cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL PANGAN
ISSN : 08520607     EISSN : 25276239     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
PANGAN merupakan sebuah jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Pusat Riset dan Perencanaan Strategis Perum BULOG, terbit secara berkala tiga kali dalam setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 30 No. 1 (2021): PANGAN" : 7 Documents clear
Pemanfaatan Karotenoid Minyak Sawit Merah untuk Mendukung Penanggulangan Masalah Kekurangan Vitamin A di Indonesia Risna Dwi Maryuningsih; Budi Nurtama; Nur Wulandari
JURNAL PANGAN Vol. 30 No. 1 (2021): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v30i1.473

Abstract

Kekurangan vitamin A (KVA) merupakan kondisi gangguan kesehatan akibat tidak terpenuhinya kebutuhan vitamin A di dalam tubuh. KVA merupakan defisiensi mikronutien yang paling banyak terjadi di negara berkembang, termasuk di Indonesia. Asupan vitamin A yang tidak tercukupi dapat meningkatkan prevalensi terjadinya berbagai jenis penyakit yang dapat menyerang berbagai fungsi dari organ tubuh. Pemenuhan vitamin A melalui asupan pangan hewani sulit terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah sehingga diperlukan strategi pemenuhan vitamin A melalui pangan nabati yang dapat dijadikan sebagai sumber provitamin A. Minyak sawit merah merupakan produk hasil pemurnian minyak sawit dengan tetap mempertahankan kandungan karotenoidnya yang berperan penting sebagai sumber provitamin A alami. Pemanfaatan minyak sawit merah dalam pangan khususnya sebagai bahan fortifikan pangan dapat meningkatkan status vitamin A dan berperan dalam menanggulangi permasalahan kekurangan vitamin A. Artikel ini membahas permasalahan kekurangan vitamin A di Indonesia dan strategi penanggulangannya, potensi minyak sawit merah sebagai sumber provitamin A alami, serta strategi pemanfaatan minyak sawit merah sebagai fortifikan pangan dan suplemen kesehatan.
DUKUNGAN PUPUK ORGANIK UNTUK MEMPERBAIKI KUALITAS TANAH PADA PENGELOLAAN PADI SAWAH RAMAH LINGKUNGAN A Wihardjaka
JURNAL PANGAN Vol. 30 No. 1 (2021): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v30i1.496

Abstract

Pupuk organik memegang peranan penting dalam pengelolaan pertanian tanaman pangan secara terpadu, seiring dengan program prioritas peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pangan strategis. Sebagai andalan penyediaan pangan, tanah sawah di Indonesia umumnya mengandung bahan organik tanah rendah dimana lebih dari 65% tanah sawah irigasi dengan bahan organik kurang dari 2%. Rendahnya kandungan bahan organik dalam tanah menjadi salah satu faktor penurunan produktivitas padi di lahan sawah. Penggunaan pupuk organik dalam konsep pemupukan berimbang bersifat multifungsi, antara lain memasok hara esensial, memperbaki produktivitas dan kualitas tanah pada lahan yang selalu diberikan pupuk anorganik, meningkatkan cadangan karbon, dan menurunkan dampak perubahan iklim. Pemberian pupuk organik di lahan sawah tadah hujan seperti kompos jerami meningkatkan produktivitas padi sawah 5,4-9,0% dan serapan kalium 0,07-0,28 gram K per tanaman, serta menurunkan emisi metana sebesar 38,05%. Dorongan implementasi penggunaan pupuk organik di masyarakat perlu digalakan dan sekaligus dilakukan pengawasan mutu agar dapat meminimalkan gangguan terhadap lingkungan
RESPON PEMBERIAN PUPUK HAYATI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KEDELAI DI LAHAN RAWA PASANG SURUT Jumakir Villa
JURNAL PANGAN Vol. 30 No. 1 (2021): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v30i1.513

