cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmukeperawatanjiwa@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa
ISSN : -     EISSN : 26212978     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa [e-ISSN 2621-2978] is a means of developing and publishing scientific works for researchers, lecturers and practitioners of mental nursing published by the Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa is an electronic journal with an open access journal system published twice a year, namely in May and November. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa publishes articles within the scope of mental nursing broadly but is limited, especially in the field of mental nursing in healthy, risk and disturbance groups. Articles must be the result of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, knowledge and technology that are innovative and renewed within the scope of mental nursing science both on a national and international scale.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2019): November 2019" : 8 Documents clear
HUBUNGAN PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL DENGAN PRESTASI BELAJAR ANAK USIA SEKOLAH Ulfah Ainul Khasanah; Livana PH; Novi Indrayati
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 2 No. 3 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.115 KB) | DOI: 10.32584/jikj.v2i3.426

Abstract

ABSTRAKPerkembangan psikososial merupakan perubahan dan kestabilitas dalam emosi, kepribadian dan hubungan sosial yang dapat berpengaruh terhadap fugsi kognitif dan fisik pada anak usia sekolah. anak usia sekolah (6-12 tahun) berada dalam industry vs inferior dimana perkembangan psikososial anak akan mampu menghasilkan keterampilan atau karya, berinteraksi dan berprestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perkembangan psikososial dengan prestasi belajar anak usia sekolah di SD N 01 Patukangan Kendal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sampel sebanyak 100 responden. Teknik penelitian menggunakan Total Sampling. Variabel dependen penelitian ini adalah perkembangan psikososial yang diukur dengan kuesioner, dan variabel independen adalah prestasi belajar yang diukur dengan nilai rata-rata raport siswa. Analisis penelitian ini menggunakan Kendall Tau b yang dilakukan selama 5 hari di SD N 01 Patukangan Kendal. Hasil penelitian menunjukkan Tidak ada hubungan antara perkembangan psikososial dengan prestasi belajar anak usia sekolah di SD N 01 Patukangan Kendal dengan hasil r= 0,600 > 0,05. Peneliti menyarankan bagi peneliti selanjutnya agar dapat meneliti faktor-faktor yang membuat anak takut ketika tampil di kelas sehingga diketahui perkembangan psikososial anak yang menyimpang.Kata Kunci : Anak Usia Sekolah, Perkembangan Psikososial, Prestasi Belajar  ABSTRACTPsychosocial development is a change and stability in emotions, personalities and social relationships that can affect cognitive and physical function in school-age children. school age children (6-12 years) are in the industry vs inferior where the child's psychosocial development will be able to produce skills or work, interact and achieve. This study aims to determine the relationship of psychosocial development with school-age learning achievement in SD N 01 Patukangan Kendal. This research is quantitative research. Samples of 100 respondents. The research technique uses total sampling. The dependent variable of this study is psychosocial development as measured by a questionnaire, and the independent variable is learning achievement as measured by the average value of student report cards. The analysis of this study used Kendall Tau b which was conducted for 5 days in SD N 01 Patukangan Kendal. The results showed there was no relationship between psychosocial development and learning achievement of school-aged children in SD N 01 Patukangan Kendal with results r = 0,600> 0, 05. Researchers suggest for further researchers to be able to examine the factors that make children afraid when appearing in class so that the psychosocial development of children who are deviant is known. Keywords :School Age Ana, Psychosocial Development, Learning Achievemen
Kemampuan Orangtua dalam Melakukan Stimulasi Perkembangan Psikososial Anak Usia Prasekolah Siti Lestari; Livana PH
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 2 No. 3 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.731 KB) | DOI: 10.32584/jikj.v2i3.438

