cover
Contact Name
SRI OETAMI MADYOWATI
Contact Email
oetamimadyowati@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
oetamimadyowati@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Techno-Fish
ISSN : 25811592     EISSN : 25811665     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal yang menyajikan artikel ilmiah yang berkenaan dengan aspek perikanan, mencakup biologi, fisiologi, ekologi, limnologi, oceanografi serta terapannya dalam bidang akuakultur, penangkapan, pengololahan hasil, pengelolaan pesisir, konservasi, agribisnis dan penyuluhan.
Arjuna Subject : -
Articles 120 Documents
Perilaku Nelayan Rawai di Desa Kahyapu Sebagai Tolak Ukur Tingkat Keramahan Lingkungan Dalam Pengelolaan Perikanan Tangkap Yang Bertanggungjawab Wulandari, Ully; Simbolon, Domu; Wahju, Ronny Irawan
Techno-Fish Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.v2i1.705

Abstract

Penelitian terhadap Perilaku Nelayan Rawai sebagai Tolak Ukur Tingkat Keramahan Lingkungan dalam Pengelolaan Perikanan Tangkap yang Bertanggungjawab dilakukan di Desa Kahyapu, Pulau Enggano. Analisis yang digunakan adalah analisis terhadap empat aspek perilaku dan kebiasaan nelayan rawai di Desa Kahyapu saat melakukan operasi penangkapan ikan di Perairan Pulau Enggano. Hasil dari penenitian menunjukkan bahwa keramah-lingkungan nelayan rawai di Desa Kahyapu berdasarkan karakteristik dan komposisi hasil tangkapan didominasi oleh ikan-ikan yang sudah layak tangkap, kerusakan fisik habitat terumbu karang akibat pengoperasian armada dan alat tangkap rawai terjadi sebesar 26%, pencemaran lingkungan oleh nelayan dalam operasi penangkapan ikan dilakukan sebesar 21%, dan perilaku nelayan dalam memelihara serta melengkapi sarana keselamatan kerja diatas kapal adalah sebesar 69%. Berdasarkan data yang telah dianalisis, hasil penelitian menyimpulkan bahwa perilaku nelayan yang bertanggung jawab adalah mendominasi, yaitu sebesar 73%. 
PENGARUH PERENDAMAN DENGAN DETERJEN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) PADA SISTEM RAKIT APUNG Saparudin, Saparudin -
Techno-Fish Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.v2i1.708

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui laju pertumbuhan rumput laut Kappapicus alvarezii yang direndam dengan deterjen bubuk, deterjen krim, deterjen batangan dan kontrol. Penelitian ini menggunakan rakit apung yaitu terdiri dari 4 petak, masing-masing petak diisi dengan bibit rumput laut K. Alvarezii yang direndam dengan deterjen bubuk, deterjen krim, deterjen batangan dan perlakuan kontrol masing-masing 6 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah kualitas air, pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik (LPS). Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan analisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai hasil parameter kualitas air dapat mendukung pertumbuhan rumput laut K. Alvarezii sedangkan nilai rata-rata pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik tertinggi pada perlakuan perendaman deterjen terdapat pada perlakuan C (deterjen batangan) masing-masing 71,13 g dan 7,34%.
PEMETAAN DISTRIBUSI LUASAN MANGROVE DISISI TENGGARA PULAU ENGGANO MENGGUNAKAN DATA CITRA SATELIT Silitonga, Okawati
Techno-Fish Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.v2i1.710