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan pupuk hayati dan mencari jenis pupuk hayati yang efektif untuk tanaman kedelai di lahan rawa pasang surut. Pengkajian dilaksanakan di Kelurahan Simpang, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi pada musim kemarau (Mei-Agustus) 2016 seluas 10 ha, dengan tipologi lahan sulfat masam potensial dan tipe luapan air C. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), perlakuan empat pupuk hayati (Agrimeth, Provibio, Kedelai Plus, Agrisoy) dan kontrol tanpa pupuk hayati (cara petani) dengan 5 ulangan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati memperbaiki pertumbuhan dan hasil kedelai pada lahan rawa pasang surut sebesar 0,25 – 0,70 t/ha atau 15,15 %  – 33,33 % dibanding tanpa pupuk hayati. Pupuk hayati yang paling efektif adalah Provibio yang diindikasikan oleh hasil kedelai tertinggi 2,10 t/ha. 
Karakterisasi Sifat Fisikokimia dan Fungsional Beras Pecah Kulit Berpigmen dan Tanpa Pigmen Budi suarti; sukarno sukarno; ardiansyah ardiansyah; slamet budijanto
JURNAL PANGAN Vol. 30 No. 1 (2021): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v30i1.515

Abstract

Beras pecah kulit kaya dengan kandungan gzi dan komponen bioaktif  yang bermanfaat terhadap kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan karakterisasi sifat fisikokimia, fungsional, dan aktivitas penghambatan α-glukosidase beras pecah kulit non pigmen (Mentik wangi susu), dan pigmen (Cempo merah dan Jowo melik). Beras pecah kulit yang digunakan mentik wangi susu, cempo merah dan jowo melik, analisis yang dilakukan yaitu warna, proksimat, amilosa, total fenol, antosianin, antioksidan,  dan inhibisi α-glukosidase. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan total senyawa fenolik dan antosianin, lebih tinggi pada beras pecah kulit berpigmen daripada beras non pigmen dengan hasil tertinggi pada varietas Jowo melik. Aktivitas antioksidan varietas Cempo merah lebih tinggi dibandingkan varietas Jowo melik, dan Mentik wangi susu. Parameter nilai inhibisi α-glukosidase (IC50), varietas Cempo merah memiliki aktivitas inhibitor  α-glucosidase yang lebih tinggi daripada varietas Jowo melik, dan Mentik wangi susu dengan nilai masing-masing yaitu 231,66 ppm, 1175,89 ppm, dan 46314 ppm. Penelitian ini menunjukkan bahwa beras merah varietas Cempo merah berpotensi untuk dijadikan pertimbangan dalam pengembangan produk pangan bagi penderita diabetes.
PENINGKATAN PRODUKSI MELALUI PENGGUNAAN VARIETAS UNGGUL BARU PADA USAHATANI BAWANG MERAH Apresus - sinaga; Abdul - Rajab; AndiFaisal - suddin; Amisnaipa - -
JURNAL PANGAN Vol. 30 No. 1 (2021): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v30i1.521

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum) merupakan salah satu sektor pertanian yang memegang peranan penting dan strategis secara nasional. Tujuan penelitian untuk mendapatkan informasi produktivitas tanaman serta melihat respon dan hasil analisis kelayakan usahatani bawang merah. Kegiatan dilaksanakan pada lahan petani di Desa Bonto Karaeng, Kecamatan Sinoa,  Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan pada bulan Januari – Desember 2019. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Perlakuan yang dicobakan untuk melihat perbedaan hasil bawang merah antara varietas super filips, mentes, trisula dan varietas lokal bantaeng. Data dianalisis secara deskritip, untuk melihat respon petani dilakukan wawancara menggunakan kuisioner. Untuk mengetahui tingkat kelayakan usahatani dilakukan analisi R/C ratio dan analisis Marginal B/C ratio. Selanjutnya dilakukan pendekatan untuk menghitung tingkat titik impas produksi dan titik impas harga. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata produksi bawang merah tertinggi varietas super filips sebesar 116,04%, disusul varietas mentes sebesar 80,38% dan varietas trisula sebesar 71,54%, dibandingkan varietas lokal bantaeng. Nilai rasio terhadap biaya pada semua tanaman bawang merah memperoleh nilai R/C > 1 dan nilai rasio keuntungan terhadap biaya yang nilai B/C > 1 didapat pada tanaman bawang merah varietas super filips, mentes dan trisula, sedangkan bawang merah varietas lokal bantaeng menunjukkan nilai B/C < 1. Secara finansial dan manfaat ekonomi tanaman bawang merah varietas super filips, mentes dan trisula sudah layak dikembangkan dan menguntungkan dengan tingkat keuntungan berturut-turut sebesar 78,82%, 32,80% dan 21,39% dari total biaya yang dicurahkan. Usahatani bawang merah dilokasi penelitian mempunyai daya saing yang cukup tinggi karena memiliki titik impas produksi (TIP) dan titik impas harga (TIH) lebih rendah dari nilai aktual harga dan nilai aktual produksi
Keragaan Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Padi Pada Rekomendasi Pemupukan Yang Berbeda SODIQ JAUHARI
JURNAL PANGAN Vol. 30 No. 1 (2021): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v30i1.525

