cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23014493     EISSN : 25024493     DOI : -
Core Subject : Education,
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia publishes articles of original researchs and conceptual studies about Indonesian language, literature, learning and teaching. This journal is published by Study Program Pendidikan Bahasa Indonesia, Postgraduate Universitas Negeri Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 576 Documents
Pelanggaran Prinsip Percakapan dan Parameter Pragmatik dalam Wacana Stand Up Comedy Dodit Mulyanto
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v5i2.13076

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan wujud pelanggaran, pola pelanggaran, dan faktor-faktor yang melatarbelakangi pelanggaran prinsip percakapan serta parameter pragmatik. Data dikumpulkan dengan metode simak dan teknik simak bebas libat cakap, rekam, serta catat. Analisis data dilakukan menggunakan metode pragmatis teknik heuristik dan normatif. Wujud pelanggaran prinsip percakapan dan parameter pragmatik dalam wacana Dodit Mulyanto berupa pelanggaran prinsip kerja sama, prinsip kesantunan, tingkat jarak sosial, tingkat status sosial, dan tingkat peringkat tindak tutur. Pola pelanggaran prinsip percakapan dan parameter pragmatik pada struktur setup yakni attitude+topik+premis (pelanggaran prinsip kerja sama maksim cara; pelanggaran prinsip kesantuan maksim kebijaksanaan, kemurahhatian, keperkenanan, kerendahatian dan kesetujuan; pelanggaran tingkat jarak sosial dan tingkat status sosial). Pola pada punch yakni act out (pelanggaran prinsip kerja sama maksim kuantitas,maksim kualitas, dan maksim relevansi; pelanggaran prinsip kesantunan pada seluruh maksim;pelanggaran parameter pragmatik)+ mix+act out. Faktor-faktor yang melatarbelakangi pelanggaran tersebut yakni faktor budaya, maksud/tujuan, situasi, dan heckler.This research aims to determine the conversational principles and pragmatic parameter violation form, determine the conversational principles and pragmatic parameters violations pattern, and describe the factors that influence conversational principles and pragmatic parameters violations in the Dodit Mulyanto’s stand-up comedy discourse. Supplying data used observation method, and the data were analyzed by using pragmatic analysis with heuristic and normative techniques. The cooperation principles violations were quantity maxim, quality maxim, relevance maxim, and manner maxim. Politeness principles the violations appeared in the maxim of tact, generosity, approbation, modesty, agreement, and sympathy. The conversational principles and pragmatic parameter violations patterns on the setup structure of Dodit Mulyanto discourse were attitude + topic + premise (cooperation principle violation of manner maxim; politeness principles violations of tact maxim, generosity maxim, approbation maxim, modesty maxim and agreement maxim; pragmatic parameter violation in social distance and social status levels). Patterns on the punch structure namely act out(violations on all maxims in politeness principles, violations pragmatic parameters, and cooperation principles except manner maxim) + mix + act out. There were four factors that affected the violations of conversational principles and pragmatic parameter namely cultural factor, purpose of interactions,situations, and heckler.
Simbol dan Makna pada Puisi Menolak Korupsi Karya Penyair Indonesia
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v5i2.13078

