cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23014493     EISSN : 25024493     DOI : -
Core Subject : Education,
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia publishes articles of original researchs and conceptual studies about Indonesian language, literature, learning and teaching. This journal is published by Study Program Pendidikan Bahasa Indonesia, Postgraduate Universitas Negeri Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 576 Documents
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MENULIS PUISI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM TEKNIK `TANDUR` DAN TEKNIK `AMBAK` PADA PESERTA DIDIK SMP (RSBI DAN NON-RSBI Prasetyo Nugroho, Bivit Anggoro
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.803 KB)

Abstract

KEMAMPUAN SISWA SMP DALAM MENGAPLIKASIKAN NILAI-NILAI LUHUR YANG DIPEROLEH DARI CERITA TOKOH WAYANG SUMANTRI DAN KUMBAKARNA DALAM BERMAIN PERAN Putro, Suwarno
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.984 KB)

Abstract

PERBANDINGAN PEMBELAJARANMEMBACA PERMULAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SAS DANMETODE KATA LEMBAGA BERDASARKAN PERBEDAAN GAYA BELAJAR PADA PESERTA DIDIK TAMAN KANAK-KANAK Kus Endah, Wiwik
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2014): November 2014
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.045 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan (1) perbedaan kemampuan membaca permulaan antara peserta didik taman kanak-kanak bergaya belajar auditori dan visual yang dibimbing dengan metode SAS, (2) perbedaan kemampuan membaca permulaan antara peserta didik taman kanak-kanak bergaya belajar auditori dan visual yang dibimbing dengan metode  kata lembaga, (3) interaksi antara penggunaan metode SAS dan metode kata lembaga untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik taman kanak-kanak bergaya belajar auditori dan visual. Metode penelitian ini exsperimental design. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan instrumen tes kemampuan membaca permulaan, modality assessment test, wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Untuk menganalisis data penelitian digunakan one sample kolmogorov-smirnov test pada program SPSS 16, uji homogenitas levene test, dan uji hipotesis dengan analisis varian 2x2. Simpulan hasil penelitian ini yaitu (1) terdapat perbedaan kemampuan membaca permulaan antara peserta didik TK Islam Pangeran Diponegoro yang memiliki gaya belajar auditori dan visual yang dibimbing dengan metode SAS, (2) terdapat perbedaan kemampuan membaca permulaan antara peserta didik TK Islam Pangeran Diponegoro yang memiliki gaya belajar auditori dan visual yang dibimbing dengan metode kata lembaga dan (3) terdapat interaksi antara penggunaan metode pembelajaran (SAS dan kata lembaga) dengan gaya belajar (auditori dan visual)  pada kemampuan membaca permulaan peserta didik taman kanak-kanak.This study aimed to describe (1) the difference between the beginning reading skills of students kindergarten auditory and visual learning style that is guided by the SAS method; (2) the difference between the beginning reading skills of students kindergarten style learning auditory and visual guided the “kata lembaga”method;and (3) the interaction between the use of SAS methods and methods of ‘kata lembaga”to improve literacy learners beginning kindergarten auditory and visual learning style. This study used an experimental method. Research data collection techniques using test instruments for beginning reading skills, modality assessment tests, and documentation. To analyze the research data used normality test one sample kolmogorof - Smirnov test, Levene's test of homogeneity, and test hypotheses with two way univariate analysis. The results showed that (1) there is difference between the ability to read the beginning who have auditory and visual learning styles are guided by the SAS method; (2) there is difference between the ability to read the beginning of learners who having auditory and visual learning styles are guided by “kata lembaga”method, and (3) there is an interaction between the use of SAS and Whole Word methods and  the learners learning styles on reading ability.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENYIMAK BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM MODEL BELAJAR MANDIRI UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Sugiyono, Eko Iman
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2014): November 2014
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.183 KB)

