cover
Contact Name
Bima Agus Setyawan
Contact Email
lppm@umn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ultimacomm@umn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 20854609     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmu Komunikasi diterbitkan dua kali setahun sebagai media informasi karya ilmiah untuk bidang kajian Ilmu Komunikasi dan jurnalistik di Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2014): ULTIMACOMM" : 6 Documents clear
Artikulasi Komunikasi Politik Ridwan Kamil Dalam Media Sosial Twitter Ica Wulansari
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6 No 2 (2014): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1524.061 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v6i2.413

Abstract

Penggunaan media sosial Twitter untuk kepentingan publik maupun untuk komunikasi politik semakin banyak digunakan oleh elit politik, pemimpin daerah dan pejabat negara. Media sosial twitter dapat digunakan secara maksimal dapat digunakan untuk menyampaikan pesan hingga menjadi sarana untuk mengkampanyekan hal-hal yang belum menjadi hirauan publik. Walaupun medium twitter terbatas untuk menyampaikan pesan, namun secara berkala menjadi efektif apabila digunakan secara konsisten. Kajian ini bertujuan untuk mengulas twitter Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Terobosan Ridwan Kamil diungkapkan dalam media sosial twitter dengan penyampaian pesan secara terus menerus. Tidak hanya digunakan untuk sosialisasi dan transparansi program-program kerjanya, Ridwan menggunakan sarana twitter untuk berkampanye mengenai isu partisipasi politik, lingkungan hidup, kesehatan hingga pelestarian budaya tradisional. Kata kunci: Ridwan Kamil, Komunikasi Politik, Twitter
Kemunculan Diri Dan Peran Pemilik Industri Media Di Indonesia Dalam Kerangka Teori Strukturasi Anthony Giddens Ignatius Haryanto
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6 No 2 (2014): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.656 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v6i2.414

Abstract

Dalam perkembangan industri media nasional dan global, pertanyaan yang banyak muncul belakangan ini mengarah pada seberapa besar peran kepentingan ekonomi dan politik yang dibawakan oleh para pemilik media (media owner) dalam menentukan isi media. Dalam era dimana kapitalisasi, komodifikasi terhadap industri media berjalan dengan demikian sangat intensif, maka pertanyaan atas kepentingan apa yang dibawakan oleh para pemilik media menjadi pertanyaan yang relevan diajukan. Sementara itu dalam masa sebelumnya pertanyaan tentang implikasi kepemilikan terhadap isi dari media belum banyak diajukan, dan dalam arti itu pula implisit suatu kerangka kerja dari industri ini yang dilihat sebagai suatu kerangka kerja yang menyangkut kepentingan publik yang lebih luas daripada sekedar membela kepentingan bisnis semata. Dalam telaah ini hendak ditunjukkan bagaimana dan apa yang membuat media owner menjadi sesuatu yang penting untuk dilihat dalam kerangka teori tarik menarik struktur dan agen, dan dimana persisnya letak dari media owner ini, apakah ia adalah seorang penguasa struktur ataukah ia adalah seorang agen. Dengan menggunakan kerangka pemikiran strukturasi yang diajukan oleh Anthony Giddens untuk melihat bagaimana problematika yang terjadi dalam tarik menarik struktur dan agency yang ada dalam konteks perkembangan industri media pada suatu ruang dan tempat tertentu. Dengan pendekatan ini pula maka hendak ditunjukkan bagaimana asal muasal kekuasaan itu datang, dan bagaimana kemudian bisa mempengaruhi industri media itu sendiri. Hendak ditunjukkan pula problematika macam apa yang muncul dalam menjelaskan tentang landscape industri media pada masa kini, dan sekaligus juga hendak ditelaah apakah ada kelemahan dari pendekatan ini ketika ia diterapkan dalam konteks perkembangan industri media.
Konstruksi Makna Media Sosial Pengurus Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Dalam Mendorong Aktivisme Sosial Nunik Maharani Hartoyo
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6 No 2 (2014): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.356 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v6i2.415

Abstract

Aktivisme para Pendiri dan Pengurus Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) diinisiasi melalui pemanfaatan TIK dan media sosial yang dimulai sejak tahun 2006 dan mengejawantah sebagai sebuah organisasi nirlaba yang berhasil menyosialisasikan pentingnya menyusui dan pemberian ASI eksklusif di Indonesia. Melalui media sosial, AIMI berhasil mengembangkan organisasinya, meningkatkan popularitasnya, mampu merangkul banyak pendukung, memiliki 12 cabang di daerah, menjadi salah satu mitra kunci Kementrian Kesehatan. Kini AIMI telah menjadi organisasi rujukan nasional dan berkontribusi dalam peningkatan jumlah konselor laktasi di Indonesia. Keberhasilan AIMI ini merupakan bentuk aktivisme sosial yang didorong motivasi kuat untuk turut berkontribusi dalam mendesakkan perubahan sosial. Lebih jauh, dengan menggunakan konsep-konsep dalam Social Construction of Technology yang dikembangkan Bijker, Pengurus AIMI berbagi penafsiran yang sama mengenai potensi TIK dan media baru. Pengurus mengenali ragam media sosial yang memiliki potensi dalam meluaskan komunikasinya dan berhasil memanfaatkan momentum teknologi seperti perkembangan milis dan Twitter. Pengurus menyadari bahwa setiap akun memiliki karakter khas yang menentukan pola interaksi unik, sehingga menuntut pengemasan pesan yang spesifik. Hasilnya, terbentuk konstruksi makna media sosial dalam kerangka kerja teknologi di kalangan Pengurus AIMI, yakni: (1) media sosial memiliki nilai ekonomi tinggi, (2) berdaya jangkau luas melampaui batas-batas geografis dan (3) memberikan kemudahan dalam berkoordinasi dan berorganisasi. Kata kunci: aktivisme sosial, media sosial, komunikasi kesehatan, konstruksi sosial, SCOT.
Satire In The Making Rhetorical Analysis Of Habieb Rizieq Menjawab’ Facebook Fan Page Harry Febrian
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6 No 2 (2014): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.572 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v6i2.416

