cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23014493     EISSN : 25024493     DOI : -
Core Subject : Education,
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia publishes articles of original researchs and conceptual studies about Indonesian language, literature, learning and teaching. This journal is published by Study Program Pendidikan Bahasa Indonesia, Postgraduate Universitas Negeri Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 576 Documents
Pilihan Kode pada Wacana Konsultasi Siswa kepada Guru di SMK Ma’arif 4 Kebumen
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v6i1.14770

Abstract

Wacana konsultasi merupakan bentuk tukar pikiran untuk menyelesaikan masalah. Permasalahan yang dialami siswa biasanya dikonsultasikan kepada guru, seperti halnya di SMK Ma’arif 4 Kebumen. Konsultasi dilakukan dengan tujuan untuk mencari solusi permasalahan yang dihadapi oleh siswa. Pokok bahasan yang dikaji dalam penelitian ini diarahkan pada pilihan kode tutur yang digunakan oleh siswa dan guru di SMK Ma’arif 4 Kebumen. Tujuan penelitian ini adalah menemukan wujud pilihan kode (1), dan mengidentifikasi faktor yang melatarbelakangi pilihan kode (2) pada wacana konsultasi siswa kepada guru di SMK Ma’arif 4 Kebumen. Data dalam penelitian ini adalah penggalan tuturan pada wacana konsultasi siswa kepada guru di SMK Ma’arif 4 Kebumen. Sumber data penelitian ini adalah tuturan pada wacana konsultasi siswa kepada guru di SMK Ma’arif 4 Kebumen. Data dikumpulkan dengan teknik simak dan wawancara. Dalam melakukan teknik wawancara diterapkan teknik sadap sebagai teknik dasarnya. Wujud pilihan kode dianalisis menggunakan teknik baca markah, sedangkan faktor yang melatarbelakangi pilihan kode menggunakan teknik kontekstual. Berdasarkan hasil analisis data, wujud pilihan kode pada wacana konsultasi siswa kepada guru di SMK Ma’arif 4 Kebumen berupa tunggal kode dan multi kode, alih kode, dan campur kode. Faktor yang melatarbelakangi pilihan kode pada wacana konsultasi siswa kepada guru di SMK Ma’arif 4 Kebumen adalah tempat dan suasana tutur, peserta tutur, tujuan tutur, pokok tuturan, dan sarana tutur.Consultation discourse is a form of discussion to finish a problem. A problem that is experienced by the students consulted to the teacher, as well as at SMK Ma’arif 4 Kebumen. The consultation is committed in order to look for the solution toward the problem faced by students. Subjects were studied in this research is directed at said selected codes that are used by students and teacher at SMK Ma’arif 4 Kebumen. The purpose of this research is to find a form of selection code (1), and identify the factors that backgroundlanguage choiceon consultation discourse of student to teacher at SMK Ma’arif 4 Kebumen (2). The research data is part of information on consultation discourse of student to teacher at SMK Ma’arif 4 Kebumen. The source of research data is information on consultation discourse of student to teacher at SMK Ma’arif 4 Kebumen.The data is collected by observing and interviewing techniques. In committing interview technique, applying record technique as the basic technique. There is analyzing code by using reading mark and the other factor which choosing code use context teks. Based on the result of data analysis, the shape of language choice on consultation discourse of student to teacher at SMK Ma’arif 4 Kebumen are single code, code switching, and code mixing. The factors that background language choice on consultation discourse of student to teacher at SMK Ma’arif 4 Kebumen are information of place and situation, participant, purpose, principal, and feature.
Religiusitas dalam Syair-Syair Tegalan Karya Imam Chumedi
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v6i1.14771

