cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
rindo.herdianto@pu.go.id
Editorial Address
Jalan Panyaungan, Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung 40393
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Permukiman
ISSN : 19074352     EISSN : 23392975     DOI : http://dx.doi.org/10.31815/jp
Core Subject : Engineering,
Karya tulis ilmiah dibidang permukiman yang meliputi kawasan perkotaan/perdesaan, bangunan dan gedung yang ada didalamnya serta sarana dan prasarana pendukungnya.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2013)" : 12 Documents clear
Kinerja Termal pada Rumah Tradisional Sao Ria di Desa Ngalupolo dan Nggela Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Suwantara, I Ketut; Damayanti, Desak Putu
Jurnal Permukiman Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2013.8.98-107

Abstract

Tulisan ini mengkaji mengenai kinerja termal bangunan tradisional Sao Ria di Desa Ngalupolo dan Desa Nggela, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kajian-kajian terdahulu masih sebatas pada kajian bentuk, ruang, dan makna bangunan. Keunggulan bangunan sebagai wadah aktifitas yang nyaman pada kondisi iklim setempat, masih sangat jarang diangkat. Sebagai suatu evalator research, maka kajian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kinerja bangunan pada musim kemarau dan hujan. Data untuk pengukuran statis berupa karakteristik Sao Ria, suhu (t), kelembapan (RH), dan kecepatan angin (V), diperoleh dari hasil pengukuran survei lapangan selama 1x24 jam. Alat yang digunakan adalah Hioki Loger, Questem-34, dan Thermohigrometer Kanomax. Analisis yang dilakukan adalah dengan membandingkan perbedaan suhu yang terjadi sebagai indikator kenyamanan ruang dalam yang terbentuk. Hasilnya dikomparasi dengan pengukuran respon termal penghuni terhadap kondisi ruang yang terjadi. Ditemukan bahwa meskipun kondisi kelembapan setempat > 80%, dengan kecepatan angin 0,1 s/d 1 m 2, namun kinerja kedua Sao Ria menunjukkan bahwa suhu ruang dalam mampu lebih hangat pada musim hujan dan juga sebaliknya. Hal ini menunjukkan termal statis sebanding dengan respon termal. Temuan ini dapat menjadi dasar pembelajaran dalam hal pengembangan disain bangunan masa kini, dengan mengadopsi sistem kinerja bangunan Sao Ria tersebut.
Kajian Awal Kelas Situs untuk Perencanaan Ketahanan Gempa Struktur Bangunan Gedung di DKI Jakarta Aldiamar, Fahmi; Ridwan, Mohamad; Rusli, Rusli
Jurnal Permukiman Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk kebutuhan perencanaan ketahanan gempa struktur bangunan gedung, diperlukan parameter disain berupa percepatan puncak dan spektra disain di permukaan tanah. Untuk mendapatkan parameter tersebut diperlukan klasifikasi kelas situs, sehingga parameter gempa di permukaan dihasilkan dari percepatan di batuan dasar atau pada kelas situs B (SB) dikalikan dengan faktor koefisien situs. Klasifikasi kelas situs ditentukan oleh SNI 1726 : 2012 untuk lapisan tanah setebal 30 m dapat ditentukan berdasarkan nilai uji penetrasi standar ( N ), kecepatan rambat gelombang geser ( V s ) atau kuat geser niralir ( S u ). Mengingat umumnya uji penetrasi standar dilakukan di Indonesia, maka pada tulisan ini disampaikan evaluasi kelas situs berdasarkan data penetrasi standar hingga kedalaman 30 m yang dikumpulkan dari kegiatan microzonasi Jakarta yang dilakukan oleh kerjasama antara Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Litbang Pemukiman, Pemerintah DKI dan Institut Teknologi Bandung. Analisis awal menggunakan metode fungsi berbasis radial dengan fungsi spline Kernel pada data uji penetrasi standar di DKI Jakarta menunjukkan bahwa hampir keseluruhan area Jakarta Utara dan Jakarta Pusat masuk dalam kategori kelas situs E (tanah lunak) dengan nilai N <15, sedangkan beberapa bagian di Jakarta Barat, Timur dan Selatan terlihat area dengan nilai N >15 yang menunjukkan bahwa beberapa area di daerah tersebut masuk dalam kategori kelas situs D (tanah sedang).

Page 2 of 2 | Total Record : 12