cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan
Published by STKIP PGRI Tulungagung
ISSN : 24770523     EISSN : 26139820     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan, e-issn; 2613-9820, issn cetak; 2477-0523 mengundang para ilmuwan untuk mempublikasikan karya ilmiah berupa penelitian atau makalah yang dibuat dalam bentuk artikel berkaitan dengan isu-isu politik, sosial, hukum, kebudayaan dan perekonomian warga negara berdasarkan pancasila. Kewarganegaraan diperlakukan sebagai konsep strategis dalam analisis Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan diterbitkan setiap bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2019)" : 14 Documents clear
PENERAPAN METODE PROJECT CITIZEN DAN DICOVERY DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA Tamalia, Indria -; Amirudin, Abdullah; Dewi, Azzahra Kesuma; Solaahuddin, Ihsaan; Andira, Sari Meli
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v5i1.1033

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran PKn oleh tenaga pendidik dirasa kurang efektif dan menarik dalam proses belajar mengajar. Karena banyak siswa yang berpendapat bahwa guru atau tenaga pendidik dalam mengajarkan materi PKn terkesan monoton dan juga hanya sekedar menulis, menjelaskan atau mencata materi dan juga mengerjakan lks sehingga dalam hal ini pengajar justru leboh aktif dibandingkan dengan muridnya padahal seharusnya siswa dituntuk lebih lagi untuk berpartisipasi aktiv dalam proses belajar. Oleh karena itu haruslah ada metode yang efektif serta inovatif yang diperlukan para pengajar agar siswa atau peserta didik memilki minat yang tinggi dalam belajar PKn. Dalam hal ini kelompok kami meneliti tentang metode yang tepat dalam proses pembelajaran PKn. Ada dua metode yang kita terapkan yaitu metode Project Citizen dan metode Discovery. Metode project citizen sendiri yaitu metode dimana siswa dituntut untuk berperan aktif dalam menghadapi masalah-masalah yang ada dalam lingkungan masyarakat agar dapat mengasah kecerdasan intelektual siswa agar dapat memilki sikap yang demokratis dan bertanggung jawab. Selain itu juga terdapat metode discovery dimana dalam metode ini menekankan pada proses belajar dan mengajar guru memperkenanankan siswa-siswanya menemukan sendiri informasi yang secara mandiri  dan bukan lagi seorang guru yang hanya mendongen atau aktif.Kata Kunci: Pendidikan Kewarganegaraan dan MetodePembelajarannya
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM MENCEGAH DEGRADASI MORAL TERHADAP ISU SARA DAN HOAX Priyatna, Rahmat Kevin; Hidayat, Dewi Oktaviani; Eltariant, Inggi; Fernanda, Sindi Agustina
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v5i1.1032

Abstract

ABSTRAK Pancasila adalah suatu dasar negara dan ideologi negara Indonesia sejak 18 Agustus 1945. Mulai sejak itu kita menjadi warga negara yang dimana segala penyelenggaraan negara didasarkan atas Pancasila. Dalam perumusan Pancasila terjadi berbagai perdebatan yang akhirnya diputuskan suatu dasar negara yaitu Pancasila. Dengan itu, kita sebagai warga negara Indonesia harus  menghargai segala jasa para pahlawan yang telah membentuk suatu falsafah yang dapat menyatukan Indonesia.Indonesia adalah negara yang berbentuk kepulauan yang terdiri dari  suku, agama, ras, adat istiadat yang  beragam. Hal ini membuat berbagai tantangan muncul didalam negara ini. Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi juga merupakan bentuk berkembangnya peradaban dunia ini. Setiap perkembangan yang ada menimbulkan suatu dampak positif dan negatif . Degradasi moral bangsa Indonesia adalah dampak  dari berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Banyaknya pengaruh-pengaruh dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini salah satunya yaitu beredarnya isu SARA dan hoax. Dengan adanya kedua hal tersebut tentu dapat membuat persatuan yang dibentuk  dari awal dengan adanya Pancasila akan memudar dan perlahan jauh dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Kata Kunci : Nilai-nilai Pancasila, Degradasi Moral, Isu SARA, dan Hoax. 
PENGARUH PROJECT BASED LEARNING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PKn DI SMP Gusi, Yoakim Yordianus
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v5i1.1028

Abstract

This study aims to determine the effect of project based learning on the learning motivation of students in SMP. The research approach used is a quantitative approach type of quasi experimental research with a two-group post-test-only design. This type of research can help ins finding the relationship between independent variables and dependent variables from various situations. Based on the results of the post-test analysis of the experimental class and the control class, the presentation of the increase in student motivation in PKn subjects had a very significant difference between the two classes. In the experimental class with the number of respondents 29 people got a presentation of 89.6% from the results of the presentation stated very well based on the interval table criteria for increasing student learning motivation with very good presentations intervals of 84% -100%. While the presentations obtained in the control class with the number of respondents 20 people received a percentage of 55.2%. From the results of the presentation, it states that it is quite good based on the criteria table for increasing student learning motivation with fairly good percentages> 52% -68%.
PEMBENTUKAN KARAKTER NILAI SOSIAL SISWA MELALUI PROGRAM KEGIATAN LIVE IN ATAU OUTDOOR ACTIVITIES Veny, Khatarina Yogesti
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v5i1.1046

