cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
rindo.herdianto@pu.go.id
Editorial Address
Jalan Panyaungan, Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung 40393
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Permukiman
ISSN : 19074352     EISSN : 23392975     DOI : http://dx.doi.org/10.31815/jp
Core Subject : Engineering,
Karya tulis ilmiah dibidang permukiman yang meliputi kawasan perkotaan/perdesaan, bangunan dan gedung yang ada didalamnya serta sarana dan prasarana pendukungnya.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 4 (2008)" : 15 Documents clear
Kajian Kebutuhan Pasar untuk Penerapan Teknologi Tepat Guna Bidang Permukiman Iriani, Lia Yulia; Firmanti, Anita
Jurnal Permukiman Vol 3 No 4 (2008)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2008.3.280-293

Abstract

Pusat Litbang Permukiman yang merupakan salah satu unit di bawah Badan Litbang Departemen Pekerjaan Umum memiliki visi untuk menghasilkan teknologi perumahan permukiman yang inovatif, aplikatif, kompetitif dan bermanfaat bagi masyarakat. Untuk mencapai visi tersebut secara lebih efektif dan efisien berbagai upaya dan harus dilakukan. Salah satu bentuk upaya tersebut adalah  memahami kebutuhan masyarakat umumnya dan para pemangku kepentingan di bidang perumahan dan permukiman khususnya sebagai pemanfaat produk Pusat Litbang Permukiman. Kajian Kebutuhan Pasar untuk Penerapan Teknologi Tepat Guna Bidang Permukiman ini dilakukan karena dirasakan intrusi teknologi tepat guna yang dihasilkan oleh Pusat Litbang Permukiman kepada para penerima masih berjalan pelan. Kajian ini dilakukan melalui peningkatan kemampuan pelaksana untuk memahami teori dan aplikasi kebutuhan pasar pada umumnya seperti marketing concept evaluation, marketing research dan marketing plan. Kajian dimulai dari pemahaman terhadap isu-isu bidang permukiman serta kebijakan-kebijakan Departemen PU untuk menangani permasalahan, inventarisasi teknologi tepat guna yang telah dihasilkan oleh Pusat Litbang Permukiman serta identifikasi kebutuhan masyarakat yang kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan instrumen-instrumen perumusan masalah, untuk mengenali permasalahan yang dominan serta usulan strategi-strategi penanganan serta prediksinya di masa depan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dari berbagai strategi yang dapat dilakukan, sebagai peringkat pertama adalah menyusun masukan konsep kebijakan dan strategi tentang penerapan teknologi tepat guna dan tepat sasaran, serta  merumuskan permasalahan kebijakan, strategi dan program kebutuhan litbang bersama stakeholders secara sinergi, terpadu, berkelanjutan.
Analisis Dampak Pembangunan Infrastruktur Terhadap Lahan Kawasan Pantai Menggunakan Program Genesis Studi Kasus: Kawasan Pantai Dadap Indramayu Sarbidi, Sarbidi
Jurnal Permukiman Vol 3 No 4 (2008)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2008.3.294-312

Abstract

Infrastruktur sipil berupa jeti, seawall dan pelabuhan PPI yang dibangun pada kawasan pantai Dadap Indramayu dapat menimbulkan dampak perubahan atau kerusakan pada lahan kawasan pantai. Metodologi analisis dampak  dimulai dengan identifikasi permasalahan, pengolahan data sekunder dan  data primer, menggunakan  program Genesis (generalized model for simulating shoreline change) menghasilkan bahwa kawasan pantai dapat mengalami sedimentasi sepanjang sekitar 700 m dan akrasi berbentuk salien sekitar 117,1 m yang terjadi tepat pada testle pelabuhan. Pantai sebelah barat pelabuhan mengalami erosi sepanjang sekitar 320 m, dengan kejadian garis pantai mundur terbesar sekitar 79,1 m. Pada kasus ini, infrastruktur pantai menyebabkan dampak kerusakan lahan kawasan pantai sepanjang 1.020 m. Sejalan dengan perubahan tersebut terdapat debit litoral drift yang bergerak sejajar pantai dari arah Timur ke Barat sebesar antara 1 m3/detik - 20 m3/detik. Untuk mencegah kerusakan lahan pantai yang lebih besar dapat memperpanjang seawall ke arah barat menggunakan kombinasi antara revetment, detached breakwaters dan tanaman bakau.
Perilaku Rangka Struktur Baja Konstruksi Bangunan Sederhana Terhadap Uji Monotonik Simulasi Beban Gempa Wuryanti, Wahyu
Jurnal Permukiman Vol 3 No 4 (2008)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2008.3.328-338