Abstract

Perkembangan psikososial anak usia prasekolah perlu dilakukan stimulasi agar anak mencapai perkembangan psikososial yang normal. Pelaksanaan stimulasi perkembangan psikososial anak usia prasekolah tidak terlepas dari peran orangtua. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kemampuan orangtua dalam melakukan stimulasi pada anak usia prasekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif analitik. Populasi peelitian ini adalah orangtua anak usia prasekolah  di TK Kecamatan Kota Kendal dengan sampel berjumlah 72 orang. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orangtua mampu melakukan stimulasi perkembangan psikososial berupa melibatkan anak membantu pekerjaan rumah ibu/ ayah, memotivasi anak  bermain dengan teman sebaya dengan permainan sesuai jenis kelamin, dan memotivasi anak membantu pekerjaan sederhana di rumah (merapikan mainan, meletakkan mainan pada tempatnya). Kata kunci: kemampuan orangtua, anak usia prasekolah, perkembangan psikososial  THE RELATIONSHIP OF PSYCHOSOCIAL DEVELOPMENT WITH SCHOOL-AGE LEARNING ACHIEVEMENT ABSTRACTPsychosocial development of preschool children needs to be stimulated so that children achieve normal psychosocial development. The implementation of stimulation of the psychosocial development of preschoolers is inseparable from the role of parents. The study aims to determine the ability of parents to do stimulation in preschool children. This research is a quantitative research with descriptive analytic method. The study population was parents of preschoolers in Kendal City District Kindergarten with a sample of 72 people. Research data were analyzed using frequency distribution. The results showed that the majority of parents were able to stimulate psychosocial development in the form of involving children helping homework mom / dad, motivating children to play with peers with games according to sex, and motivating children to help simple work at home (tidying toys, putting toys in place) . Keywords: parental abilities, preschool children, psychosocial development
Efek Neuroprotektor Kunyit pada Pasien Alzheimer Rika Mutiara Gemiralda; Marlaokta Marlaokta
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 2 No. 3 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.341 KB) | DOI: 10.32584/jikj.v2i3.431

Abstract

Alzheimer merupakan penyakit neurogeneratif kronis progresif. Penyakit ini ditandai dengan gangguan fungsi luhur seperti bahasa, kalkulasi, kapasitas belajar dan sulit mengambil keputusan. ‘Pikun’ merupakan istilah yang digunakan masyarakat untuk menggambarkan penyakit ini. Kehilangan memori jangka pendek merupakan kekhasan dari penyakit ini yang menyebabkan penurunkan produktivitas. Alzheimer sering terjadi pada usia > 65 tahun dan juga ditemukan pada sekitar usia 40 tahun. Kunyit (Curcuma longa L.) merupakan tanaman yang berfungsi sebagai neuroprotektor karena dapat menghambat Protein Tau, akivitas asetilkolinesterase dan berfungsi sebagai anti agregasi Aβ dan β secretase inhibitor. Literature review ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran efek neuroprotektor pada kunyit terhadap pasien Alzheimer yang sudah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah penelusuran artikel melalui database NCBI dan Google Scholar. Tahun penerbitan sumber pustaka adalah dari tahun 2001 sampai 2019 dengan 32 sumber pustaka.Tema dalam artikel yang dikumpulkan yaitu terkait gambaran efek neuroprotektor kunyit terhadap pasien Alzheimer. Hasil dari sintesa artikel yang telah ditemukan yaitu kunyit dapat mencegah penurunan kognitif pada pasien Alzheimer. Kata kunci : Alzheimer, Kunyit, Neuroprotektor EFFECT OF NEUROPROTECTOR TURMERIC ON ALZHEIMER’S PATIENTS ABSTRACT Alzheimer's is a chronic progressive neurogenerative disease. This disease is characterized by impaired noble functions such as language, calculations, learning capacity and difficulty making decisions. ‘Pikun’ is a word used by the community to describe this disease. Short-term memory loss is a spesific sign in the patient, this disease causes decrease in productivity. Alzheimer's often occurs at age> 65 years and is also found at around the age of 40 years. Turmeric (Curcuma longa L.) is a plant that functions as a neuroprotector because it can inhibit Tau Proteins, acetylcholinesterase activity and function as anti-aggregation Aβ and β secretase inhibitors. This literature review aims to explain the description of the effects of neuroprotector on turmeric on Alzheimer's patients that have been done by previous researchers. The method used in this article is the search of articles through the NCBI and Google Scholar databases. The themes in the articles collected are related to the description of the effects of turmeric neuroprotector on Alzheimer's patients. The year of publication of library sources is from 2001 to 2019 with 32 library sources. The results of various articles included in this article are turmeric can prevent cognitive decline in Alzheimer's patients. Keywords: Alzheimer's,Turmeric, neuroprotector 
Efektifitas Pendampingan: Konseling Kesehatan terhadap Pengendalian Kadar Gula Darah pada Klien dengan Diabetes Melitus Lufthiani Anwar; Evi Karota
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 2 No. 3 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.806 KB) | DOI: 10.32584/jikj.v2i3.390

