Al-Qalam
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Articles
662 Documents
KONFIGURASI DAN TRANSFORMASI KEHIDUPAN AGAMA DI KECAMATAN BALIKPAPAN TIMUR KOTAMADYA BALIKPAPAN PROPINSI KALIMANTAN TIMUR
ahmad syafi'i
Al-Qalam Vol 4, No 2 (1992)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (79.065 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v4i2.644
Tujuan pcnclitian, sebagaimanadirumuskan dalam kerangka acuan adalahuntuk : Pertama, mengctahui fungsi danpcranan aparat Dcpartcmcn Agama ditingkat bawah dalam mcmbcrikan pclayanandan bimbingan agama. Kcdua, mengctahuibagaimana pcrgcseran-pcrgeseran nilaiagama dan kc arah mana pcrgcseran tersebut,guna pcnyusunan konscp bimbinganagama (dakwah) yang adaplip terhadapperkcmbangan sosial budaya. Kctiga,mcmahami proses akulturasi dan sosialisasiagama untuk membcri masukan bagi pembaruansistem pendidikan dan pengajaranagama. Keempat, dengan mencliti lckturlekturagama yang hidup dan diminatimasyarakat maka diharapkan dapat disusunpola bimbingan agama melalui "kelekturankontcmporer" sesuai dengan kemauanmasyarakat dan pcrkembangan tcknologikomunikasi.
MIGRAN BALI DI KONAWE Studi Tentang Kerukunan Antar Etnik
Ismail Sirajuddin
Al-Qalam Vol 12, No 2 (2006)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (60.761 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v12i2.562
Penelitian ini bersifat deskriptif dan bertujuan untuk menggambarkankerukunan antar etnik Bali yang bermigrasi dengan etnik Tolaki di Konawe.Hasil penelitian menunjukkan bahwa etnik Bali sebagai etnik migranmenyesuaikan diri dengan kondisi masyarakat setempat (etnik Tolaki) danitu merupakan suatu keharusan dan terjadi dalam bentuk keharmonisan,karena mereka memiliki rasa kebersamaan, saling menghormatiperbedaandalam beragama, maupun kultur. Etnik Bali sangat menghormati kulturnyasebagai suatu etnik, tetapi yang memungkinkan terjadinya akulturasibudaya yaitu pada kultur yang bukan bersifat sakral, karena setiap kulturetnik memiliki per samaan dan perbedaan. Terjadi akulturasi budaya antarkultur migran Bali dengan kultur masyarakat Tolaki sebagai pendudukasli Kabupaten Konawe terjadi pada masalah Subak dan dalam masalahkesenian.
KOORDINASI DAN JARINGAN PENELITIAN : Studi pada IAIN Raden Intan Bandar Lampung
harisun arsyad
Al-Qalam Vol 8, No 2 (1996)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (86.645 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v8i2.612
Tulisan ini merupakan bagian daristudi pengembangan jaringan penelitian dilingkungan Departemn Agama. Sebagaimanadiketahui bahwa tugas Badan LitbangAgama adalah menyelenggarakan pembinaansemua unit penelitian dan pengembangandi Lingkungan DepartemenAgama, baik yang diselenggarakan sendirioleh Badan Litbang Agama maupun yangdiselenggarakan oleh unsur-unsur lain dilingkungan Departemen Agama. Namunyang menjadi permasalahan Badan LitbangAgama saat ini adalah pelaksanaan koordinasidengan unit lain di lingkunganDepartemen Agama seperti lembaga penelitianIAIN belum berlangsung secaraefektif; sehingga sering kita dengar terjadiduplikasi dan replikasi di dalam pelaksanaanpenelitian. Untuk meningkatkankoordinasi serta menghindari terjadinyaduplikasi kegiatan, maka pada tahunanggaran 1995/1996 Badan Litbang Agamamelakukan Studi Pengembangan JaringanPenelitian Keagamaan, dengan sasaranutama adalah lembaga penelitian di lingkunganIAIN.
