cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum
ISSN : 2085384X     EISSN : 25793578     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum adalah jurnal ilmiah tentang inovasi kebijakan dan penerapan teknologi dalam perencanaan infrastruktur, pengembangan, dan manajemen. Ruang lingkup terbatas pada ruang, sosial, ekonomi, dan perspektif lingkungan transportasi jalan, sektor air, limbah, dan perumahan. Jurnal ini dikelola oleh Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Jurnal ini diterbitkan pada tahun 2009, dengan nama "Komunitas”. Dengan adanya perubahan organisasi, nama jurnal berubah menjadi Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum dan diterbitkan secara berkala 2 (dua kali) edisi di setiap volume yaitu bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 8, No 2 (2016)" : 6 Documents clear
SISTEM PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN AGROINDUSTRI PADI SKALA KECIL DAN MENENGAH rosadi, rosadi; Purwanto, M.Yanuar J; Sutjahyo, Surjono H; Pramudya, Bambang
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.114 KB)

Abstract

Pengembangan agroindustri adalah pilihan yang sangat strategis dalam mengoptimalkan sektor pertanian. Agroindustri dapat menciptakan nilai tambah sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun struktur pengembangan agroindustri padi skala kecil dan menengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan sistem dan metoda analisis data dalam penelitian ini menggunakan interpretative structural modeling (ISM). Keberhasilan pengembangan agroindustri padi skala kecil dan menengah ditunjukkan dengan meningkatnya pendapatan petani dan lapangan kerja petani meningkat serta dapat mempertahankan lahan subur sawah yang merupakan tempat bercocok tanam.  Oleh karena itu perlu dibutuhkan upaya-upaya untuk menguatkan kelembagaan usaha bersama dan pengelolaan agroindustri sesuai dengan keterampilan petani masing-masing.
DINAMIKA PENGEMBANGAN IRIGASI RAWA PASANG SURUT (PENDEKATAN SISTEM DINAMIK) Panggabean, Elias Wijaya; Angguniko, Bastin Yungga
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.744 KB)

Abstract

AbstractThis paper provides alternative policy in the development of tidal marsh irrigation through the model and simulation system. The methodology used to construct this system is using system dynamics approach that produces some relationship simulations. Research shows that, first: revitalization or improvement of irrigation networks based solely on the effective area continues to decrease every year, while potential areas or which have already been transferred in part directly is not revitalized. Second, access to farm roads that are less good make the selling price of agricultural products become low. Third, there is a relationship between the condition of irrigation systems and the adequacy of the water with the interest of farmers to develop rice cultivation. The conclusion that the sale price of grain is very closely related to the ease of access to transport and quick revitalization, and the acceleration of the access road.Keywords : system dynamics, causal loop, simulation model, policyAbstrakMakalah ini memberikan alternatif kebijakan dalam pengembangan irigasi rawa pasang surut melalui model dan simulasi sistem. Metodologi yang digunakan untuk membangun sistem ini adalah menggunakan pendekatan system dynamics yang menghasilkan beberapa simulasi keeeratan hubungan. Penelitian menunjukkan bahwa, pertama: kebijakan revitalisasi atau peningkatan jaringan irigasi yang hanya berdasarkan luas efektif yang setiap tahun terus berkurang, sementara areal potensial atau yang terlanjur dialihkan langsung sebagian tidak direvitalisasi. Kedua, akses jalan usaha tani yang kurang baik membuat harga jual produk pertanian menjadi rendah. Ketiga, terdapat hubungan antara kondisi jaringan irigasi dan kecukupan air dengan minat petani mengembangkan pertanian sawah. Simpulannya adalah strategi pengembangan harga jual gabah hasil pengembangan irigasi rawa pasang surut sangat erat kaitannya dengan kemudahan akses transportasi, revitalisasi cepat,dan percepatan peningkatan akses jalan.Kata kunci: sistem dinamik, kausal loop, simulasi model, kebijakan
STRATEGI TERPADU PENANGANAN PERMUKIMAN BANTARAN KANAL BANJIR TIMUR DI KOTA SEMARANG Setyoadi, Nino Heri
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1135.414 KB)