Abstract

Puisi Menolak Korupsi merupakan kumpulan puisi karya penyair Indonesia yang termasuk dalam puisi pamflet. Melalui Puisi Menolak Korupsi, para penyair Indonesia berusaha mengungkapkan kritik sosial yang berkaitan dengan fenomena-fenomena yang terjadi di Indonesia. Kritik yang diungkapkan oleh para penyair Indonesia dalam kumpulan Puisi Menolak Korupsi yaitu mengkritik penguasa atau pejabat Indonesia yang korupsi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan simbol-simbol yang terdapat dalam Puisi Menolak Korupsi karya Penyair Indonesia, mendeskripsikan makna simbol-simbol yang terdapat dalam Puisi Menolak Korupsi karya Penyair Indonesia, dan mendeskripsikan makna yang terdapat dalam Puisi Menolak Korupsi karya Penyair Indonesia. Pendekatan penelitian ini adalah Pendekatan Semiotik. Teknik pengumpulan data dilakukan secara pembacaan semiotik tingkat pertama yaitu heuristik. Teknik analisis data dilakukan secara pembacaan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Simbol-siombol dalam Puisi Menolak Korupsi adalah simbol atau lambang warna, simbol atau lambang benda, simbol atau lambang bunyi, dan simbol atau lambang suasana. Makna simbol-simbol dalam Puisi Menolak Korupsi yaitu simbol yang bermakna pelaku korupsi, simbol yang bermakna keadaan negara Indonesia yang memburuk akibat korupsi, simbol yang bermakna kegiatan korupsi, simbol yang bermakna korupsi mengakibatkan rakyat hidup menderita, dan simbol yang bermakna balasan dan hukuman untuk pelaku korupsi. Makna Puisi Menolak Korupsia yaitu sindiran terhadap para penguasa yang secara cepat memperoleh harta dengan cara korupsi, kolusi, dan nepotisme, kritik terhadap penguasa yang mengatur pendidikan secara tidak benar, gambaran keadaan negara Indonesia dan kondisi rakyat Indonesia yang tidak baik akibat dari korupsi, dan hukuman yang sesuai bagi penguasa yang korupsi, kolusi, dan nepotisme.Puisi Menolak Korupsi is a collection of poetry of Indonesian Poet which is included in poetry pamflet. Through Puisi Menolak Korupsi the Indonesian poet try to express social criticism that related to phenomenon happens in Indonesia. Criticisms which are expressed by the Indonesian poet are made in a parody form. Criticisms which are expressed by Indonesian poet in Puisi Menolak Korupsi have the same theme, which is criticizing the corrupted Indonesian government. Corruption issue in Indonesia is considered to be problems that are difficult to overcome and can be said to be growing culprit. This research was conducted in order to make the reader easily understand the symbols presented in Puisi Menolak Korupsi. Issues which were examined in this study were what kinds of symbol was there, in Puisi Menolak Korupsi, what ere the meanings of the symbols found in Puisi Menolak Korupsi, and what was the meaning of Puisi Menolak Korupsi. The approach that was used in this study was the textual approach, which reviewing the symbols in Puisi Menolak Korupsi. The collecting data technique was done by reading the first level of semiotic, which was the heuristic reading. The data analysis technique was done by hermeneutic reading. The result of the study showed that there were symbols in Puisi Menolak Korupsi; they were the colour, the object symbol,and the atmosphere symbol.The meanings of the symbols found in Puisi Menolak Korupsi were related with corruption; they were the symbols of the corrupted people, symbol of the retrogressive Indonesia, symbol of the corruption activities, symbol of the effect of the corruption, symbol of the punishment for the corruptor.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Teks Anekdot Tema Konflik Sosial di Kalangan Remaja dengan Pendekatan Clil dan Model Berbasis Projek
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v5i2.13079

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan guru dan peserta didik, menghasilkan karakteristik, menghasilkan perangkat, mengetahui keefektifan perangkat pembelajaran kompetensi teks anekdot. Langkah penelitian yang dilakukan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran kompetensi teks anekdot tema konflik sosial di kalangan remaja dengan pendekatan CLIL dan model berbasis projek adalah reasearch and development (R & D) yang telah dimodifikasi dari yang dikemukakan Sugiono meliputi ; (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) ujicoba produk, (7) revisi produk. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, angket kebutuhan, lembar uji validasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dikumpulkan dan dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Perangkat pembelajaran kompetensi teks anekdot tema konflik sosial di kalangan remaja dengan pendekatan CLIL dan model berbasis projek dinyatakan efektif.Purpose of this research is to develop interactive teaching material competence of The theme of social conflict among adolescents is a theme that is suitable for middle school students (SMA / SMK). Hopefully, with the theme of social conflict among adolescents with model-based project, learners will be easier to produce anecdotal text using their own language. The method used is the reasearch and development (R & D) proposed by Sugiono, include; (1) Potential and Problems, (2) data collection, (3) Design Products, (4) Design Validation, (5) Revised Design, (6) Trial Products, (7) Revised Product. The data collection is done by observation, interviews, questionnaires requirements, test sheets validation, and documentation. The data obtained were collected and analyzed using qualitative and quantitative descriptive effective highschool.
Keefektifan Metode Eja dan Metode SAS Berdasarkan Minat Belajar dalam Pembelajaran Keterampilan Membaca dan Menulis Permulaan pada Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v5i2.13081

