cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Innovative Science Education
ISSN : 22526412     EISSN : 25024523     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Innovative Science Education p-ISSN (Print) 2252-6412 | e-ISSN (Online) 2502-4523, an electronic journal, provides a forum for publishing the original research articles, short communications from contributors, and the novel technology news related to Innovative Science Education research. Published by Science Education Study Programe, Postgraduate Programe, Universitas Negeri Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2017)" : 32 Documents clear
Guided Inquiry-Based Questions Integrated Practice Worksheets Design to Improve Laboratory Skills and Knowledge Khasanah, Faizatul; Susilaningsih, Endang; Nuswowati, Murbangun
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.451 KB) | DOI: 10.15294/jise.v6i2.16625

Abstract

The essence of learning Science is not just remembering and understanding the concept but also a habitual behavior in finding concepts. Science learning requires a laboratory to train students' skills. Complete laboratory will be useful if used as possible. The Worksheet Practice design with guided inquiry approach is needed to facilitate students in conducting laboratory experiments. This study aims to determine the feasibility of integrated Worksheet Practice design based on guided inquiry and effectiveness of student laboratory skills. The research design used is one group pretest and post test design. Research data obtained by observation method, documentation, questionnaire, and test. The results obtained mean score 80.56 on the presentation aspect, 81.25 on the content feasibility aspect, 81.95 on aspects of graphical aspect, and 82.50 on the language aspect with maxsimal score 100. The results showed that Worksheet Practice design with guided inquiry approach is categorized as very feasible and can improve students' laboratory skill and knowledge. Hakikat belajar Sains tidak sekedar mengingat dan memahami konsep melainkan juga merupakan pembiasaan perilaku dalam menemukan konsep. Pembelajaran sains memerlukan laboratorium untuk melatih keterampilan siswa. Laboratorium lengkap akan bermanfaat apabila digunakan sebaik mungkin. Desain Lembar Kerja Praktikum dengan pendekatan inkuiri terbimbing diperlukan untuk mempermudah siswa dalam melakukan percobaan di laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan desain Lembar Kerja Praktikum terpadu berbasis inkuiri terbimbing serta keefektifannya terhadap keterampilan laboratorium siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest and post test design. Data penelitian diperoleh dengan metode observasi, dokumentasi, angket, dan tes. Hasil penelitian diperoleh rerata skor 80,56 pada aspek penyajiaan 81,25 pada aspek kelayakan isi, 81,94 pada aspek kegrafikan, dan 82,50 pada aspek kebahasaan dengan skor maksimal 100. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain Lembar Kerja Praktikum dengan pendekatan inkuiri terbimbing dikategorikan sangat layak dan dapat meningkatkan keterampilan laboratorium dan pengetahuan siswa.
Development of Heat Transfer Learning Media Based on Android Application Inventor (AI) to Instill Student Self Directed Learning Wijayanti, Arfilia; Sukamto, Sukamto
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.49 KB) | DOI: 10.15294/jise.v6i2.17702

Abstract

This study aims to develop a learning media of heat transfer based on android Application Inventor (AI) to instill student self directed learning. This research is designed with research and development design, adapted from modified 3D model whichstages includes define, design and development. The subject of this research is the students of PGSD (Primary School Teacher Education) Study Program of Universitas PGRI Semarang. The result of validation by expert on instructional learning media of heat transfer based on android Application Inventor (AI) get 3.76 values is categorized as very feasible, the presentation of the content obtained value 3.84 with very decent category. Students responded positively to the learning media of heat transfer based on android Application Inventor (AI) developed. Based on the result of data analysis, it can be concluded that learning media of heat transfer based on android Application Inventor (AI) is very feasible, effective, and got positive response with 88.56% percentage by students and can be used as one learning resource that can increase student self directed learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkanmedia pembelajaran perambatan kalor berbasis android Application Inventor (AI) untuk menanamkan kemandirian belajar mahasiswa. Penelitian ini dirancang dengan desain research and development, yang diadaptasi dari model 3D termodifikasi yang meliputi tahapan define, design, development. Subjek penelitian ini yaitu mahasiswa Program Studi PGSD Universitas PGRI Semarang.  Hasil validasi oleh ahliterhadap media pembelajaran perambatan kalor berbasis android Application Inventor (AI) memperoleh nilai 3,76 dikategorikan sangat layak, penyajian isi memperoleh nilai 3,84dengan kategori sangat layak. Siswa memberikan respon positif terhadap media pembelajaran perambatan kalor berbasis android Application Inventor (AI) yang dikembangkan. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan media pembelajaran perambatan kalor berbasis android Application Inventor (AI) dinyatakan sangat layak, efektif, dan mendapat respon positif dengan persentasi 88,56% oleh mahasiswa dan dapat digunakan sebagai salah satu sumber belajar yang mampu meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa.
Pengembangan Instrumen Penilaian Proses untuk Mengukur Keterampilan Sains dan Aktivitas Siswa SMP Rizqie Arini, Fitria Zahra; Susilaningsih, Endang; Dewi, Nur Kusuma
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.458 KB) | DOI: 10.15294/jise.v6i2.19715

