cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 22526722     EISSN : 25033476     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (P-ISSN 2252-6722, E-ISSN 2503-3476) is published by the Department of Indonesian Language and Literature, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Semarang. It publishes research-based articles in the field of language, literature, and learning. It is published twice a year, namely in May and November. The scopes of the topics include: 1) Indonesian language for foreigners, Indonesian language, Indonesian language teaching; (2) Linguistics; (3) Applied Linguistics, and; (4) Literature Teaching.
Arjuna Subject : -
Articles 282 Documents
Analisis Pematuhan dan Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa pada Kegiatan Praktik Debat Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Pecangaan
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2: November 2020
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v9i2.42073

Abstract

Abstrak Kesantunan berbahasa merupakan bagian dari kesopanan dalam penggunaan bahasa ketika berkomunikasi melalui lisan maupun tulisan. Dalam proses belajar mengajar, kesantunan berbahasa siswa harus diketahui untuk mengidentifikasi tingkat kesantunan berbahasa siswa, khususnya pada pembelajaran debat bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa siswa, serta tingkat kesantunan berbahasa yang dimiliki oleh siswa kelas X SMA Negeri 1 Pecangaan. Jenis penelitian yang digunakan untuk menganalisis tingkat kesantunan berbahasa siswa adalah penelitian kualitatif dengan metode heuristik. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan: (1) Pematuhan bidal kesantunan berbahasa pada kegiatan praktik debat siswa yaitu terdapat 113 tuturan. Hasilnya pematuhan bidal yang paling sering muncul adalah bidal kebijaksanaan dengan jumlah 63 tuturan; (2) Pelanggaran bidal kesantunan berbahasa pada kegiatan praktik debat siswa yaitu terdapat 45 tuturan. Hasilnya bidal yang paling sering dilanggar adalah bidal berpendapat dengan jumlah 28 tuturan; (3) Tingkat kesantunan berbahasa pada kegiatan praktik debat siswa kelas X SMA Negeri 1 Pecangaan termasuk dalam kategori santun dengan jumlah perolehan 45,6%. Perolehan tersebut tergolong lebih tinggi dibandingkan dengan kategori sangat santun sebanyak 26%, tidak santun sebanyak 27,8%, dan sangat tidak santun sebanyak 0,6%. Berdasarkan perolehan tersebut menunjukan bahwa tuturan siswa pada kegiatan praktik debat tergolong santun. Kata Kunci: pematuhan, pelanggaran, prinsip kesantunan berbahasa, praktik debat. Abstract Language politeness is part of politeness in the use of language when communicating through oral or written. In the teaching and learning process, students 'language politeness must be known to identify the level of students' language politeness, especially in Indonesian language debate learning. This study aims to determine the form of obedience and violations of the students' language politeness principles, as well as the level of language politeness possessed by students of class X SMA Negeri 1 Pecangaan. This type of research used to analyze students' language politeness levels is qualitative research with a heuristic method. Based on the results of the study, it was concluded that: (1) The compliance with language politeness thimbles in students' debate practice activities was 113 utterances. The result of applying the thimbles that most often appeared was the thimble of wisdom with a total of 63 utterances; (2) Violation of language politeness thimbles in student debate practice activities, namely 45 utterances. As a result, the thimble that is most often violated is the thimble of arguments with a total of 28 utterances; (3) The level of language politeness in the debate practice of class X SMA Negeri 1 Pecangaan is included in the category of courtesy with a total gain of 45.6%. The acquisition was classified as higher than the very polite category as much as 26%, not polite by 27.8%, and very disrespectful by 0.6%. Based on these results, it shows that the students' speech on debating practice activities is classified as polite. Keywords: obedience, violation, the principle of politeness, debate practice.
Pengaruh Gerakan Literasi Sekolah terhadap Minat Baca dan Keterampilan Membaca Siswa SMA N 1 Purworejo
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2: November 2020
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v9i2.42142