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menguji keefektifan metode eja dan metode SAS berdasarkan minat belajar dalam pembelajaran keterampilan membaca menulis permulaan pada siswa kelas 1 sekolah dasar. Keterampilan membaca menulis permulaan membutuhkan latihan siswa dalam membaca dan menyusun huruf, suku kata, kata, dan kalimat yang benar. Melalui latihan membaca menulis permulaan, siswa dapat membaca dan menulis huruf, suku kata, kata dan kalimat sederhana dengan tepat. Tipe minat belajar yang berbeda juga perlu membutuhkan cara pengajaran yang berbeda. Oleh karena itu, dibutuhkan metode pembelajaran yang cocok. Metode pembelajaran yang dipilih adalah metode eja dan metode SAS.The purpose of this study was to test the effectiveness of the method of spelling and methods SAS based interest in learning in learning skills read write commencement at class student 1 elementary school. Skills read write commencement requires of exercise students in read and compose letters, syllables, words, and sentences are correct. Through practicing read write commencement, students can read and write letters, syllables, words and a simple sentence correctly. Type of interest in learning the different also need to require the different way of teaching. Therefore, it needs a suitable learning methods. The learning method is selected is a method of spelling and methods of SAS.
Strategi Pilihan Bahasa Pengusaha Industri di Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v5i2.13082

Abstract

Pelaku industri di Kecamatan Ajibarang tidak hanya melakukan hubungan bisnis dengan pelaku industri setempat, tetapi juga dengan pelaku industri dari berbagai wilayah di Jawa Tengah. Fenomena yang terjadi akibat interaksi bisnis tersebut tidak sekadar menggunakan bahasa sehari-hari untuk berinteraksi dengan mitra bisnisnya. Pelaku industri membutuhkan strategi dalam berinteraksi. Salah satu strategi yang dikuasai oleh pengusaha adalah strategi pemilihan bahasa. Tujuan penelitian ini adalah menemukan wujud pilihan bahasa, strategi pilihan bahasa, dan mengidentifikasi faktor yang melatarbelakangi pilihan bahasa pengusaha industri di Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Data dikumpulkan dengan teknik simak dan wawancara. Dalam melakukan teknik wawancara diterapkan teknik sadap sebagai teknik dasarnya. Analisis data dilakukan dengan model interaktif. Berdasarkan hasil analisis data wujud pilihan bahasa pengusaha industri berupa 1) tunggal kode, 2) alih kode, dan 3) campur kode. Strategi pilihan bahasa yang digunakan oleh pengusaha Industri adalah 1) strategi memberikan penghormatan pada mitra tutur, 2) memberikan pilihan, 3) memperlihatkan keinginan penutur, 4) memberikan informasi secara tidak langsung, 5) menunjukan sikap pesimis pada mitra tutur, 6) memberi pujian pada mitra tutur, 7) memberikan dukungan, 8) memaksa dengan kalimat retoris, 9) mendramatisasikan peristiwa, dan 10) meyakinkan mitra tutur dengan sikap optimis. Faktor yang melatarbelakangi strategi pilihan bahasa adalah 1) untuk keakraban, 2) usia (mitra tutur lebih muda), 3) pengguna bahasa daerah yang sama, 4) kesetaraan kedudukan, 5) perubahan topik, 6) untuk mencapai tujuan, 7) penyesuaian bahasa, 8) penegasan, 9) keterbatasan kosakata, dan 10) penggunaan kosakata khusus.Various types of industries in this area, for example: tile industry, wood, sugar, poultry, and tofu. The businessman in Ajibarang not only do business relationship with local industry, but also with industry from various regions in Central Java. The industry players should have a strategy language selection. Language selection strategy carried out by industry players in Ajibarang not yet known, it is necessary to do further research. The purpose of this study is to found that the form of the language selection, find the language selection strategy and to identify the factors that underlying the language selection of industrialists in Ajibarang district of Banyumas regency. Data collected by methods refer to. In conducting the methods refer to, applied the technique of tapping as the basic technique. Data was analyzed using the interactive model. Based on the result of data analysis, it was found that the form of language selection found were: 1) a single code, 2) over the code, and 3) mixed code. The strategy of language selection in interaction that conducted by the industrialists: 1) Strategy paid tribute to the hearer, 2) giving selection, 3) shows the speakers desire, 4) giving information indirecctly, 5) shows pessimism on the interlocutors, 6) giving praise to interlocutors, 7) giving support, 8) forcing the rhetorical sentence, 9) dramatize events, and 10) reassure the interlocutors with optimistic attitude. Factors that underlying the language selection strategy 1) to familiarity, 2) age (opponents said the younger), 3) the use of traditional language, 4) equity position, 5) changes topic, 6) to reach the goal, 7) language adaptation, 8) confirmation, 9) limitation vocabulary, 10) the use of special vocabulary.
Pengembangan Bahan Ajar Membaca Sastra Legenda Bermuatan Kearifan Lokal Berbahasa Jawa
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v5i2.13083

