cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis
ISSN : -     EISSN : 16933834     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini mempublikasikan artikel asli baik penelitian dasar maupun terapan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kayu, bahan berlignoselulosa bukan kayu, hasil hutan lainnya dan industri hasil hutan.
Arjuna Subject : -
Articles 316 Documents
Prediksi Nilai Kuat Lentur Kayu Tropis Berdasarkan Nilai Modulus Elastis Ali Awaludin; Urwatul Wusqo
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 18, No 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis
Publisher : Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51850/jitkt.v18i1.542

Abstract

Dalam SNI 7973:2013, nilai modulus elastisitas statik kayu (MoEs) digunakan sebagai dasar pengelompokan mutu kayu. Nilai MoEs juga dapat digunakan untuk memprediksi sifat mekanika kayu yang lain. Penelitian ini melakukan kajian untuk mendapatkan persamaan yang dapat digunakan untuk memprediksi nilai  berdasarkan nilai rata rata modulus elastisitas dan persamaan untuk mendapatkan nilai kekuatan lentur (MoR) berdasarkan nilai MoEsnya dari kayu tropis yang ada di Indonesia. Uji lentur statik dilakukan berdasarkan EN 408, sementara itu uji lentur dinamik dilakukan menggunakan metode stress wave velocity. Selain itu, data sekunder hasil pengujian lentur dari para peneliti terdahulu juga digunakan dalam penelitian ini. Dari hasil analisis, nilai  adalah sebesar 0,754 dari . Analisis regresi linear menunjukkan bahwa nilai MoR dapat didekati dengan persamaan ???????????? = −1,359 + 0,0061, dimana dari persamaan ini dapat diketahui bahwa nilai desain acuan yang ada pada Tabel 4.2.1 SNI 7973:2013 cenderung memberikan faktor keamanan yang memadai. Pengujian lentur dinamik kayu menunjukkan bahwa hubungan antara modulus elastisitas dinamik (MoEd) dan MoEsdapat didekati melalui persamaan = −1330,1 + 1,254 dengan koefisien determinasi () sebesar 0,69. 
Sponge Gourd Potential for the Raw Material of Paper and Dissolving Pulp Nyoman J. Wistara; Yuhana Rahayu
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 20, No 1 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis
Publisher : Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51850/jitkt.v20i1.556

Abstract

Sponge gourd (Luffa cylindrica) provides a sustainable and cheap source of lignocellulosic materials potential for the raw material of paper and dissolving pulp. In the present works, sponge gourd fruits 5 and 8 months old were pre-hydrolyzed in an acidic (pH of 5) and neutral (pH of 7) at 165 C for 3 hours, and successively soda pulped at a maximum temperature of 170 oC for 4 hours with 20% active alkali. The resulting pulp was bleached by the D0E1D1E2D2 method. The bleached pulp was chemically analyzed to evaluate its feasibility for dissolving pulp based on the requirement of SNI 14-03-1989. The pulp feasibility for paper materials ware based on the measurement of fiber dimensions, fiber derivative values, and the strength properties of the pulp. It was found that the a-cellulose content of the sponge gourd coir was high compared to the requirement of SNI 14-03-1989. However, it did not satisfy the requirement of dissolving pulp due to its high extractives, ash, silica content, and low viscosity. The fiber of sponge gourd coir was classified into the quality class of II with intermediate pulp strength.   
Comparison of Physical and Mechanical Properties of Bamboo Laminates With and Without Natural Fiber Reinforcement Mochamad Chanan; Galit Gatut Prakosa; Aditya Galih Kurniawan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 20, No 1 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis
Publisher : Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51850/jitkt.v20i1.552

