cover
Contact Name
Amin Fatoni
Contact Email
aminfatoni@unsoed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.molekul@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dr. Soeparno No.61 Karangwangkal, Purwokerto, Jawa Tengah 53
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Molekul: Jurnal Ilmiah Kimia
ISSN : 19079761     EISSN : 25030310     DOI : -
MOLEKUL is a peer-reviewed journal of chemistry published by the Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Jenderal Soedirman University, Indonesia. Publishing frequency 2 issues per year, on May and November. This Journal encompasses all branches of chemistry and its sub-disciplines including Pharmaceutical, Biological activities of Synthetic Drugs, Environmental Chemistry, Biochemistry, Polymer Chemistry, Petroleum Chemistry, and Agricultural Chemistry.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2013)" : 10 Documents clear
PEMANFAATAN KITOSANDAN JAMUR LAPUK PUTIH (Trametes versicolor)UNTUK MENURUNKAN KEKERUHAN DAN WARNA PADA AIR GAMBUT SEBAGAI SUMBER AIR BERSIH ALTERNATIF Karelius Karelius
Molekul Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.291 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2013.8.1.127

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan kitosan dan jamur lapuk putih (trametes versicolor) untuk menurunkan kekeruhan dan warna pada air gambut sebagai  sumber air bersih alternatif dengan tujuan adalah mengetahui perbandingan dosis optimum kitosan dan jamur lapuk serta mempelajari kondisi optimum proses koagulasi dan flokulasi yaitu pengaruh waktu pengadukan dengan kecepatan 40 rpm dan pengendapan terhadap penurunan kekeruhan dan warna pada air gambut.Kitosan yang akan digunakan diisolasi dari limbah kulit udang yang dibuat melalui tiga tahap yakni tahap deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi. Penentuan dosis optimum dilakukan dengan variasi dosis kitosan dan jamur lapuk putih perbandingan 800 : 200; 600 : 400; 400 : 600 ; 500 : 500 dan 200 : 800 (mg/L air gambut). Pengaruh waktu pengadukan lambat terhadap efektifitas koagulasi dan flokulasi dipelajari dengan cara koagulasi dilakukan pada waktu bervariasi yaitu selama 5, 10, 15, 20 dan 25 menit.  Pengaruh waktu pengendapan dipelajari dengan suspensi hasil koagulasi diendapkan dengan waktu yang bervariasi selama 15, 30, 45, 60 dan 90 menit. Setelah diketahui dosis dan kondisi optimum koagulasi dan flokulasi selanjutnya diaplikasikan pada 3 (tiga) sampel air gambut yang diperoleh dari 3 (tiga) lokasi yang berbeda.Perbandingan dosis optimum kitosan dan jamur lapuk putih parameter kekeruhan adalah 600 : 400 mg/L air gambut dengan efektifitas sebesar 95,06%, dan  parameter warna dengan perbandingan dosis optimum 400 : 600 mg/L air gambut dengan efektifitas 96,20%. Waktu pengadukan dengan kecepatan 40 rpm optimum adalah 10 menit untuk parameter kekeruhan dan warna air gambut, dengan efektifitas masing-masing      96,34 % dan 96,68 %. Waktu pengendapan  yang optimum adalah pada waktu 45 menit untuk parameter kekeruhan dan 60 menit untuk parameter warna air gambut, dengan efektifitas masing-masing 96,37 % dan 96,68 %. Aplikasi kitosan dan jamur lapuk putih pada air gambut,  KLP 1 dan KLP 2 dapat dikatakan layak untuk digunakan sebagai sumber air bersih, dengan tingkat kekeruhan dan intensitas warna masing-masing adalah 1,27 NTU; 2,90 NTU dan 6,30 Pt-Co ; 18,19 Pt-Co. Sampel air gambut KLP 3 belum dapat dikatakan layak untuk digunakan sebagai sumber air bersih  dengan tingkat kekeruhan dan intensitas warna masing-masing adalah 26,29 NTU dan 49,78 Pt-Co.
PEMANFAATAN MEMBRAN NATA DE COCO SEBAGAI MEDIA FILTRASI UNTUK REKOVERIMINYAK JELANTAH Senny Widyaningsih; Purwati Purwati
Molekul Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.05 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2013.8.1.122