Abstract

Struktur rangka baja merupakan salah satu tipe yang dituangkan dalam pedoman pembangunan bangunan sederhana tahan gempa, walaupun dalam penggunaannya lebih banyak dimanfaatkan untuk bengkel, gudang dan fungsi usaha lainnya. Padahal sebagai konstruksi prefabrikasi, penggunaan jenis struktur ini memiliki beberapa keuntungan seperti kepraktisan dan kecepatan dalam pelaksanaan konstruksi serta kualitas bahan yang terkontrol. Hal itulah pada akhir-akhir ini penggunaan bahan bangunan berbasis material baja mulai diminati dan dicari inovasi untuk konstruksi rumah. Dalam tulisan ini akan menguraikan hasil kajian eksperimental sistem struktur baja sebagai pemikul beban lateral. Pengujian menggunakan empat buah spesimen portal baja dua dimensi  dengan model portal berbeda sesuai dengan model rangka yang banyak digunakan, yaitu (1) portal terbuka, (2) portal dengan bresing, (3) portal terbuka dengan dinding pengisa tanpa pengait geser antara kolom dan dinding dan (4) portal terbuka dengan dinding pengisi yang menggunakan pengait geser. Pembebanan menggunakan metoda beban statik monotonik untuk mengetahui kapasitas struktur memikul beban lateral.
Pola Kegagalan Bangunan Nonstruktural Akibat Gempa Dangkal, 6,5 Skala Richter Rakhman, Johny
Jurnal Permukiman Vol 3 No 4 (2008)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2008.3.339-345

Abstract

Peristiwa gempa bumi merupakan suatu peristiwa probabilistik yang disebabkan oleh gerakan permukaan bumi. Gempa bumi yang kuat pada saat kejadian dan memiliki intensitas yang besar disuatu lokasi tertentu dapat diukur baik itu besarannya berdasarkan skala richter termasuk waktu, jarak dan kedalaman dari sumber energi yang dikeluarkannya, sedangkan pusat gempa pada permukaan epicentrum dan titik fokus dibawahnya hypocentrum yang memiliki jarak kedalaman (focal depth) antara epicentrum dan hypocentrum dengan klasifikasi kedalaman: - Gempa Dangkal 0 - 69 km, - Gempa Sedang 70 - 300 km, - Gempa Dalam 300 - 700 km. Gempa Tektonik berkekuatan 6,5 Skala Richter yang tercatat disuatu lokasi tertentu menunjukkan bahwa goncangan yang terjadi dilokasi tersebut cukup kuat,  dan tergantung jarak kedalamannya, menurut SNI 03-1726-2002 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung, bangunan yang ada harus mengikuti kaidah atau persyaratan teknis dengan perhitungan percepatan tanah puncak sebesar 0,20 gal atau berada pada zona rawan gempa 4, sehingga kerusakan baik rusak total, berat, sedang dan ringan yang terjadi pada sarana dan prasarana yang ada dilokasi tersebut dapat dikurangi, terutama bagian-bagian penting untuk bangunan rumah yaitu pada sambungan struktur kolom dan balok yang sering ditemui kerusakannya setiap terjadi gempa tektonik. 
Kajian Penerapan Sistem Pengendalian Asap Kebakaran Pada Bangunan Gedung Bertingkat Effendi, Achmad Hidajat
Jurnal Permukiman Vol 3 No 4 (2008)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2008.3.346-354

Abstract

Kajian penerapan sistem pengendalian asap kebakaran pada bangunan gedung bertingkat atau gedung tinggi maupun pada gedung-gedung berukuran besar dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana penerapan sistem pengendalian asap tersebut. Sedangkan tujuannya adalah untuk memperoleh data mengenai sistem pengendalian asap yang telah diterapkan. Penelitian dilakukan dengan metode survey lapangan terhadap 33 bangunan gedung di Jakarta, Surabaya dan Bandung meliputi bangunan gedung perkantoran, perhotelan dan pusat perbelanjaan/mall/atrium. Selanjutnya metode lain yang digunakan eksperimen di laboratorium, untuk memperoleh data/informasi tentang teknik yang dipergunakan untuk mengevaluasi karakteristik fisik pergerakkan asap pada bangunan terbakar. Hasil penelitian sistem pengendalian asap kebakaran, menunjukkan bahwa pada bangunan gedung perkantoran, perhotelan dan pusat perbelanjaan/mall/atrium umumnya telah menerapkan sistem pengendalian asap kebakaran. Penerapan sistem pengendalian asap dengan cara penekanan udara pada sumur tangga 100 % telah digunakan pada bangunan gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan/mall/atrium, sedangkan sekitar 90,91 % telah digunakan pada bangunan gedung perhotelan. Sistem pengendalian asap dengan sistem injeksi tekanan udara, masih menggunakan cara yang beragam yaitu 26,09 % menggunakan sistem injeksi tekanan udara tunggal dan 41,97 % menggunakan sistem injeksi tekanan udara ganda, kemudian 25,89 % menggunakan sistem injeksi tekanan udara gabungan. Sistem fan pada umumnya bekerja secara otomatis bila terjadi kebakaran, dengan digerakan oleh sinyal dari detektor kebakaran atau detektor asap dan bila terjadi kebakaran sistem tata udara berhenti secara otomatis. Dari 33 bangunan gedung yang disurvey menunjukkan belum ada satupun bangunan gedung yang menerapkan sistem tata udara sebagai sistem pengendalian asap kebakaran. Hasil pengujian laboratorium tercatat, laju pembangkitan asap berdasarkan estimasi kasar adalah 0,47 m3/detik, sementara udara masuk (ventilasi) sebesar o,46 m3/detik, hasil tersebut menunjukkan kemiripan dan memenuhi hukum kekekalan massa, sedangkan ketinggian asap yang dicapai dari lantai adalah 180 cm dengan temperatur 220ºC.

Page 2 of 2 | Total Record : 15