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh gerakan literasi sekolah terhadap minat baca dan keterampilan membaca siswa. Jenis penelitian ini adalah ex post facto dengan teknik pengumpulan data yaitu angket dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) ada pengaruh positif dan signifikan antara gerakan literasi sekolah terhadap minat baca yang ditunjukkan dengan nilai thitung > ttabel (6,315>1,980); (2) ada pengaruh positif dan signifikan antara gerakan literasi sekolah terhadap keterampilan membaca yang ditunjukkan dengan nilai thitung > ttabel (6,3397>1,980); (3) besarnya pengaruh gerakan literasi sekolah terhadap minat baca 25,6%; (4) besarnya pengaruh gerakan literasi sekolah terhadap keterampilan membaca 26,1%. Kata Kunci: Gerakan Literasi Sekolah, minat baca, keterampilan membaca Abstract The research is intended to understand the influence school literacy movement toward students’ reading interest and skill. The kind of research is ex post facto by technique of collecting data using questionnare and tese. The research result shows that : (1) there is a positive and significant influence between school literacy movement toward reading interest shown by score tcalculate > ttable (6,315>1,980); (2) there is a positive and significant influence between school literacy movement toward reading skill shown by score tcalculate > ttable (6,3397>1,980); (3) the influence of school literacy movement toward reading interest is 25,6%; (4) the influence of school literacy movement toward reading skill is 26,1%. Keywords: School Literacy Movement, reading interest, reading skill.
Pengembangan Buku Pengayaan Membaca Teks Berita Bohong Bidang SARA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2: November 2020
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v9i2.42296

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kebutuhan peserta didik dan pendidik terhadap buku pengayaan membaca teks berita bohong bidang SARA; (2) menyusun prototipe buku pengayaan membaca teks berita bohong bidang SARA; (3) memaparkan hasil penilaian ahli terhadap prototipe buku pengayaan membaca teks berita bohong bidang SARA; (4) melakukan perbaikan buku pengayaan membaca teks berita bohong bidang SARA. Desain penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan langkah penelitian yaitu (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) revisi desain. Data dalam penelitian ini meliputi data kebutuhan peserta didik dan pendidik dan data validasi prototipe. Sumber data penelitian ini adalah peserta didik dan pendidik Sekolah Menengah Pertama kelas VIII. Hasil penelitian ini adalah (1) kebutuhan peserta didik kelas VIII dan pendidik SMP terhadap buku pengayaan membaca teks berita bohong bidang SARA; (2) prototipe buku pengayaan membaca teks berita bohong bidang SARA; (3) penilaian ahli terhadap prototipe buku pengayaan membaca teks berita bohong bidang SARA; dan (4) perbaikan prototipe buku pengayaan membaca teks berita bohong bidang SARA. Kata kunci: Buku pengayaan, membaca, teks berita bohong, SARA
Perangkat Pembelajaran Keterampilan Berbahasa dengan Standardisasi AUN QA Guna Mewujudkan BSI Bereputasi Internasional
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2: November 2020
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v9i2.42358

Abstract

Pendidikan di perguruan tinggi yang berkualitas dapat tercapai melalui peran dosen. Dosen yang baik tentunya akan mempersiapkan pelaksanaan proses pembelajaran dengan baik pula. Dalam dunia pendidikan, rancangan proses pembelajaran dapat disebut sebagai perangkat pembelajaran. Sebagai sebuah rancangan perangkat pembelajaran perlu memperhatikan banyak aspek agar tidak hanya sistematis, namun juga berdaya inspiratif saat diterapkan. Adapun untuk memenuhi tuntutan zaman, perangkat pembelajaran perlu memiliki standar kualifikasi yang memenuhi. Sebagai sebuah upaya untuk menghadirkan pendidikan berkualitas, penelitian ini memaparkan terkait perangkat pembelajaran keterampilan berbahasa dengan standardisasi AUN QA guna mewujudkan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia bereputasi internasional. Metode yang digunakan adalah dengan kualitatif-naturalistik. Hasil dari penelitian ini adalah perangkat pembelajaran berbasis luaran (outcame learning) dengan standar AUN QA. Manfaat dari penelitian ini adalah menghasilkan perangkat pembelajaran keterampilan berbahasa bersandar AUN QA agar Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia bereputasi internasional. AbstractEducation in the collage that has quality can be achieved through the role of lecturers. Good lecturers will certainly prepare for the implementation of the learning process well. In the world of education, the design of the learning process can be called as a learning tool. As a learning device design, it needs to pay attention to many aspects so that it is not only systematic, but also inspiring when it is implemented. As for fulfilling the demands of the times, learning devices need to have qualification standards that fulfill it. As an effort to present education that has quality, this study explains the teaching tools for language skills with AUN QA standardization in order to create an internationally reputable of Indonesian Language and Literature Department. The method used is qualitative-naturalistic. The result of this study is an output-based learning tool. Through AUN QA standards. The benefit of this research is to produce language skills learning tools based on AUN QA so that the Indonesian Language and Literature Department has an international reputation.
Pengembangan Media Animasi Bermuatan Cinta Produk Indonesia dalam Pembelajaran Memproduksi Teks Anekdot
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 1: Mei 2022
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v11i1.45633