Abstract

Peningkatan produktifitas dan kualitas hasil padi dapat dilakukan melalui penggunaan VUB yang bermutu dan aplikasi pemupukan spsifik lokasi.  Kegiatan penelitian di lahan petani MT 2016/2017 tepatnya di Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.  Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan acak kelompok lengkap dengan 3 ulangan. Perlakuan tiga padi VUB yaitu V1= Inbrida Inpari JT-6, V2=  Hibrida Hipa C-5 dan V3= varietas lokal (Umbul) dan  Tiga macam pupuk rekomendasi spesifik lokasi yaitu P1=Permentan No 40 2007, P2=pupuk rekomendasi hasil PUTS , P3=pemupukan rekomendasi kebiasaan petani. Hasil analisis sidik ragam  perlakuan pemberian pupuk rekomendasi berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pertumbuhan dan hasil pada varietas yang sama, namun memberikan pengaruh  yang berbeda nyata antar varietas terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah anakan, umur berbunga dan hasil.  Rekomendasi pemupukan PUTS memberikan perbedaan nyata antar varietas terhadap jumlah anakan produktif dengan hasil tertinggi padi Inbrida Inpari JT-6  16,10 batang dan hasil GKG sejumlah 7,4 t/ha . Sehingga ada peningkatan produktifitas 5,71 persen atau 0,4 ton/ha GKG. Rekomendasi pemupukan PUTS mampu memberikan tingkat penghematan  penggunaan pupuk Urea sejumlah 58,41 kg/ha  (29,2 persen), pupuk SP-36 sejumlah 112,5 kg (59,7 persen) dan pupuk KCl sejumlah 10 kg (20 persen) dibanding pemupukan kebiasaan petani. 
INTEGRASI PASAR AYAM BROILER DI SENTRA PRODUKSI DAN PASAR INDONESIA Jojo Jojo; Harianto Harianto; Rita Nurmalina; Dedi Budiman Hakim
JURNAL PANGAN Vol. 30 No. 1 (2021): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v30i1.526

Abstract

Ayam broiler  merupakan salah satu komoditas strategis yang tumbuh pesat, dihasilkan subsektor peternakan. Permasalahan umum pemasaran ayam broiler antara lain fluktuasi harga dan kompetisi pasar terhadap harga ayam antar pedagang besar antar kota menyebabkan terjadinya keterkaitan harga ayam satu kota dengan kota lainnya, antar peternak dan pedagang eceran. Tujuan penelitian ini  untuk mengkaji integrasi pasar  ayam broiler Jawa Barat dan pasar Indonesia.  Data yang digunakan merupakan data sekunder  time series bulanan, yaitu 72 bulan, periode  Januari 2014 – Desember 2019. Data dianalisis menggunakan pendekatan model VAR (Vector Autoregression). Hasil analisis menunjukkan bahwa  pasar  ayam broiler Jawa Barat tidak memiliki integrasi dengan pasar Indonesia baik dalam jangka panjang ataupun jangka pendek. Broiler chickens are a strategic commodity that is growing rapidly, produced by the livestock sub-sector. General problems of broiler chicken marketing include price fluctuations and market competition on chicken prices among wholesalers between cities, causing a linkage between the price of chickens from one city to another, between breeders and retail traders. The purpose of this study was to examine the integration of the West Java broiler market and the Indonesian market. The data used are secondary monthly time series data, namely 72 months, for the period January 2014 - December 2019. The data were analyzed using the VAR (Vector Autoregression) model approach. The results of the analysis show that the West Java broiler chicken market does not have integration with the Indonesian market either in the long or short term.  