Abstract

Pulau Enggano memiliki banyak potensi sumberdaya alam yang dapat dikelola, khususnya dalam bidang ekosistem mangrove, salah satu keberadaan vegetasi mangrove di Sisi Tenggara Pulau Enggano. Keberadaan hutan mangrove sangatlah penting, sebagai habitat dari berbagai macam biota, sebagai pelindung dan penahan dari intrusi air laut, sebagai perangkap sedimen, melindungi pantai dari abrasi dan merupakan salah satu penyuplai nutrisi berupa serasah pada ekosistem laut. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan memetakan distribusi luasan vegetasi mangrove dan di Sisi Tenggara Pulau Enggano dari tahun 2009 dan 2016. Distribusi vegetasi mangrove di Sisi Tenggara Pulau Enggano berada di Tanjung Kaana, Tanjung Kanuhojo, Teluk Enggano, Teluk Kiowa, Tanjung Kaohabi, Teluk Labuho dan Tanjung Labuho. Luas hutan mangrove dari tahun 2009-2016 mengalami pertambahan luas sebesar 22,545 Ha dengan luas mangrove pada tahun 2009 sebesar 1147,680 Ha dan tahun 2016 sebesar 1170,225 Ha. Kata Kunci: Mangrove, Penginderaan Jauh, Sisi Tenggara Pulau Enggano.
PEMANFAATAN EKOLOGI DAN EKONOMI DARI PROGRAM REHABILITASI MANGROVE DI KAWASAN PESISIR PANTAI DESA JENU KECAMATAN JENU KABUPATEN TUBAN Suwarsih, Suwarsih
Techno-Fish Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.v2i1.711

Abstract

Abstrak : Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji penyebab kerusakan ekosistem hutan bakau (mangrove), dampak kerusakan ekosistem hutan bakau (mangrove), program rehabilitasi hutan bakau (mangrove), dan kemanfaatan ekonomi dan ekologi yang dirasakan masyarakat pesisir pantai dalam program rehabilitasi hutan bakau (mangrove) di kawasan pesisir pantai Desa Jenu Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif dengan lokasi penelitian yang ditetapkan secara sengaja. Adapun responden penelitian sebanyak 30 orang yang terdiri dari 20 orang dari kelompok tani  Wahana Bahari masyarakat pesisir Mangrove Center Jenu Tuban dan 10 orang dari kelompok tani Wahana Lestari desa Jenu Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kerusakan ekosistem hutan bakau (mangrove) yang tinggi adalah abrasi. Dampak kerusakan ekosistem hutan bakau (mangrove) yang paling dirasakan oleh masyarakat di kawasan pesisir pantai Desa Jenu adalah hilangnya pemukiman dan hilangnya sumber pendapatan warga. Dalam program rehabilitasi hutan bakau (mangrove), kegiataan yang paling sering diikuti adalah perencaan rehabilitasi, pembentukan organisasi lokal, dan penanaman pohon bakau. Manfaat ekologi hutan bakau yang paling dirasakan oleh masyarakat pesisir pantai adalah sebagai pencegah abrasi, pengendapan sedimen, dan tempat pemijahan ikan. Untuk manfaat ekonomi hutan  bakau paling dirasakan adalah hasil kayu bakar dan perikanan. Kata Kunci:  Hutan Bakau , Pesisir Pantai, Rehabilitasi
PENINGKATAN KINERJA MANAJEMEN RANTAI PASOK IKAN TUNA DAN CAKALANG DI PPS KENDARI1 prayoga, Muhamad Yogi
Techno-Fish Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.v2i1.712

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengelolaan, distribusi serta faktor-faktor yang berpengaruh dalam rantai pasok hasil tangkapan ikan tuna dan cakalang di Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Kendari (i), mengukur kinerja dan merumuskan rekomendasi langkah-langkah peningkatan peningkatan kinerja rantai pasok yang lebih efektif dan efisien(ii). Metodelogi yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif analitik Asian Productivity Organization (APO), Supply Chain Operations Reference (SCOR), dan Strengths Weaknesses Oportunities Threats (SWOT). Pengelolaan rantai pasok ikan tuna dan cakalang mempunyai satu model, yaitu menempatkan nelayan sebagai produsen utama. Pasar utama produk tuna dan cakalang yang didaratkan di PPS Kendari adalah negara Thailand dan Jepang dengan mutu tuna A (istimewa) dan B (Baik). Hasil dari analisis adalah masih adanya permasalahan dalam proses pengelolaan rantai pasok menjadi lebih efektif dan efisien. Strategi yang dihasilkan adalah dijadikan rekomendasi untuk rantai pasok di PPS Kendari, diantaranya optimalisasi manajemen aktivitas bongkar muat di pelabuhan, dan pemusatan informasi pemasaran. Hasil analisis peningkatan kinerja rantai pasok di PPS Kendari diutamakan pada beberapa matrik yang diutamakan pada reabilitas, fleksibilitas, dan responsivitas. Rekomendasi pengelolaan rantai pasok yang dirancang untuk peningkatkan kinerja yang mampu menangani 50 %  matrik pemenuhan pemesanan sempurna, 30 % untuk metrik penyesuian rantai pasok atas, pengurangan 14 hari untuk metrik siklus pemenuhan pesanan, dan 7 hari untuk metrik fleksibilitas rantai pasok atas
KAJIAN KUALITAS AIR SEBAGAI DASAR PEMETAAN LOKASI BUDIDAYA LAUT DI PERAIRAN KABUPATEN TUBAN-JAWA TIMUR Joesidawati, Marita Ika
Techno-Fish Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.v2i2.912

