cover
Contact Name
Suharto Linuwih
Contact Email
suhartolinuwih@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
suhartolinuwih@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
UPEJ Unnes Physics Education Journal
ISSN : 22526935     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Unnes Physics Education Journal aims to publish results of empirical studies, theoretical studies, and conceptual analysis in the fields of education phylosophy and theory, physics education, development of physics learning instruments, physics learning media, experiments activity development in the physics learning, and physics learning evaluation.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 3 (2016)" : 24 Documents clear
PERKEMBANGAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN MELALUI MODEL EXPERIENTIAL LEARNING Irfianti, Mustia Dewi; Khanafiyah, Siti; Astuti, Budi
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.5 KB) | DOI: 10.15294/upej.v5i3.13768

Abstract

Banyak pakar menyebutkan perilaku manusia saat ini menjadi penyebab utama permasalahan lingkungan. Pemerintah berusaha mengatasi permasalahan ini dalam setiap bidang, salah satunya di bidang pendidikan yakni dengan menerapkan pendidikan karakter peduli lingkungan di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model experiential learning dalam mengembangkan karakter peduli lingkungan dan mengetahui seberapa besar perubahan karakter peduli lingkungan peserta didik setelah mendapat pembelajaran dengan model experiential learning. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian quasi experimental dengan desain one group pretest-posttest. Metode analisis data yang digunakan adalah uji peningkatan perkembangan karakter dan uji peningkatan pemahaman konsep. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa adanya peningkatan karakter peduli lingkungan setelah melalui pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model experiential learning dapat mengembangkan karakter peduli lingkungan peserta didik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) BERBANTU MEDIA ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA Nurfiyani, Novi Tri; Sopyan, Achmad; Hardyanto, Wahyu
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.289 KB) | DOI: 10.15294/upej.v5i3.13770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar dan minat belajar siswa yang mendapatkan pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division berbantu media animasi. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen non-equivalent control group design. Data yang diperoleh berupa skor pretest-posttest hasil belajar dan angket yang dianalisis menggunakan uji t dan uji N-gain. Berdasarkan hasil analisis, uji t menunjukkan bahwa hasil belajar kognitif dan minat belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Selain itu analisis uji gain menunjukkan peningkatan hasil belajar kognitif siswa pada kelas eksperimen sebesar 0,404 dengan kategori sedang dan pada kelas kontrol sebesar 0,285 dengan kategori rendah. Sedangkan peningkatan minat belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 0,387 dengan kategori sedang dan pada kelas kontrol sebesar 0,256 dengan kategori rendah. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantu media animasi dapat meningkatkan hasil belajar dan minat siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA PREZI MIND MAP UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA MATERI ALAT OPTIK PADA SISWA SMA KELAS X PEMINATAN IPS
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upej.v5i3.8722