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media animasi sebagai media pembelajaran memproduksi teks anekdot kelas X SMA. Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D). Selain itu, penelitian ini dikembangkan dengan muatan cinta produk Indonesia. Data penelitian berupa informasi kebutuhan dan validasi media, sedangkan sumber data berasal dari pengisian angket . Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini terdiri atas karakteristik media, prototipe media, penilaian ahli, serta perbaikan media. Karakteristik media terbagi atas dua yaitu karakteristik isi dan penyajian. Karakteristik isi terdiri dari (1) cakupan materi, (2) struktur materi, dan (3) evaluasi. Karakteristik penyajian meliputi yaitu 1) penyajian isi media dan (2) aspek interaktivitas media pembelajaran memproduksi teks anekdot. Prototipe media dari struktur isi meliputi layar pembuka, contoh adegan cerita teks anekdot, menu utama yang terdiri atas judul dan identitas, contoh cerita teks anekdot, kegiatan inti atau materi, penugasan dan penutup. Struktur penyajian meliputi bentuk penulisan, tata penggunaan bahasa serta kemasan media. Hasil penilaian ahli materi memperoleh skor dengan kategori layak dan dari ahli media dengan kategori sangat layak. Keunggulan video animasi ini yakni dapat membuat pembelajaran lebih efektif, mudah digunakan, kegiatan pembelajaran yang teratur dan sistemik. Adapun keterbatasan media ini adalah membutuhkan perangkat pendukung dan membutuhkan pendampingan guru. Kata kunci : video animasi, pembelajaran memproduksi teks anekdot, cinta produk Indonesia Abstract The purpose of the research was to develop animation media as a learning medium for producing anecdotal texts for class X SMA. This study uses a research and development (R&D) method. In addition, this research uses the content of the love of Indonesian products. The research data is in the form of information on media needs and validation, while the source of the data comes from filling out a questionnaire. The data analysis technique used is descriptive qualitative. The results of this study consist of media characteristics, media prototypes, expert judgment, and media refinement. The characteristics of the media are divided into two, namely the characteristics of the content and presentation. The characteristics of the content consist of (1) material coverage, (2) material structure, and (3) evaluation. Presentation characteristics include 1) presentation of media content and (2) interactivity aspects of learning media producing anecdotal texts. The media prototype of the content structure includes the opening screen, examples of anecdotal text story scenes, the main menu consisting of the title and identity, examples of anecdotal text stories, core activities or materials, assignments and closings. The presentation structure includes the form of writing, grammar and media packaging. The results of the material expert's assessment obtained a score in the feasible category and from the media expert with a very decent category. The advantages of this animated video are that it can make learning more effective, easy to use, regular and systemic learning activities. The limitations of this media are that it requires supporting devices and requires teacher assistance. Keywords: video animation, learning to produce anecdotal texts, love of Indonesian products
Desain Pembelajaran Virtual Mata Kuliah Apresiasi Prosa dengan Model Team Based Project
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 1: Mei 2022
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v11i1.52935

