cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan
Published by STKIP PGRI Tulungagung
ISSN : 24770523     EISSN : 26139820     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan, e-issn; 2613-9820, issn cetak; 2477-0523 mengundang para ilmuwan untuk mempublikasikan karya ilmiah berupa penelitian atau makalah yang dibuat dalam bentuk artikel berkaitan dengan isu-isu politik, sosial, hukum, kebudayaan dan perekonomian warga negara berdasarkan pancasila. Kewarganegaraan diperlakukan sebagai konsep strategis dalam analisis Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan diterbitkan setiap bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2020)" : 16 Documents clear
Determinant Digital Learning Based Inclusive School abdul basit; Renny Candradewi Puspitarini
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v6i1.1418

Abstract

The problems of research are: a) the lack of teacher and student readiness to learn, b) the lack of Wi-Fi speed, c) the level of dependent on school operator, and d) the lack of learning methodology. Based on those problems, this research aims to to strengthen the learning outcomes expected by PPKn (civic study teacher) subject teachers in providing excellent service not only in learning process but also activities outside the classroom at inclusive schools. Research informants involved in this research are inclusive students (with special needs), teachers with the initials AH, S, school principals of the initials YES, 3 inclusive mentor teachers with initials of RAA, TM and BH as well as SRH / school principals as primary sources /key informants. Secondary informants also involved researchers such as the community, school committees, school supervisors, counseling teachers with the initials JK. This research approach uses qualitative research in the form of analytical descriptive. The process of collecting data uses observation, interviews and documentation studies. The result is there is effectiveness of education and training followed by teachers. Students' learning motivation increases compared to using classical methods such as lectures and is monotonous and mundane. This is caused by the efforts of teachers in utilizing IT properly. Teachers use IT learning, not only in the I-Spring Suite and Edmodo applications owned by the school, but also compile questions through the Google form so that synchronization of questions is no longer dependent and waiting for school operators. Teachers can operate on their own according to school rules and regulations. However, inclusion students are treated differently and given different questions / questions. This also relates to the 2013 curriculum that has been used by teachers with necessary modification, especially for inclusive students
Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan (PPKn) Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah Di Kelas XII MIPA-1 SMAN 1 Boyolangu Tahun Pelajaran 2019-2020 endro santoso
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v6i1.1444

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning)  mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Dilaksanakan di SMA Negeri 1 Boyolangu kabupaten Tulungagung di  kelas  XII MIPA-1 semester I tahun pelajaran 2019-2020. Subyek penelitiannya adalah guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dan siswa  sejumlah 36 orang  dengan kompetensi  dasar mengevaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah meningkatkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran sehingga diharapkan mampu meningkatkan hasil belajarnya. Dilaksanakan dalam kurun waktu lebih kurang 3 (tiga) bulan mulai bulan Agustus 2019 sampai dengan bulan Oktober 2019 yang terbagi dalam 2 (dua) siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes hasil belajar (penilaian harian) mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam bentuk pilihan ganda dan uraian. Untuk mengetahui ketepatan dan kesahihan instrumen dilakukan uji validitas content. Analisis data berupa deskriptif komparatif dengan membandingkan proses belajar dan hasil belajar pada kondisi awal, siklus I dan Siklus II. Berdasarkan penelitian ini penerapan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) pada kompetensi dasar mengevaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian  telah menunjukkan proses dan hasil belajar yang meningkat, yaitu : (1) Dari perbandingan kondisi awal, siklus I dan siklus II diperoleh fakta adanya peningkatan aktivitas siswa dari kondisi awal sebanyak 18 siswa aktif atau 50,00 %, siklus I sebanyak 30 siswa aktif atau 83,33 %, dan pada siklus II meningkat menjadi 34 siswa aktif atau 87,18 % ;  (2) Dari pengamatan terhadap hasil belajar pada kondisi awal, siklus I dan siklus II, diperoleh fakta adanya peningkatan rata-rata hasil belajar. Pada kondisi awal rata-rata nilai hasil belajar mencapai 76.50, dan pada siklus I mencapai 81,10 sedangkan pada siklus II mencapai 86,70 ; (3) Dari pengamatan terhadap jumlah siswa yang tuntas dengan KKM 75 pada kondisi awal, siklus I dan siklus II, diperoleh fakta adanya peningkatan jumlah siswa yang tuntas. Pada kondisi awal dari keseluruhan jumlah siswa 36 orang,  yang tuntas 25 siswa atau sekitar 64,10 %, pada siklus I siswa yang tuntas mencapai 31 orang atau sekitar 86,11 %  dan meningkat pada siklus II mencapai 34 orang atau 94,44 % siswa. Sebagai simpulan penerapan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) pada kompetensi dasar mengevaluasi praktik perlindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian  di kelas  XII MIPA-1 SMA Negeri 1 Boyolangu tahun pelajaran 2019-2020 dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Untuk itu disarankan model pembelajaran  ini dapat diterapkan dalam pembelajaran pada kompetensi dasar yang lain. Kata Kunci : Hasil belajar PPKn, model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning).
Implementasi Pancasila Dalam Menangkal Intoleransi, Radikalisme Dan Terorisme Agus Subagyo
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v6i1.1509

Abstract

This paper wants to explain and analyze about Pancasila as the ideology of the Indonesian state as a solution / medicine to solve the problem of intolerance, radicalism, and terrorism, which lately is rife in society. Pancasila can be used as an antidote in eradicating intolerance, radical behavior and acts of terror, which endanger national security and the integrity of the Indonesian state. The values contained in Pancasila, whether God, Humanity, Unity, Consensus, and Justice, must be earthed, practiced, and applied in the life of the nation, state and society. Pancasila must become a code of conduct, value system and system of movement for the Indonesian people.
Implementasi Nilai Pancasila dalam Kehidupan Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya di Malang Bagus Pradhana Krisnamukti; Kadek Gita Hartini Dhamayanti; Yovita Maharani; Shania Aliyya Putri
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v6i1.1445