Abstract

Peningkatan kualitas minyak jelantah telah dilakukan dengan metode filtrasi menggunakan membran selulosa bakterial yang terbuat dari nata de coco. Pembuatan membran nata de coco dilakukan dengan cara memurnikannata de coco hasil proses fermentasi bakteri Acetobacter xylinum. Karakterisasi membran meliputi berat jenis, nilai fluks, dan koefisien rejeksi. Proses filtrasi minyak jelantah menggunakan tekanan sebesar 4 kgf/cm2 dengan metode dead-end. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisasi membran nata de coco memiliki berat jenis sebesar 0,6314 g/cm3, nilai fluks air sebesar 104,021 L/m2.jam, fluks minyak sebesar 1,004 L/m2.jam dan fluks Dekstran T-500 sebesar 52,208 L/m2.jam. Nilai rejeksi membran sebesar 15,11%. Peningkatan kualitas minyak jelantah dibanding sebelum rekoveri dapat dilihat dari penurunan angka asam sebesar 54,95%, kadar air sebesar 93,22%, serta peningkatan angka penyabunan sebesar 29,09% dan angka iod sebesar 8,14%.
EVALUASI PENGGUNAAN METILEN BIRU SEBAGAI MEDIATOR ELEKTRON PADA MICROBIAL FUEL CELL DENGAN BIOKATALIS ACETOBACTER ACETI Dani Permana; Hari R. Haryadi; Herlian E. Putra; Westy Juniaty; Saadah D. Rachman; Safri Ishmayana
Molekul Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.21 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2013.8.1.128

Abstract

Microbial fuel cell (MFC) merupakan salah satu teknologi sel bahan bakar alternatif yang dapat diperbarui. MFC memanfaatkan proses oksidasi senyawa kimia oleh biokatalis untuk menghasilkan energi listrik daya rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kinerja MFC dengan dan tanpa mediator elektron metilen biru (MB) menggunakan biokatalis Acetobacter aceti dan substrat glukosa agar diperoleh energi listrik. Metode yang dilakukan adalah peremajaan kultur A. aceti, persiapan inokulum, persiapan reaktor MFC, persiapan media MFC dengan substrat glukosa 2% dengan dan tanpa mediator MB, pencuplikan secara periodik, penentuan kurva pertumbuhan, arus, potensial, kerapatan daya, energi, kadar glukosa dan tingkat keasaman (pH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa MFC dengan mediator menghasilkan kuat arus sebesar 0,040 mA, potensial 878 mV, kerapatan daya 0,395 mW/cm2, energi maksimum 3,685 kJ, pemanfaatan glukosa 93,02% dan pH akhir 3,33, sedangkan MFC tanpa mediator menghasilkan kuat arus 0,035 mA, potensial 773 mV, kerapatan daya 0,290 mW/cm2, energi maksimum 2,434 kJ, pemanfaatan glukosa 90,16% dan pH akhir 3,24. Perolehan kerapatan daya pada kedua jenis MFC masih tergolong kecil dan tidak berbeda secara signifikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan mediator MB hanya berpengaruh terhadap perolehan potensial pada MFC dengan kondisi perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI GAMMA ALUMINA (γ-Al2O3) DARI KAOLIN ASAL TATAKAN, SELATAN BERDASARKAN VARIASI TEMPERATUR KALSINASI Utami Irawati; Sunardi Sunardi; Suraida Suraida
Molekul Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.332 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2013.8.1.123