Abstract

Program Pendampingan: Konseling Kesehatan adalah salah satu upaya pencegahan yang diberikan pada klien Diabetes Melitus dalam mengendalikan kadar gula darah agar kesehatannya lebih baik. Pendampingan ini dilakukan dengan menyusun program untuk pencegahan berupa pemberian edukasi, demonstrasi perawatan kaki, pemantauan kadar gula darah Klien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pendampingan: konseling kesehatan terhadap pengendalian kadar gula darah  klien pada diabetes mellitus. Metode penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimen dengan pretest-posttest control group design di Kecamatan Medan Sunggal. Sampel penelitian sebanyak 60 responden  klien lansia yang berusia diatas 50 tahun terdiri dari 30 responden kelompok intervensi dan kelompok kontrol, dengan tehnikpurposive sampling. Kuesioner terdiri dari kuesioner pengetahuan tentang DM dan kadar gula darah, uji validitas instrument dilakukan menggunakan CVI dengan nilai 1 dan uji reliabilitas dengan KR20 dengan nilai r11= 0.762. Analisa data di uji dengan menggunakan uji Wilcoxon, hasil menunjukkan  perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukan pendampingan: konseling kesehatan terhadap pengendalian kadar gula darah dengan nilai p=0,000 pada kelompok intervensi dan nilai p=0,011 pada kelompok kontrol. Hal ini menunjukkan terdapat pengaruh pendampingan: konseling kesehatan terhadap pengendalian kadar gula darah pada klien diabetes mellitus Kata kunci: pendampingan, konseling kesehatan, pengendalian, diabetes mellitus MENTORING EFFECTIVENESS: HEALTH COUNSELING FOR BLOOD LEVEL CONTROL FOR CLIENTS WITH DIABETES MELLITUS ABSTRACTMentoring Program: Health Counseling is one of the prevention efforts given to Diabetes Mellitus clients in controlling blood sugar levels to keep their health better. This mentoringdo by a preventive program, such asclass education, foot care demonstration, controll of blood sugar levels. The purpose of this study was determined the mentoring effectiveness: health counseling on controll blood sugar levels clients with diabetes mellitus. This research method uses Quasi Experiment with pretest-posttest control group design in Medan Sunggal District. The research sample of 60 elderly client respondents aged over 50 years consisted of 30 respondents in the intervention group and the control group, with a purposive sampling technique. The questionnaire about DM and clood sugar levels, the instrument validity test was carried out using CVI with a value of 1 and a reliability test with KR 20 with a value of r11= 0,762. Data analisys was tested using the Wilcoxon test, the results showed significant differences before and after mentoring: health counseling on controll blood sugar levels with p = 0,000 in the intervention group and p = 0.011 in the controll group. This shows that there is a mentoring effect: health counseling on controlling blood sugar levels in diabetes mellitus clients. Keywords: mentoring, health counseling, control, diabetes mellitus 
Animal-Assisted Therapy sebagai Pengobatan Pasien Autism Spectrum Disorder pada Anak Jessica Sindy Sirait; Shinta Melia Desiana
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 2 No. 3 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.325 KB) | DOI: 10.32584/jikj.v2i3.430

Abstract

Autism spectrum disorder (ASD) adalah developmental disability dimana seseorang mempunyai gangguan pada interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku secara signifikan. Salah satu pengembangan yang dilakukan untuk pengobatan ASD adalah animal-assisted therapy (AAT). AAT adalah intervensi yang diarahkan pada tujuan dimana hewan yang memenuhi kriteria spesifik menjadi bagian integral dari proses pengobatan. AAT paling sering dilakukan untuk ASD adalah anjing, kuda, dan lumba-lumba. Metode yang digunakan pada penulisan ini adalah studi literature review menggunakan sumber pustaka 16 artikel/jurnal dari tahun 2011-2019. Proses pencarian sumber pustaka melalui Google Scholar, PubMed Central, dan Springer Link. Tema yang mendukung artikel ini yaituanimal-assisted therapy untuk pengobatan autism spectrum disorder. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa AAT dapat mengembangkan kemampuan sosialiasi, bahasa, perilaku, serta motorik pada pasien ASD. Ulasan ini memberikan pengetahuan terkait terapi alternatif dengan hewan yang dapat dilakukan untuk pasien dengan autisme. Kata kunci: animal-assisted therapy,gangguan spektrum autisme ANIMAL-ASSISTED THERAPY AS A TREATMENT FOR AUTISM SPECTRUM DISORDER PATIENTS IN CHILDREN ABSTRACTAutism spectrum disorder (ASD) is a developmental disability that can cause significant social, communication and behavioral disorder. One of the development carried out for ASD intervention is animal-assisted therapy (AAT). AAT is a goal-directed intervention in which ananimal that meets specific criteria is an integral part of the treatmentprocess.The method used in writingliterature review studies uses article library sources, where the search proses uses Google Scholar, PubMed Central, and Springer Link. The themes in the articles collected were related to the animal-assisted therapy for autism spectrum disorder treatment. The results that collected has shown that AAT can improve social skills, language skills, behaviour, and motor skills in ASD patient. This review provides knowledge related to alternative therapy with animal that can be done to patient with autism. Keywords: animal-assisted therapy, autism spectrum disorder
Terapi Autogenik terhadap Kondisi Psikologis Pasien CKD yang Menjalani Hemodialisa Rosdiana Saputri; Desi Ariyana Rahayu
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 2 No. 3 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.033 KB) | DOI: 10.32584/jikj.v2i3.395

