cover
Contact Name
Arum Siwiendrayanti
Contact Email
a_shiwi@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
a_shiwi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Unnes Journal of Public Health
ISSN : 22526781     EISSN : 25487604     DOI : -
Core Subject : Health,
Unnes Journal of Public Health (UJPH) is an open access and peer-reviewed journal. It publishes original papers and short reports on all aspects of the science, philosophy, and practice of public health.
Arjuna Subject : -
Articles 635 Documents
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYELENGGARAAN PROGRAM MAKAN SIANG DI SD AL MUSLIM TAMBUN
Unnes Journal of Public Health Vol 3 No 3 (2014): Unnes Journal of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujph.v3i3.5517

Abstract

Saat ini belum ada evaluasi terhadap penyelenggaraan makan di sekolah yang dapat memberikan penilaian yang obyektif terhadap program tersebut sehingga pada praktiknya siswa hanya diberikan makanan yang sesuai dengan anggaran dana yang ada, bukan berdasarkan pertimbangan kecukupan gizi dan masalah gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penyelenggaraan program makan siang di SD Al Muslim Tambun Bekasi.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif, dengan rancangan penelitian deskriptif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini bersifat sementara dengan teknik snowball sampling. Informan dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru, petugas dalam kegiatan manajemen sistem penyelenggaraan makan siang, dan siswa. Uji keabsahan data dalam penelitian ini yaitu credibility atau kredibilitas dengan pendekatan triangulasi data.Kesimpulan dari penelitian ini adalah input (sumber daya manusia, tingkat pengetahuan gizi guru, dana, sarana prasarana, tingkat kecukupan zat gizi siswa, status gizi), dan proses (perencanaan menu hingga penyajian dan distribusi) semuanya saling terkait dan perlu dilakukan secara maksimal untuk menghasilkan output (penyelenggaraan program makan siang) di Sekolah Dasar Al Muslim Tambun Bekasi yang baik dan maksimal pula.
STUDI KUALITATIF MOTIVASI WANITA PEKERJA SEKS (WPS) DI SEPANJANG RUAS JALAN STASIUN PONCOL UNTUK MENGIKUTI PROGRAM VOLUNTARY COUNSELLING AND TESTING (VCT)
Unnes Journal of Public Health Vol 2 No 4 (2013): Unnes Journal of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi secara mendalam motivasi WPS di sepanjang ruas jalan Stasiun Poncol untuk mengikuti VCT.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, menggunakan metode studi kasus tunggal dengan single level analysis. Populasi pada penelitian ini adalah WPS di sepanjang ruas jalan Stasiun Poncol dengan sampel bertujuan sebanyak 14 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan model imersi/kristalisasi.Kesimpulan dari penelitian ini adalah WPS di sepanjang ruas jalan Stasiun Poncol memiliki motivasi yang rendah untuk mengikuti VCT dikarenakan adanya anggapan dari WPS bahwa dirinya tidak berisiko HIV/AIDS, VCT bukan kebutuhan utama untuk WPS, adanya anggapan kurang penting tentang VCT, dan kurangnya motivasi eksternal untuk VCT.Saran bagi WPS dapat lebih memahami pentingnya VCT. Saran bagi lembaga pelayanan kesehatan dapat memberikan layanan mobile VCT kembalipada WPS jalanan dan meningkatkan kerjasama antar lembaga. Saran bagi peneliti lain diharapkan adanya penelitian lanjutan dengan kajian yang lebih dalam.
PROFIL STATUS GIZI BALITA DITINJAU DARI TOPOGRAFI WILAYAH TEMPAT TINGGAL (STUDI DI WILAYAH PANTAI DAN WILAYAH PUNGGUNG BUKIT KABUPATEN JEPARA)
Unnes Journal of Public Health Vol 4 No 2 (2015): Unnes Journal Of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujph.v4i2.5739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil serta perbedaan status gizi balita yang bertempat tinggal di wilayah pantai dan punggung bukit. Jenis penelitian adalah Deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional.Pengambilan sampel menggunakan teknik insidental sampling yang bertempat tinggal di wilayah pantai kecamatan Mlonggo dan wilayah punggung bukit kecamatan Kembang Kabupaten Jepara.Sampel  penelitian berjumlah 30 balita wilayah pantai dan 30 balita wilayah punggung bukit. Hasil uji Mann-Whitney diperoleh hasil signifikansi p-value 0,59 untuk status gizi balita, p-value 0,51 untuk Tingkat Konsumsi Energi, p-value 0,02 untuk Tingkat Konsmsi Protein, p-value 0,48 untuk tingkat ketersediaan pangan sumber energi dan p-value 0,25 untuk tingkat ketersediaan pangan sumber protein. Terdapat perbedaan Tingkat Konsmsi Protein balita dan tidak terapat perbeaan  pada variabel  status gizi, tingkat konsums energi, tingkat keterseiaan pangan sumber energi, dan tingkat ketersediaan pangan sumber protein antara wilayah pantai dan wilayah punggung bukit di Kabupaten Jepara tahun 2013.This study aims to determine the profile and differences in nutritional status of toddlers who reside in coastal and ridge areas. This research was a descriptive quantitative with Cross-sectional approach. Sampling was done by incidental sampling technique. The population in this study were toddler who reside in coastal areas of Mlonggo Districts and who reside in ridgeareas of Kembang districts in Jepara. The samples were 30 toodler in coastral area and 30 toddlers in ridge area. Results of Mann-Whitney test obtained p-value 0.59 for the nutritional status, p-value 0.51 for Energy Consumption level, p-value 0.02 for Protein consumption Levels, p-value 0.48 food availabilityof energy sources and the p-value of 0.25 food availability of protein sources. There was a difference of protein consumption toddler and there was not difference nutritional status, Energy Consumption level, food availabilityof energy sources level, food availability of protein sources level on Jepara in 2013.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KEPARAHAN PENYAKIT, AKTIVITAS FISIK DAN KUALITAS TIDUR TERHADAP KELELAHAN PADA PASIEN SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS (SLE)
Unnes Journal of Public Health Vol 5 No 3 (2016): Unnes Journal Of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujph.v5i3.5854