Abstract

Sintesis dan karakterisasi gamma alumina (γ-Al2O3) dari kaolin asal Tatakan, Kalimantan Selatan berdasarkan variasi temperatur kalsinasi telah dilakukan. Gamma alumina (γ-Al2O3) diperoleh dengan metode sol-gel.Polyethylene glycol 6000 digunakan sebagai template pembentuk pori, presipitasi dilakukan dengan penambahan NH4OH 2,6 M hingga pH larutan 8-9 untuk memperoleh Al(OH)3. Kalsinasi dilakukan pada temperatur500, 600, 700 dan 800 0C. Gamma alumina (γ-Al2O3) hasil kalsinasi kemudian di analisis menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR) dan X-Ray Diftraction (XRD). Hasil analisis karakterisasi FTIR menunjukkan pada masing-masing variasi temperatur terbentuknya kerangka gamma alumina (γ-Al2O3) dan hasil XRD menunjukkan fasa alumina yang terbentuk adalah gamma alumina (γ-Al2O3). Struktur terbaik dari gamma alumina (γ-Al2O3) berdasarkan kekristalannya yaitu pada temperatur kalsinasi 700 0C dengan nilai 2θ = 46,06; 60,07 dan 66,93.
Program Studi Kimia, MIPA, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Jenderal Soedirman Mochamad Chasani; Ruli Budi Fitriaji; Purwati Purwati
Molekul Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.49 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2013.8.1.129

Abstract

Ketapang (Terminalia catappa Linn.) merupakan salah satu tumbuhan anggota famili Combretaceae. Hasil uji senyawa metabolit sekunder pada kulit batang ketapang diketahui mengandung flavonoid, terpenoid, polifenol, steroid dan saponin. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan fraksi ekstrak dari kulit batang ketapang yang memiliki toksisitas tertinggi terhadap larva udang Artemia salina Leach dengan menggunakan metode BSLT serta mengidentifikasi senyawa metabolit sekundernya.Kulit batang ketapang diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut metanol. Ekstrak metanol yang diperoleh diekstraksi cair-cair dengan pelarut n-heksana, dan etil asetat. Ekstrak metanol (EM), fraksi n-heksana ekstrak metanol (FH), fraksi etil asetat ekstrak metanol (FE), dan residu etil asetat ekstrak metanol (FR) diuji toksisitasnya. Fraksi ekstrak dengan toksisitas tertinggi diuji kandungan senyawa metabolit sekundernya menggunakan pereaksi warna pada plat KLT.Hasil uji menunjukkan bahwa EM, FH, FE, dan FR bersifat toksik terhadap larva udang Artemia salina Leach dan FE bersifat paling toksik dengan nilai LC50 sebesar 61,675 ppm. Hasil uji metabolit sekunder menunjukkan FE mengandung senyawa golongan flavonoid, fenolat, terpenoid, dan saponin.
KARAKTERISASI SENYAWA FENOL DARI KAYU BATANG MORUS NIGRA Ferlinahayati Ferlinahayati; Euis Holisotan Hakim; Yana Maolana Syah; Lia Dewi Juliawaty
Molekul Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.526 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2013.8.1.124

Abstract

Tumbuhan Morus merupakan salah satu genus utama dalam famili Moraceae. Senyawa-senyawa turunan fenol merupakan kandungan utama dari genus ini, diantaranya kelompok stilben, 2-arilbenzofuran, flavonoid dan adductDiels Alder. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian mengenai kajian fitokimia terhadap tumbuhan Morus. Ekstraksi dilakukan secara maserasi terhadap kayu batang Morus nigra menggunakan pelarut metanol yang dilanjutkan dengan pemisahan menggunakan berbagai teknik kromatografi sehingga diperoleh senyawa murni. Berdasarkan data-data spektroskopi yang meliputi spektrum UV, IR dan NMR maka senyawa murni hasil isolasi tersebut merupakan senyawa fenol yaitu b-resorsilaldehid.
FOTODEGRADASI SIANIDA DALAM LIMBAH CAIR TAPIOKA Kapti Riyani; Tien Setyaningtyas
Molekul Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.63 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2013.8.1.125