Abstract

Present study of engineered bamboo as an alternative to wood aims to determine the difference of physical-mechanical properties, as well as correlation of the observed properties consist of moisture content, density, modulus of elasticity (Eapp), and modulus of rupture (SR). Bambusa blumeana Schult. & Schult. F and Gigantochloa atroviolacea Widjaja, Agave sisalana Perrine, Hibiscus cannabinus L, and urea-formaldehyde resin as an adhesive used to produce natural-fibre-reinforced and non-reinforced laminated bamboo lumber (LBL). Specimen dimension accordance with ASTM standard D143-14. Test methods and equations accordance with ASTM standard D198-15. Statistical analysis includes analysis of variance, correlation, and regression. Result show properties of the interactions within AO, AK, AS, BO, BK, and BS ranged between 6,40% to 8,00% on MC, 0,62 g/cm3 to 0,74 g/cm3 on density, 12,71 GPa to 37, 70 GPa on MOE, and 62,64 MPa to 104,24 MPa on MOR respectively. Relationship between variables revealed linear negative correlation between MC versus density (R = –0,786), and MC versus MOR (R = –0,666). Linear positive correlation between density versus MOE (R = 0,508), density versus MOR (R = –0,578), and MOE versus MOR (R = –0,793). 
Analisis Kesehatan Mangrove di Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Jakarta Utara Puteri Raysa Azzahra; Elham Sumarga; Arni Sholihah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 20, No 1 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis
Publisher : Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51850/jitkt.v20i1.571

Abstract

Indonesia memiliki luasan ekosistem mangrove terluas di dunia. Ekosistem mangrove memiliki fungsi, peran dan manfaat penting bagi kawasan daratan dan lautan. Optimalisasi dari fungsi-fungsi ekosistem mangrove bergantung pada kondisi kesehatan mangrove. Taman Wisata Alam Angke Kapuk (TWAAK) merupakan kawasan taman wisata alam yang berfokus pada ekowisata dan konservasi ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan melakukan penilaian kesehatan mangrove berdasarkan Indeks Kesehatan Mangrove/Mangrove Health Index (MHI) dan struktur tegakan mangrove dilakukan di TWAAK. Penelitian dilakukan dengan pengambilan plot secara purposive sampling yaitu penentuan plot berdasarkan kriteria tutupan kanopi rapat, sedang, dan jarang yang di analisis menggunakan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Plot diambil sebanyak tiga puluh plot yang terdiri dari dua belas plot jarang, sebelas plot sedang, dan tujuh plot rapat. Nilai MHI merupakan kombinasi dari skor persentase tutupan kanopi, DBH dan jumlah pancang. Sedangkan struktur tegakan mangrove ditentukan berdasarkan parameter persentase tutupan kanopi, tinggi tegakan, DBH dan jumlah tegakan. Kesehatan mangrove di TWAAK berdasarkan MHI untuk kelas kerapatan jarang dan sedang masuk kategori sedang/moderate serta kelas kerapatan rapat masuk kategori sehat/healthy. Berdasarkan struktur tegakan, kesehatan mangrove di TWAAK untuk kelas kerapatan jarang masuk kategori sedang/cukup baik/fair serta kelas kerapatan sedang dan rapat masuk kategori baik/good. 
Karakteristik Anatomi Kayu Kurang Dikenal Family Annonaceae dari Indonesia Sumayyah F. Karimah; Andianto Andianto; Ratih Damayanti
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 20, No 1 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis
Publisher : Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51850/jitkt.v20i1.470