Abstract

ABSTRAK Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan penyakit autoimun yang prevalensinya tiap tahun meningkat di dunia maupun di Indonesia. Kelelahan yang parah dapat menyebabkan kekambuhan pada pasien SLE. Kelelahan merupakan gejala yang paling melemahkan dan mengganggu fungsi fisik, sosial dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan pada pasien SLE di Yayasan Lupus Indonesia Panggon Kupu Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian adalah 30 pasien SLE yang diperoleh dengan menggunakan teknik Total Sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil analisis bivariat menunjukan faktor yang berhubungan dengan kelelahan yaitu: tingkat keparahan penyakit (r value = 0,853, sig = 0,00) dan kualitas tidur (r value = 0,796, sig = 0,00), dan faktor yang tidak berhubungan yaitu aktivitas fisik (r value = -0,79). Hasil analisis multivariat menunjukan faktor yang paling dominan yang berhubungan dengan kelelahan yaitu kualitas tidur (p value = 0,043, exp (OR) = 16,500) memiliki probabilitas terhadap terjadinya kelelahan sebesar 61,89%. Kata Kunci: Kelelahan, SLE. Systemic Lupus Erythematosus ( SLE ) was an autoimmune disease whose prevalence was increasing every year in the world as well as in Indonesia. Severe fatigue can lead to relapse in patients with SLE. Fatigue was a symptom of the most debilitating and interfere with the functioning of physical, social and emotional. The objective of the study to know factors associated with fatigue in patients SLE at Indonesian Lupus Panggon Kupu Foundation in Semarang City. This research was descriptive analytic research with Cross Sectional design. The samples were 30 patients with SLE were obtained using total sampling technique. Data analysis was performed using univariate and bivariate. Bivariate analysis results showed that factors associated with fatigue were: the severity of disease (r value = 0,853, sig = 0,00) and sleep quality (r value = 0,796, sig = 0,00), while the factors that was not associated were: physical activity (r value = -0,79). Multivariate analysis showed that the most dominant factor associated to the fatigue was the quality of sleep (p value = 0,043, exp (OR) = 16,500) have the probability of the occurrence of fatigue by 61.89 %.
UPAYA PENINGKATAN ANGKA BEBAS JENTIK (ABJ) DBD MELALUI PENGGERAKAN JUMANTIK
Unnes Journal of Public Health Vol 2 No 3 (2013): Unnes Journal of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujph.v2i3.5966

