitas nyeri pada Lansia di Posyandu Permadi Kecamatan Lowokwaru Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survey. Populasinya yaitu seluruh lansia yang berusia 60 tahun ke atas yang mengunjungi Posyandu Lansia Permadi RT 02 Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru Malang, berjumlah 165 lansia. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 33 lansia. Kegiatan olahraga yang dilakukan lansia seperti senam lansia, lari pagi dan aktivitas ringan seperti mencuci piring serta memasak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan wawancara. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Mann Whitney dengan tingkat signifikan ≤ 0,05. Responden yang tidak pernah olahraga mengakibatkan intensitas nyeri sendi berada pada kategori sedang yaitu sebanyak 14 responden (43%), sebanyak 6 responden (18%) jarang melakukan olahraga dengan intensitas nyeri sendi berada pada kategori sedang, dan sebanyak 2 responden (6,1%) sering olahraga dengan intensitas nyeri sendi pada kategori ringan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa olahraga memiliki kontribusi terhadap intensitas nyeri sendi pada lansia. Lansia yang melakukan olahraga teratur bermanfaat memperbaiki kondisi kekuatan dan kelenturan sendi serta memperkecil resiko terjadinya kerusakan sendi akibat radang sendi.
PEMBERIAN LABU SIAM BERIMPLIKASI TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH IBU HAMIL PREEKLAMPSI
Indah Jayani
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (241.206 KB)
|
DOI: 10.33366/cr.v4i2.452
Hipertensi merupakan salah satu masalah yang seringkali muncul selama kehamilan dan dapat menimbulkan komplikasi pada 2-3 % kehamilan. Data bulan Juni 2015 dari 324 ibu hamil terdapat kasus hipertensi sebanyak 28 (8,64%) ibu hamil. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pemberian labu siam terhadap perubahan tekanan darah pada ibu hamil preeklampsi Jenis penelitian adalah pre eksperimental dengan pendekatan One Group Pre Test Post Test Desain. Populasi adalah semua ibu hamil preeklampsi yang berada di wilayah kerja Puskesmas Wonorejo Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri sebanyak 23 responden, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 15 responden. Pengumpulan data dengan lembar observasi. Analisa data dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan tekanan darah ibu hamil preeklampsi sebelum diberi labu siam 60% preeklampsi berat dan sesudah diberi labu siam 53,3% normal. Hasil uji statistik didapatkan ada pengaruh pengaruh pemberian labu siam terhadap perubahan tekanan darah pada ibu hamil preeklampsi. Diharapkan bagi petugas kesehatan agar lebih ditingkatkan lagi dalam pemberian penyuluhan khususnya pada ibu hamil tentang manfaat jus labu siam sebagai salah satu buah yang dapat digunakan untuk mengontrol tekanan darah