Abstract

Bahan ajar merupakan komponen penting yang digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran. Bahan ajar yang baik dapat membantu peserta didik dalam rangka mencapai kompetensi. Sumber bahan ajar yang dipilih guru ada kecendrungan dititikberatkan hanya ada satu bahan ajar. Padahal banyak pilihan sumber bahan ajar yang digunakan. Pembelajaran membaca sastra legenda merupakan salah satu kompetensi dasar dalam kurikulum mata pelajaran bahasa Jawa pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas VIII. Kenyataannya, belum banyak buku mengenai membaca sastra legenda. Maka dari itu, perlu pengembangan bahan ajar membaca sastra legenda. Penelitian ini dilandasi oleh pentingnya bahan ajar sebagai penunjang keberhasilan pembelajaran, dan pentingnya muatan kearifan lokal dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menghasilkan bahan ajar membaca sastra legenda yang bermuatan kearifan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D) yang direduksi hanya sampai pada proses uji keefektifan. Adapun hasil penelitian ini berupa bahan ajar membaca sastra legenda yang bermuatan kearifan lokal yang telah memenuhi kelayakan sebagai buku. Berdasarkan hasil uji keefektifan, bahan ajar ini efektif digunakan dengan bukti data uji t sebesar 10,546 dan tingkat signifikansi 0,000.One of most important components on the process of learning is that the existence of corse module which it is very valuable for the teacher. An appropriate course module helps students to understand deeper some competences of the study. Theachers are focused to the only course module. Although, there are many choices about the course modules themselves. Reading legend literature competence is one of appropriate course competence of the teacher in teaching Javanese toward eight grades Junior High School students . In fact, there are no books about it yet. This study is based on the importance of books enrichment as supporting successful learning , the importance of local wisdom charge , and the importance of a scientific approach to learning . This study aims to produce books enrichment read text -laden observations report the values ​​of local wisdom by using a scientific approach . The method used is research and development ( R & D ) is reduced only to the effectiveness of the testing process . The results of this study in the form of books read text enrichment -laden observations report the values ​​of local wisdom that has met the eligibility as a book . Based on the results of testing the effectiveness , book this enrichment effectively used with data evidence amounted to 10.546 t test and a significance level of 0.000.
Citra Publik Presiden Republik Indonesia pada Pemberitaan di Harian Suara Merdeka, Tabloid Tempo, dan Harian Republika : Kajian Analisis Wacana Kritis Model Norman Fairclough
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v5i2.13084