Abstract

Syair bukan hanya dilihat dari strukturnya saja. Lebih dari itu, syair menjadi salah satu media dakwah untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur, fungsi, dan makna religiusitas syair Tegalan karya Imam Chumedi. Data dikumpulkan dengan metode rekam, catat, dan ditranskripsi. Analisis data dilakukan dengan metode content analysis. Dalam syair Tegalan karya Imam Chumedi terdapat dua struktur syair: 1) struktur fisik, meliputi: diksi; imaji; kata konkret; dan rima, 2) struktur batin, meliputi; tema; perasaan penyair; nada; dan amanat. Selain itu, terdapat dua fungsi syair: sosial dan dakwah. Fungsi dakwah digunakan secara dominan yang berorientasi pada dakwah untuk menyerukan ajaran agama islam. Adapun makna religiusitas yang terdapat dalam syair Tegalan karya Imam Chumedi ada empat: 1) hubungan manusia dengan Tuhan; 2) hubungan manusia, lingkungan, dan masyarakat; 3) hubungan sesama manusia; dan 4) hubungan manusia dengan dirinya. Makna religiusitas yang paling dominan digunakan adalah makna hubungan manusia dengan Tuhan.Poetry is not only seen from the structure. Moreover, the poem became one of the media propaganda to convey the message to the public. The purpose of this study is to describe structure, function and meaning of religiosity Tegalan poem by Imam Chumedi. Data collected by the method of recording, recorded, and transcribed. Data were analyzed by content analysis method. In Tegalan poem by Imam Chumedi there are two structures of poetry: 1) physical structure, include: diction; images; concrete word; and rhyme, 2) inner structures, include; theme; feelings of the poet; tone; and mandate. In addition, there are two functions of poetry: social and propaganda. The function of propaganda is used dominantly which oriented propaganda calling for the teaching of Islamic religion. As for the meaning of religiosity contained in Tegalan poem by Imam Chumedi there are four: 1) the relationship with God; 2) human relationship with environment and society; 3) human relations; and 4) the relationship of man with himself. The most dominant religiosity meaning which used is human relations with God.
Keefektifan Pembelajaran Menulis Cerpen dengan Model Sinektik dan Model Kreatif-Produktif pada Peserta Didik SMA Berdasarkan Tipe Pemerolehan Informasi
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v6i1.14985

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsi keefektifan pembelajaran menulis cerpen dengan model sinektik pada peserta didik kelas XI SMA berdasarkan tipe pemerolehan informasi, (2) mendeskripsi keefektifan pembelajaran menulis cerpen dengan model kreatif-produktif pada peserta didik kelas XI SMA berdasarkan tipe pemerolehan informasi, (3) menguji perbedaan keefektifan pembelajaran menulis cerpen dengan model sinektik dan model kreatif-produktif pada peserta didik kelas XI SMA dalam interaksinya dengan tipe pemerolehan informasi. Desain penelitian ini adalah quasi experiment dengan dua kelompok eksperimen. Sampel penelitian ini adalah pembelajaran keterampilan menulis cerpen peserta didik kelas XI SMA N 6 Semarang dan SMA XI SMA N 11 Semarang. Hasil penelitian ini adalah (1) pembelajaran menulis cerpen dengan model sinektik lebih efektif pada peserta didik bertipe intuisi, (2) pembelajaran menulis cerpen dengan model kreatif-produktif lebih efektif pada peserta didik bertipe penginderaan, (3) pembelajaran menulis cerpen dengan model sinektik lebih efektif daripada model kreatif-produktif berdasarkan tipe pemerolehan informasi.The purpose of this study is to (1) describe the effectiveness of the teaching of writing short stories with synectics model of Senior High School grade XI based on the information acquisition type (2) describe the effectiveness of the teaching of writing short stories with creative-productive model of Senior High School grade XI based on the information acquisition type (3) examine the differences of the effectiveness of learning to write short stories with sinektik models and creative-productive models of Senior High School grade XI classes in its interaction with the type of information acquisition. The research design used was quasi experiment with the two experimental group. The samples were learning skills of students to write short stories in grade XI SMAN 6 Semarang and grade XI SMA N 11 Semarang. The results of this study are (1) writing short stories learning with synectics model is more effective for visual learner intuitive type, (2) writing short stories learning with creative-productive model is more effective for sensing type learner than for intuitive type, (3) writing short stories learning with synectics model is more effective than the creative-productive model based on the information acquisition type.
Khazanah Lingua The Personality of Manggarai Speech Society: Ecolinguistic Studies
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v8i1.15933