Abstract

In the midst of the development of this technological and digital era, the impact of changes in student character has changed to a negative direction. It is seen from the character of the students' social values in the school environment and the people who tend to be apathetic. This made the Junior High School of Saint Mary try the latest breakthrough by forming a Live In / Outdoor Activities program, which was felt to be able to overcome all existing problems. The problem in this study is "How is the character formation of students' social values through the Live In / Outdoor Activities program at the Junior High School of Saint Mary ?". Thus the results of this study can be concluded that the formation of the Character of the Social Value of Class VIII Students through the Live In / Outdoor Activities Program at the Junior High School of Saint Mary. The method used in this study is descriptive qualitative. Data collection techniques include; observation, interview, and documentation. Thus the results of this study concluded that with the formation of social value characters through the Live In activity program, bring changes in behavior and have been seen in their lives in the school environment and society. This is evidenced by their participation and sensitivity to something that is happening and that they even experience in their environment.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Sulfemi, Wahyu Bagja
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v5i1.1021

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan dalam dua siklus pada peserta didik peserta didik  kelas III SD Negeri Beji Timur 3 Kota Depok  sebanyak 32 orang, terdiri dari 23 Laki-laki dan 9 orang perempuan Mata Pelajaran pelajaran PKn materi Pengamalan Nilai Sumpah Pemuda. PTK ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi, minat, dan hasil Belajar PKn. Hasil kegiatan pembelajaran Prasiklus dengan KKM 70 diperoleh rata-rata 63,00. Peserta didik yang tuntas dalam belajar hanya berjumlah 14 (44%) dan dapat menjawab 9 (23%) peserta didik. Pada Siklus 1 diperoleh rata rata 6859, tuntas 15 (47%) dan tidak tuntas 17 (53%). Hasil pembelajaran pada pengamatan guru hanya 20 peserta didik yang dapat menjawab benar yaitu 63%, sedangkan yang tidak dapat menjawab 12 peserta didik yaitu 37%. Pada siklus 2 nilai rata-rata kelas sebesar 2666.Pesertadidik yang tuntas dalam pembelajaran sebanyak 29 (91%) dan hasil pengamatan yang dapat menjawab sebanyak 32 (100%) peserta didik. Penggunaan model pembelajaran Discovery Learning memberikan pengalaman nyata, berfikir tingkat tinggi, berpusat pada peserta didik, kritis dan kreatif, pengetahuan bermakna dalam kehidupan, dekat dengan kehidupan nyata, adanya perubahan prilaku, pengetahuan. Selain itu hasil belajar peserta didik dapat meningkat
PEMBINAAN MORAL SISWA MELALUI PROGRAM PONDOK PESANTREN (STUDI DI MTs JAM’IYATUL ‘ULUM DEMANGAN) toh, dewi masi
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v5i1.1011

Abstract

Moral coaching is an effort to fix students' moral values hat are increasingly degenerate.  The formulation problem in  this research  is  How  the process of student moral development through the boarding school program at MTs Jam'iyatul 'Ulum Demangan, Kras, Kediri and What are  supporting and inhibit factor of the student moral  development  through the boarding school program at MTs Jam’iyatul ‘Ulum, Demangan, Kras Kediri .The purpose of this researchis to know the process of student moral development through the Islamic boarding school program in MTs Jam'iyatul 'Ulum . As well as to know the supporting and inhibit factors during the proses moral guidance of students through Islamic boarding school programs in MTs Jam'iyatul 'Ulum .Thetypeof  research  conducted  is  qualitative  descriptive , and collecting the data is by sing method observation, interview. While for analysis the  author  uses tech of  descriptive  qualitative.Theresults of this researchis to show that student moral development through the boarding school program through several activities such as Activities: Congregational Prayer , TPA, etc. While the methods used are varies depends on situation and condition as method lecture, dialogue and gift assignment . As for supporting factor, that are adequate facilities and infrastructure, good cooperation between students foundations and guardians, etc. While the inhibiting factors are the absence of sincere intentions from students, parents who do not support, the influence of association outside the school , the influence of development of technology information such as TV, VCD and internet  And what values are instilled by moral guidance are religious, taqwa , honest , disciplined , democratic , fair , responsibility, mutual cooperation, appreciation and willing to sacrifice.
PELAKSANAAN UU NO. 24 TAHUN 2013 TENTANG KEPEMILIKAN E-KTP DI DESA EKOLEA DAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN ENDE Pendi, Yustadias Sentia
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v5i1.1029