Abstract

Sianida banyak terdapat pada limbah cair tapioka. Sianida dapat didegradasi menggunakan fotokatalis TiO2 dengan aktivasi sinar UV, sinar UV dapat berasal dari lampu UV dan sinar matahari.Tujuan dari penelitian ini adalah mendegradasi sianida menggunakan fotokatalis TiO2 menggunakan sumber sinar lampu UV dan sinar matahari.Fotokatalis TiO2 yang digunakan dalam penelitian ini dibuat lapis tipis pada plat kaca dengan ukuran 7 x 10 cm2. Variasi sumber sinar yaitu lampu UV dan sinar matahari dipelajari pada pH 9.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan kadar sianida menggunakan sumber sinar lampu UV dengan lama penyinaran 8 jam sebesar 90,69 %, sedangkan penurunan kadar sianida menggunakan sumber sinar matahari dengan lama penyinaran 8 jam sebesar 98,74 %.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI Eschericia coli PADA MINYAK ATSIRI BATANG GENOAK (Acorus calamus) ASAL PULAU TIMOR Sherlly M. F. Ledoh; Reiner I. Lerrick; Debora Ratu
Molekul Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.563 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2013.8.1.120

Abstract

Telah dilakukan uji aktivitas antibakteri Eschericia coli (E. coli) minyak batang genoak (Acorus calamus). Penelitian ini dilakukan melalui destilasi uap batang genoak yang diikuti analisis komposisi kimianya menggunakan GC-MS, dan uji antibakteri terhadap bakteri E. coli menggunakan metode hitung cawan. Hasil penelitian diperoleh minyak genoak dengan rendemen 0,17% dan asaron sebagai komponen utama minyak genoak sebesar 89,81%. Minyak genoak dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. coli sebesar 95,76% pada kosentrasi 10% (v/v).
STUDI REAKSI KOPLING OKTADESILSILAN DENGAN ARIL IODIDA TERSUBSTITUSI PARA Aldes Lesbani; Risfidian Mohadi; Nurlisa Hidayati; Elfita Elfita
Molekul Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.096 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2013.8.1.126

Abstract

Telah dilakukan reaksi kopling oktadesilsilan dengan 4-iodida tioanisol dan 4-iodida anisol pada posisi para menggunakan katalis paladium dalam kondisi atmosfir argon/nitrogen menghasilkan senyawa tris-(4-tioanisil)-oktadesilsilan (1) dan tris-(4-metoksifenil)-oktadesilsilan (2)Hasil penelitian ini diperoleh senyawa (1) berupa kristal putih dengan titik leleh 59,8-60,5 oC dan puncak ion molekul sebesar m/z 650 Sedangkan untuk senyawa (2) mempunyai titik leleh 53,5-54,0 oC dengan nilai m/z 602. Karakterisasi menggunakan 1H dan 13C NMR menghasilkan puncak-puncak pergeseran kimia yang menunjukkan senyawa (1) adalah tris-(4-tioanisil)-oktadesilsilan dan senyawa (2) adalah tris-(4-metoksifenil)-oktadesilsilan (2)
STUDI KINETIKA REAKSI ESTERIFIKASI ENZIMATIS ASAM MIRISTAT DENGAN OLEIL ALKOHOL Emmy Yuanita; Erin Ryantin Gunawan; Lely kurniawati; Siti Raudhatul Kamali
Molekul Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.537 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2013.8.1.121

Abstract

Studi kinetika reaksi esterifikasi enzimatisasam miristat dan oleil alkohol telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil sintesis yang optimal, sehingga meningkatkan konversi dan kecepatan reaksi pembentukan wax ester. Analisis kualitatif wax ester yang terbentuk dilakukan secara TLC dan GC, sedangkan analisis secara kuantitatif dilakukan secara titrasi asam-basa. Dari hasil penelitian diperoleh % konversi wax esterdengan menggunakan enzim tanpa perlakuan sebesar 94,44%. Nilai Km dan Vmax untuk asam miristat sebesar 2,5649 dan 14,3823 mmol x10-5 mmol/menit.mg katalis sedangkan untuk oleil alkohol sebesar 7,0345 dan 29,2292 mmol x10-mmol/menit.mg katalis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kinetika reaksi esterifikasi asam miristat dengan oleil Alkohol yang dikatalisis oleh enzim lipase tanpa perlakuan mengikuti Model Michaelis-Menten sedangkan mekanisme reaksi esterifikasi mengikuti mekanisme Bi Bi Ping-Pong

Page 1 of 1 | Total Record : 10