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak besar pada berbagai aspek, perkuliahan yang mulanya bersifat luring bergeser menjadi pembelajaran jarak jauh berbasis virtual-daring. Hal tersebut juga berdampak pada mata kuliah Apresiasi Prosa yang dilaksanakan secara daring. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pembelajaran daring tingkat ketercapaian penguasaan materi oleh mahasiswa hanya 50-75%. Di sisi lain, team based project merupakan model pembelajaran yang memfasilitasi mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dan kreatif, serta menghasilkan produk pada setiap mata kuliah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kebutuhan, (2) menemukan prinsip pengembangan, dan (3) mengonstruksi desain perkuliahan virtual berbasis team based project pada mata kuliah Apresiasi Prosa. Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan penelitian, (3) pengembangan draf produk, (4) validasi desain, dan (5) revisi desain. Model team based project dalam perkuliahan apresiasi prosa daring dikembangkan berdasarkan delapan prinsip, yakni: (1) prinsip motivasi, (2) menyenangkan, (3) pemodelan, (4) pembimbingan, (5) panduan, (6) pengalaman langsung, (7) pembiasaan, dan (8) keteladanan. Prinsip-prinsip pengembangan tersebut ditarik dari deskripsi kebutuhan pengembangan model. Desain model tersebut dikembangkan menjadi beberapa komponen yaitu: (1) bagian pengantar, (2) tujuan dan asumsi, (3) sintagmatik, (4) sistem sosial, (5) sistem reaksi, (6) sistem pendukung, dan (7) dampak instruksional dan pengiring. Desain model pembelajaran diimplementasikan dengan membuat perangkat model team based project dalam perkuliahan Apresiasi Prosa daring/virtual. Kata kunci: pembelajaran virtual, apresiasi prosa, model team based project Abstract The Covid-19 pandemic has had a major impact on various aspects, lectures that were originally offline have shifted to virtual-online-based distance learning. This also has an impact on the online Prose Appreciation course. Based on the results of monitoring and evaluation of online learning, the level of achievement of mastery of the material by students is only 50-75%. On the other hand, the team based project is a learning model that facilitates students to participate actively and creatively, as well as produce products in each course. This study aims to: (1) analyze needs, (2) find development principles, and (3) construct a team-based project-based virtual lecture design in the Prose Appreciation course. This study uses a research and development approach with the following steps: (1) research and data collection, (2) research planning, (3) product draft development, (4) design validation, and (5) design revision. The team-based project model in online prose appreciation lectures was developed based on eight principles, namely: (1) motivational principles, (2) fun, (3) modeling, (4) mentoring, (5) guidance, (6) hands-on experience, (7 ) habituation, and (8) exemplary. The development principles are drawn from the description of the needs of the model development. The design of the model was developed into several components, namely: (1) introductory part, (2) goals and assumptions, (3) syntagmatic, (4) social system, (5) reaction system, (6) support system, and (7) impact instructional and accompaniment. The learning model design is implemented by creating a team based project model device in online/virtual Prose Appreciation lectures. Keywords: virtual learning, prose appreciation, team based project model
Implementasi Lingkungan Pembelajaran Virtual (LPV) dalam Pelatihan BIPA Tingkat Pemula
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2: November 2022
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v11i2.49710

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendiskripsikan penerapan Lingkungan Pembelajaran Virtual (Virtual Learning Environment) dalam pelatihan BIPA untuk Tingkat Pemula yang dilaksanakan oleh Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Implementasi Lingkungan Pembelajaran Virtual (LPV) tersebut dilakukan dengan menggunakan empat platform sebagai media pembelajaran secara daring dan jarak jauh selama pandemi Covid-19. Keempat platform tersebut adalah media zoom sebagai bentuk pembelajaran sinkronus, serta pembelajaran asinkronus melalui penggunaan LMS Virlenda yang dibuat dan dikelola oleh Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, media sosial Telegram serta Surat Elektronik atau email. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif yakni mendeskripsikan kegiatan proses pembelajarn BIPA secara daring dan jarak jauh. Data meliputi kegiatan pembelajaran yang diolah berdasarkan kategori kegiatan pemelajar dan platform yang digunakan dalam pembelajaran yang selanjutnya dianalisis. Berdasarkan temuan, integrasi LPV dalam pembelajaran BIPA Tingkat Pemula dengan pemelajar lintas negara memberikan tawaran yang menjanjikan bagi proses pembelajaran secara daring dan jarak jauh. LPV menyediakan sarana pembelajaran yang interaktif serta komunikatif sehingga proses pembelajaran bisa berterima oleh pemelajar dimana pun mereka berada. Oleh karena itu, integrasi LPV untuk pembelajaran BIPA bisa menjadi pillihan handal dalam pembelajaran daring dan lintas negara. Akan tetapi, penyempurnaan integrasi LPV untuk BIPA khususnya Tingkat Pemula harus terus dikembangkan ke depannya sehingga cita-cita Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional bisa segera terwujud. Kata kunci: Lingkungan Pembelajaran Virtual (LPV), BIPA tingkat pemula, virlenda Abstract This article aims to describe the application of a Virtual Learning Environment (VLE) in BIPA Training for Beginner Level conducted by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. The implementation of the Virtual Learning Environment was carried out by using four platforms as online and distance learning media during the Covid-19 pandemic. The four platforms are zoom as media of synchronous learning, as well as asynchronous learning through the use of the LMS Virlenda which was created and managed by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Telegram and email. This paper used a qualitative method that describes the activities of the online and remote BIPA learning process. The data included learning activities that were processed based on the category of student activities and the platforms used in learning which were then analyzed. Based on the findings, the integration of VLE in BIPA of Beginner Level learning followed by cross-country students provides a promising offer for online and distance learning processes. VLE provides interactive and communicative learning facilities so that the learning process can be accepted by students wherever they are. Therefore, the integration of VLE for BIPA learning can be a reliable choice in online and distance learning. However, the improvement of VLE integration for BIPA learning, especially for the Beginner Level, should be developed in the future so that the ideals of Indonesian as an international language can be reached soon. Keywords: Virtual Learning Environment (VLE), BIPA for beginner level, virlenda
Pengembangan Media Pembelajaran E-Learning Berbasis Moodle pada Pembelajaran Menulis Berita
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 1: Mei 2022
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v11i1.49784