Abstract

Fokus penelitian ini adalah (a) mendeskripsikan dimensi tekstual, (b) memaparkan praktik wacana, dan (c) memaparkan dimensi sosiobudaya dari pemberitaan Harian Suara Merdeka, Tabloid Tempo, dan Harian Republika dalam membentuk citra presiden.Pendekatan penelitian yang digunakan meliputi pendekatan metodologis dan teoretis. Pendekatan metodologis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan teoretis Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough. Ada tiga tahap analisis yang digunakan, yakni deskripsi, interpretasi, dan eksplanasi. Data penelitian ini adalah penggalan wacana pemberitaan tentang Presiden Republik Indonesia dalam rentang masa penerbitan bulan November 2015 hingga Januari 2016. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, Harian Suara Merdeka lebih mengarah ke pembentukan citra positif bagi Presiden, dengan persentase citra positif 51,35%. Harian Republika juga condong ke pembentukan citra positif Presiden, melalui persentase 58,3%. Adapun Tabloid Tempo 66,67% condong ke pembentukan citra negatif bagi Presiden. Kedua, analisis praktik kewacanaan dipusatkan pada bagaimana teks diproduksi dan dikonsumsi. Harian Suara Merdeka, Harian Republika, dan Tabloid Kompas memiliki pertimbangan khusus dalam pemilihan isu yang akan disajikan kepada pembaca setiap harinya. Produksi teks berhubungan erat dengan ideologi wartawan dan tindakan yang hendak dicapai. Ketiga, teks berita yang diproduksi media dipengaruhi oleh teks, praktik wacana, dan praktik sosiokulturalThe focus of this study were (a) describe the textual dimension, (b) exposing the practice of discourse, and (c) exposing the sociocultural dimension of the preaching of Suara Merdeka, Tabloid Tempo and Republika newspaper in shaping the image of the president.The approach used in this study include the methodological and theoretical approaches. The methodological approach used is qualitative descriptive theoretical approaches Critical Discourse Analysis (AWK) Norman Fairclough. There are three stages of analysis used, the description, interpretation and explanation. This research data is a fragment of discourse proclamation of President of the Republic of Indonesia in the issuance of period November 2015 to January 2016.Based on research, obtained the following results. First, Suara Merdeka leads to the formation of a positive image for the President, with the percentage of 51.35% positive image. Republika newspaper also inclined to the formation of a positive image of the President, with the percentage of 58.3%. The Tabloid Tempo 66.67% incline to the formation of a negative image for the President. Second, the analysis of discourse practice focused on how the text is produced and consumed. Suara Merdeka daily, Republika and Kompas Tabloid has a special consideration in the selection of issues to be presented to the readers every day. Text production is closely linked to the ideology of journalists and actions to be achieved. Third, the text of the news produced media influenced by the text, discourse practice and socio-cultural practices.
Pengembangan Buku Pengayaan Menulis Teks Laporan Hasil Observasi yang Bermuatan Kearifan Lokal untuk Peserta Didik Kelas X SMA
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v5i2.13087

Abstract

Pengembangan buku pengayaan merupakan salah satu inovasi dalam pembelajaran. Buku pengayaan menulis teks laporan hasil observasi dikembangkan atas persepsi kebutuhan peserta didik dan guru, serta ketersediaan buku pengayaan yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi kebutuhan pengembangan buku pengayaan, menyusun prinsip-prinsip buku pengayaan, menyusun prototipe buku pengayaan, dan menguji keefektifan buku pengayaan tersebut dalam skala terbatas. Muatan kearifan lokal diberikan pula guna menggugah kesadaran peserta didik untuk lebih mencintai budayanya. Muatan nilai-nilai kearifan lokal diintegrasikan dalam teks-teks yang terdapat dalam buku pengayaan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Research and Development (R&D) dari Borg and Gall. Langkah penelitian Borg and Gall diadaptasi menjadi tiga tahap, yakni penelitian, pengembangan, dan pengujian. Hasil penelitian ini didasarkan pada hasil angket kebutuhan pengembangan buku pengayaan menurut persepsi guru dan peserta didik yang selanjutnya disusun menjadi prinsip-prinsip pengembangan buku. Prinsip-prinsip tersebut meliputi prinsip pengorganisasian isi, penyajian materi, bahasa dan keterbacaan, serta grafika. Hasil uji keefektifan yang dilakukan di kelas X-MIPA10 SMA Negeri 1 Semarang menunjukkan ada peningkatan nilai rata-rata pretes dan postes pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi yang bermuatan kearifan lokal. Uji t hitung = 11,010, sedangkan t tabel = 2,00. Artinya t hitung > t tabel. Maka dapat dikatakan produk tersebut efektif.The development of enrichment books are one of the innovations in learning. Enrichment book in writing a report text of observation result was developed on the perception of the needs of learners and teachers, as well as the availability of books enrichment inadequate. This study aims to describe the development needs enrichment books, compiling principles of enrichment books, prepare a prototype book enriching, and test the effectiveness of the enrichment books on a limited scale. Payload local wisdom given also to raise awareness of students to love the culture. Payload values ​​local knowledge are integrated in the texts contained in the book of enrichment. This study research design Research and Development (R & D) from Borg and Gall. Borg and Gall research step was adapted into three stages: research, development, and testing. The results of this study are based on the results of questionnaires enrichment guide development needs as perceived by teachers and learners which then compiled into a book development principles. Such principles include the principle of organizing the content, presentation material, language and legibility, and graphics. Effectiveness test results done in class X-MIPA10 SMAN 1 Semarang showed no increase in the average value of pretest and posttest learning to write text-laden report on the observation of local wisdom. Test t = 11.010, while t table = 2.00. This means that t> t table. So we can say the product is effective.
Pengembangan Model Pembelajaran Kuantum Simulatif untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Peserta Didik SMP
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v6i3.13212