Abstract

This study aims to describe and explain the functions and meanings of lingua unit forms of characters characterized by ideo-socio-biological. Data in this qualitative research is collected by ethnography method, refer to, and capability while to analyze data using an interactive model of Mills and Huberman assisted by distribution method. The results of this study show: the lingual form of kepus found in the stage of pre-planting, planting, and post-planting, namely ekoleksikon and ekowacana; function and meaning implied in the form of lingual rice field environment, ideological meaning: the hope of rice grows well, the hope of rice plants free from pests and disasters, the hope of abundant crops, the hope of surviving while working the fields, and the hope of welfare; sociological functions and meanings: relationships with gods, relationships with ancestors, relationships with the carers of the land, relationships with others, and relations to ulayat lands; and biological functions and meanings.
Pola Komunikasi Politik Ganjar Pranowo dalam Perspektif Sosiolinguistik di Media Sosial Instagram
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v6i3.16044

Abstract

Komunikasi politik merupakan proses penyampaian pesan dari kepala daerah kepada masyarakat. Komunikasi politik dapat dilakukan dengan menggunakan pilihan kode tutur sesuai dengan tujuan dan fungsinya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pola pilihan kode tutur Ganjar Pranowo dalam komunikasi politik di media sosial instagram. Data dikumpulkan dengan metode simak. Dalam melakukan metode simak, diterapkan teknik sadap sebagai teknik dasarnya. Kemudian diteruskan dengan teknik lanjutan berupa teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode padan, metode kontekstual, serta dilakukan dengan teknik baca markah. Berdasarkan hasil analisis data, Ganjar Pranowo menggunakan pilihan kode tutur sebagai kebutuhan komunikasi sesuai dengan fungsi tuturannya. Wujud pilihan kode tutur yang digunakan bervariasi. Pola pilihan kode tutur Ganjar Pranowo sebagai kepala daerah dalam komunikasi politik di media sosial instagram diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu berdasarkan hubungan antar partisipan dan situasi yang melingkupi. Ganjar Pranowo dalam melakukan pilihan kode tutur memiliki berbagai macam pola dengan pola yang dominan muncul berdasarkan hubungan partisipan adalah pola vertikal dan pola informal.Political communication is the process of delivering a message from regional head to the society. Political communications can be done by using of speech code choice in accordance with the purpose and function. The objectives of this study were to analyze the the pattern of speech code choice in political communication in social media instagram. The data obtained by using observation method in the term of free observation, recording, and writing technique. The data was analyzed by using coherent method, and contextual method. Based on the results of data analysis, Ganjar Pranowo head used speech code choice as the needs of communication that is suitable with its functions. The application of speech code usage is so various. The patterns of speech code selection of Ganjar Pranowo in political communication is classified into two parts, there are participants and the situation. In having speech code choice, the regional head had some pattern with dominant one based on the participant’s relationship are vertical patterns and informal patterns.
The Lexical Interference of Islamic Missionary Utterance in Pekalongan
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 2 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v7i2.16756

Abstract

Islamic missionary inclined into another languages when speaking Indonesian. This situation is to cause indifferenced principle of the language and resulting in a interference. Lexical interference greatly affect to Islamic missionary utterance in Pekalongan. The purpose of this research was to describe lexical interference Islamic missionary utterance in Pekalongan. The data were collected by observation method and continued by using the technique of uninvolved conversation observation, recording, and noting. Furthermore, the data were analyzed using comparative method and determinant-sorting technique. Interference is a deviation from one language rule into another language rule. Interference in the utterance of Islamic missionary occurs because speakers use Javanese, Arabic, and English in the structure and rules of the Indonesian. Lexical interference inclined by Islamic missionary in Pekalongan, Central Java, Indonesia. The use of lexicons is prone to interference, including nouns, pronouns, verbs, and adjectives.
Tindak Tutur Ekspresif Humanis dalam Interaksi Pembelajaran di SMA Negeri 1 Batang: Analisis Wacana Kelas
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v6i2.17272

