cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan
ISSN : 0854526x     EISSN : 25030272     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Eknomi Pembangunan merupakan salah satu jurnal Pusat Penelitian Ekonomi - LIPI dengan versi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Jurnal ini membahas permasalahan di bidang ekonomi dan pembangunan dalam arti menyeluruh, tidak hanya terbatas pada ilmu ekonomi pembangunan. Namun meliputi juga ekonomi Islam, ekonomi lingkungan, ekonomi perusahaan, pembangunan daerah, kemiskinan, ketimpangan dan bidang yang terkait ilmu ekonomi dan pembangunan lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 25, No 1 (2017)" : 5 Documents clear
Pemanfaatan Sumber Daya Danau Secara Multifungsi dan Peran Komunitas Lokal di Danau Maninjau endah, nur hadiati
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 25, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian Ekonomi-LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.168 KB) | DOI: 10.14203/JEP.25.1.2017.55-67

Abstract

Danau Maninjau yang terletak di Kabupaten Agam memiliki peran penting bagi perekonomian Provinsi Sumatera Barat. Meskipun demikian, pemanfaatan secara multifungsi tanpa disertai upaya pelestarian yang berkelanjutan, mengakibatkan nilai ekonomis danau menjadi turun sehingga menimbulkan dampak negatif lain. Keberadaan budidaya keramba jaring apung (KJA) di satu sisi telah memberikan kontribusi pendapatan cukup besar kepada pemerintah daerah, namun berdampak menimbulkan konflik masyarakat. Artikel ini akan mendiskusikan masalah pemanfaatan danau untuk perekonomian daerah dan sejauh mana peran masyarakat dalam upaya pelestarian Danau Maninjau. Artikel ini ditulis berdasarkan sumber hasil penelitian “Optimalisasi Pemanfaatan Danau secara Multifungsi untuk Pembangunan Daerah”. Sumber data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner, wawancara mendalam, Focus Group Discussion, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan, meskipun masyarakat memiliki Environmental Attitude (sikap terhadap lingkungan) yang positif tetapi tidak sampai terwujud dalam Actual Behavior. Faktor budaya, regulasi dan pengawasan merupakan faktor yang melatarbelakangi tidak optimalnya pemanfaatan dan upaya pelestarian danau.
IMPLIKASI KEBIJAKAN MORATORIUM TERHADAP SEKTOR PERIKANAN DI BITUNG Rahmayanti, Atika Zahra; Cahyono, Bintang Dwitya; Nadjib, Mochammad
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 25, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian Ekonomi-LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.168 KB) | DOI: 10.14203/JEP.25.1.2017.1-14

Abstract

Kebijakan moratorium sebagai salah satu gebrakan dalam Pemerintahan Jokowi – JK, memiliki dua sisi mata koin. Pada satu sisi, kebijakan ini menguntungkan bagi nelayan kapal kecil dimana fishing ground menjadi lebih dekat dan ikan relatif lebih mudah didapat sehingga biaya operasional terutama untuk bahan bakar dan perbekalan berlayar dapat ditekan. Tentu saja kondisi tersebut menunjukkan peningkatan dari segi kesejahteraan nelayan.Di sisi lain, bagi unit usaha pengolahan ikan (UPI), kebijakan moratorium membuat operasionalisasi perusahaan terganggu. Pasalnya supply bahan baku menjadi berkurang drastis akibat larangan operasi bagi kapal di atas 30 GT dan kapal eks asing. Dengan tidak adanya bahan baku yang diproses, otomatis banyak pekerja yang di rumahkan. Terlebih lagi banyak kapal-kapal besar yang akhirnya terbengkalai akibat tidak bisa beroperasi dan satu UPI di Bitung mengalami gulung tikar.  Sebagai jawaban atas gejolak tersebut, akhir Bulan April, Kementerian Kelautan dan Perikana memberlakukan skema kebijakan penangkapan ikan dalam satu kesatuan operasional. Kebijakan ini tertuang dalam Perdirjen PT No.1/Per-DJPT/2016. Kebijakan ini merupakan solusi untuk menjawab kebutuhan UPI di Bitung. Artikel ini bersumber dari penelitian, Optimalisasi Pemanfaatan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Dalam Konteks Global: Infrastruktur Pendukung Peningkatan Daya Saing Sektor Perikanan”. Metode yang digunakan merupakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data secara primer maupun sekunder. Implikasi kebijakan moratorium menimbulkan efek langsung baik bagi nelayan, pelaku usaha (UPI) maupun kondisi di Pelabuhan Perikanan Bitung. Namun kebijakan ini merupakan salah satu cara untuk mewujudkan kedaulatan maritim dan meningkatkan kesejahteraan nelayan kecil.
PENGARUH PENERAPAN E-TICKETING TERHADAP TINGKAT KEPUASAN DAN LOYALITAS PENGGUNA JASA KERETA Surniandari, Artika; Hasan, Haryani
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 25, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian Ekonomi-LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.168 KB) | DOI: 10.14203/JEP.25.1.2017.39-53

