cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Unnes Journal of Mathematics Education Research
ISSN : 22526455     EISSN : 25024507     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2016): June 2016" : 20 Documents clear
KEMAMPUAN ALJABAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK Rohman, Muhamad Gani; Mulyono, Mulyono; Dwidayati, Nurkaromah
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.595 KB)

Abstract

Kemampuan aljabar diartikan sebagai kemampuan untuk merepresentasikan situasi kuantitatif sehingga hubungan antar variabel menjadi jelas. Kemampuan aljabar menjadi modal untuk memperoleh performa matematika yang baik karena aljabar merupakan bagian penting dalam matematika. Model pembelajaran TAI digunakan sebagai alat untuk meningkatkan pencapaian kemampuan aljabar yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguji keefektifan pembelajaran TAI terhadap kemampuan aljabar siswa, dan (2) mengetahui kemampuan aljabar siswa. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods dengan desain sequential explanatory dimana penelitian dilakukan dengan dua tahap yaitu penelitian kuantitatif dengan menguji efektifitas pembelajaran TAI dengan pendekatan Saintifik dan dilanjutkan dengan analisis kemampuan aljabar siswa. Sampel penelitian kuantitatif adalah siswa kelas XI MIA 5 sebagai kelas ekserimen dan XI MIA 2 sebagai kelas kontrol di MAN 2 Kudus sementara pada penelitian kualitatif, subjek penelitian diambil dari tiga siswa yang dipilih dari kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran TAI dengan pendekatan Saintifik efektif terhadap kemampuan aljabar siswa. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan valid, siswa yang diajar dengan model pembelajaran TAI dengan pendekatan Saintifik mencapai ketuntasan klasikal yang ditentukan yaitu lebih dari atau sama dengan 75% siswa mencapai KKM, kemampuan aljabar siswa yang diajar dengan model pembelajaran TAI dengan pendekatan Saintifik lebih baik dari kemampuan aljabar siswa yang diajar dengan model pembelajaran ekspositori.
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DITINJAU DARI KEPERCAYAAN DIRI SISWA MELALUI BLENDED LEARNING Rizqi, Afria Alfitri; Suyitno, Hardi; Sudarmin, Sudarmin
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.318 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis melalui pembelajaran blended learning dan berdasarkan kategori kepercayaan diri siswa. Penelitian dilakukan di kelas XI MIPA 3 SMA N 1 Jepara dengan pemilihan subjek penelitian berdasarkan hasil skor angket sehingga diperoleh kelompok kepercayaan diri tinggi dan sedang. Penentuan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling yang memilih 2 siswa dalam setiap kelompok. Analisis data kemampuan komunikasi matematis dalam blended learning dan berdasarkan kategori kepercayaan diri siswa menggunakan teknik triangulasi dari Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan pengamatan siswa dan hasil tes tertulis dengan wawancara. Hasil menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa dalam pembelajaran blended learning tergolong baik. Pembelajaran offline dan online saling mendukung dalam mengungkapkan ide-ide matematis melalui lisan dan tulisan, menggambarkan ide matematis tersebut ke dalam bentuk visual, serta mampu menggunakan istilah dan notasi matematis dengan tepat untuk menyajikan ide matematis. Kemampuan komunikasi matematis bagi siswa yang memiliki kepercayaan diri tinggi tergolong sangat tinggi yang ditunjukkan siswa sangat mampu mengungkapkan ide matematis, menggambar bentuk visual serta menggunakan notasi dan istilah matematis. Kemampuan komunikasi matematis bagi siswa yang memiliki kepercayaan diri sedang tergolong tinggi yang ditunjukkan siswa mampu mengungkapkan ide matematis, menggambar bentuk visual serta menggunakan notasi dan istilah matematis.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIK DITINJAU DARI KESADARAN METAKOGNISI SISWA PADA PEMBELAJARAN SSCS BERBANTUAN SCHOOLOGY Rahmawati, Nurlaili Tri; Sugianto, Sugianto
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.421 KB)