Abstract

In this research developed a media-assisted learning in the form of a mind map applications Prezi as a learning support materials physics in optical devices for high school students specialization social class. Media products produced in the form of mind map that can be accessed online through smart phones and tested in three groups of respondents based on the lines of inquiry that lecturers, teachers, and students. The media implementation to the respondent aims to determine the validity of the media, media practicality and increase student understanding after using the media. From the test results obtained validity media value of 4.24 categorized as very feasible to use as a learning support material physics in optical devices. Results practicality in using media obtained percentage value of 86.153% with the category of practical use. While student learning scores after using instructional media there is value gain of 0.416. Based on the results of this study concluded that the learning media can improve the understanding of the concept of students with moderate learning outcome categories.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR AUDIO BERBASIS INKUIRI BERBANTUAN ALAT PERAGA PADA MATERI GERAK UNTUK ANAK TUNANETRA KELAS VII SMP/Mts LB
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upej.v5i3.13721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk bahan ajar audio berbasis inkuiri dan alat peraga, mengetahui kelayakan, dan keefektifan produk yang dikembangkan. Metode penelitian ini adalah penelitian R & D, dengan desain uji coba produk menggunakan pre-experiment design dengan bentuk one group pretest-posttest. Tahapan R & D terdiri atas 3D dari Four D Model (4D) meliputi: (1) Define (definisi); (2) Design (desain); dan (3) Develop (pengembangan). Uji coba produk dilakukan di SLB A Dria Adi Semarang dan SLB N Semarang pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Subjek uji coba produk pada penelitian ini adalah anak tunanetra kelas VII. Uji kelayakan penelitian ini meliputi uji kelayakan materi dan media. Uji kelayakan materi bahan ajar diperoleh persentase (86,54%) dengan kategori sangat layak. Uji kelayakan media meliputi uji kelayakan program audio diperoleh persentase (87,50%) dengan kategori sangat layak, dan uji kelayakan alat peraga diperoleh persentase (87,50%) dengan kategori sangat layak. Hasil uji respons praktisi ahli meliputi uji respons program audio diperoleh persentase (88,64%) dengan kategori sangat baik, dan uji respons alat peraga diperoleh persentase (93,75%) dengan kategori sangat baik. Hasil uji peningkatan hasil belajar diperoleh rata-rata N-gain sebesar (0,6) dengan kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar audio berbasis inkuiri dan alat peraga yang dikembangkan sangat layak dan efektif untuk diterapkan pada pembelajaran anak tunanetra.
PENGEMBANGAN ACADEMIC SKILL MELALUI MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upej.v5i3.13724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran guided inquiry dapat mengembangkan academic skill dan untuk mengetahui pengaruh academic skill terhadap penguasaan konsep siswa. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode Pre-Experimental Design dengan bentuk One-Group Pretest-Posttest Design. Populasinya yaitu siswa kelas X MIPA 1-4 di SMA Negeri 3 Tegal Tahun Ajaran 2015/2016. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Data hasil penelitian diperoleh dengan lembar observasi academic skill untuk mengamati academic skill awal dan academic skill akhir. Selain itu, dilakukan pretest dan posttest untuk mengetahui penguasaan konsep awal dan akhir siswa. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji gain, uji klasik (uji normalitas, uji homogenitas, dan uji heterokedastisitas) dan analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran guided inqury dapat mengembangkan academic skill siswa dan academic skill berpengaruh terhadap penguasaan konsep siswa.
PENGEMBANGAN ALAT EKSPERIMEN CEPAT RAMBAT BUNYI DALAM MEDIUM UDARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE TIME OF FLIGHT (TOF) DAN BERBANTUAN SOFTWARE AUDACITY
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upej.v5i3.13725

Abstract

Proses pembelajaran di dalam fisika memerlukan eksperimen untuk memperoleh pemahaman yang baik tentang konsep-konsep yang terkandung di dalamnya. Metode eksperimen dimaksudkan untuk mempelajari serta mengamati langsung fenomena-fenomena yang terjadi di dalam fisika. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain rancang bangun alat eksperimen dan menentukan menentukan nilai cepat rambat bunyi dalam medium udara dengan metode Time Of Flight (ToF) dengan bantuan software audacity. Alat dan bahan yang digunakan dalam eksperimen ini yaitu laptop, garpu tala, 2 buah microphone, mistar, adaptor, dan software audacity. Eksperimen ini dilakukan dengan memukul garpu tala sehingga suara ditangkap oleh microphone yang nantinya akan ditransfer ke laptop dan terbaca oleh software audacity. Selanjutnya data yang terekam dalam audacity dianalisis dengan metode regresi linear. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa alat layak digunakan dalam praktikum dan memiliki kemampuan untuk membaca dan menangkap gelombang bunyi dengan baik. Nilai cepat rambat bunyi di udara yang diperoleh sebesar v = (335,27±5,80) m/s dengan presentase ralat relatif sebesar 1,3 %. Hasil percobaan kurang mendekati nilai secara teori (vteori = 340 m/s), ini dikarenakan oleh perbedaan suhu dan keadaan ruang yang bising yang menimbulkan adanya tumbukan frekuensi sehingga pembacaan suara garpu tala terganggu.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS LITERASI SAINS MATERI FLUIDA STATIS
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upej.v5i3.13726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar fisika yang muatan literasi sainsnya proporsional, layak digunakan, mudah dipahami oleh siswa, dan dapat meningkatkan kemampuan literasi sains siswa. Pengembangan bahan ajar berbasis literasi sains perlu memperhatikan muatan literasi sains meliputi sains sebagai batang tubuh pengetahuan, sains sebagai cara menyelidiki, sains sebagai cara berpikir, dan interaksi antara sains teknologi dan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh perbandingan muatan literasi sains dalam bahan ajar yang dikembangkan dengan perbandingan 40%:20%:20%:20%. Bahan ajar dinyatakan layak digunakan dengan skor rata-rata kelayakan isi 93,75%, kelayakan penyajian 95%, kelayakan bahasa 90,38%, kelayakan grafis 94,32%, dan kelayakan literasi sains 87,96%. Berdasarkan uji keterbacaan dengan tes rumpang bahan ajar yang dikembangkan memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi dengan skor rata-rata 90,39%. Peningkatan kemampuan literasi sains siswa kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis literasi sains materi fluida statis dapat menaikan kemampuan literasi sains siswa.
PERANAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS DESAIN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SISWA SMA
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upej.v5i3.13728

