cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 20865996     EISSN : 2580961x     DOI : -
Core Subject : Education,
The Jurnal Arkhais is dedicated to all linguistics, literature, and culture Indonesia. The coverage of Jurnal Arkhais includes: experimental research, action research, qualitative research, quantitative research, and development research aimed to improving the quality and building innovation in linguistics, culture, and literature Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
REPRESENTASI RASA TIDAK PUAS (UNSATISFACTORY AFFECTS) PAOLO SANTANGELO SISWA SCHOOL FOR REFUGEES Aulia Rahmawati; Sigit Widiatmoko
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 2 (2021): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa mampu mentransfer keinginan, gagasan, kehendak, dan emosi dari seorang manusia kepada manusia lainnya. Artinya emosi yang dirasakan oleh seseorang dapat diwujudkan dalam bahasa yang digunakan, begitupun emosi yang ada dalam diri para Siswa School for Refugees Dompet Dhuafa Jakarta dapat dilihat dari bahasa yang diproduksi. Siswa School for Refugees Dompet Dhuafa Jakarta ini dipilih sebagai objek kajian karena latar belakang kehidupan mereka sebagai pengungsi dengan segala keterbatasan dan ketidakpastian tentu sarat dengan emosi. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan mengidentifikasi Representasi Suasana Hati dan Keadaan Pikiran (Emotions and States of Mind) Paolo Santangelo Siswa School for Refugees Dompet Dhuafa Jakarta berupa rasa tidak puas (kesedihan-sesal-malu) yang diwujudkan dalam leksikon sedih-kesedihan, dingin (sikap), buruk, keras, kesakitan-menyakitkan, kesulitan, sakit, terpukul, kehilangan.
HUMOR, PRINSIP KERJASAMA, DAN ASPEK KEBAHASAAN DALAM KAJIAN PRAGMATIK Asep Supriyana
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 2 (2021): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelanggaran prinsip kesantunan menjadi karakter sendiri bagi wacana humor.tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang penggunaan prinsip kesantunan sebagai penunjang humor pada wacana humor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Penulis humor tidak hanya memanafaat prinsip-prinsip pragmatik, seperti pelanggaran prinsip kerjasama. Dalam penelitian ini,diremukan data, tidak hanya pelanggaran prinsip kerjasama, ternyata pematuhan prinsip kerjasama dapat digunakan untuk membangun wacana humor. Selain itu, untuk membangun wacana humor dapat juga dilakukan dengan memanfaatkan aspek-aspek kebahasaan. Dalam penelitian ini ditemukan data terkait dengan aspek tersebut berupa penggunaan penalaran, penggunaan kata-kata yang tidak jelas, penggunaan kata-kata ambigu, penggunaan kalimat tidak langsung, penggunaan kalimat tidak runtut, penggunaan teka-teki dan permainan kata-kata, dan permainan aspek fonologi.
THE SOCIAL DISTINCTION IN AGUS NOOR'S KISAH-KISAH KECIL DAN GANJIL MALAM 1001 PANDEMI Darsita Suparno
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13 No 1 (2022): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article is motivated by social cases written by Agus Noor in reporting story cases during the pandemic. This study aims to find three model social semiotics: 1) field; 2) tenor;3) mode are used to revealed social distinction that occur in the novel Kisah-Kisah Kecil dan Ganjil Malam 1001 Pandemic by Agus Noor. It is addressed to portray the language used that reflects social disctintion as people who are suffering during a pandemic by using Halliday's theory. The research of this study is qualitative. The finding of this study revealed namely (1) 115 story topics about the outbreak that have been divided into eight sections each section consists of 15-17 sub-topics; (2) language signs refer to lexis in the form of words, phrases, and sentences about the pandemic situation, there are 108 fields of discourse, 86 tenor of discourse, and 48 mode of discourse; (3) there are five kind of social distinctions, namely (i) socio-economic status; (ii) wealth; (iii) power; (iv) honor or prestige; (v) education.
KOMUNIKASI TERAPEUTIK DOKTER DALAM PENYEMBUHAN PASIEN COVID-19 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LABUANG BAJI Sumarni Baharuddin
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13 No 1 (2022): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan wujud komunikasi terapeutik dokter dalam komunikasi dengan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji, dan juga mendeskripsikan fungsi komunikasi terapeutik dokter terhadap penyembuhan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis riset non-empirik yang menggunakan deskriptif kualitatif. Penelitian ini telah mencapai 90%. Penelitian telah memperoleh data wujud dan fungsi komunikasi terapeutik dokter dalam pengaruhnya pada penyembuhan pasien Covid-19. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui wujud komunikasi terapeutik dokter dalam penyembuhan pasien Covid-19, yaitu pada tahap persiapan/pra-Interaksi, perkenalan/orientasi, tahap kerja, dan tahap terminasi. Saat berinteraksi dengan pasien, dokter memberikan saran-saran dan penguatan terhadap kondisi pasien. Fungsi komunikasi terapeutik dokter dalam penyembuhan pasien Covid-19 tidak terlepas dari tindak tutur dokter kepada pasiennya. Tuturan yang disampaikan dokter dapat memberikan beberapa manfaat terhadap kesembuhan pasien.