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif matematik siswa SMK Muhammadiyah Pekalongan rendah. Pembelajaran dengan model SSCS berbantuan schoology diharapkan menjadi solusi dari masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  tingkat kesadaran metakognisi, kemampuan awal dan akhir berpikir kreatif matematik, menganalisis kemampuan berpikir kreatif matematik ditinjau dari kesadaran metakognisi siswa, serta untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematik siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan desain concurrent embeded design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa delapan siswa termasuk tingkat kesadaran metakognisi take it use, 13 siswa termasuk tingkat kesadaran metakognisi aware use, lima siswa termasuk tingkat kesadaran metakognisi strategic use, serta dua siswa  termasuk tingkat kesadaran metakognisi reflective use. Sebelum diberikan perlakuan, semua siswa tersebut berada pada tingkat kemampuan berpikir kreatif 0 dan 1. Setelah diterapkan pembelajaran model SSCS berbantuan schoology, 26 siswa mengalami perkembangan tingkat kemampuan berpikir kreatif matematik dan satu siswa tetap berada pada tingkat kemampuan berpikir kreatif 1. Tingkatan kemampuan berpikir kreatif matematik yang paling rendah berada pada tingkat 1 dan paling tinggi berada pada tingkat 4. Pembelajaran model SSCS berbantuan schoology juga terbukti mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematik siswa.
KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DITINJAU DARI MULTIPLE INTELLINGENCE PADA PEMBELAJARAN HYBRID LEARNING BERBASIS KONSTRUKTIVISME M. Asyrofi, M. Asyrofi; Junaedi, Iwan
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.919 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kemampuan representasi matematis mahasiswa dalam menyelesaikan soal Analisis Vektor ditinjau dari Multiple Intelligence (MI) pada pembelajaran Hybrid Learning. Penelitian ini merupakan penelitian mixed methods concurent embedded design. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data adalah Peneliti, Dosen matematika, dan Mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran Hybrid Learning berbasis konstruktivisme dalam katogori baik, kemampuan representasi matematis mahasiswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Representasi matematis yang dimiliki mahasiswa adalah tipe representasi Visual (V), Symbolic (S), dan Verbal (Ve) dengan banyaknya mahasiswa berturut- turut 23,68%, 52,63%, dan 21,05% dan Multiple Intellegence L, LM, Sp, K, M, Inter, Intra, N banyaknya mahasiswa berturut- turut 15,78%, 10,52%, 7,89%, 13,15%, 13,15%, 15,78%, 5,26%, dan 5,26%. Pada penilaian akhir kelas eksperimen rata-ratanya 84,05 lebih baik daripada kelas control rata-ratanya 67,42. serta faktor lain dalam meningkatkan kemampuan representasi matematis adalah tingkat kecerdasan. kemampuan representasi matematis dipengaruhi oleh kecerdasan bahasa, kecerdasan logis matematik, dan kecerdasan visual spasial.
PEMBELAJARAN REACT BERBANTUAN MODUL ETNOMATEMATIKA MENGEMBANGKAN KARAKTER CINTA BUDAYA LOKAL DAN MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Cahyaningrum, Nugraheni; Sukestiyarno, YL
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.762 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh karakter cinta budaya lokal siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah serta menguji keefektifan pembelajaran siswa kelas VII dengan penerapan strategi REACT berbantuan modul etnomatematika. Penelitian ini dilakukan dengan metode kombinasi concurrent embedded. Data diambil dengan lembar pengamatan, angket, dan tes, selanjutnya data diolah dengan uji ketuntasan (uji proporsi), uji beda dua rata-rata (uji t), uji regresi, serta uji peningkatan (gain) dan kualitatif akan diuraikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran efektif: (1) perangkat dan instrumen yang digunakan valid dengan kriteria sangat baik untuk silabus, RPP, modul etnomatematika dan TKPM serta kategori baik untuk angket dan lembar observasi, (2) kemampuan pemecahan masalah mencapai ketuntasan klasikal, dengan 90% mencapai ketuntasan individual, (3) rata-rata kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen (77) secara statistik lebih baik dari kelas kontrol (68), (4) adanya pengaruh positif keterampilan pemecahan masalah dan karakter cinta budaya lokal terhadap kemampuan pemecahan masalah sebesar 94,2%; 5) adanya peningkatan dari pertemuan I ke VI untuk keterampilan pemecahan masalah (gain peningkatan: 0,89; 0,83; 0,74; 0,61; dan 0,63) dengan rata-rata nilai gain 0,74 dan karakter cinta budaya lokal (gain peningkatan: 0,73; 0,69; 0,69; 0,69; dan 0,54) dengan rata-rata nilai gain 0,67.  Disimpulkan karakter budaya lokal siswa memberi pengaruh positif kerja siswa dalam memecahkan masalah matematika.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN THINK ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Irham, Muhammad; Zainuri, Zainuri
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.491 KB)