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease that the number of sufferers is increasing every year. Issues that were examined in this study is an effort to increase Larva-Free Numbers DHF through Larva Monitoring interpreter mobilization. The purpose of this study was to determine the difference between the ABJ DBD before and after mobilization jumantik in RW I Danyang Village Sub District Of Purwodadi Grobogan. This research was a pre-experimental research design using the design of one group pretest-posttest design. This research used cluster random sampling. Total sample was 231 households. Based on the Wilcoxon test showed that there were significant differences between the ABJ DBD before and after mobilization jumantik with p value (0.000) < α (0.05). The conclusion of this research was mobilizing jumantik can increase your ABJ DBD in RW I Danyang Village Sub District Of Purwodadi Grobogan Advice to the public immediately mosquito nest eradication and actively participated incounseling. To expect the government to make policies that involve the community in the prevention and eradication of dengue through a more effective methods..
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KETERSEDIAAN FASILITAS DI SEKOLAH DALAM PENERAPAN PHBS MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA (Studi di Sekolah Dasar Negeri Banjarsari 02 Kecamatan Gabus Kabupaten Pati )
Unnes Journal of Public Health Vol 3 No 1 (2014): Unnes Journal of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujph.v3i1.5969

Abstract

The problems are examined in this research derived from the preliminary observations which showed that the application of PHBS in Public Elementary School Banjarsari 02 sub-district Gabus district Pati do not meet the requirements as stipulated in the national policy promoting the health to support efforts to improve the healthy behavior based on minister of health No. 2269 / MENKES / PER / XI / 2011 “guidelines for guidance about clean and healthy living behavior (PHBS)”. The aim of this research is to find out the relationship between knowledge, attitude, and the availability of facilities in school by the application of PHBS disposing of garbage on exactly.A kind of this research explanatory research with the approach of cross-sectional. Population in this research is of public elementary school students Banjarsari 02 sub-district Gabus district Pati 2012. Samples were 46 students. An instrument used namely a questionnaire. Analysis of data done in univariat and bivariat ( fisher ).The results of this research is relationship between knowledge ( p = 0,037), attitude (p = 0,007), the availability of facilities in school ( p = 0,002 ) by the application of PHBS disposing of garbage in place. The advice given to public elementary school Banjarsari 02 sub-district Gabus district Pati, should be given counseling about PHBS. Provides a facility that are amenable to the students to want to apply PHBS disposing of garbage in place. For health department, the county of Pati program should monitor PHBS particularly in the order school.
PERILAKU SEKSUAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEBUTUHAN LAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI LINGKUNGAN KAMPUS (STUDI KASUS PADA MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG)
Unnes Journal of Public Health Vol 4 No 3 (2015): Unnes Journal Of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujph.v4i3.6337