Abstract

Tujuan dari artikel ini untuk mengetahui peranan perangkat pembelajaran fisika berbasis desain untuk siswa SMA. Pembelajaran fisika merupakan bagian dari kurikulum 2013 yang diharapkan mampu mengembangkan potensi siswa sehingga siswa memiliki kecerdasan dalam berpikir dan keterampilan sebagai bekal siswa untuk hidup dalam bermasyarakat. Pembelajaran fisika pada kurikulum 2013 dapat diterapkan dengan pembelajaran berbasis desain sebagai salah satu model pembelajaran yang dapat menjadikan siswa sebagai pelaku utama dalam proses pembelajaran. Penerapan pembelajaran berbasis desain dapat terlaksana dengan baik apabila rangkaian kegiatan pembelajaran telah dipersiapkan dan disusun dengan baik dalam bentuk perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran fisika yang dapat digunakan untuk membantu terlaksananya proses pembelajaran berbasis desain antara lain berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kegiatan Siswa (LKS), handout, dan Tes Hasil Belajar (THB). Penerapan perangkat pembelajaran berbasis desain diharapkan mampu meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa.
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH FISIKA BERBENTUK GRAFIK
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upej.v5i3.13729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah berbentuk grafik dan profil kesulitannya khususnya pada materi gerak lurus. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMP N 06 Petarukan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A. Metode pengambilan data dengan tes diagnostik dan dengan didukung oleh wawancara. Analisis dilakukan dengan menggunakan deskriptif persentase. Hasilnya menunjukan bahwa rata – rata kemampuan pemecahan masalah grafik masih rendah dengan persentase setiap kemampuannya dimulai kemampuan interpretasi grafik (48,30%), kemampuan interpolasi (34,36%), kemampuan ekstrapolasi (53,01%), dan kemampuan transformasi (48,61%). Profil kesulitan siswa didasarkan pada pencapaian KKM, pengetahuan prasyarat, profil materi, miskonsepsi, serta tahap – tahap pemecahan masalahnya. Berdasarkan penguasaan KKM, siswa masih mengalami kesulitan untuk semua indikator. Untuk profil kesulitan siswa berdasarkan pengetahuan prasyaratnya, siswa tidak mengalami kesulitan dalam menentukan luas bangun datar, tetapi pada operasi hitung dan persamaan linier termasuk dalam kategori kesulitan sedang. Untuk profil kesulitan siswa berdasarkan profil materi, siswa masih mengalami kesulitan untuk semua sub materi terutama percepatan. Profil kesulitan siswa berdasarkan miskonsepsi termasuk dalam kategori kesulitan tinggi (63,89%). Serta yang terakhir, profil kesulitan siswa berdasarkan tahap – tahap pemecahan masalah. Kesulitan siswa semakin naik dari mulai tahapan terendah yaitu tahap memahami masalah dan tahapan tertinggi yaitu tahap peninjauan kembali.
PEMANFAATAN LABORATORIUM DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SMA/MA SE-KOTA SALATIGA
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upej.v5i3.13730

Abstract

Laboratorium sebagai sumber pembelajaran fisika diperlukan untuk memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Penelitian ini mengkaji semua laboratorium fisika SMA/MA se-Kota Salatiga dengan empat indikator, yaitu ketersediaan alat praktikum, desain ruang laboratorium, administrasi laboratorium, pengelolaan penyelenggaraan praktikum, dan pelaksanaan keterampilan proses. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, angket, dokumentasi, dan wawancara. Hasil pengukuran menggunakan teknik triangulasi dan dianalisis dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan tiap indikator dijelaskan sebagai berikut: (1) ketersediaan alat-alat praktikum fisika tergolong memadai dengan memperoleh nilai sebesar 66% (2) desain laboratorium fisika memiliki berbeda-beda variasi bentuk, dari model tradisional maupun non-tradisional. (3) administrasi laboratorium fisika cenderung cukup lengkap dan tertib dengan memperoleh nilai sebesar 50%. (4) menurut persepsi guru pengelolaan penyelenggaraan laboratorium fisika cenderung digunakan dengan wajar, memperoleh nilai sebesar 67%, namun persepsi dari siswa hanya sebesar 39%. (5) menurut guru merasa mampu untuk mengembangkan keterampilan proses nilai sebesar 79%.

Page 2 of 3 | Total Record : 24