Abstract

Pasien CKD yang menjalani hemodialisis akan mempengaruhi fisiologis, psikologis dan sosial. Pola hidup berubah selama menjalani hemodialisis dalam keluarga, selain itu kehidupan normal yang terganggu mengakibatkan perasaan kehilangan pada pasien CKD. Hal ini mengakibatkan problem psikologis pada pasien CKD dan berdampak timbulnya depresi, cemas dan stres. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Terapi Autogenik Terhadap Kondisi Psikologi Pasien CKD Yang Menjalani Hemodialisis. Rancangan penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan desain quasi eksperimen, pendekatan yang digunakan adalah pre test and post test non-equivalent control group. Responden penelitian ini pasien CKD yang menjalani hemodialisis di klinik ginjal dan hipertensi lestari Semarang, jumlah sampel 104 responden terbagi menjadi 2 kelompok yaitu 52 responden kelompok intervensi terapi autogenik dan 52 responden kelompok kontrol. Uji statistik menggunakan Wilcoxon. Hasil uji statistik pada kelompok intervensi terdapat efektivitas terapi autogenik terhadap penurunan tingkat depresi, ansietas dan stres dengan masing-masing p value=0,000.Terdapat efektivitas terapi autogenik terhadap kondisi psikologis pasien CKD yang menjalani hemodialisis Kata kunci: CKD, hemodialisis, terapi autogenik AUTOGENIC THERAPY TO PSYCHOLOGICAL ASPECTS OF CKD PATIENTS UNDERGOING HEMODIALYSIS ABSTRACTChronic Kidney Disease (CKD) patients undergoing hemodialysis will affect physiologically, psychologically and socially life of patients. Lifestyle changes during hemodialysis in the family and disturbs normal life results in feelings of loss in CKD patients. This causes psychological problems such as depression, anxiety and stress. This study aimedto analyze the effectiveness of autogenic therapy on patients’ psychological condition undergoing hemodialysis. The design of this study was a quantitative study with quasi-experimental design. Pre-test and post-test non-equivalent control group were applied. Samples of this study were patients  undergoing hemodialysis.  There were 104 respondents divided into 2 groups, control and intervention group. Each group consisted of 52 respondents. The data were analyzed using Wilcoxon test. Statistic test resulted on intervention group described that therewas effectiveness of autogenic therapyon decreasing the level of depression, anxiety, and stress with each p value=0,000. There was  effectiveness of autogenic therapy on the psychological condition of CKD patients undergoing hemodialysis. Keywords: CKD, hemodialysis, autogenic therapy 
Pengaruh Coping Strategies terhadap Kesehatan Mental dan Kualitas Hidup Penderita HIV/AIDS positif Ester Krisdayanti; Januar Ishak Hutasoit
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 2 No. 3 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.858 KB) | DOI: 10.32584/jikj.v2i3.440