Abstract

Pemecahan masalah merupakan aspek yang penting dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menguji efektivitas pembelajaran TAPPS terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa; dan (2) menganalisis kemampuan pemecahan masalah siswa berdasarkan langkah-langkah pemecahan masalah Polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian mixed method dengan desain concurren embedded. Subjek penelitian kuantitatif adalah siswa kelas IPA 1 dan IPA 2. Subjek penelitian kualitatif terdiri dari 6 subjek penelitian dengan 2 subjek dari masing-masing kelompok atas, kelompok tengah dan kelompok bawah. Pengumpulan data kuantitatif diperoleh dari tes kemampuan pemecahan masalah materi turunan dan pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan wawancara berdasarkan hasil pemecahan masalah subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran TAPPS efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji ketuntasan yang memberikan hasil bahwa proporsi siswa pada pembelajaran TAPPS yang tuntas KKM >75%. Hasil uji kesamaan rata-rata memberikan kesimpulan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa pada pembelajaran TAPPS lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah siswa pada pembelajaran konvensional. Siswa kelompok bawah melakukan pemecahan masalah dengan baik pada masalah dengan tingkat kesulitan rendah, pada masalah dengan tingkat kesulitan sedang, siswa kesulitan dalam membuat rencana dan menyelesaikan masalah, sedangkan pada masalah dengan kesulitan tinggi siswa tidak mampu memahami masalah dan menyelesaikan masalah. Siswa kelompok tengah memecahkan masalah dengan baik pada masalah dengan tingkat kesulitan rendah dan sedang, pada masalah dengan tingkat kesulitan tinggi siswa kesulitan dalam merencanakan dan melakukan penyelesaian sehingga tidak memberikan hasil yang sesuai. Siswa kelompok atas memecahkan masalah dengan baik pada setiap masalah yang diberikan, pada masalah dengan tingkat kesulitan tinggi siswa tidak mampu menuliskan rencana penyelesaian tetapi mampu menyelesaiakan masalah dengan baik.  
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA DITINJAU DARI METAKOGNISI DALAM PEMBELAJARAN INKUIRI BERBANTUAN LEMBAR KERJA MANDIRI MAILING MERGE Diyarko, Diyarko; Budi Waluya, St.
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.606 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  kemampuan awal literasi matematika, kualitas pembelajaran inkuiri berbantuan Lembar Kerja Mandiri Mailing Merge; dan menganalisis kemampuan literasi matematika ditinjau dari metakognisi siswa. Penelitian menggunakan pendekatan Mix Method untuk memperoleh data kuatitatif berupa kemampuan literasi matematika sebelum pembelajaran dan kualitas pembelajaran inkuiri berbantuan LKM Mailing Merge, serta data kualitatif berupa analisis kemampuan literasi matematika ditinjau dari metakongisi siswa. Penelitian dilaksanakan pada kelas XI PD 1 dengan treatment pembelajaran inkuiri berbantuan LKM Mailing Merge dan kelas PD2 dengan treatmen pembelajaran inkuiri berbantuan LKS. Data kuantitatif diuji menggunakan Wilcoxon test, U Mann Whitney, Paired Sample t-test, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika sebelum pembelajaran masih berada pada level 1. Pembelajaran inkuiri berbantuan LKM Mailing Merge mampu memfasilitasi siswa menyelesaikan masalah matematika secara mandiri melalui diskusi, presentasi kelas dan penilaian individu yang berdampak kemampuan literasi matematika yang tuntas, meningkat dan peningkatan kelompok eksperimen lebih dari kelompok kontrol. Pembelajaran juga mendapat respon yang tinggi serta metakognisinya mengalami peningkatan. Kemampuan literasi matematika pada siswa metakognisi awalnya rendah, sedang dan tinggi relatif sama yaitu pada level 5-6 karena pembelajaran ini mampu meningkatkan siswa yang metakognisi awal rendah menjadi tinggi dan berpengaruh pada kemampuan literasi matematika.
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MODEL ROUND CLUB DENGAN SELF ASSESMENT BERNUANSA ETNOMATEMATIKA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF Pujianto, Eko; Masrukan, Masrukan
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.781 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan, (1) mengetahui efektivitas pembelajaran dengan model round club dengan self assessment bernuansa etnomatematika materi garis dan sudut efektif. (2) mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis pada pembelajaran round club dengan self assessment bernuansa etnomatematika berdasarkan gaya kognitif.Metode kombinasi desain sequential exploratory digunakan untuk menjawab rumusan masalah dengan metode kuantitatif dan kualitatif secara berurutan. Subjek uji coba penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Jepara. Untuk metode kualitatif dilakukan tes gaya kognitif. Dari hasil pretest kelas dibagi dalam tiga kelompok yaitu kelompok FD, FID dan FI dengan rincian subjek 6 siswa pilihan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran round club dengan self assessment bernuansa etnomatematika efektif terhadap kemampuan komunikasi matematis, hal ini dikarenakan (1) mencapai presentase kemampuan komunikasi matematis peserta didik mencapai kriteria ketuntasan individual, yaitu 75% siswa kelas eksperimen 1 tuntas secara klasikal; (2) ada perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapat model pembelajaran round club dengan self assessment bernuansa etnomatematika dengan pembelajaran ekspositori, (3) ada perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapat model round club dengan pembelajaran ekspositori, (4) ada peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapat model pembelajaran round club dengan self assessment bernuansa etnomatematika, model pembelajaran round club maupun pembelajaran eskpositori. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa Kelas Eksperimen 1 meningkat 58,87%, Kelas Eksperimen 2 meningkat 39,81% dan Kelas Kontrol meningkat 23,47%.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPEN ENDED BERDASARKAN AQ DENGAN LEARNING CYCLE 7E Darojat, Latifah; Kartono, Kartono
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.56 KB)