Abstract

ABSTRACTEast Flood Canal handling of Semarang will not be effective without arranging illegal settlements on the riverbanks of east flood canal. Settlements arrangement on the riverbanks of east flood canal should be a priority. Settlements arrangement on the riverbanks has not been optimal. The pattern of arrangement is still sporadic, not well planed, and lack of effective coordination. This paper is designed to provide policy advice and strategies to enhance effectiveness of the settelement arrangement on the riverbanks of east flood canal. The data collection was done with secondary data documentation, indepth interviews, and observations of the condition of settlement. To analyze the data, the methods used are the technique of multi-criteria evaluation and analysis of qualitative data. In order to improve the effectiveness of the settlement arrangement, priority locations starting from the village area of Peterongan, Kedungmundu and Lamper Tengah. For the area is dominated by residential area, recommended strategy is relocating to the apartment. For the area is dominated by business activities, strategy recommended is relocating to the center of street vendors or traditional markets. For the area with a combination of residential and business activities, the recommended strategy is to integrate appartment with the center of street vendors or traditional markets in an integrated area or to ensure ease of access between appartment with the center of street vendors or traditional markets.Keywords : settlements arrangement, illegal settlement, relocation, appartment and traditional marketABSTRAKUpaya penanganan Kanal Banjir Timur kota Semarang tidak akan efektif tanpa menata permukiman di bantaran kanal banjir timur.  Penataan permukiman di bantaran kanal banjir timur harus menjadi prioritas penanganan banjir kota Semarang. Penanganan permukiman bantaran kanal banjir timur selama ini belum optimal. Pola penanganan masih sporadis, belum terencana, dan belum terkoordinasi dengan efektif. Tulisan ini disusun untuk memberikan masukan kebijakan dan strategi dalam meningkatkan efektifitas penanganan permukiman bantaran kanal banjir timur. Metode pengumpulan data yang dilakukan berupa dokumentasi data sekunder, wawancara mendalam, dan pengamatan kondisi permukiman. Analisis data menggunakan teknik multi criteria evaluation dan analisis data kualitatif. Untuk meningkatkan efektifitas maka lokasi prioritas penanganan dimulai dari wilayah kelurahan Peterongan, Kedungmundu dan Lamper Tengah. Untuk wilayah dengan dominasi hunian strategi yang dilakukan berupa relokasi ke rumah susun. Pada wilayah yang di dominasi oleh kegiatan usaha, strategi yang dilakukan berupa relokasi ke sentra PKL/pasar tradisional. Wilayah dengan kombinasi antara hunian dan kegiatan usaha strategi yang dilakukan adalah mengintegrasikan rumah susun dengan sentra PKL/pasar tradisional di suatu kawasan terpadu atau dengan menjamin kemudahan akses antara rumah susun dengan sentra PKL/pasar tradisional. Kata Kunci : penanganan permukiman, permukiman ilegal, relokasi, rumah susun dan pasar tradisional 
POYEKSI DAYA DUKUNG LAHAN TERHADAP KEBUTUHAN RUMAH DI KOTA TANGERANG SELATAN (PROJECTION POWER NEEDS TO SUPPORT LAND HOUSE IN THE CITY OF SOUTH TANGERANG) Iriani, Lia Yulia
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.698 KB)

Abstract

ABSTRACTSouth Tangerang city with an area of 147.19 km2, a total population of 1.40517 million inhabitants, the rate of growth of population of 3.63% per year. (BPS. 2014). This has resulted in an increase in the needs of housing, especially in urban areas, reaching 33,562 housing units. The highest number of backlog is in district of East Ciputat, 9,612 units as Pamulang 8,131 units, while for the smallest there is in Serpong amounting to 375 units. This condition requires a land, where the land use data in South Tangerang City mostly for housing and settlements are an area of 8.804.17 ha or 65.88% of 14.719 hectares. This raises problems of the city development is not balanced with the availability of land and high land prices. The Increased needs of the home, causing a decrease in the carrying capacity of the land. The research objective linkage mapping the housing needs of increasing the carrying capacity of the land. Descriptive research method through a case study approach and explanatory research draft, to analyze the relationship between one variable with another variable or how a variable affects the other variable. The expected results as policy recommendations for local authorities in the preparation of the development policy of housing and settlements.Keywords: backlog , land, housing and settlement,  policy, local governments ABSTRAKKota Tangerang Selatan dengan luas  147,19 Km2, jumlah penduduk 1.405.170 jiwa, laju pertumbuhan penduduk sebesar 3,63%  /tahun. (BPS.2014). Hal ini mengakibatkan peningkatan kebutuhan rumah terutama di perkotaan, mencapai 33.562 unit rumah. jumlah backlog tertinggi di Kecamatan Ciputat Timur sebanyak 9.612 unit, Kecamatan    Pamulang 8.131 unit, sedangkan untuk backlog terkecil terdapat di Kecamatan Serpong  yaitu 375  unit. Kondisi ini memerlukan lahan, dimana data penggunaan lahan di Kota Tangerang Selatan sebagian besar adalah untuk perumahan dan permukiman yaitu seluas 8.804.17 Ha atau 65,88 % dari 14.719 Ha.  Hal ini menimbulkan permasalahan yaitu perkembangan kota yang tidak seimbang dengan ketersediaan lahan dan harga lahan yang tinggi. Peningkatan kebutuhan rumah, menyebabkan penurunan daya dukung lahan. Tujuan penelitian memetakan keterkaitan kebutuhan rumah yang semakin meningkat terhadap daya dukung lahan,  Metode penelitian secara deskriptif melalui pendekatan studi kasus (case study approach), rancangan penelitian eksplanatori,  untuk menganalisis hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya. Hasil yang diharapkan sebagai rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan pengembangan perumahan dan permukiman.Kata Kunci: Kebutuhan rumah, lahan, perumahan dan permukiman, kebijakan, pemerintah daerah 
FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA CONTRACT CHANGE ORDER (CCO) DAN PENGARUHNYA TERHADAP PELAKSANAAN PROYEK KONTRUKSI PEMBANGUNAN BENDUNG Karim, Aceng Maulana
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1428.903 KB)