Abstract

Menulis berita sebagai pengetahuan dasar jurnalistik merupakan kebutuhan bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Kemampuan menulis berita yang dimaksud di sini adalah mahasiswa mampu menghasilkan tulisan yang berisikan berita atau peristiwa yang diamati dan dialami secara langsung dalam realitas sosial. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran e-learning berbasis Moodle pada pembelajaran menulis berita dengan bantuan software power point, google slides, dan moodle. Penelitian ini merupakan jenis penelitian research and development dengan menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Development dan Dissemination). Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data instrumen nontes yaitu angket yang diberikan kepada dua orang ahli materi dan dua orang ahli media. Hasil kelayakan produk media pembelajaran yang berjumlah tiga materi pembelajaran dengan menggunakan skala likert berupa skor 1-5 adalah sebagai berikut: a) hasil validasi oleh ahli materi diperoleh skor sebesar 81,54% yaitu termasuk dalam kategori sangat layak; b) hasil validasi oleh ahli media diperoleh skor sebesar 78,4% yang termasuk dalam kategori layak. Berdasarkan hasil kelayakan dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran E-Learning berbasis Moodle layak digunakan. Kata kunci: media, pembelajaran, e-learning, moodle, menulis berita Abstract News writing as basic knowledge of journalism is a necessity for students, especially for students of Indonesian Language and Literature Education. The ability to write news referred to here is that students are able to produce writings containing news or events that are observed and experienced directly in social reality. The aim of this research is to produce an E-Learning media based on moodle for news writing learning with the help of Power Point Software, Google Slides and Moodle. This research is a type of Research and Development research using the 4D development model (Define, Design, Development and Dissemination). This study uses a non-test instrument data collection technique that is a questionnaire given to 2 material experts and 2 media experts. The results of the feasibility of learning media products, amounting to three learning materials using a Likert scale in the form of a score of 1-5 are as follows: a) The validation results by the material experts obtained a score of 81.54% which is included in the very feasible category; b) Results validation by media experts obtained a score of 78.4% which is included in the feasible category. Based on the results of the feasibility, it can be concluded that the learning media of E-Learning Moodle is appropriate to be used. Keywords: media, learning, e-learning, moodle, news writing
Kesalahan Berbahasa Tataran Sintaksis pada Karangan Cerita Pendek Siswa Kelas XI SMA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 1: Mei 2022
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v11i1.50177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan berbahasa tataran sintaksis, yaitu bidang frasa dan kalimat pada hasil karangan cerita pendek siswa kelas XI SMA, serta menjelaskan penyebab terjadinya kesalahan berbahasa tataran sintaksis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah penggalan kata atau kutipan pada karangan cerita pendek siswa kelas XI SMA yang mengandung kesalahan berbahasa tataran sintaksis bidang frasa dan kalimat. Sumber data dalam penelitian ini adalah dokumen dan informan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dokumentasi, dan wawancara. Instrumen dalam penelitian ini berupa instrumen nontes yang terdiri atas pedoman dokumentasi dan pedoman wawancara untuk pengumpulan data, dan kartu data untuk analisis data. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini berkaitan dengan teknik analisis kesalahan berbahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesalahan berbahasa tataran sintaksis bidang frasa dan kalimat pada karangan cerita pendek siswa kelas XI SMA. Pada kesalahan berbahasa tataran sintaksis bidang frasa ditemukanlah 39 data kesalahan yang terdiri atas 6 aspek. Pada kesalahan berbahasa tataran sintaksis bidang kalimat ditemukanlah 78 data kesalahan yang terdiri atas 11 aspek. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan ada empat penyebab terjadinya kesalahan berbahasa tataran sintaksis pada karangan cerita pendek siswa kelas XI SMA. Kata kunci: kesalahan berbahasa, tataran sintaksis, karangan cerita pendek Abstract This study aims to describe the form of language errors at the syntactic level, namely the fields of phrases and sentences in the short story essays, and to explain the causes of language errors at the class syntactic level. The type of research used is qualitative research. The data in this study are fragments of words or quotes in short stories of class XI high school students that contain language errors at the syntactic level of phrases and sentences. Sources of data in this study are documents and informants. Data collection techniques in this study were documentation, and interviews. The instrument in this study was a non-test instrument consisting of documentation and interview guidelines for data collection, and data cards for data analysis. The data analysis technique used in this study is related to language error analysis techniques. The results showed that there were language errors at the syntactic level in the field of phrases and sentences in short essays by class XI high school students. At the level of syntax errors in the phrase field, 39 error data were found consisting of 6 aspects. At the syntax error level of the sentence field, there were 78 data errors consisting of 11 aspects. In addition, the results of the study also show that there are four causes of language errors at the syntactic level in short story essays of class XI high school students. Keywords: language error, syntax level, short story
Kualitas Soal Bahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah 1 Pontianak: Analisis Butir Soal
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2: November 2022
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v11i2.58091