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melaksanakan implementasi mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang dan unutk implementasi implementasi nilai-nilai Pancasila pada mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik angket dan observasi. Hasil penelitian dapat dilihat pada 104 responden yang menggunakan mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang pada sila pertama dengan kategori sering 53,8% responden, menggunakan sila pertama dengan kategori dapat membantu 46,2%. Dalam hasil penerapan, kedua dengan kategori kadang-kadang diperoleh, 1,9%, di kategori sering di 65,06%, sedangkan di kategori selalu di 33%.Hasil kuesioner dalam kategori kadang-kadang 2,2%, dalam kategori sering 53,2%, dan dalam kategori selalu sama dengan 44,6%. Untuk hasil kuesioner di ganda, kategorinya sering 68,9%, dan kategorinya selalu menunjukkan 31,1%. Dalam hasil angket untuk peserta sebanyak 43,3% dan dalam kategori selalu di 54,7%. Ini menunjukkan mengapa para siswa mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dengan baik dan menjadikannya sebagai karakter atau nilai pribadi dalam kehidupan sehari-hari. Untuk hasil kuesioner di ganda, kategorinya sering 68,9%, dan kategorinya selalu menunjukkan 31,1%. Dalam hasil angket untuk peserta sebanyak 43,3% dan dalam kategori selalu di 54,7%.Ini menunjukkan mengapa para siswa mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dengan baik dan menjadikannya sebagai karakter atau nilai pribadi dalam kehidupan sehari-hari. Untuk hasil kuesioner di ganda, kategorinya sering 68,9%, dan kategorinya selalu menunjukkan 31,1%. Dalam hasil angket untuk peserta sebanyak 43,3% dan dalam kategori selalu di 54,7%. Ini menunjukkan mengapa para siswa mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dengan baik dan menjadikannya sebagai karakter atau nilai pribadi dalam kehidupan sehari-hari.
Penanaman Nilai-Nilai Pancasila Pada Masyarakat Daerah Perbatasan Indonesia-Malaysia (Desa Kumba, Kecamatan Jagoi Babang) Dina Anika Marhayani; Dyah Indraswati
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v6i1.1520

Abstract

 AbstractThis research aims to study the planting of Pancasila values in the Indonesia-Malaysia border area (Jagoi Babang District). This type of research used in this research is qualitative research with case study research. The sample in this study were teenagers seen 16-17 years who succeeded in 6 people. The research site is in the Kumba Village, Jagoi Babang District, Bengkayang Regency, West Kalimantan Province. Data collection methods in this study used observation and interviews. Data analysis techniques in this study used an interactive model. The results showed that there were still many experiments in instilling the values of Pancasila in adolescents in Kumba Village, Jagoi Babang District. Pancasila is only limited to the knowledge that has not been realized in everyday life. This research is expected to make the youth community in Kumba Village practice the values of Pancasila in their daily lives. Keywords: planting, Pancasila values, Indonesian borders
Pengaruh Faktor Religiusitas Terhadap Perilaku Kenakalan Remaja di Lingkungan Masyarakat Muhamad Taufik; Pandu Hyangsewu; Isni Nur Azizah
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v6i1.1637

Abstract

Dasar penulisan artikel ini diawali dari banyaknya kasus kenakalan remaja yang sedang marak-maraknya terjadi di lingkungan masyarakat yang pastinya sangat meresahkan dan membahayakan serta harus segera dicari solusinya. Kenakalan remaja yang terjadi acap kali disangkut pautkan dengan faktor internal remaja yaitu nilai religiusitas yang tertanam dalam dirinya. Menurut beberapa opini menyatakan bahwa semakin rendah tingkat religiusitas seorang remaja  maka semakin mudah pula ia terjerumus melakukan kenakalan remaja seperti merokok, mencuri, tawuran, geng motor, seks bebas dan lain sebagainya. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara religiusitas dan kontrol diri dengan kecenderungan seorang remaja untuk melakukan kenakalan remaja. Urgensinya ialah dengan harapan untuk menyadarkan remaja agar tidak melakukan kegiatan menyimpang seperti yang sedang marak terjadi dengan senantiasa menanamkan nilai-nilai religiusitas diri agar terhindar dari perilaku menyimpang yang merugikan diri kita sendiri dan masyarakat. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan fenomenologi karena dirasa sangat relevan dengan fenomena kenakalan remaja saat ini dan relevan dengan kajian sosiologi agama. Metode yang digunakan ialah menggunakan metode polling melalui fitur instagram stories serta literature review/metode kajian literatur.  Metode kajian literatur menggunakan 10 artikel jurnal terakreditasi kemudian dianalisis sehingga ditemukan benang merah antara relevansi religiusitas dengan kenakalan remaja. Temuan empiris yang dilakukan dengan menganalisis 10 jurnal tersebut menunjukkan bahwa tingkat religiusitas seorang remaja mempengaruhi perilaku mereka untuk melakukan kenakalan walaupun presentasenya berbeda-beda. Faktor religiusitas diri seorang remaja selalu menjadi salah satu faktor dalam terjadinya kenakalan remaja. Faktor lain yang dapat mempengaruhi seorang remaja untuk melakukan kenakalan remaja yaitu pola asuh orang tua, teman sepermainan dan lingkungan sosialnya

Page 2 of 2 | Total Record : 16