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pembelajaran model Learning Cycle 7E dan menemukan pola kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VII dalam menyelesaikan soal open ended ditinjau dari AQ. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan desain concurrent embeded design. Jenis penelitian kuantitatifnya adalah penelitian eksperimen dengan Nonrandomized Control Group, Pretest-Postest Design. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas VII. Data kuantitatif diuji dengan uji z dan Independent t-test, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran Learning Cycle 7E berkualitas. Siswa quitter dapat menyelesaikan masalah sampai tahap memahami masalah. Siswa camper dan climber dapat menyelesaikan masalah sampai pada tahap memeriksa kembali.Siswa climber lebih gigih dalam melaksanakan rencana pemecahan masalah daripada siswa camper.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA PADA BRAIN BASED LEARNING DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL Budiargo, Prastomo; Sopyan, Achmad
Unnes Journal of Mathematics Education Research Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Unnes Journal c.q. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.546 KB)

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa perlu mendapat perhatian karena dapat diaplikasikan untuk memecahkan masalah dari berbagai situasi dengan baik. Salah satu faktor yang mendukung suksesnya pemecahan masalah adalah kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematika berdasarkan tingkat kecerdasan emosional pada wilayah kesadaran diri dan manajemen diri serta menganalisis Brain Based Learning terhadap hasil dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah. Jenis penelitian yang digunakan adalah mixed method. Penelitian dilakukan di SMP Islam Sultan Agung 1 Semarang. Pengambilan data kuantitatif dilakukan pada seluruh siswa dalam satu kelas penelitian dengan menggunakan kuesioner kecerdasan emosional, pretest, dan posttest kemampuan pemecahan masalah matematika. Sedangkan pengambilan data kualitatif dilakukan terhadap 8 siswa pilihan untuk dilakukan wawancara lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brain Based Learning efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Analisis kualitatif menghasilkan bahwa siswa dengan kesadaran diri tinggi dan sedang cukup memahami masalah, tetapi pada indikator pemecahan masalah yang lain siswa dengan kesadaran diri tinggi lebih baik daripada siswa dengan kesadaran diri sedang. Siswa dengan tingkat manajemen diri tinggi dapat bertahan ketika menghadapi kesulitan dan memenuhi sebagian besar indikator pemecahan masalah, sedangkan siswa dengan tingkat menejemen diri sedang hanya memenuhi beberapa indikator pemecahan masalah.

Page 1 of 2 | Total Record : 20