Abstract

Jenis penelitian ini termasuk explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 26.486 orang, dengan minimal sample size 380 orang yang kemudian didistribusikan pada tiap-tiap fakultas secara proporsional. Sebagian besar mahasiswa memiliki perilaku seksual pranikah yang kurang berisiko terhadap PMS dan KTD. Adapun yang perilaku seksualnya kategori berisiko PMS dan KTD adalah 12,1%. Banyak mahasiswa yang menilai bahwa layanan kesehatan reproduksi remaja adalah penting untuk diselenggarakan. Akses kebutuhan layanan kesehatan reproduksi oleh di kalangan mahasiswa dipengaruhi oleh persepsi-persepsi mereka yaitu persepsi kerentanan terhadap PMS dan KTD, keparahan/keseriusan akibat PMS dan KTD, manfaat layanan kesehatan reproduksi remaja, serta hambatan yang dihadapi bila mengakses layanan kesehatan reproduksi remaja di kampus. Disarankan universitas membentuk dan mengembangkan pusat layanan kesehatan reproduksi remaja di lingkungan kampus agar mahasiswa dapat akses layanan terkait kesehatan reproduksi remaja, baik informasi, edukasi, terapi atau dukungan psikososial yang berbasis Friendly Health Services. This research is explanatory research with a quantitative approach. This study uses a cross sectional survey. The population 26 486 people, with a minimum sample size 380 people who then distributed on each faculty proportionally. Most students have premarital sexual behavior is less risk of STDs and KTD. As for the category of risky sexual behavior and STDs KTD was 12.1%. Many students believed that the adolescent reproductive health services is essential to be held. Access to reproductive health care needs among students is influenced by their perceptions that the perception of vulnerability to STDs and KTD, severity / seriousness due to PMS and KTD, adolescent reproductive health care benefits, as well as the obstacles faced when accessing adolescent reproductive health services on campus. Advised universities to establish and develop adolescent reproductive health center on campus so that students can access to adolescent reproductive health related services, good information, education, treatment or psychosocial support based Friendly Health Services
HIGIENE DAN SANITASI SERTA KUALITAS BAKTERIOLOGIS DAMIU DI SEKITAR UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Unnes Journal of Public Health Vol 4 No 3 (2015): Unnes Journal Of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujph.v4i3.6338

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran terhadap higiene penjamah, kondisi fisik depot, kondisi peralatan depot, kualitas bakteriologis  air minum isi ulang, dan peran serta puskesmas. Jenis penelitian deskriptif  kuantitatif. Populasinya depot di sekitar Universitas Negeri Semarang. Sampel berjumlah 12 depot. Instrumen menggunakan kuesioner, panduan wawancara, dan check list. Teknik pengambilan datanya observasi, wawancara dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan kondisi fisik  memenuhi syarat 8 depot (66,7%) , tidak memenuhi syarat 4 depot (33,3%), kondisi peralatan memenuhi syarat 11 depot (91,7%), tidak memenuhi syarat 1 depot (8,3%), higiene penjamah baik 1 responden (8,3%), higiene penjamah buruk 11 responden (91,7%), kualitas bakteriologis memenuhi syarat sebanyak 10 depot (83,3%), tidak memenuhi syarat 2 depot (16,7%), puskesmas belum pernah mengadakan pelatihan higiene penjamah, namun mengadakan inspeksi setiap tahun dengan sistem sampel. Saran untuk pemilik depot sebaiknya memeriksakan kualitas air secara berkala. Pemilik diharapkan menyediakan pakaian kerja dan memeriksakan kesehatan karyawan secara berkala. Bagi Puskesmas  diharapkan meningkatkan pembinaan terhadap produsen depot.The purpose of study was to describe the handler hygiene, depot physical conditions, depot equipment conditions, the bacteriological quality of refill drinking water, and the role of the health centers. This study used descriptive quantitative methods. The population was depot around Semarang State University. The sample was 12 depots. The instrument used questionnaire, interview, and check list. The data were gathered using interview technique observation, documentation. The results showed physical condition qualifies 8 depots (66.7%), were not eligible 4 depots (33.3%), equipment condition qualifies 11 depots (91.7%), were not eligible 1 depot (8.3 %), good hygiene handlers 1 respondent (8.3%), poor hygiene handlers 11 respondents (91.7%), eligible bacteriological quality was 10 depot (83.3%), were not eligible 2 depots (16.7%), health centers has never been on training hygiene handlers, but doing inspection every year with a sample system. Suggestions for depot owners is periodically check the water quality. The owner is expected to provide work clothes and checked employee health periodically. For health centers expected to improve supervision of depot producer.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGMUNDU KOTA SEMARANG
Unnes Journal of Public Health Vol 4 No 3 (2015): Unnes Journal Of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujph.v4i3.6339