Abstract

Keterampilan dan aktivitas siswa dapat dibentuk dari pembelajaran dengan pendekatan scientific atau Keterampilan Proses Sains (KPS), yang meliputi mengamati, menanya dan merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, merancang eksperimen, melaksanakan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, menarik simpulan, serta menyajikan hasil kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrument penilaian proses pembelajaran IPA yang layak dan efektif digunakan untuk mengukur KPS dan aktivitas siswa. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 15 Tegal. Penelitian ini merupakan penelitian R and D dengan desain penelitian one shot case study. Data penelitian diperoleh dengan metode observasi, dokumentasi, angket, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran KPS dan aktivitas pada pembelajaran pengaruh kepadatan populasi manusia terhadap lingkungan pada kelas VII A dan VII B secara berturut-turut adalah 80.17; 89.73; 81.58; dan 89.25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen penilaian proses pembelajaran IPA telah valid dan reliable sehingga layak digunakan untukmengukur KPS dan aktivitas siswa SMP kelas VII. Students' skills and activities can be shaped from learning with a scientific approach or Skills Process Sciences, which includes observing, questioning and formulating problems, formulating hypotheses, designing experiments, conducting experiments, collecting and analyzing data, drawing conclusions, and presenting their work. This study aims to produce an appropriate and effective assessment instrument of IPA learning process used to measure Science Process Skill and student activities. The study was conducted at SMP N 15 Tegal. This research is R and D research with one shot case study design study. Research data obtained by observation method, documentation, questionnaire, and test. The results showed that Science Process Skill measurement and activity on learning influence of human population density on environment in class VII A and VII B were 80.17; 89.73; 81.58; And 89.25. The results showed that the instrument of assessment of the learning process of IPA has been valid and reliable so it is feasible to be used to measure PPP and the activity of junior high school students of class VII.
Faktor Determinan dari Guru dalam Implementasi Pembelajaran IPA Terpadu Tingkat SMP di Wonosobo Kisworo, Kisworo; Ngabekti, Sri; Indriyanti, Dyah Rini
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.149 KB) | DOI: 10.15294/jise.v6i2.19716