Abstract

ABSTRAKProyek konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang hanya satu kali dilaksanakan dan umumnya berjangka pendek. Pelaksanaan proyek dihadapkan  pada  permasalahan changes (perubahan-perubahan), atau lazim disebut dengan Contract Change Order  yang akan menghasilkan addendum atau amandemen kontrak. Penelitian ini merupakan studi kebijakan ataupun studi terapan yang tujuannya adalah untuk mengetahui atau merumuskan solusi terhadap permasalahan terkait Contract Change Order (CCO) terhadap Cost variant (perbedaan anggaran)dan Time variant (perbedaan waktu)[s1] . Data yang digunakan adalah data dokumen kontrak pembangunan bendung X. Berdasarkan analisis dari semua amandemen  dan Influence diagram dari semua faktor yang saling mempengaruhi satu sama lain pada akhirnya bermuara kepada tiga variable yaitu : Perubahan nilai kontrak, Perubahan waktu penyelesaian kontrak, Perubahan administrasi kontrak, perubahan administrasi kontrak merupakan muara dari semua perubahan dalam kontrak dan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan kontrak. Amandemen  yang paling sering terjadi adalah perubahan nilai kontrak yang disebabkan oleh eskalasi (penyesuaian harga) sebanyak empat kali, pekerjaan tambah kurang berdasarkan perhitungan MC sebanyak dua kali, dan perubahan desain sebanyak satu kali. Secara teknis kesemuanya itu yang paling besar pengaruh dan dampaknya terhadap perubahan nilai kontrak adalah perubahan desain yang mengakibatkan penambahan nilai kontrak sebesar 25,11% dari nilai kontrak awal, disusul eskalasi sebesar 5,64% dan akibat perhitungan MC sebesar 3,91%. Namun yang paling besar pengaruh dan dampaknya terhadap perubahan waktu penyelesaian kontrak adalah kondisi cuaca ekstrem, pemindahan lokasi quarry dan penambahan lingkup kerja yang mengakibatkan penambahan waktu sebesar 21,92% dari waktu kontrak awal, sedangkan perubahan desain hanya mengakibatkan penambahan sebesar 10,96% dari waktu kontrak awalnya.Kata kunci : Proyek Konstruksi, Contract Change Order, Amandemen,  Perubahan nilai kontrak, perubahan waktu penyelesaian kontrak  
PEMETAAN POTENSI KONFLIK ANTAR DESA DENGAN PEMERINTAH UNTUK MENGANTISIPASI REVITALISASI DANAU RAWA PENING Setianto, Suryawan
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.262 KB)

Abstract

Danau Rawa Pening di Kabupaten Semarang adalah salah satu dari 15 danau yang berada dalam status kritis. Diperlukan penanganan agar danau dapat berfungsi kembali sesuai tujuannya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran potensi konflik antar desa di sekitar Rawa Pening sehingga kegiatan revitalisasi yang akan dikerjakan minim konflik. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan metode riset yang dipakai adalah pemetaan spasial dengan lapisan beberapa variabel yaitu: kerentanan ekonomi, aksesibiltas dan kemungkinan tergenang. Pengumpulan data dilakukan dengan survey kepada responden yang telah ditentukan. Hasil yang diperoleh bahwa dari 12 desa yang berada di sekitar Rawa Pening, 8 desa potensi konfliknya pada tingkat sedang dan 4 desa pada tingkat rendah. Dengan demikian, kegiatan revitalisasi dapat dimulai dari desa yang tingkatan potensi konfliknya rendah.Kata kunci: danau, konflik , revitalisasi, rawa pening

Page 1 of 1 | Total Record : 6