PENGGUNAAN BENTUK KEBAHASAAN DISFEMIA DALAM SITUS BERITA DARING KOMPAS.COM PADA KATEGORI BERITA NASIONAL Firly Deliana Kholilah
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13 No 1 (2022): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan bentuk kebahasaan disfemia pada teks berita dalam situs berita daring Kompas.com terutama pada kategori berita nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan studi dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti dibantu dengan tabel instrumen. Data primer pada penelitian ini yaitu teks berita yang ada dalam situs berita daring Kompas.com pada kategori berita nasional. Data sekunder pada penelitian ini yaitu buku-buku dan jurnal yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil dari penelitian ini yaitu ditemukan sebanyak 19 kata dari 21 data temuan atau ada sekitar 90,47% dari data yang ditemukan adalah disfemia kata. Sedangkan disfemia frasa hanya ditemukan 2 data atau hanya ada sekita 9,52% penggunaan disfemia frasa dalam berita yang dimuat pada bulan Februari sampai Maret 2021. Selain bentuk kebahasan disfemia, disfemia juga mempunyai tujuan. Dalam penelitian ini ditemukan tiga tujuan penggunaan bentuk kebahasaan disfemia. Pertama, bentuk kebahasaan disfemia digunakan untuk meyakinkan pembaca. Kedua, bentuk kebahasaan disfemia digunakan untuk memberikan penegasan pada tulisan. Ketiga, bentuk kebahasaan disfemia digunakan untuk menyampaikan opini narasumber kepada pembaca. Kata kunci: berita, disfemia, frasa, kata, tujuan disfemia
PETANDA PADA CERPEN ANAK “KE HUTAN” KARYA YOSEP RUSTANDI PENDEKATAN SEMIOTIK FERDINAND DE SAUSSURE Septiana Tanti
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13 No 1 (2022): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang kajian semiotik Ferdinand De Saussure pada cerpen anak yang berjudul “Ke Hutan” karya Yosep Rustandi. Tujuan penelitian ini ialah mengupas penanda dan petanda pada cerpen anak “Ke Hutan” dengan studi semiotik Ferdinand De Saussure. Karena bukan hanya cerpen dewasa yang bisa dianalisis oleh pendekatan semiotik, tetapi cerpen anak juga bisa dianalisis, bahkan semua karya sastra dapat dianalisis dengan pendekatan semiotik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang mana lebih menekankan pada makna dan diuraikan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik membaca cerpen, memahami dan mencatat, seperti penelitian jenis pustaka. Hasil dan pembahasannya terdapat beberapa penanda (signifier) dan petanda (signifier) dalam cerpen anak "Ke Hutan" karya Yosep Rustandi yaitu ada 11 tanda yang dapat diamati yaitu, (1) benda untuk menunjukkan tujuan, (2) sifat tokoh Rakey, (3) nasihat kebaikan, (4) keadaan yang berlawanan, (5) latar belakang pengarang, (6) motivasi tersirat, (7) majas personifikasi, (8) solidaritas dan kebersamaan, (9) pesan moral, (10) unsur religius dan (11) kesederhanaan serta keasrian alam. Sehingga, muncul makna baru yang lebih kompleks.