Abstract

Pembelajaran IPA tingkat SMP, menurut Kurikulum 2006 maupun Kurikulum 2013 harus diajarkan secara terpadu. Wawancara awal menunjukkan guru IPA SMP di Wonosobo belum mengajar secara terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi factor pendukung dan penghambat dari guru dalam mengimplementasikan pembelajaran IPA terpadu tingkat SMP di Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata pelaksanaan pembelajaran IPA terpadu. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data berasal dari enam sekolahan yang terbagi dalam tiga kelompok sekolah. Data dianalisis menggunakan analisis data model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa factor pendukung dari guru dalam implentasi pembelajaran IPA terpadu yaitu semua guru aktif meningkatkan kompetensi, guru di kelompok I terbiasa melakukan pembelajaran aktif, dan guru di kelompok II dan III mampu mensiasati keterbatasan sarana prasarana. Faktor penghambat dari guru yaitu semua guru memiliki kualifikasi pendidikan yang bukan IPA terpadu, pemahaman guru terhadap pendekatan terpadu masih rendah, dan guru kesulitan mengelola waktu. The science learning of Junior High School level, according to Curriculum 2006 and Curriculum 2013 should be taught in an integrated manner. Initial interviews showed that the science teacher of Junior High School in Wonosobo had not taught in an integrated. This study aims to identify the supporting and inhibiting factors of teachers in implementing integrated science learning in junior high school in Wonosobo regency. This research is expected to provide a real condition of the implementation of integrated science learning. The research method used is descriptive qualitative. Techniques of data collection using interviews, observation, and documentation. The data source comes from six schools that are divided into three school groups. Data were analyzed using Miles and Huberman model data analysis. The result of the research indicates that the supporting factor of the teachers in the implementation of integrated science learning is that all teachers actively improve the competence, the teachers in group I are accustomed to active learning, and the teachers in groups II and III are able to anticipate the limitations of infrastructure. The teacher's inhibiting factor is that all teachers have non-integrated educational qualifications, the teacher's understanding of the integrated approach is still low, and the teacher’s has difficulty managing the time.
Efektivitas Lembar Kerja Siswa Bermuatan Etnosains Materi Hidrolisis Garam untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa SMA Ariningtyas, Agnes; Wardani, Sri; Mahatmanti, Widhi
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.326 KB) | DOI: 10.15294/jise.v6i2.19718

Abstract

Pembelajaran sains dikelas hendaknya menuntun siswa untuk melek tentang ilmu pengetahuan dan teknologi Kegiatan pembelajaran seharusnya memanfaatkan secara optimal potensi lingkungan supaya pembelajaran lebih bermakna namun pada kenyataannya hal ini belum selalu dilakukan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKS bermuatan etnosains materi hidrolisis garam untuk meningkatkan literasi sains siswa SMA. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Researchand Development (R&D). Desain penelitian yang digunakan adalah pretest and post test control group design. Data penelitian diperoleh dengan metode wawancara, observasi, dokumentasi, angket, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS bermuatan etnosains untuk meningkatkan literasi sains pada materi hidrolisis garam yang dikembangkan dapat meningkatkan aspek konten siswa pada kelas eksperimen dengan perolehan N-Gain sebesar 0,71 dalam kategori tinggi, aspek konteks siswa dengan perolehan N-Gain sebesar 0,73 dalam kategori tinggi dan aspek proses sains siswa dengan perolehan N-Gain sebesar 0,50 dalam kategori sedang, dan siswa memberikan respon positif terhadap implementasi LKS bermuatan etnosains materi hidrolisis garam yang dikembangkan dalam kategori baik atau sebesar 77,67%. The process of learning science in the classroom should lead students to literate about science and technology. Learning activities should utilize optimally potential environment, especially the local culture so that the learning more meaningful but in reality this has not always done by the teacher. This research aims to develop is LKS as etnosains-laden material hydrolysis of salt to enhance the literacy of science high school students.This research is the development of research or Researchand Development (R & D).The Research Design used was a pretest and post test control group design. Research data obtained by the method of interview, observation, documentation, the now, and test. The results showed that etnosains charge is LKS to improve science literacy on the material the hydrolysis of salt has developed increase the content aspect of the students in class experiments with the acquisition of N-Gain of 0.71 in high context aspect category of students with obtaining N-Gain amounted to 0.73 in a high category and aspects of the process of science students with obtaining N-Gain of 0.50 in that category are , and the students gave positive response towards implementation is LKS as a charged etnosains salts are developed in the category of good or of 77.67%.
Pengembangan Suplemen Bahan Ajar Biologi Berbasis Riset Identifikasi Bakteri untuk Siswa SMA Wulandari, Wulandari; Widiyaningrum, Priyantini; Setiati, Ning
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.411 KB) | DOI: 10.15294/jise.v6i2.19713