Abstract

Religious extremism is one of the major problems for Indonesia in the post-Soeharto era. The freedom that Indonesian people enjoyed after years of dictatorship by Soeharto also became a fertile ground for the idea of religious intolerances. Many effort are done by NGO’s, government, and also religious institution to promote the moderate view to counter this intolerances. But with the rise of social media, Habieb Rizieq Menjawab (HRM) Facebook Fan page—with more than 70 thousand followers, making it one of the most followed for religious affiliated figure— which is a parody of one of the famous hardline religious organization with the same name, stands out, because it is arguably the first of its kind in Indonesian social media landscape (Lakshmi, 2012) With around 69 million active users in 2014 (Purnell, 2014), making it the fourth largest country with Facebook user in the world, it’s hard to not look the important role this social media can play in Indonesia society. HRM becomes a unique and novel way for Indonesians to promote moderation and to counter the intolerances view. Satire itself has a long a history as tools to voice a counter view. Goodall, H., Cheong, P., Fleischer, K., & Corman, S., (2012) show that this kind of communication has been used, for example, since the pre-Islamic Arab through Second World War. Most recent examples can be seen in the Middle East. Countries such Egypt and Syria, which have been known for their use of literature, art, and humor as tools of political protest, seen a more flourished and fertile ground for a more mature comedic art forms, such as the ever-present political cartoon (Leila, 2012). This study will examine the usage of HRM Facebook Fan page, including status updates and image postings, seen with the perspective of critical theory of satire (Griffin, 1994) as a way to offer a counter-narrative, and an intervention to violent extremist narrative (Ashour, 2010) and Shetret (2011). The methodology to do it will be using the Rhetorical Analysis, with focus on Metaphorical Approach (Foss, 2009), This study hopes to examine how satire and social media can become a tool to fight the spread of religious intolerant ideas. It is also hoped that this study can serve as a base for further study on this topic. Keywords: Satire, Facebook, Rhetorical Analysis, Religious Intolerances, Counter Narrative
Strukturasi Giddens dan Social Construction of Technology (SCoT) Sebagai Pisau Analisis Alternatif Penelitian Sosial Atas Teknologi Media Baru Adi Wibowo Octavianto
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6 No 2 (2014): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.55 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v6i2.417

Abstract

Artikel ini menawarkan alternatif kerangka konseptual penelitian terhadap teknologi komunikasi semisal teknologi media baru. Kerangka konseptual yang ditawarkan menggunakan cara pandang paradigma konstruktivis dimana teknologi dipandang sebagai produk konstruksi sosial. Social Construction of Technology (SCoT) adalah konsep yang dikembangkan Pinch dan Bijker (1984). Seiring waktu SCoT mendapat perhatian dari akademisi-akademisi lain serta mengalami perkembangan dan modifikasi. Pada artikel ini penulis mencoba menyandingkan penggunaan SCoT dengan pendekatan agen-struktur dari teori strukturasi Giddens. Kerangka konsep tersebut telah dicobakan dalam penelitian penulis di tahun 2011. Teknologi yang diteliti adalah teknologi media sosial, sementara agen yang dimaksud adalah pengguna media sosial, kemudian budaya komunikasi ditempatkan sebagai struktur sosial yang berperan sebagai konteks yang lebih luas. Kerangka konseptual seperti dijelaskan di sini terutama bermanfaat untuk menguraikan hubungan teknologi dan masyarakat serta menjawab pertanyaan bagaimana proses saling membentuk terjadi antara teknologi dengan perilaku sosial dalam masyarakat. Key words: Teknologi, Media Baru, Strukturasi, Social Construction of Technology, Konstruktivis, Giddens
The Internet and Political Participation of Indonesian Students in Taiwan Albertus Magnus Prestianta
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6 No 2 (2014): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.303 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v6i2.418

Abstract

This study examined how Internet through online news media is used to influence political participation and political efficacy. Scholars believe that the existence of Internet could have a significant impact on broadening political participation and political efficacy. This research is written based on the quantitative approach. Questionnaire items were employed to find out the relationships between online news media, political participation and political efficacy. The samples used in this research are Indonesian students in Taiwan. As predicted, the findings indicated that Internet usage, particularly online news media, was positively associated with higher levels of political participation and also political efficacy among Indonesian students in Taiwan. Keywords: Indonesian, the Internet, online news media, political efficacy, politicalparticipation.

Page 1 of 1 | Total Record : 6