ANALISIS NILAI SASTRA ANAK DALAM DONGENG "KISAH LABA-LABA YANG SABAR Nafisatul Umah
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13 No 1 (2022): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai sastra anak yang terkandung dalam dongeng "kisah laba-laba yang sabar". Analisis dilakukan dengan mencari nilai-nilai imajinasi, nilai edukasi, dan keterkaitan dongeng tersebut terhadap perkembangan psikologis anak. Dongeng kisah laba-laba yang sabar, berisikan cerita tentang kehidupan fantasi seekor laba-laba yang memiliki nilai-nilai kebijaksanaan dalam tingkah laku dan sikapnya. Berdasarkan latar belakang tersebut, dilakukanlah analisis secara lebih mendalam terhadap nilai-nilai tersebut karena nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari nilai sastra anak. Penelitian ini dimaksudkan untuk menilai apakah karya sastra tersebut telah memenuhi unsur nilai-nilai dalam sastra anak. Untuk memperoleh hasil penelitian yang kredibel, dilakukan penelitian dengan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif melalui pengumpulan data dengan mencari kutipan-kutipan yang relevan dengan permasalahan. Kutipan tersebut kemudian dianalisis sesuai bagian-bagiannya. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan adanya nilai-nilai imajinasi, edukasi, dan keterkaitan karya sastra anak tersebut terhadap perkembangan psikologis anak. Nilai-nilai tersebut memenuhi unsur nilai-nilai sastra anak sehingga dapat disimpulkan bahwa dongeng tersebut merupakan jenis karya sastra anak. Kata kunci: Dongeng, Imajinasi, Edukasi, Psikologis
KAJIAN SASTRA ANAK: ANALISIS NILAI PERSONAL CERITA RAKYAT TIMUN EMAS DARI JAWA TENGAH Gheani Kirani Bonyak Tutul
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13 No 1 (2022): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai personal yang terkandung cerita anak dari Jawa Tengah, yakni cerita rakyat Timun Emas. Cerita rakyat Timun Emas memiliki banyak pesan moral untuk pembaca anak-anak dari segi karakter dan alurnya, sehingga nilai-nilai moral ini dapat dianalisis pengaruhnya bagi pengembangan serta pembentukan karakter anak-anak sebagai pembaca. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai personal yang terdapat dalam cerita rakyat Timun Emas. Adapun nilai personal yang dikaji dan dibahas mencakup perkembangan emosional, perkembangan intelektual, perkembangan imajinasi pertumbuhan rasa sosial, dan pertumbuhan rasa etis dan religius. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka, yaitu mengumpulkan bahan-bahan referensi berupa dokumen dan naskah. Data penelitian ini adalah naskah cerita rakyat Timun Emas yang berasal dari Jawa Tengah. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif analisis. Hasil analisis kemudian dijabarkan secara naratif. Hasil dari penelitian ini menjelaskan adanya nilai personal dalam cerita rakyat Timun Emas yang merupakan cerita anak Jawa Tengah. Nilai personal itu meliputi adanya perkembangan emosional dan intelektual dalam diri tokoh cerita rakyat Timun Emas. Kemudian terdapat perkembangan rasa sosial, keyakinan religius, dan imajinasi dalam karakter-karakternya.
INTERPERSONAL MEANING COMPLEMENTARITY BETWEEN SONG LYRICS AND ITS COVER: A MULTIMODALITY ANALYSIS OF TEXT AND IMAGE Adhitya Alfian; Khristianto
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13 No 1 (2022): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article is aimed to give contributions to studies and increase knowledge the liguistics of Indonesian music scene. This study examines the meaning of the interpersonal approach of intersemiotic Complementarity (Royce. 2001) which believes that both images and text in one text are a unity and convey a complementary meaning. Intersemiotic Complementarity combines two frameworks between SFL by Halliday (1994) and Multimodal Discourse by Kress and Leeuwen (1996). Based on the analysis, interpersonal meaning which contained in verbal mood of Omnipotence Paradox – Eternal Desolator consists of declarative and interrogative mood. Declarative mood dominates the lyrics that provides spiritual statements regarding the existence of God. The speaker also gives information to listeners that the lyrics are in essence not solely created by the speker but also come from the demons whispered who tries to ruined humans believe in their god. Through the interrogative modes, demons tries to ask polarizing questions that ask the author's divinity so that he gets trapped in the demon's perception. Meanwhile, the visual meaning of his digital artwork is to try to represent the lyrics into a low modality image that was made unclear by combining various references to divine images that are spread across social phenomenon.
A COMPARATIVE ANALYSIS OF IMPOLITENESS BY PUBLIC FIGURES IN THE SOCIAL NETWORK AND BOHEMIAN RHAPSODY MOVIE Nefis Farikhatun Nurul Baiti
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13 No 2 (2022): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research examines impoliteness aspects presented in The Social Network and Bohemian Rhapsody movie using pragmatic approach. The objectives of this research are to describe the types of impoliteness strategies addressed by the main characters of both films, to explain the realization of the impoliteness strategies addressed by the main characters of both films, and to compare the results of the impoliteness strategies addressed by the main characters of the films. The method of this research was using descriptive qualitative research. The data were in the form of utterances spoken by the main characters of The Social Network and Bohemian Rhapsody film, while the contexts of the data were dialogues. The researcher used analysis of documents by note-taking to collect the data. Referential analysis was used to analyse the data. From the analysis, the researcher found 44 utterances by the main characters of The Social Network and Bohemian Rhapsody movie. There are 19 utterances (43.2%) utters by the main character of The Social Network film, and 25 utterances (56.8%) utters by the main character of Bohemian Rhapsody film. Which 35 utterances (79.6%) used positive impoliteness strategy, 6 utterances (13.6%) used negative impoliteness strategy, 2 utterances (4.5%) used bald on record impoliteness, and 1 utterance (2.3%) used withhold politeness strategy Keywords: impoliteness, types, realizations, The Social Network, Bohemian Rhapsody