Abstract

Bahan ajar menyimak merupakan unsur yang paling penting dalam keberhasilan pembelajaran. Ketepatan guru dalam menyusun bahan ajar berpengaruh pada keberhasilan pembelajaran menyimak. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kebutuhan bahan ajar menyimak berbasis multimedia interaktif model belajar mandiri, merumuskan prinsip-prinsip pengembangannya, membuat desain bahan ajar menyimak, serta merumuskan keefektifan bahan ajar tersebut untuk meningkatkan kemampuan menyimak peserta didik SMP melalui uji terbatas. Pengembangan model ini menggunakan pendekatan Research and Development dari Borg dan Gall. Langkah-langkah yang ditempuh mulai dari analisis teoretis dan praktis, analisis kebutuhan guru dan siswa, pengembangan desain, validasi desain, revisi desain, dan uji terbatas desain. Hasil penelitian ini mencakupi hal-hal sebagai berikut: (1) perlu dikembangkan bahan ajar menyimak yang mudah digunakan untuk belajar mandiri, (2) merumuskan prinsip-prisip pengembangan bahan ajar menyimak berbasis multimedia interaktif model belajar mandiri, (3) desain bahan ajar menyimak, (4) bahan ajar ini efektif untuk pembelajaran menyimak dan belajar mandiri. Teaching materials that listening is an influential element in the success of learning. The accuracy of teachers in preparing teaching material effect on the success of learning to listen. This study aims to formulate teaching materials need to listen to learn a model-based interactive multimedia self-learning. formulate principles lying pengembangannnya, making listening prototype teaching materials and formulate the effectiveness of the instructional materials based on limited testing. Development of this model using the approach of Research and Development of Borg and Gall. The steps taken ranging from theoretical and practical analysis. the analysis of the needs of teachers and students. prototype development. prototype validation. the revised prototype, and test a prototype limited. The results of this study (1) needs to be developed that is easy to listen to instructional materials used for self-learning. (2) formulate principles lying listening development of teaching materials based interactive multimedia self-learning models, (3) listening prototype teaching materials, (4) these materials listen to the effective learning and independent learning.
PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MEMBACA INTENSIF PARAGRAF DENGAN MODEL PENGEMBANGAN KONSEP MELALUI AKTIVITAS BAHASA (PKMAB) DAN MODEL PENDAHULUAN, PENGANALISISAN, PENGULANGAN (P3) PADA SISWA SMP DILIHAT DARI KARAKTERSOSIAL DAN MANDIRI -, Nurriyah
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2014): November 2014
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.355 KB)

Abstract

Permasalahan penelitian adalah seberapa besar peningkatan keterampilan membaca intensif paragraf peserta didik yang berkarakter Sosialdan Mandiriyang diperlakukan dengan model pembelajaran PKMABdanP3di SMP. Tujuan penelitian ini untuk menentukan besaran hasil peningkatan keterampilan membaca intensif paragraf pada peserta didik yang berkarakter Sosialdan Mandiriyang diperlakukan dengan model pembelajaran PKMABdanP3di SMP.Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan populasi keterampilan membaca intensif paragrafpeserta didik SMP di wilayah Tegal dan Brebes.Sampel penelitianadalah keterampilan membaca intensif paragrafpeserta didik Kelas VII SMP Warureja dan Brebes. Pengumpulan data kuantitatif dilaksanakan melalui tes keterampilan membaca intensif paragraf, dianalisismenggunakanbefore-after dant-Tes Dua Sampel Independen. Pengumpulan data kualitatif menggunakan panduan observasi, dokumentasi, dan angketskala sikap untuk mengungkap karakter peserta didik.Hasil penelitian membuktikan bahwa model PKMAB lebih efektif meningkatkan kemampuan membaca intensif paragraf pada peserta didik, terutama yang berkarakter Sosial. Sedangkan model P3 lebih efektif meningkatkan kemampuan membaca intensif paragraf pada peserta didik, terutama yang berkarakter Mandiri. The problem in this research is the comparison of intensive paragraph reading skill in the socializer children and in the children whose characters are director who are treated using PKMAB and P3 in Junior High School.The method used in this study was an experiment with quantitative and qualitative analysis techniques.The study sample is the intensive paragraph penganalisisaning skill on the students of grade VII of SMPN 1 Warureja and SMPN 5 Brebes. Quantitative data collection was carried out through intensive paragraph penganalisisaning test and analyzed by using before-after and t-Test for Two Independent Samples to know the level of intensive paragraph penganalisisaning skill on the learner. Qualitative data collection was done using observation guide, documentation, and the attitude scale questionnaire to reveal the character of the students.Result of the study have shown that PKMAB learning model is more effective to increase students’ paragraph intensive penganalisisaning skills especially for those who have socializer characters. Meanwhile P3 learning model is more effective to increase students’ paragraph intensive penganalisisaning skills especially for those who have director character.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI MELALUI KARYAWISATA PADA PESERTA DIDIK SMP KELAS VI Puspita Dewi, Desyarini
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2014): November 2014
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.579 KB)