PERAN PARA SULTAN DALAM PENYEBARAN ISLAM DI GORONTALO
Sirajuddin Sirajuddin
Al-Qalam Vol 14, No 1 (2008)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (83.303 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v14i1.518
This study aims to describe the role of royales in Former GorontaloKingdoms. This study was conducted in Gorontalo. Data was collectedusing interview and observation. Interview was conducted with localIslamic Historician.This Study Indicates that Islamic come into Gorontalo in several ways,such are marriage, education, and politic. The role of Former GorontaloRoyales was very important to Islamic diaspora in Gorontalo society.The Kings that have main role are Sultan Amai, Sultan Matolodulakiki,and Sultan Jogugu Eyato. The kings succesed to integrate Islamic valueinto local tradition
KONSEP SHALAT, DZIKIR DAN TANDA-TANDA KEMATIAN DALAM NASKAH HAKEKAQ SAMPAJANG
Sitti Arafah
Al-Qalam Vol 18, No 1 (2012)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (154.278 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v18i1.251
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan tasawuf dan pendekatan filologi sebagai ilmu bantuyang bertujuan mengkaji konsep-konsep tawasuf yang termuat dalam naskah Hakekaq Sampajang(HSJ.Hasil kajian dari naskah HS memuat konsep shalat, dzikir dan tanda-tanda kematian yang diungkapmelalui konsep tasawuf yaitu adanya penyatuan antara hamba dan manusia yang dikenal sebagai konsepWihdatul Wujud, di samping penerapan dzikir melalui jalan tarekat.Isi naskah HS terdapat hubunganantara syari 'ah, tarekat, hakikah dan ma 'rifatulah dalam menyingkap tabir Allah SWT melaluipemahamantasawuf.
MEMBEDAH KERUKUNAN PASCA KONFLIK Refleksi Segregasi Pemukiman Muslim dan Nasrani di Ambon
Arifuddin Ismail
Al-Qalam Vol 23, No 1 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6825.92 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v23i1.382
Penelitian ini dimaksudkan untuk melakukan refleksi “Kerukunan Umat Beragama di Ambon Maluku” dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Secara khusus penelitian ini focus pada “segregasi pemukiman antara Muslim dengan Nasrani pasca konflik di Ambon. Salah satu kasus konflik yang menggoncangkan Indonesia, bahkan dunia adalah “Konflik Ambon”. Kejadiannya sudah berlangsung lebih dua decade, dan secara faktual di permukaan menunjukkan kehidupan yang aman dan damai. Tentu dengan kebijakan pemerintah yang dari awal melakukan “Segregasi Pemukiman” antara Muslim dengan Nasrani pasca konflik. Ternyata di balik kedamaian terselubung banyak hal, sebagai dampak dari “segregasi pemukiman,” yaitu: 1. Melemahnya solidaritas kultural, dan menguatnya solidaritas keagamaan pada masing-masing umat beragama; 2. Melanggengkan rasa trauma masyarakat terhadap konflik yang mengerikan, artinya dengan pengalaman konflik Ambon memunculkan dampak psychologis yang berkepanjangan, dan berefek pada susahnya memulihkan dan mengembalikan kepercayaan (trust); 3 Interaksi yang terbangun bersifat formal dan semu di ruang-ruang public. Masing-masing komunitas menjalani kehidupannya sendiri-sendiri, bahkan merasa enggan untuk saling berkunjung, dan membangun komunikasi yang lebih intens, sehingga terjadi jarak sosial di antara kedua komunitas; 4. Menciptakan sekat-sekat pemisah yang pada setiap komunitas memunculkan stigma negatif terhadap orang-orang yang berada di luar kelompoknya (the other), konteks ini terjadi ketegangan sosial yang sewaktu-waktu mencuat ke permukaan menjadi “konflik terbuka.” Kondisi masyarakat seperti di Ambon mengundang perhatian yang lebih intens guna membedah satu persatu fenomena psykososial yang berada pada titik mengkhawatirkan. Pilihan utama yang harus dilakukan adalah bagaimana mengkondisikan masyarakat yang di dalamnya terbangun interaksi yang intens dan rajutan kasih sayang secara ikhlas dan simultan untuk menggapai kehidupan yang kondusif dalam kedamaian yang abadi
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN ALQURAN HADIS MADRASAH ALIYAH (MA) DI SAMARINDA
Muhammad Nasir
Al-Qalam Vol 20, No 1 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (470.384 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v20i1.178
Penelitian ini bertujuan mengembangkan sebuah model pembelajaran yang dapat meningkatkanpemahaman siswa kelas sebelas Madrasah Aliyah MA di Kota Samarinda. Masalah utama penelitian iniadalah bagaimana efektifitas model pembelajaran yang dikembangkan dalam meningkatkan pemahamansiswa kelas Teori yang terkait adalah konsep model pembelajaran kooperatif, pendekatan grup investigasisecara teoritis, hakekat pengajaran Alquran dan hadis serta karakteristik siswa Madrasah Aliyah. Jenispenelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan teknik pengumpulan dataobservasi, dokumentasi, wawancara, angket dan tes. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa; a)hasil uji coba terbatas dan uji coba luas dengan tiga kategori Madrasah Eksperimen (ME) menunjukkanadanya peningkatan signifikan pemahaman siswa kelas XI dalam mata pelajaran Alquran hadis setelahperlakuan model hasil pengembangan (μ ≤ 0,05); b) hasil uji validasi menunjukkan adanya perbedaanpemahaman signifikan antara skor rata-rata posttest kelompok Madrasah Eksperimen dengan skor ratarataposttest kelompok Madrasah Kontrol (μ ≤ 0,05). Dengan demikian, model pembelajaran kooperatiftipe grup investigasi hasil pengembangan, efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas sebelaspada mata pelajaran Alquran Hadis.