Abstract

Kegiatan penilaian merupakan salah satu cara mengetahui keberhasilan pembelajaran. Untuk menjamin kualitas perangkat evaluasi yang digunakan, perlu dilakuan sebuah analisis. Penelitian ini bertujuan mengkaji kualitas soal penilaian tengah semester pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah 1 Pontianak Tahun Ajaran 2021/2022 dalam bentuk analisis butir soal. Jenis dari penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal penilaian tengah semester, kunci jawaban, hasil jawaban siswa yang diambil menggunakan teknik dokumen. Data dianalisis digunakan untuk menentukan tingkat kesukaran soal, daya pembeda, serta distraktor dengan bantuan program Anates versi 4. Hasil penelitian ini meliputi tiga hal. Pertama, hasil analisis tingkat kesukaran soal yang mendapatkan kategori sangat mudah dengan persentase 50%, kategori mudah dengan persentase 40%, dan kategori sedang dengan persentase 10%. Kedua, hasil analisis daya pembeda soal yang mendapat kategori sangat jelek dengan persentase sebesar 3%. Butir soal yang mendapat kategori jelek dengan persentase 20%, butir soal dengan kategori cukup sebesar 30%, butir soal dengan kategori baik sebesar 40%, dan butir soal dengan kategori sangat baik sebesar 7%. Ketiga, hasil analisis distraktor dengan kategori layak sebesar 20% dan kategori tidak layak sebesar 80%. Dengan demikian, hasil analisis rekap butir soal yang dapat digunakan berjumlah 17 soal atau 57% dan soal yang tidak dapat digunakan 13 soal atau 43%. Kata kunci: analisis, butir soal, penilaian tengah semester, bahasa Indonesia, evaluasi Abstract Assessment activities are one way to determine the success of learning. To ensure the quality of the evaluation tool used, it is necessary to carry out an analysis. This study aims to examine the quality of mid-semester assessment questions for Indonesian at SMP Muhammadiyah 1 Pontianak for the 2021/2022 Academic Year in the form of item analysis. This type of research is a quantitative descriptive research. The data used in this study are midterm assessment questions, answer keys, student answers taken using document techniques. The analyzed data were used to determine the difficulty level of the items, discriminating power, and distractors with the help of the Anates version 4 program. The results of this study included three things. First, the results of the analysis of the difficulty level of the questions that get the very easy category with a percentage of 50%, the easy category with a percentage of 40%, and the medium category with a percentage of 10%. Second, the results of the analysis of the differentiating power of the items that got the very bad category with a percentage of 3%. Items that received a bad category with a percentage of 20%, items with an adequate category were 30%, items with a good category were 40%, and items with a very good category were 7%. Third, the results of the distractor analysis with a feasible category of 20% and an inappropriate category of 80%. Thus, the results of the recap analysis of the items that can be used are 17 questions or 57% and questions that cannot be used are 13 questions or 43%. Keywords: analysis, items, midterm assessment, Indonesian, evaluation