Abstract

Hasil observasi di SMA Insitut Indonesia Semarang menunjukkan bahwa buku ajar yang digunakan siswa, khususnya materi Archaebacteria dan Eubacteria kurang dilengkapi gambar, terbatas dengan pembahasan secara tekstual, dan contoh-contoh yang digunakan masih universal. Salah satu tempat yang berpotensi menyediakan materi tersebutadalah Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Pangan (BKIPM) Semarang. Pemanfaatan riset di BKIPM merupakan upaya untuk menambah pengetahuan siswa melalui pengembangan suplemen bahan ajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil identifikasi jenis-jenis bakteri yang terdapat pada ikan air tawar, menguji validitas suplemen bahan ajar berdasarkan penilaian validator, menganalisis respon siswa dan guru, dan menguji efektivitas suplemen bahan ajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan R&D dan menggunakan model ADDIE. Jenis-jenis bakteri yang ditemukan adalah bakteri Aeromonas salmonicida, Edwarsiella ictaluri, Streptococcus agalactiae, Vibrio algynoliticus, Edwardsiella tarda, Staphylococcus aureus, Pseudomonas angulliseptica, Bacillus cereus, Escherichia coli, dan Yersinia ruckeri. Suplemen bahan ajar dinyatakan sangat valid oleh 2 validator, dengan skor rerata yaitu 95,86%. Siswa dan guru memberikan respon sangat baik pada suplemen bahan ajar, dengan skor respon siswa sebesar 96% (sangat baik) dan skor respon guru sebesar 88,33% (sangat baik). Suplemen bahan ajar yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan hasil pretest-posttest siswa dengan pengujian n-gain sebesar 0,71 (kriteria tinggi). Observation result in SMA Insitut Indonesia shows that Biology textbook especially Archaebacteria and Eubacteria materials, that used by students are ill-equiped images, limited to textual discussion, and used comprehensive examples.One of potential place that provide this material is Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Pangan (BKIPM)Semarang. Utilization of this research in BKIPM is an effort to increase students? knowledge through the development of teaching materials supplement. The aims of this research is to analyzing the result of bacterial in freshwater fish identification, testing the validity of teaching materials supplement based on experts assesment, analyzing the students and teacher response, and testing the effectiveness of teaching materials supplement in terms of the cognitive learning. This research used R&D approach and designed by ADDIE models.The type of bacteria that found during these research is Aeromonas salmonicida, Edwarsiella ictaluri, Streptococcus agalactiae, Vibrio algynoliticus, Edwardsiella tarda, Staphylococcus aureus, Pseudomonas angulliseptica, Bacillus cereus, Escherichia coli, and Yersinia ruckeri. The development of teaching materials supplement is otherwise very valid based experts assesment, with averages score is 95.86%. Students and the teacher gives very good response to the teaching materials supplement, with 96% (very good) in score by the students and 88.33% (very good)  in score by the teacher. Teaching materials supplement that developed is effective to increase pretest-posttest in Archaebacteria and Eubacteria materials. It is derived from n-gain score, 0.71 (high).
Penerapan Modul Kimia Berpendekatan Chemoentrepreneurship untuk Meningkatkan Kecakapan Hidup dan Motivasi Belajar
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jise.v6i2.13951