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV)/ Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala akibat virus yang menyerang sel leukosit di dalam tubuh sehingga menyebabkan penurunan sistem imun di dalam tubuh yang  menyebabkan tubuh menjadi rentan terhadap berbagai infeksi. Selain permasalahan menurunnya kesehatan fisik sebagai stressor pertama, penderita HIV positif dihadapkan pada permasalahan terjadinya gangguan kesehatan mental dan penurunan kualitas hidup serta stigma di masyarakat yang cenderung menyebabkan penderita melakukan koping strategi. Literature review ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran efek pengaruh coping strategies intervention terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup pada penderita HIV/AIDS positif yang sudah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah penelusuran artikel melalui database NCBI dan Google Scholar. Tahun penerbitan sumber pustaka adalah dari tahun 2001 sampai 2019 dengan 20 sumber pustaka.Tema dalam artikel yang dikumpulkan yaitu terkait gambaran coping strategies intervention pada penderita HIV/AIDS positif. Hasil dari sintesa artikel yang telah ditemukan yaitu coping strategies ini sangat mempengaruhi kesehatan mental dan meningkatkan kualitas hidup penderita HIV/AIDS positif. Kata kunci : coping strategies, Human Immunodeficiency Virus (HIV), Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) THE EFFECT OF COPING STRATEGIES ON MENTAL HEALTH AND QUALITY OF LIFE IN POSITIVE HIV / AIDS PATIENTS ABSTRACT Human Immunodeficiency Virus (HIV) / Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) is a collectings of sympomts by virus that attacks leukocyte cells in the body, causing a decrease in the immune system in the body which makes the body vulnerable to various infections. In addition to the problem of declining physical health as the first stressor, HIV positive sufferers are faced with problems of mental health disorders and decreased quality of life and stigma in the community which tends to cause sufferers to do coping strategies. This literature review aims to explain the effect of coping strategies intervention on mental health and quality of life in HIV / AIDS positive sufferers that have been done by previous researchers. The method used in this article is article search through the NCBI database and Google Scholar. The year of publication of library sources is from 2001 to 2019 with 20 sources of literature. The theme in the article collected is related to the description of coping strategies intervention in HIV / AIDS positive sufferers. The results of the synthesis of the article that has been found that these coping strategies greatly affect mental health and improve the quality of life of people with HIV / AIDS positive. Keywords: coping strategies, Human Immunodeficiency Virus (HIV), Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS)
Faktor Predisposisi dan Prestipitasi Pasien Resiko Perilaku Kekerasan Kandar Kandar; Dwi Indah Iswanti
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 2 No. 3 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.91 KB) | DOI: 10.32584/jikj.v2i3.226

Abstract

Permasalahan utama yang sering terjadi pada pasien skizofrenia adalah perilaku kekerasan. Kondisi ini harus segera ditangani karena perilaku kekerasan yang terjadi dapat membahayakan diri pasien, orang lain dan lingkungan.Penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang bersifat memahami gambaran faktor predisposisi dan presipitasi pada partisipan pasien resiko perilaku kekerasan. Ada 3 Faktor predisposisi pada Pasien dengan Risiko Perilaku Kekerasan di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah yaitu : Faktor genetik yang menyebabkan pasien mengalami risiko perilaku kekerasan. Faktor psikologis yang menyebabkan pasien mengalami risiko perilaku kekerasan antara lain yaitu: Kepribadian yang tertutup, Kehilangan, Aniayaseksual, Kekerasandalamkeluarga. Faktor sosial budaya yang menyebabkan pasien mengalami risiko perilaku kekerasan yaitu: Pekerjaan, Pernikahan.Ada 3 Faktor Presipitasi pada Pasien dengan Risiko Perilaku Kekerasan di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah yaitu ; Faktor genetik; putus obat sebagai pencetus pasien mengalami risiko perilaku kekerasan. Faktor psikologis yaitu konsep diri sebagai pencetus pasien mengalami risiko perilaku kekerasan. Faktor sosial budaya yaitu ketidakharmonisan lingkungan tempat tinggal membuat diri ingin marah dan berbicara dengan kasar. Kata kunci: predisposisi, presipitasi, resiko perilkau kekerasan PREDISPOSITION AND PRESTIPITATION FACTORS OF RISK OF VIOLENT BEHAVIOUR  ABSTRACTThe main problem that often occurs in patient with schizofrenia is violent behaviour. This condition must be overcome immediately because it could endanger patient itself, others abd the environment. A qualitative research with a descriptive qualitative approach which is understand the image of predisposing and precipitation factors in participant of patient with risk of violent behaviour. There are 3 predisposing factors in patient with risk of violent behaviour at The Mental Hospital of Dr Amino Gondohutomo Central Java Province, that is : Genetic factor, psychological factor such as closed personality, lose experience, sexual abuse, domestic violence and Sociocultural factors that is occupation and marriage. Then the 3 precipitatiobn factors in patient with risk ov violent behaviour are : Genetic factor that is drop out of medicine, Psychological factor that is body concept and Sociocultural factor namely environmental disharmony that makes patient become angry and speak rudely.  Keywords: Predisposing, Precipatation, Violent behaviour

Page 1 of 1 | Total Record : 8