Abstract

Tiket merupakan syarat untuk dapat menggunakan fasilitas perjalanan kereta.  Pada perkembangannya sistem ticketing kereta api mengalami beberapa perubahan. Kereta api jabodetabek pun tak luput dari perubahan, saat ini tiket terbagi 2 jenis yaitu tiket untuk satu kali perjalanan dan kartu berlangganan. Pada kesempatan ini kami mencoba membuat penelitian yang akan menyajikan data pengaruh penerapan e-ticketing pada kereta commuterline jabodetabek terhadap tingkat kepuasan dan loyalitas pengguna jasanya yang dalam hal ini adalah pengguna kartu berlangganan atau yang dikenal dengan kartu Multitrip. Dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan software AMOS yang dapat mengistemasi model pada model persamaan struktural (SEM). Dengan penelitian ini diharapkan dapat dianalisa apakah penerapan e-ticketing pada commuterline jabodetabek menjadikan para penumpangnya merasakan manfaatnya dan memilih untuk menjadi pelanggan tetap dan memilih tiket multitrip sebagai tiket disetiap perjalannya dengan menggunakan jasa commuterline.Kata Kunci : Kepuasan dan Loyalitas, Kereta Jabodetabek
THE EFFECT OF EXCHANGE RATE FLUCTUATIONS ON BALI TOURISM SECTOR Nugroho, Ignatius Adhi; Gunawan, Stephanie; Awirya, Agni Alam; Nurman, Putriana
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 25, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian Ekonomi-LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.168 KB) | DOI: 10.14203/JEP.25.1.2017.15-26

Abstract

Trade, hotel, and restaurant sector which represents tourism sector is the biggest contributor for Bali economy sector. It accounts for more than 30% of Bali income. Most of the income comes from foreign tourists’ expenditure which accounts for more than half of the local tourists’ with the foreign tourists’ arrival of 36% more of the locals’. The fact therefore underlines the importance of foreign tourist growth observation due to its significance for Bali economy. This research aims at estimating the change of tourists’ arrival because of the fluctuation of rupiah (depreciation and appreciation) which allegedly thought as one of the underlying factors affecting the number of tourists’ arrival. This research also aims at analyzing the sensitivity of foreign tourists’ to the change of traveling cost and at analyzing the tourists’ destination shift should there be any change of traveling cost and also at analyzing the characteristics of the foreign tourists affected by the exchange rate fluctuations. Event studies shows that exchange rate fluctuation does not affect foreign tourists’ decision on coming to Bali. This is due to the fact that foreign tourists’ arrival escalates regardless the exchange rate fluctuation (depreciation and appreciation). Meanwhile, descriptive analysis shows that only minority of foreign tourists are affected by exchange rate fluctuations with underlying characteristic of the country of origin. Moreover, despite the rise of traveling cost to Bali, more than 50% respondents choose to travel to Bali and although there is a change of destination, more than 30% respondents choose other Asian countries as a replacement. It is also revealed that the older the tourists, the less the effect of exchange rate fluctuation on their decision to visit Bali.
HOW FOOD CONSUMPTION PATTERN AND DIETARY DIVERSITY INFLUENCE FOOD SECURITY: EVIDENCE FROM DI YOGYAKARTA AND EAST NUSA TENGGARA Firdaus, Nur; Cahyono, Bintang Dwitya
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 25, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian Ekonomi-LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.168 KB) | DOI: 10.14203/JEP.25.1.2017.27-38

Abstract

Food is an essential need and its role is prominent to human life. In addition, food may have a positive contribution to develop human resources. According to Food Security Agency (Badan Ketahanan Pangan/ BKP), food consumption pattern should meet nutrition standards and follow desirable dietary pattern (Pola Pangan Harapan/ PPH). PPH indicates an overview of food that is consumed by people whether its contains good nutrient or not. This study aims to analyze food consumption pattern and dietary diversity in DI Yogyakarta and East  Nusa Tenggara; and how they influence food security. The household data survey (Susenas) 2014 showed that PPH scores for DI Yogyakarta is higher than East Nusa Tenggara. From these scores, DI Yogyakarta has better food consumption pattern and leads to diverse food; in contrast, food consumption in East Nusa Tenggara has not lead to a healthy pattern. In DI Yogyakarta, people have been diversifying their consumption in accordance with the concept of PPH. This means that people have realized to meet their nutrition by consuming nutritious foods and help them not only to achieve food security but also nutrition security. Moreover, people have used local-based food to be consumed so that they do not depend on their current food. Whilst, in East Nusa Tenggara, people tend to meet their needs regardless their food has good nutrition or not. In addition, dietary diversity or PPH is influenced by some factors, such as education, family size, age of the household head, and expenditure. These results confirm that diverse consumption pattern showed high food security and those factors should be concerned to improve the quality of food consumption. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5