Abstract

Masalah penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah kebutuhan pengembangan model inkuiri sosial dari guru dan peserta didik pada pembelajaran menulis puisi pada peserta didik kelas VII SMP; (2) Bagaimanakah prinsip-prinsip pengembangan model inkuiri sosial bagi peningkatan kemampuan pembelajaran menulis puisi pada peserta didik kelas VII SMP; (3) Bagaimanakah desain pengembangan model inkuiri sosial bagi peningkatan keterampilan menulis puisi pada peserta didik kelas VII SMP; dan (4) Bagaimanakah keefektifan model pembelajaran inkuiri sosial dalam pembelajaran menulis puisi pada peserta didik kelas VII SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (R and D) dengan sepuluh langkah pelaksanaan mengacu pada teori Borg dan Gall (2002:571) yang dimodifikasi menjadi tujuh langkah, disesuaikan dengan kebutuhan. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan model pembelajaran inkuiri sosial efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam menulis puisi. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan  (1) guru menggunakan model pembelajaran ini untuk meningkatkan aktivitas, kreativitas, dan hasil belajar dalam kehidupan peserta didik; (2) dilakukan  penelitian lanjutan terhadap model pembelajaran ini untuk mengetahui keefektifan model The problem of this study are (1) how the needs of the social development model inquiry models of teachers and learners in the teaching of writing poetry in junior high school students of class VII, (2) how the principles of social inquiry model development for improving the learning ability of students to write a poem on SMP class, (3) how the prototype development of a model for the improvement of social inquiry skills to write poetry in junior high school students of class VII, and (4) how the effectiveness of social inquiry learning model in learning to write poetry in junior high school students of class VII. This research was developed in seven stages. Those are from needs analysis to model revision. The data collecting instruments were questionnaire, assessment instruments for teacher and knowledgeable others, and test assessment. The analysis used was qualitative descriptive analysis. Based on the findings of this research, the development of social inquiry learning model is effective in improving student learning outcomes. It is suggested (1) teachers use this learning model to enhance the activity, creativity, and learning in the lives of learners, (2) conducted further research on the learning model to determine the effectiveness of the model.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH YANG BERMUATAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN PADA KELAS VIII SMP Haryawan, Aditya Dwi
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2014): November 2014
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.108 KB)

Abstract

Menulis merupakan suatu keterampilan yang harus dimiliki peserta didik sekolah menengah pertama. Melaluitulisan, peserta didik dapat menyampaikan pengalaman, pikiran, perasaan, atau keinginan. Masalah penelitianini adalah (1) bagaimanakah kebutuhan pengembangan model pembelajaran berbasis masalah yang bermuatannilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran menulis cerpen berdasarkan persepsi guru dan pesertadidik kelas VIII SMP?; (2) bagaimanakah prinsip-prinsip pengembangan model pembelajaran berbasis masalahyang bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran menulis cerpen pada peserta didik kelasVIII SMP? (3) bagaimanakah pengembangan prototipe model pembelajaran berbasis masalah yang bermuatannilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran menulis cerpen pada kelas VIII SMP?; (4) bagaimanakahkeberterimaan penerapan pengembangan model pembelajaran berbasis masalah yang bermuatan nilai-nilaipendidikan karakter dalam pembelajaran menulis cerpen pada kelas VIII SMP. Dalam penelitian ini digunakandesain Research and Development. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, analisiskebutuhan, pengembangan model yang dikembangkan, uji validasi, revisi, implementasi, revisi akhir,pengembangan model/produk akhir. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, angket, wawancara, tes,dan dokumentasi foto. Writing is a skill that must be owned by middle school students. Through writing, students canconvey experiences, thoughts, feelings, or desires. The research problem is (1) How can the needsof the development of PBL model that charged the values of character education in learning towrite short stories on the perceptions of teachers and students of class VIII?; (2) How do thecharacteristics of the development of PBL model value-laden -the value of character education inlearning to write short stories at the high school of learner assessment system class?; (3) How isthe development of a prototype model of PBL  charged the values of character education inlearning to write short stories in class VIII SMP?;  (4) How does the development of PBL modelthat charged the values of character education in learning to write short stories in eighth gradejunior high? This research was carried out by using a design research and development. Stepsbeing taken in this research is the study pustaka, analisis needs, the development of the modeldeveloped, test validation, revision, implementation, final revision, final product. Data wascollected by observation, questionnaires, interviews, tests, and photo documentation
REGISTER PELAKU INDUSTRI BATIK DI KOTA PEKALONGAN: KAJIAN SOSIOLINGUISTIS Pramitasari, Afrinar
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2014): November 2014
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.843 KB)