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif humanis, karakteristik tindak tutur ekspresif humanis dilihat dari tiga dimensi wacana Rymes, dan alasan penggunaan tindak tutur ekspresif humanis dalam interaksi pembelajaran. Desain penelitian yang digunakan adalah Analisis Wacana Kelas. Data dikumpulkan dengan metode simak, dilanjutkan dengan teknik simak bebas libat tan cakap, rekam, dan catat. Data dianalisis dengan menggunakan metode padan dengan teknik dasar pilah unsur penentu. Hasil penelitian, bentuk tuturan langsung bermodus imperatif cenderung lebih sering dituturkan pada aspek mengamati. Fungsi tindak tutur ekspresif humanis yang cenderung digunakan adalah mengkritik atau menyarankan. Tindak tutur ekspresif humanis memiliki karakteristik, berdasarkan teori Rymes, mempertimbangkan dan memperhatikan konteks sosial, konteks interaksional, dan individual agency.The purpose of this study was to describe the shape and function of expressive speech acts humanist, humanists expressive speech acts characteristic of a three-dimensional views rymes discourse, and reason for the use of expressive speech acts humanist in learning interactions. The study design used is a Class Discourse Analysis. Data collected by the method seen above, continued to refer to the techniques involved tan-free conversation, record, and record. Data were analyzed by using basic techniques pilah match with decisive element. The results of the study, the imperative form of speech directly bermodus tend more often spoken at observing aspects. Fungsitindak expressive speech humanist most widely used is to criticize or suggest. Humanist expressive speech acts have characteristics, based on the theory rymes, consider and pay attention to the social context, interactional context, and individual agency.
Analisis Tekstual dalam Konstruksi Wacana Berita Korupsi di Metro TV dan NET dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v6i2.17276

Abstract

Fairclough mengemukakan bahwa analisis teks merupakan analisis terhadap teks yang terdapat dalam wacana. Teks dinilai sebagai ranah representasi pemahaman dan pengalaman dari pembuat teks itu sendiri. Teks terbuka untuk berbagai interpretasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis praktik tekstual dari wacana berita korupsi di media televise. Media televisi tersebut adalah Metro TV dan NET. Ada tiga tahapan dalam menganalisis wacana dengan perspektif Norman Fairclough, yakni deskripsi, interpretasi, dan eksplanasi. Pendekatan penelitian yang digunakan meliputi pendekatan metodologis yaitu deskriptif kualitatif dan pendekatan teoretis analisis wacana kritis Norman Fairclough. Berdasarkan penelitian ini, pada aspek kosakata ditemukan adanya penyusunan kosakata kembali pada Metro TV dan NET. Kemudian juga lebih sering ditemukan pendayagunaan metafora dalam konstruksi wacana berita di NET. Kedua aspek kosakata tersebut memiliki maksud untuk menegaskan dan mengaburkan maksud yang sebenarnya. Selain kosakata, analisis tekstual juga meliputi aspek tata bahasa dengan mendayagunakan ketransitifan, kalimat positif negatif, dan modalitas, serta mendayagunakan struktur tekstual sesuai dengan piramida terbalik dengan pola konstruksi teks berita.Fairclough stated that the text analysis is the analysis of text that involves in the discourse. The text represents the comprehension and experience by the writer of text itself. Moreover, the text can be interpreted in many ways. The objective of this study is to identify and analyze the textual analysis in the corruption news in the television. The object of this study was from Metro TV and NET. There are three steps for critical discourse analysis by Norman Fairclough, including description, interpretation, and explanation. The approach of this study was the methodological approach, including descriptive qualitative and theoretical critical discourse analysis by Norman Fairclough. Based on this research, in the aspect of lexical choices was found that there was rewording in arrangement of lexical choices in the news of Metro TV and NET. In addition, it used metaphor in construction of discourse in NET. Two aspect of lexical choices itself was used to strengthen and manipulate absolutely real meaning or intention from the news. Besides the lexical choices, the textual analysis involves grammatical aspect that used transitive sentence, positive and negative sentence, and modality, and textual structure with conversed pyramid through construction news discourse pattern.
Fungsi Pragmatis Implikatur Percakapan Wacana Humor Berbahasa Jawa pada Rubrik Thengil di Majalah Ancas
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v6i2.17277