Abstract

The implementation of law number 24 of 2013 about ownership of e-ID Cards in Ekolea and the deprtmention of population and civil registration of the Ende district was motivated by a conventional ID Card system process in Indonesia which allows someone to have more than one IDCard. with purpose to know and describe the implementation number 24 of 2013 about ownership of e-ID Cars in Ekolea and department of population and civil registration of the Ende district  to find out the efforts, and so as to find out the obstacles faced by the the residents of Ekolea and the depertment of population and civil registration of the Ende district in improving the implementation of the law number 24 of 2013 about ownership of e-ID Card. This study uses a qualitative approach and the data collection methods used are interviews, observation and documentation. The results of this study found that the implementation of law number 24 of 2013 in Ekolea and Depertement of population and civil registration of the Ende distric had been carried out by the goverment so that the implementation runs well, but many obstacles were encountered by the  goverment and the residents in recording e-ID, so that it influences the implementation of law number 24 of 2013.
PENERAPAN METODE PROJECT CITIZEN DAN DICOVERY DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA Indria - Tamalia; Abdullah Amirudin; Azzahra Kesuma Dewi; Ihsaan Solaahuddin; Sari Meli Andira
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v5i1.1033

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran PKn oleh tenaga pendidik dirasa kurang efektif dan menarik dalam proses belajar mengajar. Karena banyak siswa yang berpendapat bahwa guru atau tenaga pendidik dalam mengajarkan materi PKn terkesan monoton dan juga hanya sekedar menulis, menjelaskan atau mencata materi dan juga mengerjakan lks sehingga dalam hal ini pengajar justru leboh aktif dibandingkan dengan muridnya padahal seharusnya siswa dituntuk lebih lagi untuk berpartisipasi aktiv dalam proses belajar. Oleh karena itu haruslah ada metode yang efektif serta inovatif yang diperlukan para pengajar agar siswa atau peserta didik memilki minat yang tinggi dalam belajar PKn. Dalam hal ini kelompok kami meneliti tentang metode yang tepat dalam proses pembelajaran PKn. Ada dua metode yang kita terapkan yaitu metode Project Citizen dan metode Discovery. Metode project citizen sendiri yaitu metode dimana siswa dituntut untuk berperan aktif dalam menghadapi masalah-masalah yang ada dalam lingkungan masyarakat agar dapat mengasah kecerdasan intelektual siswa agar dapat memilki sikap yang demokratis dan bertanggung jawab. Selain itu juga terdapat metode discovery dimana dalam metode ini menekankan pada proses belajar dan mengajar guru memperkenanankan siswa-siswanya menemukan sendiri informasi yang secara mandiri  dan bukan lagi seorang guru yang hanya mendongen atau aktif.Kata Kunci: Pendidikan Kewarganegaraan dan MetodePembelajarannya
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM MENCEGAH DEGRADASI MORAL TERHADAP ISU SARA DAN HOAX Rahmat Kevin Priyatna; Dewi Oktaviani Hidayat; Inggi Eltariant; Sindi Agustina Fernanda
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v5i1.1032

Abstract

ABSTRAK Pancasila adalah suatu dasar negara dan ideologi negara Indonesia sejak 18 Agustus 1945. Mulai sejak itu kita menjadi warga negara yang dimana segala penyelenggaraan negara didasarkan atas Pancasila. Dalam perumusan Pancasila terjadi berbagai perdebatan yang akhirnya diputuskan suatu dasar negara yaitu Pancasila. Dengan itu, kita sebagai warga negara Indonesia harus  menghargai segala jasa para pahlawan yang telah membentuk suatu falsafah yang dapat menyatukan Indonesia.Indonesia adalah negara yang berbentuk kepulauan yang terdiri dari  suku, agama, ras, adat istiadat yang  beragam. Hal ini membuat berbagai tantangan muncul didalam negara ini. Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi juga merupakan bentuk berkembangnya peradaban dunia ini. Setiap perkembangan yang ada menimbulkan suatu dampak positif dan negatif . Degradasi moral bangsa Indonesia adalah dampak  dari berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Banyaknya pengaruh-pengaruh dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini salah satunya yaitu beredarnya isu SARA dan hoax. Dengan adanya kedua hal tersebut tentu dapat membuat persatuan yang dibentuk  dari awal dengan adanya Pancasila akan memudar dan perlahan jauh dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Kata Kunci : Nilai-nilai Pancasila, Degradasi Moral, Isu SARA, dan Hoax. 
PENGARUH PROJECT BASED LEARNING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PKn DI SMP Yoakim Yordianus Gusi
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v5i1.1028

Abstract

This study aims to determine the effect of project based learning on the learning motivation of students in SMP. The research approach used is a quantitative approach type of quasi experimental research with a two-group post-test-only design. This type of research can help ins finding the relationship between independent variables and dependent variables from various situations. Based on the results of the post-test analysis of the experimental class and the control class, the presentation of the increase in student motivation in PKn subjects had a very significant difference between the two classes. In the experimental class with the number of respondents 29 people got a presentation of 89.6% from the results of the presentation stated very well based on the interval table criteria for increasing student learning motivation with very good presentations intervals of 84% -100%. While the presentations obtained in the control class with the number of respondents 20 people received a percentage of 55.2%. From the results of the presentation, it states that it is quite good based on the criteria table for increasing student learning motivation with fairly good percentages 52% -68%.

Page 1 of 2 | Total Record : 14