Abstract

Perairan pantai Kabupaten Tuban merupakan salah satu perairan yang terletak di pantai Utara Jawa Timur. Adanya aktifitas pemukiman yang semakin padat, adanya limbah industri dan aktivitas Pelabuhan yang ada, dikhawatirkan bisa menurunkan kualitas perairan pantai kabupaten Tuban. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan kualitas air perairan pantai kabupaten Tuban, Jawa Timur. Penelitian dilakukan pada waktu musim kemarau pada tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air perairan pantai Tuban telah mengalami penurunan. Pada beberapa lokasi terlihat kekeruhan, COD, nitrit, fosfat, Natrium, TSS, Hg dan Cd telah melebihi ambang batas.
MODEL PENGEMBANGAN EKONOMI WILAYAH DAN KELEMBAGAAN USAHA PERIKANAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Rengi, Pareng; Ramadona, Tomi
Techno-Fish Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.v2i2.984

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi status keberlanjutan pengembangan ekonomi perikanan serta menentukan model pengembangan ekonomi wilayah dan kelembagaan usaha perikanan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode survei. Analisis data menggunakan analisis keberlanjutan Rafed (Rapid Assessment Techniques for Fisheries Economic Development) dan analisis prospektif. Status keberlanjutan pengembangan ekonomi perikanan di Kabupaten Kepulauan Meranti secara multidimensi termasuk kategori cukup berkelanjutan dengan skor (54,29). Dalam rangka penyusunan model pengembangan ekonomi wilayah dan kelembagaan usaha perikanan ditemukan 7 faktor kunci. Model pengembangan (P) pada ekonomi wilayah dan kelembagaan usaha perikanan merupakan interaksi antara Pengembangan komunitas (k), Kerjasama dalam industri sejenis maupun industri hulu-hilir (i), Kontribusi pengembangan ekonomi perikanan terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat lokal (e), Faktor kebijakan pemerintah (r), Ketersediaan SDM (s), Sarana dan prasarana perikanan (n), serta  Pendapatan masyarakat (y) yang dapat digambarkan dalam hubungan fungsi P = f (k, i, e, r, s, n, y).
Penentuan Produk Unggulan Perikanan dan Pengembangannya di Pulau Terdepan Indonesia (Kasus di Kabupaten Natuna) Triyono, Triyono; Ramadona, Tomi
Techno-Fish Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.v2i2.1015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan produk unggulan perikanan serta strategi pengembangannya di Kabupaten Natuna. Daerah ini merupakan pintu gerbang utara Negara Indonesia dengan lokasi yang strategis berada di jalur internasional dan kaya potensi sumberdaya perikanan. Metode yang digunakan yaitu studi kasus. Jenis data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis daya tarik dan daya saing serta analisis MDS. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2016. Melalui rangkaian proses analisis diperoleh hasil produk unggulan perikanan Kabupaten Natuna berdasarkan skoring yaitu kerupuk ikan (6,83), ikan salai (6,50) dan kernas (6,33). Berdasarkan hasil MDS diperoleh nilai indeks multidimensi 53,81 yang artinya berada dalam kategori cukup berkelanjutan. Namun, kondisi ini memerlukan perbaikan beberapa atribut sensitif melalui revitalisasi pengembangan ekonomi lokal. Produk unggulan perikanan di Kabupaten Natuna ditetapkan yaitu kerupuk ikan. Strategi pengembangannya yaitu melalui revitalisasi pengembangan ekonomi lokal dengan memperbaiki  faktor kunci: Promosi produk UKM, Fasilitas pemodalan,  Peningkatan Teknologi, Manajemen dan Kelembagaan Lokal serta Peluang kerjasama dalam industri sejenis maupun industri hulu-hilir.
ANALISIS USAHA PEMINDANGAN DI DESA PRIGI KECAMATAN WATULIMO KABUPATEN TRENGGALEK Purnadwiyanti, Whining; Trisbiantoro, Didik; Surachmat, Djoko
Techno-Fish Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.v1i2.1044