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 34 No. 3 (2025): PANGAN Vol. 34 No. 2 (2025): PANGAN Vol. 34 No. 1 (2025): PANGAN Vol. 33 No. 3 (2024): PANGAN Vol. 33 No. 2 (2024): PANGAN Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN Vol. 32 No. 3 (2023): PANGAN Vol. 32 No. 1 (2023): PANGAN Vol. 31 No. 3 (2022): PANGAN Vol. 31 No. 2 (2022): PANGAN Vol. 31 No. 1 (2022): PANGAN Vol. 30 No. 3 (2021): PANGAN Vol. 30 No. 2 (2021): PANGAN Vol. 30 No. 1 (2021): PANGAN Vol. 29 No. 3 (2020): PANGAN Vol. 29 No. 2 (2020): PANGAN Vol 29, No 1 (2020): PANGAN Vol. 29 No. 1 (2020): PANGAN Vol. 28 No. 3 (2019): PANGAN Vol 28, No 3 (2019): PANGAN Vol 28, No 2 (2019): PANGAN Vol. 28 No. 2 (2019): PANGAN Vol 28, No 1 (2019): PANGAN Vol 28, No 1 (2019): PANGAN Vol. 28 No. 1 (2019): PANGAN Vol 27, No 3 (2018): Vol 27, No 3 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 3 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 2 (2018): PANGAN Vol 27, No 2 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 1 (2018): PANGAN Vol 27, No 1 (2018): PANGAN Vol. 26 No. 3 (2017): PANGAN Vol 26, No 3 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 2 (2017): PANGAN Vol 26, No 2 (2017): PANGAN Vol 26, No 1 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 1 (2017): PANGAN Vol. 25 No. 3 (2016): PANGAN Vol 25, No 3 (2016): PANGAN Vol 25, No 3 (2016): PANGAN Vol 25, No 2 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 2 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 1 (2016): PANGAN Vol 25, No 1 (2016): PANGAN Vol 24, No 3 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 3 (2015): PANGAN Vol 24, No 2 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 2 (2015): PANGAN Vol 24, No 1 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 1 (2015): PANGAN Vol 23, No 3 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 3 (2014): PANGAN Vol 23, No 3 (2014): PANGAN Vol 23, No 2 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 2 (2014): PANGAN Vol 23, No 1 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 1 (2014): PANGAN Vol. 22 No. 4 (2013): PANGAN Vol 22, No 4 (2013): PANGAN Vol 22, No 3 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 3 (2013): PANGAN Vol 22, No 2 (2013): PANGAN Vol 22, No 2 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 2 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 1 (2013): PANGAN Vol 22, No 1 (2013): PANGAN Vol. 21 No. 4 (2012): PANGAN Vol 21, No 4 (2012): PANGAN Vol 21, No 4 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 3 (2012): PANGAN Vol 21, No 3 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 2 (2012): PANGAN Vol 21, No 2 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 1 (2012): PANGAN Vol 21, No 1 (2012): PANGAN Vol 20, No 4 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 4 (2011): PANGAN Vol 20, No 3 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 3 (2011): PANGAN Vol 20, No 2 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 2 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 1 (2011): PANGAN Vol 20, No 1 (2011): PANGAN Vol. 19 No. 4 (2010): PANGAN Vol 19, No 4 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 3 (2010): PANGAN Vol 19, No 3 (2010): PANGAN Vol 19, No 2 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 2 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 1 (2010): PANGAN Vol 19, No 1 (2010): PANGAN Vol. 18 No. 4 (2009): PANGAN Vol 18, No 4 (2009): PANGAN Vol 18, No 3 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 3 (2009): PANGAN Vol 18, No 2 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 2 (2009): PANGAN Vol 18, No 1 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 1 (2009): PANGAN Vol 17, No 3 (2008): PANGAN Vol. 17 No. 3 (2008): PANGAN Vol 17, No 2 (2008): PANGAN Vol 17, No 2 (2008): PANGAN Vol. 17 No. 2 (2008): PANGAN Vol 17, No 1 (2008): PANGAN Vol. 17 No. 1 (2008): PANGAN Vol. 16 No. 1 (2007): PANGAN Vol 16, No 1 (2007): PANGAN Vol. 15 No. 2 (2006): PANGAN Vol 15, No 2 (2006): PANGAN Vol 15, No 1 (2006): PANGAN Vol. 15 No. 1 (2006): PANGAN More Issue