Abstract

Satu tujuan dari SMA/MA adalah mencetak generasi terdidik untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Kenyataannya banyak lulusan SMA/MA tidak dapat melanjutkan ke perguruan tinggi, sehingga berpotensi menjadi pengangguran. Upaya mempersiapkan lulusan SMA/MA agar siap bersaing dalam dunia kerja sangat diperlukan. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah melaksanakan pembelajaran dengan modul CEP.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pembelajaran Asam Basa dengan menggunakan modul Kimia berorientasi CEP terhadap kecakapan hidup, motivasi belajar, dan hasil belajar peserta didik. Penelitian dilakukan di MAN Rembang dan MA Muallimin Muallimat Rembang (M3R). Desain penelitian yang digunakan adalah pretest and post test control group design. Data penelitian diperoleh dengan metode observasi, dokumentasi, angket, dan tes. Hasil penelitian diperoleh nilai thitung kecakapan hidup, motivasi belajar, dan hasil belajar < ttabel (-1,99). Nilai thitung kecakapan hidup pada aspek komunikasi (-2,06),kerjasama (-3,06), keterampilan menggunakan alat (-2,34), kedisiplinan kerja (-2,54), dan sikap kerja (-2,35). Nilai thitung motivasi belajar (-2,97), dan hasil belajar peserta didik (-7,31). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Kimia dengan menggunakan modul Kimia CEP dapat meningkatkan kecakapan hidup, motivasi belajar, dan hasil belajar peserta didik. One of the goals of SMA/MA is scored educated generation to go to college. In fact many SMA/MA graduates is not able to go to college, so the potential to become unemployed. Efforts to prepare SMA/MA graduates to be ready to compete in the world of work is needed. One effort that needs to be done is to implement CEP learning module. This study aims to determine the contribution of learning Acid Alkali using CEP module on life skills, motivation to learn, and learning outcomes of students. This research was conducted in MAN Rembang and MA Muallimin Muallimat Rembang (M3R). This study used a pretest and post test control group design. The research data obtained by observation, documentation, questionnaire, and test. Results showed that tcount life skills, learning motivation, and cognitive results were <ttable -1.99. Tcount life skills in communication aspect was-2.06, cooperation (-3.06), skills in using tools was -2.34, work discipline was -2.54, and work attitude -2.35 , Tcount learning motivation was -2.97, and the cognitive result was -7.31. This study showed that learning with CEP-based Chemistry module can improve life skills, learning motivation, and cognitive result of students.
Analisis Pola Pikir Siswa dalam Menyelesaikan Soal Sains Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif serta Literasi Sains
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jise.v6i2.14127

Abstract

Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dipengaruhi oleh kemampuan berpikirnya yang menentukan bagaimana seseorang memecahkan masalah, membuat keputusan, dan memahami sesuatu.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola berpikir siswa dalam menyelesaikan soal sains ditinjau dari kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan literasi sains siswa. Penelitian dilakukan di SMA N 2 dan SMA N 5 Semarang tahun ajaran 2016/2017. Penelitian dilakukan pada 12 siswa dari kedua sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan dalam dua tahap yaitu diawali dengan memberikan tes menggunakan soal PISA yang berjumlah 10 unit soal dan dilanjutkan dengan melakukan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif tinggi. Siswa dengan kemampuan berpikir kritis dan kreatif tinggi juga memiliki literasi sains yang tinggi. Dapat disimpulkan siswa dengan kemampuan berpikir kritis dan kreatif tinggi memiliki pola berpikir, mengidentifikasi dan merumuskan masalah, mengidentifikasi bukti dan fenomena ilmiah, menarik kesimpulan, dan mengkomunikasikan kesimpulan. Student’s ability in solving a problem is influenced by their thinking ability, which determined their problem solving, making decision, and understanding something. The aim of this research is to describe students’ thinking pattern in solving science problem based on critical and creative thinking ability, and literacy science. The research was doing in two senior high school, those are 2 Senior High School Semarang and 5 Senior High School Semarang period 2016/2017. This research was doinginto 12 students from each school. Data collection techniques using test, interview, and documentation methods. The research did held in two steps, first by giving test using 10 units PISA tests and continued by doing the interview. The result shows mostly students who have high critical and creative thinking ability have high science literacy too. The conclusion is students with high critical and creative thinking ability have thinking pattern such as, identify the problem, identify the evidence and scientific phenomenon, making conclusion, and communicating the conclusion.
Pengembangan Booklet Berdasarkan Kajian Potensi dan Masalah Lokal Sebagai Suplemen Bahan Ajar SMK Pertanian
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jise.v6i2.14224