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik pelaksanaan usaha pemindangan ikan yang meliputi besarnya modal investasi, produksi, biaya produksi, penerimaan, keuntungan, pemasaran dan kriteria penilaian investasi yang meliputi R/C Ratio dan Payback Period. Dalam usaha pemindangan diperlukan modal yang besarnya adalah sebagai berikut; untuk pemindang skala besar Rp. 116.131.667,- ; pemindang berskala sedang Rp. 77.485.000,- dan pemindang berskala kecil Rp. 47.285.000,-. Total biaya produksi rata-rata dalam satu tahun untuk pemindang berskala besar Rp. 4.583.808.333,-; pemindang berskala sedang Rp. 1.860.600.000,- dan pemindang berskala kecil Rp. 888.021.250,-. Besarnya penerimaan selama satu tahun rata-rata untuk pemindang berskala besar adalah Rp. 4.725.000.000,-; pemindang berskala sedang Rp. 1.923.750.000,- dan pemindang berskala kecil Rp. 924.750.000,-. Keuntungan yang diperoleh masing-masing pemindang selama satu tahun ratarata untuk pemindang berskala besar adalah Rp. 141.191.667,- ; pemindang berskala sedang Rp. 63.150.000,- dan pemindang berskala kecil Rp. 36.728.750,-. Nilai R/C Ratio lebih besar dari satu yaitu rata-rata pemindang berskala besar 1,02; pemindang berskala sedang 1,03 dan pemindang berskala kecil 1,04. Besarnya nilai Payback Period untuk pemindang berskala besar 0,63 (7 bulan); pemindang berskala sedang 0,91 (10 bulan) dan pemindang berskala kecil 0,89 (10 bulan). Berdasarkan nilai tersebut, maka usaha pemindangan ikan di Desa Prigi layak untuk dilaksanakan. Kata Kunci: Usaha Pemindangan, Analisis investasi, R/C Ratio, Payback Period
PENGARUH JENIS UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN KEPITING BAKAU (Scylla sp) PADA ALAT TANGKAP BUBU DI DESA SAWOHAN KECAMATAN BUDURAN KEBUPATEN SIDOARJO Sampurno, Etika Adi; Yusrudin, Yusrudin; Noor, M. Tajuddin
Techno-Fish Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.v1i2.1045

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis umpan yang berbeda terhadap hasil tangkapan kepiting bakau dan untuk menentukan jenis umpan yang efektif pada penangkapan kepiting bakau. Sedangkan manfaat dapat memberikan informasi kepada petani tambak dan pandega setempat tentang jenis umpan yang paling disukai oleh kepiting bakau, memberikan manfaat bagi perkembangan alat tangkap bubu yang digunakan untuk menangkap kepiting bakau di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan perlakuan tiga jenis umpan yang berbeda yaitu kerang darah, wideng, ikan mujaer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umpan wideng berbeda nyata dengan umpan kerang dan ikan mujaer. Kata kunci : Umpan, bubu, Scylla sp, kerang darah, wideng, ikan Mujaer.

Page 5 of 12 | Total Record : 120