Abstract

Kemampuan berbicara peserta didik SMP masih rendah meskipun beberapa model pembelajaran telah diterapkan dalam pembelajaran keterampilan berbicara. Hal itu diharapkan dapat diatasi dengan penggunaan model pembelajaran yang lebih efektif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsi kebutuhan model pembelajaran keterampilan berbicara menurut peserta didik dan guru, menyusun model pembelajaran, dan menguji keefektifan model pembelajaran tersebut dalam skala terbatas. Model pembelajaran yang diteliti adalah model pembelajaran kuantum simulatif yang berbantuan permainan monopoli. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Pengembangan model dilakukan melalui tahap pendahuluan, pengembangan, uji coba, dan sosialisasi produk. Hasil uji keefektifan yang dilakukan di kelas VIII SMP Kesatrian 2 Semarang menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata kelompok kontrol dan eksperimen pada pembelajaran keterampilan berbicara. Uji t hitung = 15,6710, sedangkan t tabel = 1,991. Artinya t hitung > t tabel. Oleh karena itu, dapat dikatakan produk tersebut efektif. The speaking ability of learners in SMP remains low despite some learning model has been applied in learning of speaking. It is expected to be overcome by the use of more effective learning model. This research aims to describe the needs of model development needs, to create a model of learning, and and test the effectiveness of the learning model on a limited scale. The learning model researched is simulative quantum learning model which aided monopoly game. The type of research is research and development (R & D). Development of the model is done through the preliminary stage, development, testing, and socializing product. Effectiveness test results done in class VIII SMP Kesatrian 2 Semarang showed that there was significant difference between the average value of the control group and experimental. Test t = 15.6710, while t table = 1.991. This means that t > t table. Therefore, it can be said that product effectively.
Pandangan Harian Suara Merdeka dalam Konflik KPK vs Polri Jilid II: Analisis Wacana Kritis pada Tajuk Rencana
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v6i3.13921

Abstract

KPK dan Polri merupakan lembaga penegak hukum di Indonesia, tetapi beberapa kali keduanya justru mengalami konflik. Konflik dua lembaga penegak hukum ini tidak lepas dari sorot pemberitaan, baik koran lokal maupun nasional. Suara Merdeka sebagai korannya Jawa Tengah juga ikut memberitakan konflik tersebut. Tujuan penelitian adalah mengungkap pandangan harian Suara Merdeka dalam konflik KPK vs Polri jilid II dengan menggunakan analisis wacana kritis model Norman Fairclough yang secara simultan mengkaji: teks-teks bahasa baik lisan maupun tulisan; praktik kewacanaan; dan praktik sosiokultural. Data penelitian ini berupa penggalan wacana yang diambil dari teks tajuk rencana yang dimuat di dalam harian Suara Merdeka. Pandangan harian Suara Merdeka yang tercermin dari penggunaan kosakata dalam tajuk rencana cenderung berpihak pada institusi KPK. Hal itu tampak pada penggunaan pola klasifikasi, kosakata yang diperjuangkan secara ideologis, metafora, dan relasi makna. Dengan demikian, pandangan harian Suara Merdeka dalam hal pemberitaan konflik KPK vs Polri jilid II cenderung tidak objektif.KPK and Polri are law enforcement institutions, but both several times just had conflict. Conflict between the two law enforcement agencies could not be ignored by local and national higlight newspapers. A newspaper in central Java, Suara Merdeka, also highlighted the conflict. This article studied how Suara Merdeka view in conflict between KPK and Polri volume II used critical discourse analysis model of Fairclough. Based on text description, vocabulary used in editorial tend on KPK side. Therefor, Suara Merdeka view in the conflict between KPK and Polri volume II was not objektive.

Filter by Year

2012 2023