Abstract

Ciri anatomi merupakan informasi dasar diperlukan dalam pemanfaatan suatu jenis kayu. Umumnya masyarakat memanfaatkan kayu yang sudah dikenal memiliki keawetan, kekuatan maupun sifat pengerjaan yang baik. Tidak demikian halnya dengan pemanfaatan jenis-jenis kayu yang kurang dikenal (The lesser-known wood species) atau sangat kurang dikenal (The least- known wood species), karena masih minim informasinya. Beberapa jenis kayu suku Annonaceae termasuk kelompok jenis kayu sangat kurang dikenal. Ciri umum 7 jenis kayu suku Annonaceae yaitu Annona muricata, Annona palustris, Goniothalamus giganteus, Saccopetalum horsfieldii, Saccopetalum kollsii, Stelechocarpus burahol, dan Trivalvaria sp. diidentifikasi melalui warna, corak, tekstur, arah serat, kilap, kesan raba, dan kekerasan. Sedangkan ciri anatomi diidentifikasidengan menggunakan nomenklatur daftar ciri mikroskopis International Association of Wood Anatomists (IAWA) untuk identifikasi kayu daun lebar. Ciri umum kayu berwarna putih sampai putih keabuan, bercorak polos hingga samar, bertekstur agak kasar dan kasar,  arah serat lurus, kesan kilap yang bervariasi dari tidak mengkilap, agak mengkilap hingga mengkilap, kesan raba agak licin dan licin, kayu lunak, agak lunak, agak keras, hingga keras. Sedangkan ciri-ciri anatomi diantaranya batas lingkar tumbuh tidak jelas, susunan pembuluh baur, sebaran pembuluh pola radial, outline pembuluh soliter tidak bersudut, pengelompokan pembuluh bertipe ganda radial 2-4, bidang perforasi sederhana, susunan ceruk antar pembuluh bertipe selang-seling, dan serat tidak bersekat. Hasil perhitungan nilai turunan dimensi dari serat kayu marga Annona, Goniothalamus, Stelechocarpus, serta Trivalvaria sp. termasuk ke dalam kayu kelas kualitas II. Marga Saccopetalum tidak termasuk ke dalam tiga kelas kriteria serat kayu untuk bahan pulp dan kertas
Pengaruh Ukuran Partikel Bahan Baku terhadap Kualitas Pelet Ranting Kaliandra (Calliandra calothyrsus) dari Limbah Pakan Ternak Kambing Ahmad Harun Hidyatullah; Johanes Pramana Gentur Sutapa; Tomy Listyanto
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 20, No 1 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis
Publisher : Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51850/jitkt.v20i1.576

Abstract

Pemberian pakan kambing dengan daun kaliandra menyisakan limbah ranting kaliandra yang belum banyak dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan limbah ranting kaliandra sebagai bahan baku pelet untuk energi terbarukan. Penelitian dirancang untuk mengetahui pengaruh berbagai ukuran partikel bahan baku pada kualitas pelet limbah ranting kaliandra (Calliandra calothyrsus). Ukuran partikel bahan yang digunakan adalah 20-40 mesh, 40-60 mesh, dan 60-80 mesh. Proses pembuatan pelet menggunakan tekanan kempa 70 kg/cm2. Kualitas pelet yang diamati adalah sebagai berikut: berat jenis dan sifat proksimat (kadar air, kadar abu, zat mudah menguap, dan karbon terikat) serta nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan pelet limbah ranting kaliandra terbaik dihasilkan dari ukuran partikel 60-80 mesh dengan pemberian tekanan kempa 70 kg/cm2. Pelet yang dihasilkan mempunyai spesifikasi kualitas sebagai berikut nilai berat jenis 1,086; kadar air 10,12%; kadar zat mudah menguap 82,50%; kadar abu 1,21%; karbon terikat 16,25%; dan nilai kalor 4617,20 kal/g. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelet limbah ranting kaliandra telah memenuhi standar kualitas pelet menurut SNI 8021-2014 dan DIN 51731. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan limbah ranting kaliandra pada peternakan kambing bisa digunakan sebagai bahan baku pelet sebagai sumber energi terbarukan yang berkualitas.

Filter by Year

2003 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 18, No 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 17, No 2 (2019): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 17, No 1 (2019): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 16, No 2 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 16, No 2 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 13, No 2 (2015): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 13, No 1 (2015): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 10, No 1 (2012): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 9, No 2 (2011): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 9, No 2 (2011): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 8, No 1 (2010): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 6, No 1 (2008): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 6, No 1 (2008): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 5, No 2 (2007): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 4, No 2 (2006): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 3, No 2 (2005): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis More Issue