Abstract

Register merupakan pemakaian bahasa dalam setiap bidang kehidupan yang tiap-tiap bidang kehidupanmempunyai bahasa khusus yang tidak dimengerti oleh kelompok lain. Pekalongan dikenal sebagai kota dansebagian besar pekerjaan masyarakat di Kota Pekalongan adalah sebagai perajin batik, maka dalam tuturanmereka sehari-hari juga banyak menggunakan kosakata khas bidang industri batik. Sumber data dalampenelitian ini adalah penggalan percakapan masyarakat perajin batik di Kota Pekalongan yang di dugamengandung register. Pengumpulan data menggunakan metode simak yang dalam pelaksanaanya diwujudkanmelalui teknik dasar dan teknik lanjutan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah ada dua bentuk registerindustri batik yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu register berdasarkan satuan lingual bahasanya danberdasarkan jenis kata. Berdasarkan satuan lingual bahasa ditemukan dua bentuk register yaitu registerberbentuk kata tunggal dan register berbentuk kata kompleks. Register berbentuk kata kompleks mencakup 1)register berbentuk frasa, 2) register berbentuk kata majemuk, 3) register bentuk reduplikasi, dan 4) registerbentuk berafiks. Register a use of language in every area of life, the life of each field specific language that is notunderstood by other groups. Pekalongan City is known as the city that have potential in the batikindustry, because most of the people work in the City Pekalongan batik is as crafters, then in theireveryday speech too much use of vocabulary typical batik industry. Data sources in the form ofpublic speech in Pekalongan batik artisans containing registers. Refer to the method of datacollection that the implementation is realized through basic techniques and advanced techniques.The results of this study was two are three forms of batik industry registers were found in thisstudy is based on the unit registers lingual languag and based on grammatical categories. Basedon unit lingual language, found two registers form the single word registers and registers shapedshaped complex word. Registers include registers form a complex word form phrases, compoundwords, reduplication shape, form berafiks.
PENGEMBANGAN MODEL KOOPERATIF MODELING THE WAY DENGAN TEKNIK RENDRA DALAM PEMBELAJARAN BERMAIN DRAMA BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA PESERTA DIDIK SMP KELAS VIII Nugeraha Setiaji, Andhi
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2014): November 2014
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.798 KB)