PENYELENGGARAAN KEPENYULUHAN KEAGAMAAN PADA MASYARAKAT KOTA PARE-PARE Implementation of Religion Guiding on communities in Pare-Pare city
Abd. Shadiq Kawu
Al-Qalam Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (51.998 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v17i2.122
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran para penyuluh agama dalam membantu pembangunankeagamaan masyarakat, dan untuk mendeskhpsikan faktor-faktor yang mendorong dan menghambatperan serta fungsi penyuluh agama dalam melaksanakan program pelayanan keagamaan pada masyarakat.Memanfaatkan paradigma dan metode penelitian kualitatif, melalui proses pencarian dan penggaliandata dilakukan melalui teknik wawancara mendalam dan observasi, ditemukan fakta bahwa banyakmasyarakat yang tidak mengetahui akan keberadaan penyuluh agama, namun partisipasi masyarakatdalam kegiatan kepenyuluhan tetaplah ada baik secara langsung maupun tak langsung, yaitu denganmembentuk atau mengaktifkan majelis taklim, kelompok pengajian, TK/TPA di lingkungan maupun dikomunitas mereka. Masyarakat mengharapkan seorangpenyuluh harus mampu menjadi seorang konseloryang handal seputar keagamaan bagi masyarakat.
ERAU: RITUAL POLITIK DAN KEKUASAAN
M. Yamin Sani
Al-Qalam Vol 18, No 2 (2012)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (97.067 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v18i2.82
AbstrakErau adalah sebuah peristiwa budaya yang telah dilakukan sejak masa Kerajaan Kutai Kartanegara padaabad ke xiii, sampai sekarang. Erau masih tetap eksis karena kuatnya relasi antara tradisi budaya, praktikdan kekuasaan. Dalam arti, bahwa Erau merefleksikan dimensi politik, dan karena itu menjadi instrumenkekuasan. Tulisan ini, adalah bagian dari hasilpenelitian berjudul Erau, Politik Kebudayaan dan IdentitasEtnik Orang Kutai yang bertujuan untuk menganalisis (I) Erau pada masa Kerajaan Kutai Kartanegara,(2) Erau, masa pasca Kerajaan Kutai Kartanegara dan (3) Erau pasca Otonomi Daerah. Hasil penelitianmenunjukkan, Erau yang diselenggarakan pada masa Kerajaan Kutai telah mengalami transformasi maknasimbolik atau transformasi struktur. Hal ini tampakpada beberapa bagian upacara yang bertahan sehinggamemperlihatkan kontinuitas, tetapi pada bagian lain, proses upacara telah mengalami dinamika danbahkan perubahan. Namun satu hal yang bertahan, bahwa Erau tetap menjadi instrumen kekuasaan.
PENGKAJIAN ANTISIPASI AGAMA TERHADAP GLOBALISASI PEMBANGUNAN REGIONAL DAN LOKAL DI KECAMATAN BUNGORO KABUPATEN PANGKEP SULAWESI SELATAN TAHUN 1992
Abdul Shodiq Kawu
Al-Qalam Vol 5, No 1 (1993)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (59.169 KB)
|
DOI: 10.31969/alq.v5i1.635
John Naisbitt & Patricia Aburdene,d a l am pengantar bukunya lentangMegatrend 2000, menulis bahwa kita sekarangmemasuki era baru, menyongsongdasawarsa yang sangat penting dalamsejarah pcradaban manusia. Era yang ditandaigencamya inovasi teknologi, pcluangekonomi yang tak tcrbayangkan scbelumnya,serta rcvormasi politik yang radikaldan bcrdampak global.Era baru yang kita hadapi dan kitaalami, sekaligus menghadapkan umatmanusia pada satu dunia yang lain. Duniayang scmakin kecil. Perkembangan teknologi,telah menjadikan hampirscgalanyamenjadi sedemikian jelas. Nyaris tak adalagi pelosok dunia yang tcrpeneil, yangberada di luar jangkauan kontrol umatmanusia dengan teknologinya yang perkasa.