Abstract

Hipertensi di Puskesmas Kedungmundu meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2013 dari 1.179 penderita hipertensi yang patuh melakukan pengobatan 33% dan yang tidak patuh 67%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 90 responden yang diambil dengan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan hipertensi adalah status pekerjaan (p value=0,035), jarak rumah terhadap pelayanan kesehatan (p value=0014), tingkat pengetahuan tentang tatalaksana hipertensi (p value=0,000), motivasi untuk berobat (p value=0,000), dan dukungan keluarga (p value=0,000). Variabel yang tidak berhubungan adalah jenis kelamin (p value=0,444), tingkat pendidikan (p value=0,232), pendapatan keluarga (p value=1,000). Saran bagi Puskesmas untuk meningkatkan program pengobatan hipertensi. Bagi peneliti lain untuk menambah faktor lain yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan hipertensi. Hypertension at Kedungmundu Puskesmas was ascending from year to year. In 2013, of 1,179 hypertensive patients adherent to treatment 33% and 67% were non-adherent. The purpose of this study is to determine the factors associated with medication adherence in hypertensive patients in Puskesmas Kedungmundu Semarang. This is a research of analytical survey with cross sectional approach. Sample of 90 respondents who were taken using accidental sampling technique. Data analysis using chi square. The study results show that factors related to hypertension treatment adherence is employment status (p value=0.035), the distance to health services (p value=0.014), the level of knowledge about the management of hypertension (p value=0.000), motivation for treatment (p value=0.000), and family support (p value=0.000). Unrelated variables were gender (p value=0.444), education level (p value=0.232), family’s income (p value=1.000). The advice for health centers to improve hypertension treatment program. For other researchers to add other factors related to hypertension treatment adherence.
PENGGUNAAN METODE HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT CONTROL (HIRAC) DALAM PENYUSUNAN PROGRAM K3 UNTUK MENURUNKAN ANGKA KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA BAGIAN PENGAMPLASAN PT KOTA JATI FURNINDO DESA SUWAWAL KABUPATEN JEPARA
Unnes Journal of Public Health Vol 4 No 3 (2015): Unnes Journal Of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui potensi bahaya serta pengendalian yang tepat pada Bagian Pengamplasan PT Kota Jati Furnindo. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasional. Lokasi dan waktu penelitian adalah di Bagian Pengamplasan PT. Kota Jati Furnindo dilakukan pada bulan November 2013. Fokus penelitian ini yaitu penggunaan HIRAC dalam identifikasi bahaya dan penilaian risiko pada pekerja pengamplasan PT. Kota Jati Furnindo. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer hasil observasi pada proses kerja dan wawancara kepada supervisor, serta data sekunder yang digunakan yaitu instruksi kerja, data kecelakaan kerja dan investigasi kecelakaan kerja. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasional. This study aimed to determine the potential hazards and appropriate controls in Section Sanding PT Jati Furnindo City. This study was included in the descriptive qualitative research with observational approach. The location and time of the study was in part Sanding PT. Teak City Furnindo conducted in November 2013. Focus of this study is the use of HIRAC in hazard identification and risk assessment on workers Sanding PT. Teak Furnindo city. Data used in the study is the observation of primary data on employment and interview process to the supervisor, as well as secondary data used are work instructions, work accident data and accident investigation work. Types of research used in this study was a qualitative descriptive study with an observational approach.