Abstract

Pembelajaran drama di SMP masih berlangsung kurang maksimal. Model pembelajaran drama yang digunakan juga masih sangat terbatas. Salah satu alternatif model pembelajaran yang bisa digunakan adalah model kooperatif Modeling the Way. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana: kebutuhan pengembangan, prinsip pengembangan, prototipe, dan keefektifan model Modeling the Way . Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kebutuhan pengembangan, merumuskan prinsip pengembangan, mengembangkan prototipe, dan mengidentifikasi keefektifan model Modeling the Way. Penelitian ini dilakukan dengan desain penelitian R&D. Langkah penelitian ini adalah studi literatur, analisis kebutuhan pengembangan, pengembangan model, uji validasi, revisi, penerapan, revisi, pengembangan model akhir. Teknik pengumpulan data dilaksanakan melalui angket, jurnal, lembar pengamatan, lembar uji validasi, dan teknik tes. Instrumen yang digunakan adalah angket analisis kebutuhan pengembangan, lembar uji validasi, observasi, motivasi,  dan kreativitas peserta didik, serta lembar tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kebutuhan, uji validasi ahli, dan teknik analisis data uji coba terbatas Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Kebutuhan pengembangan model Modeling the Way adalah diskusi, guru mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang  dipelajari, dan peserta didik memberikan evaluasi terhadap temannya. Prinsi model ini adalah kerja sama,  kreativitas individu, dan naskah drama bermuatan pendidikan karakter. During this learning in junior high drama still going on less than the maximum. Learners must find their own practice and role-play techniques. Examples of dramatic play techniques demonstrated by the teacher is still less than the maximum . In fact, sometimes the teacher does not show an example of dramatic play. Learning model used drama is still very limited. Often learners immediately given the task to find, read, and understand a play, then play the drama. This way tends to make the learners with the drama portrayed crudely, the extent of carrying out the task of the teacher. The research was conducted by the research design R & D. Step of this research is the study of literature, development needs analysis, model development, validation testing, revision, implementation, revision, development of the final model. Subject of this research is the development of models of Modeling the Way. Techniques of data collection conducted through questionnaires, journals, observation sheets, test sheets validation, and testing techniques. The instrument used was a questionnaire analyst needs development, validation test sheets, observation, motivation, and creativity of learners, as well as test pieces. The data analysis technique used is the technique of data analysis needs, expert validation test, and test data analysis techniques are limited.
PENGEMBANGAN MODEL LINGKAR SASTRA DALAM PEMBELAJARAN APRESIASI CERITA PENDEK BERMUATAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK SMP/ MTs Hidayati, Erni
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2014): November 2014
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.525 KB)

Abstract

Keterampilan mengapresiasi cerita pendek sangat penting dikuasai oleh peserta didik. Kenyataannya keterampilan ini belum dikuasai secara maksimal. Oleh karena itu, perlu dikembangkan sebuah model pembelajaran apresiasi cerpen. Penelitian ini bertujuan memaparkan karakteristik model pembelajaran sesuai kebutuhan guru dan peserta didik, prinsip-prinsip model, prototipe, dan keefektifan model. Pengembangan model dilakukan dengan Research and Development , Borg dan Gall. Secara hirarkis dari analisis kurikulum, teoretis, kebutuhan guru dan peserta didik, mengembangkan prototipe, uji ahli, revisi prototipe, uji coba terbatas, dan penyusunan model. Pengumpulan data dengan angket, lembar pengamatan, dan lembar penilaian. Pengembangan model menghasilkan: (1) karakteristik model lingkar sastra menurut guru dan peserta didik; (2) prinsip-prinsip model (3) propotipe model;(4) keefektifan model dengan diujicobakan pada peserta didik kelas IX B SMP Kesatrian 2 Semarang. Hasilnya mampu meningkatkan hasil belajar apresiasi cerpen dari rata-rata nilai tes awal 60,63 menjadi 77,19 dan pencapaian KKM dari 40,63% menjadi 93,75%. Dampak pengiring karakter jujur, menghargai prestasi, gemar menyimak, dan komunikatif. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan  bahwa model ini dapat meningkatkan hasil belajar mengapresiasi cerpen.Skills are very important to appreciate short stories dominated by learners. In fact these skills have not been mastered to the fullest. Therefore, it is necessary to develop an appreciation of the learning model of short stories. This study aims to describe the characteristics of the learning model according to the needs of teachers and learners, the principles of the model, the prototype, and the effectiveness of the model. Model development is done by the Research and Development, Borg and Gall. Hierarchically from the curriculum analysis, theoretical, needs of teachers and learners, developing prototypes, testing experts, the revised prototype, limited testing, and modeling. With the questionnaire data collection, observation sheets, and assessment sheets. Development of the model generates: (1) the characteristics of the model according to the literature circle teachers and learners; (2) the principles of the model (3) propotipe models, (4) the effectiveness of the models tested in class IX students of SMP Kesatrian 2 Semarang. The results can improve learning outcomes appreciation of the short story the average value of the initial test be 77.19 and 60.63 KKM achievement of 40.63% to 93.75%. Impact accompaniment honest character, appreciate the accomplishments, likes to listen to, and communicative.

Page 4 of 58 | Total Record : 576


Filter by Year

2012 2023