Abstract

Keong mas (Pomaceacanaliculata) hama padi yang banyak ditemukan di Mijen, Kota Semarang, diolah menjadi pupuk organik cair asam amino (pocamino) karena memiliki kandungan protein tinggidan lemak yang rendah. Hal tersebut merupakan kajian potensi dan masalah lokal, dapat dimanfaatkan sebagai sumber penyusunan bahan ajar kontekstual untuk memberikan pengalaman belajar nyata bagi siswa. Bahan ajar yang dikembangkan berbentuk booklet, berukuran kecil dan tipis, berisi penjelasan ringkas, sistematis, dilengkapi gambar/ilustrasi. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan pengembangan booklet berdasarkan kajian potensi dan masalah lokal sebagai suplemen bahan ajar materi pemupukan di SMK Pertanian dan menganalisis kelayakan booklet. Penelitian mengunakan desain penelitian dan pengembangan yang diawali riset di lapangan mengenai pengolahan hama keong mas menjadi pocamino. Data yang diambil yaitu analisis kebutuhan lingkungan dan sekolah, data kandungan dan hasil aplikasi pocamino, data kelayakan booklet olehpenilaian ahli dan pengguna dengan lembar validasi. Hasil penelitian menunjukkan, pocamino memiliki kandungan unsur hara N, P, K dan asam amino dengan kadar yang beragam. Disimpulkan bahwa booklet yang dikembangkan berdasarkan kajian potensi dan masalah lokal dinilai layak sebagai suplemen bahan ajar materi pemupukan di SMK Pertanian karena memperoleh skor rata-rata 4,7 dari ahli, skor 89,3% dari tanggapan guru dan 88,87% dari siswa. Golden apple snail (Pomaceacanaliculata) became major pest of rice found in MijenSemarang,used as amino acid organic liquid fertilizer (pocamino) because has high protein and low fat. This study of potential and local problems, can be utilized as source of contextual teaching materials to provide real learning experience for students. The teaching materials developed became booklet, containsbrief explanation, systematic and equipped with pictures/illustrations. The aims of this research are, to describe development of booklet based on the study of potential and local problems as teaching material supplement of fertilizing at SMK Pertanian and analyze feasibility of booklet. This research and development begins with field research on processing golden apple snail into pocamino. Data collected are environmental and school requirement analysis, pocamino content and application data, booklet feasibility by expert and user assessment, with validation sheet. Results showed that pocamino contain N, P, K nutrients and amino acids with varying levels. The conclusion was, bookletthat developed based onstudy of potential and local problems suitable as teaching material supplement of fertilizing in SMK Pertanian, because got average score 4.7 from experts, 89.3% from teachers and 88.87% from students.
Analisis Kesesuaian RPP terhadap Pelaksanaan Pembelajaran Biologi dalam Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa
Journal of Innovative Science Education Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jise.v6i2.15198

Abstract

Kesesuaian pelaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan Kurikulum 2013. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hasil dari implementasi Kurikulum 2013 dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran biologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini mengambil lokasi di Madrasah Aliyah Negeri se-Kabupaten Tangerang pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru pelajaran biologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari observasi, wawancara, dokumentasi dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian antara RPP dengan pelaksanaannya tergolong dalam kategori baik, kesesuaian strategi guru dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa masuk dalam kategori cukup baik, tingkat keterlaksanaan pembelajaran yang mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa termasuk kategori cukup baik dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran memperoleh tanggapan baik. Disimpulkan bahwa implementasi Kurikulum 2013 dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis pada pelajaran biologi di MAN se-Kabupaten Tangerang telah berjalan dengan baik. Suitability of lesson plan (RPP) to the Biology learning implementation in developing of student critical thinking skills necessary to support the successful implementation of Curriculum 2013. The purpose of this study is to know the results of the implementation of Curriculum 2013 in developing the critical thinking skills of students in the subjects of biology. The method used in this study is a qualitative research with case study method. This study took place in Madrasah Aliyah throughout Tangerang regency in the second semester of academic year 2016/2017. Sources of data in this research is a biology teacher. Data collection techniques used consists of observation, interviews, documentation and student questionnaire responses. The results showed correspondence between the RPP and the implementation fall into either category, the suitability of the strategy of teachers in developing the critical thinking skills of students in the category quite well, the level of adherence to the learning those develop critical thinking skills of students categorized as good enough and the students respond to the learning gained good responses. It can be concluded that the implementation of the curriculum in 2013 to develop critical thinking skills in biology at MAN se-Tangerang have been going well.

Page 2 of 4 | Total Record : 32