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 1 (2024): Unnes Journal of Public Health Vol 12 No 2 (2023): Unnes Journal of Public Health Vol 12 No 1 (2023): Unnes Journal of Public Health Vol 11 No 2 (2022): Unnes Journal of Public Health Vol 11 No 1 (2022): Articles in Press Vol 11 No 1 (2022): Unnes Journal of Public Health Vol 10 No 2 (2021): Unnes Journal of Public Health Vol 10 No 1 (2021): Unnes Journal of Public Health Vol 9 No 2 (2020): Unnes Journal of Public Health Vol 9 No 1 (2020): Unnes Journal of Public Health Vol 8 No 2 (2019): Unnes Journal of Public Health Vol 8 No 2 (2019): Unnes Journal of Public Health Vol 8 No 1 (2019): Unnes Journal of Public Health Vol 8 No 1 (2019): Unnes Journal of Public Health Vol 7 No 2 (2018): Unnes Journal of Public Health Vol 7 No 2 (2018): Unnes Journal of Public Health Vol 7 No 1 (2018): Unnes Journal of Public Health Vol 7 No 1 (2018): Unnes Journal of Public Health Vol 6 No 4 (2017): Unnes Journal of Public Health Vol 6 No 4 (2017): Unnes Journal of Public Health Vol 6 No 3 (2017): Unnes Journal of Public Health Vol 6 No 3 (2017): Unnes Journal of Public Health Vol 6 No 2 (2017): Unnes Journal of Public Health Vol 6 No 2 (2017): Unnes Journal of Public Health Vol 6 No 1 (2017): Unnes Journal Of Public Health Vol 6 No 1 (2017): Unnes Journal Of Public Health Vol 5 No 4 (2016): Unnes Journal Of Public Health Vol 5 No 4 (2016): Unnes Journal Of Public Health Vol 5 No 3 (2016): Unnes Journal Of Public Health Vol 5 No 3 (2016): Unnes Journal Of Public Health Vol 5 No 2 (2016): Unnes Journal Of Public Health Vol 5 No 1 (2016): Unnes Journal Of Public Health Vol 5 No 1 (2016): Unnes Journal Of Public Health Vol 4 No 4 (2015): Unnes Journal Of Public Health Vol 4 No 4 (2015): Unnes Journal Of Public Health Vol 4 No 3 (2015): Unnes Journal Of Public Health Vol 4 No 3 (2015): Unnes Journal Of Public Health Vol 4 No 2 (2015): Unnes Journal Of Public Health Vol 4 No 1 (2015): Unnes Journal Of Public Health Vol 4 No 1 (2015): Unnes Journal Of Public Health Vol 3 No 4 (2014): Unnes Journal of Public Health Vol 3 No 4 (2014): Unnes Journal of Public Health Vol 3 No 3 (2014): Unnes Journal of Public Health Vol 3 No 3 (2014): Unnes Journal of Public Health Vol 3 No 2 (2014): Unnes Journal of Public Health Vol 3 No 2 (2014): Unnes Journal of Public Health Vol 3 No 1 (2014): Unnes Journal of Public Health Vol 3 No 1 (2014): Unnes Journal of Public Health Vol 2 No 4 (2013): Unnes Journal of Public Health Vol 2 No 4 (2013): Unnes Journal of Public Health Vol 2 No 3 (2013): Unnes Journal of Public Health Vol 2 No 3 (2013): Unnes Journal of Public Health Vol 2 No 2 (2013): Unnes Journal of Public Health Vol 2 No 2 (2013): Unnes Journal of Public Health Vol 2 No 1 (2013): Unnes Journal of Public Health Vol 2 No 1 (2013): Unnes Journal of Public Health Vol 1 No 2 (2012): Unnes Journal of Public Health Vol 1 No 2 (2012): Unnes Journal of Public Health Vol 1 No 1 (2012): Unnes Journal of Public Health Vol 1 No 1 (2012): Unnes Journal of Public Health Articles in Press More Issue