Reflektika
Reflektika is a peer-reviewed journal which is highly dedicated as public space to deeply explore and widely socialize various creative and brilliance academic ideas, concepts, and research findings from the researchers, academicians, and practitioners who are concerning to develop and promote the religious thoughts, and philosophies. Nevertheless, the ideas which are promoting by this journal not just limited to the concept per se, but also expected to the contextualization into the daily religious life, such as, inter-religious dialogue, Islamic movement, living Qur'an, living Hadith, and other issues which are socially, culturally, and politically correlate to the Islamic and Muslim community development.
Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol 11, No 1 (2016)"
:
8 Documents
clear
HAKIKAT KEPRIBADIAN MUSLIM, SERI PEMAHAMAN JIWA TERHADAP KONSEP INSAN KAMIL
Rusdiana Navlia Khulaisie
Reflektika Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (162.224 KB)
|
DOI: 10.28944/reflektika.v11i1.36
Pada dasarnya kepribadian bukan terjadi secara serta merta akan tetapi terbentuk melalui proses kehidupan yang panjang, adapun sasarang yang dituju dalam pembentukan kepribadian ini adalah kepribadian yang memiliki akhlak mulia. Tingkat kemuliaan akhlak erat kaitannya dengan tingkat keimanan. Sebab Nabi Muhammad S.A.W mengemukakan bahwa “orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang mukmin yang paling baik akhlaknya”. Al-Qur’ān dan Sunnah merupakan dua pusaka Rasulullah saw yang harus selalu dirujuk oleh setiap muslim dalam segala aspek kehidupan, satu dari sekian aspek kehidupan yang amat penting adalah pembentukan dan pengembangan peribadi muslim.Peribadi muslim yang dikehendaki oleh Al-Qur’ān dan sunnah adalah pribadi yang shaleh, peribadi yang sikap, ucapan dan tindakannya terwarnai oleh nilai-nilai yang datang dari Allah Swt. Beberapa hal penting lainnya juga dibahas dalam penulisan ini, terkait dengan optimalisasi penerapan konsep insan kamil dalam kehidupan sehari-hari.
KONSEP HATI MENURUT AL-GHAZALI
Muhammad Hilmi Jalil
Reflektika Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (138.981 KB)
|
DOI: 10.28944/reflektika.v11i1.37
Kajian ini memfokuskan konsep hati menurut al-Ghazali yang terdapat dalam karya masyhurnya Ihya’ Ulumuddin. Dengan menggunakan pendekatan analisis kandungan, penulis menemukan bahwa dalam karya tersebut, al-Ghazali menjelaskan bahawa konsep dan fungsi hati tidaklah sama seperti yang difahami oleh orang awam yang menganggap hati hanyalah sebagai alat yang mengumpulkan segala jenis perasaan. Konsep hati menurut beliau adalah lebih berbentuk kerohanian yang mana hati adalah unsur yang bersifat ketuhanan (rabbaniyyah), bertujuan kepada ilmu dan berbolak-balik sifatnya. Oleh itu, kertas ini bertujuan untuk membincangkan -konsep hati menurut al-Ghazali
Bringing Islamic Leadership, Unity and Tolerance into Reality for the Stability of ASEAN Community
Nurliana Binti Mohd. Hassan
Reflektika Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (152.953 KB)
|
DOI: 10.28944/reflektika.v11i1.33
This paper explains about a leader of a family or a country who not only holds power to communicate goals which create an inspiring vision while engaging people. It attempts to enlighten leadership throughmanaging the system by doing the right thing to promote a healthy norm highlighting a good leader as an end product of a good follower. But nowadays, the gen-Ys are causing worries to their elder ones. Therefore, to accommodate local contributions, it is suggested that leaders develop regular feedbacks at the same time improve leadership styles. Personal and professional changes create risk upon considering a successful plan though core beliefs in common practice is a combination of accepting unity and seeking room for tolerating individual differences. The complexity of responsibility truly depends on how a leader response towards an impactful scenario. The question is, what is causing social illness in the middle of Islamic Civilization? What are the qualities of a leader? Through a content analysis based research, the 5 element of Maqasid Syariah explores genuine guidelines toward understanding and recognizing religiosity while embracing and living with it leads a leader better. It tells about how a sustainable ummah relies solely on a knowledge-based society in order to enhance tolerance. Realistically, knowing alone is never enough. Upon that, this paper provides evidence that being mindful of other aspects of life reflects on the state of self actualization. Even then, gaining insights only blaze on facts rather than achievements. That rationalizes the reason and importance of being a creative and critical thinker as a Muslim leader. The implication of the findings are discussed through a list of agenda among the Muslim leaders that is to stabilize a culture of Taqwa in people’s behavior with the hope of creating a better place for ASEAN community.
ANTROPOLOGI IKHLAS: STUDI PSIKOANALISA SIGMUND FREUD
Encung .
Reflektika Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (162.224 KB)
|
DOI: 10.28944/reflektika.v11i1.38
This text is just to examine how the individual personal system according to Freud, works to determain did and produce maintaining character of Ikhlas. Fatehrmore, working individual sytem of personal life of person is coinciding with a wearness so, called as people consciousness, in cordence with its progress to achieve high personality to work. In other sides to identify pure works as ikhlas did of person is very difficult. It is why Marx propose real porpuse of work is work its self and he who works to reach a special reachment is not entirely false, but it is just to coincide what finally regard as work it self. Freud as identifying important figure to achieve a person’s personality to act is classifying thre principle individual elemant. Id Ego and Superego. The system of three is combining together to stimulate an action of ditermaining life of individual.