Abstract

Penelitian ini bertujuan memaparkan fungsi pragmatis implikatur pada rubrik Thengil di majalah Ancas. Data dikumpulkan dengan metode simak dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode pragmatis dengan teknik heuristik. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan metodologis dan teoretis. Data yang telah dianalisis kemudian disajikan secara informal. Penyajian data secara informal dapat dilakukan dengan cara menggunakan kata-kata. Wujud implikatur yang ditemukan dalam penelitian ini adalah (1) menyatakan, melaporkan, menunjukkan, menyebutkan; (2) menyuruh, menantang; (3) mengritik, mengeluh; (4) berjanji, dan (5) memutuskan, dan melarang. Implikatur yang ditemukan tersebut dapat berfungsi sebagai penunjang kelucuan pada humor tersebut.The purpose of this research is to explain the function ofpragmatics implicatures on Thengil rubric Ancas magazine. Data collection methods usecl listening methocl and note techniaue. Data analysis w as performed using a pragmatic method with heuristic techniaues. The results of this study are about the function of pragmatics implicature. Implicature found in this study (1) implicatures states, report shows, said; (2) implicatures told, challenging; (3) implicatures criticize, complain; (4) implicature promise, and (5) implicature decided and prohibite. Implicature can function as a support for the humor in the humor.
Pencitraan Soeharto dalam Buku Andai Pak Harto Nyapres, Kupilih! (Kebosanan Orang-Orang Pinggiran Menanti Kemakmuran) dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis van Dijk
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v6i2.17278

Abstract

Perkembangan demokrasi di Indonesia mengalami beberapa tahap pasang surut. Proses demokrasi tersebut membawa suatu kebebasan berpendapat. Kebebasan berpendapat tersebut tertuang dalam berbagai media. Melalui kebebasan berpendapat itulah, pencitraan seorang sosok dapat terbangun, terlebih melalui media buku yang dapat dibaca banyak orang. Seperti halnya yang dilakukan oleh Maskur Arif Rahman melalui bukunya yang berjudul Andai Pak Harto Nyapres, Kupilih (Kebosanan Orang-orang Pinggiran Menanti Kemakmuran), ia mencitrakan keberhasilan Pak Harto selama menjadi Presiden RI. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pencitraan Pak Harto dalam buku Andai Pak Harto Nyapres, Kupilih (Kebosanan Orang-orang Pinggiran Menanti Kemakmuran). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode simak dan studi pustaka. Adapun metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis model van Dijk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku Andai Pak Harto Nyapres, Kupilih (Kebosanan Orang-orang Pinggiran Menanti Kemakmuran) mencitrakan Pak Harto sebagai pemimpin yang memiliki program politik yang jelas dan terarah, pemimpin yang selalu mengutamakan kepentingan rakyat dan dapat memberikan rasa aman bagi rakyatnya. Selain itu Pak Harto juga dicitrakan sebagai pemimpin yang dirindukan rakyat Indonesia. Pencitraan tersebut terbangun karena Maskur Arif Rahman sebagai penulis merupakan pengagum Pak Harto, sehingga ia hanya menggambarkan sisi baik Pak Harto tanpa mempertimbangkan kekurangan Pak Harto. Pencitraan tersebut terjadi karena kekecewaan rakyat terhadap pemerintah. Sehingga dapat disimpulkan pencitraan yang terbangun adalah pencitraan positif. Maskur Arif Rahman tidak netral karena telah terhegemoni dengan kebaikan Pak Harto.The development of democracy in Indonesia has experienced several tidal phases. The democratic process carries a freedom of expression. Freedom of opinion is embodied in various media. Through the freedom of opinion, the image of a figure can be built, especially through a book that can be read by many people. As Maskur Arif Rahman did through his book entitled Andai Pak Harto Nyapres, Kupilih (Kebosanan Orang-orang Pinggiran Menanti Kemakmuran), he imaged the success of Soeharto during his presidency. This study aims to describe the image of Pak Harto in the book Andai Pak Harto Nyapres, Kupilih (Kebosanan Orang-orang Pinggiran Menanti Kemakmuran). The technique of collecting data in this research is method of refer and literature study. The method of data analysis used in this research is critical discourse analysis of van Dijk model. The result of the research shows that the book Andai Pak Harto Nyapres, Kupilih (Kebosanan Orang-orang Pinggiran Menanti Kemakmuran) imaged Mr. Suharto as a leader with a clear and directed political program, a leader who always prioritizes the interests of the people and can provide a sense of security for the people. In addition, Pak Harto was also imaged as a leader who is missed by the people of Indonesia. The imagery was awakened because Maskur Arif Rahman as a writer was an admirer of Pak Harto, so he only described the good side of Pak Harto without considering the shortage of Pak Harto. The imagery came about because of people's disappointment with the government. So, it can be concluded that the imaging built is a positive image. Maskur Arif Rahman is not neutral because he has been hegemonized with Pak Harto's kindness.

Filter by Year

2012 2023