SYNTHESIS OF MULTICULTURAL EDUCATION AND CARE OF DISTRICT CULTURE IN PESANTREN (EDUCATION IN TMI AL-AMIEN PRENDUAN SUMENEP MADURA INDONESIA)
Iwan Kuswandi
Reflektika Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (139.005 KB)
|
DOI: 10.28944/reflektika.v11i1.34
Society of Indonesia should live peace in diversity without leaving regional values. pesantren as education institute has important role in integrating of two items. pesantren of TMI Al-Amien Prenduan is one of pesantren that has strategies in education of multicultural to students (santri), without leaving regional education. It can be witnessed that students’ room should stay in community that come from in any districts over Indonesia, it is as education of multicultural (they don’t stay in one community). In addition, it is to keep away ethnic fanaticism and tribal, so students should obligated to communicate Arabic, English and Indonesia in daily life. In curriculum, in TMI Al-Amien Prenduan is taught religion confrontation and the Islamic School of Doctrine of jurisprudence (madzhab fiqh), to keep away fanaticism in being religion and Islamic School of Doctrine. But, TMI Al-Amien Prenduan holds student entertainment in a week to continue regional cultural wealth that packed into consulate dynamic event (each district over Indonesia), such as fairy tale folklore competition ect. In addition, the students is obligated to publish month bulletin in Madura that contained of history, legend in journalistic each districts.
ANALISIS KEBIJAKAN PP NO 47 TAHUN 2008 (Is Quality or Quantity Measurable)
Zainuddin Zainuddin
Reflektika Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (110.409 KB)
|
DOI: 10.28944/reflektika.v11i1.103
Prodi PGSD STKIP PGRI SumenepUpaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan terus dilakukan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui peningkatanmutu pada setiap jenis dan jenjang pendidikan sebagai upaya tercapainyatujuan pendidikan nasional.Dilaksanakannya wajib belajar 9 tahun merupakan dimensi pemerataan pendidikan yang diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan bagi semua usia sekolah, hal ini tidak lain sebagai kometmen pemerintah terhadap pendidikan nasional untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia sebagai landasar dasar dalam peradaban pendidikan di Indonesia.Perbaikan kualitas pendidikan diharapkan tidak hanya mampu memenuhi target pemebangunan pendidikan pada tingkat kuantitas yakni pemenuhan hak berpendidikan setiap warga akan tetapi harus memenuhi aspek yang paling penting pada tingkat kualitas pendidikan yang terus berupaya untuk menajdi pendidikan yang berkualitas dalam rangka mencetak sumeber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan beberadap sebagaimana tercermin dalam amanah tujuan pendidikan nasional.
Akal Budi Belia Melayu Islam: Peranan dan Pengaruh Ibu Bapa
Siti Masliah Mohd Nuri
Reflektika Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (194.911 KB)
|
DOI: 10.28944/reflektika.v11i1.39
Makalah ini membincangkan mengenai peranan keluarga Islamik dan harmoni khususnya ibu bapa adalah sebagai pembangun akal budi belia Melayu Islam pada masa kini. Masalah sosial yang melanda generasimuda kini semakin hebat dan mencabar selaras dengan perubahan zaman dan era globalisasi serta modenisme. Tujuan makalah ini ditulis adalah untuk menjelaskan kepentingan peranan keluarga dan ibu bapa dalam membangunkan akal budi belia Melayu Islam. Makalah ini mengumpul dan komentor terhadap maklumat yang diperoleh daripada sarjana tempatan secara langsung melalui perbincangan kumpulan yang diaturkan oleh penyelidik. Perbincangan dan menganalisis dalam makalah ini merujuk kepada pandangn sarjana tempatan dan luar negara, disamping merujuk kepada al-Quran dan tafsiran. Hasil daripada sumber maklumat tersebut dapat dirumuskan bahawa pembangunan akal budi belia atau gerasi muda bermula dari didikan keluarga terutama ibu dan bapa semenjak kecil lagi. Kegagalan didikan menyebabkan rosaknya sahsiah belia atau generasi muda sedangkan mereka akan menjadi generasi pewaris akan datang
PENGURUSAN KEBAJIKAN DALAM ISLAM: SUATU PENELITIAN
Tengku Radziatan Mardziiah binti Tengku A. Razak
Reflektika Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (136.072 KB)
|
DOI: 10.28944/reflektika.v11i1.35
Pengurusan dana merupakan salah bidang yang menarik di bawah sistem kewangan Islam yang perlu diperhalusi. Pengurusan dan pengendalian dana kebajikan secara Islam pula adalah salah satu daripada contoh pelaksanaan Sistem Kewangan Islam di badan-badan kebajikan.Justeru, kertas ini cuba membincangkan konsep dan tuntutan Islam terhadap pengurusan dan pengendalian dana kebajikan dalam Islam yang menyentuk beberapa aspek sahaja. Perbincangan ini juga akan menyentuh dari sudut operasinya dengan mengambil contoh salah sebuah institusi kebajikan di Malaysia iaitu Islamic Relief Malaysia meliputi aspek pengurusan dana yang diperolehi dan di agihkan. Umumnya, ruang perolehan dana dalam Islam sangat luas untuk diperhalusi dalam membantu kesejahteraan golongan sasaran meneruskan kehidupan serta menanamkan semangat kerjasama dikalangan masyarakat.