cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 20865996     EISSN : 2580961x     DOI : -
Core Subject : Education,
The Jurnal Arkhais is dedicated to all linguistics, literature, and culture Indonesia. The coverage of Jurnal Arkhais includes: experimental research, action research, qualitative research, quantitative research, and development research aimed to improving the quality and building innovation in linguistics, culture, and literature Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
MUSIK DALAM KOMIK: REPRESENTASI MUSIK SEBAGAI SOUNDTRACK KELAS MENENGAH DALAM KOMIK ROMAN KARYA ZALDY ARMENDARIS PADA ERA 1970-AN Irsyad Ridho
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 1 (2021): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik dalam film sudah lebih dulu dikaji dan disadari sebagai fenomena yang lazim. Sejak awal abad ke-20, ketika teknologi suara sudah diperkenalkan dan digunakan dalam produksi film, istilah “Soundtrack ” sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dunia perfilman. Namun, fenomena Soundtrack rupanya juga terjadi dalam dunia perkomikan dan hal ini belum lagi diteliti. Dalam dunia komik Indonesia, fenomena ini diekplorasi oleh Zaldy Armendaris dalam komik-komik romannya sejak 1965 sampai awal 1980-an. Kerangka teoretis dari naratologi dan kritik ideologi akan memberikan batasan langkah-langkah metodologis yang khusus dalam penelitian ini, yaitu dekontekstualisasi dan rekontekstualisasi. Komik-komik Zaldy merepresentasikan structure of feelings dari situasi Kelas Menengah baru yang tidak stabil pada masa transisi era Sukarno ke Orde Baru. Mobilitas sosial baru membawa risiko kerentanan kultural di kalangan Kelas Menengah. Imajinasi sosial yang baru sedang dibayangkan, tetapi kenangan atas utopia pada era sebelumnya masih tetap menghantui. Karena itulah repertoar musik dalam komik-komik Zaldy penuh dengan praktik apropriasi, modus intertekstual, dan susupan subteks yang melalui strategi naratif roman yang melankolis mampu merepresentasikan ironi, ketidakstabilan, dan upaya perlawanan kultural yang gagal dari Kelas Menengah muda pada periode transisi yang tragis dalam sejarah nasional Indonesia.
SISTEM PENILAIAN PERIKLANAN MUSEUM NASIONAL: STUDI KASUS PENGGUNAAN BAHASA DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING PARIWISATA MUSEUM NASIONAL Asisda Wahyu Asri Putradi; Nada Lutfiyah; Reni Agustiningsih
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 1 (2021): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perangkat penilaian apa saja yang terdapat dalam video profil Museum Nasional. Video profil biasanya menampilkan visi dan misi lembaga. Video profil Museum Nasional mencoba merangkum koleksi dan kelebihannya dalam sebuah video profil yang dibatasi waktu dan dibuat semenarik mungkin sehingga membangkitkan gairah pemirsa untuk berkunjung ke Museum Nasional. Penelitian ini menggunakan teknik referensial matching dimana peneliti mencocokkan teks iklan yang dianalisis dengan mencocokkan klausa, frasa, dan kata dengan alat penilaian serta menganalisis sikap dan penilaian konten koleksi Museum Nasional dalam video profil. Data yang dianalisis kurang lebih 64 kalimat yang merupakan transkripsi video profil Museum Nasional. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa terdapat 24 kalimat apresiasi sikap, 5 kalimat penilaian sikap dan 11 kalimat sikap. Pada ranah pertunangan, terdapat 13 jenis heteroglos dan 3 monoglos. Dalam ranah kelulusan, ada 4 jenis angkatan kelulusan dan 4 jenis fokus kelulusan.
TINDAK TUTUR WACANA PERSUASIF LARANGAN MEMBUANG SAMPAH DI KECAMATAN PAMULANG KOTA TANGERANG SELATAN Dewi Rani Gustiasari; Liana Dwi Septiningrum
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 1 (2021): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu (1) untuk mengetahui pendapat masyarakat terhadap jenis dari larangan membuang sampah di Kecamatan Pamulang berdasarkan kalimat imperatif dan wacana persuasif dan (2) untuk mendefinisikan arti dari larangan membuang sampah di Kecamatan Pamulang berdasarkan kalimat imperatif dan wacana persuasif. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam memperoleh data, metode yang digunakan meliputi kunjungan langsung ke lapangan, dengan mencatat seluruh informasi yang narasumber berikan serta mengabadikannya melalui foto. Hasil penelitian bisa disimpulkan adalah (1) kalimat yang memiliki arti larangan, (2) kalimat yang memiliki arti himbauan, serta (3) kalimat yang memiliki arti perintah. Kalimat yang memiliki arti larangan bertujuan untuk melarang warga membuang sampah di sembarang tempat. Kalimat yang memiliki arti himbauan bertujuan untuk menghimbau warga agar membuang sampah di tempat yang telah disediakan. Kalimat yang memiliki arti perintah bertujuan untuk memerintah warga agar membuang sampah di tempat yang telah disediakan.
PRONUNCIATION ERROR IN ED-ENDING: A CASE STUDY AMONG SCOOTER STUDENTS AT PARE KEDIRI Alfin Fuji Hidayati
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 1 (2021): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A common issue to imitate the native speaker is still being a trending discussion for the beginner of English foreign learner. They are very enthusiastic to reproduce how the native speaker speaks. It is natural that we are as foreign language learners cannot 100 % imitating native speakers’ pronunciation. It is proven by four students which pronounce the words ended by –ed ending. Beside of attempting native speakers’ pronunciation is quite hard especially for the beginner of EFL. It is also significant to identify that not all –ed ending can be produced as [-d or –ed] ending, it can be [t]. By conducting this research, it is shown that the level of students’ mastery in pronouncing –ed ending needs improvement. This study displayed that the difficult of –ed ending type was in special pronunciation. Meanwhile, the easiest one was –ed ending after a voiceless consonant apart from [t].
FENOMENA SASTRA CYBER: TREN MENULIS CERITA SASTRA DALAM BINGKAI MEDIA SOSIAL Iqbal Wahyudi; Rianna Wati
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 2 (2021): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Increasingly advanced technology makes it easy for people to communicate and obtain information. Today's literature adds to its medium that is not just print but stepping into the realm of cyber. Not only literary works, several literary communities that were formed also showed themselves in social media. This study aims to see the trend of writing literary stories on social media through invitations to write and in the cyber literary community. The method used in this research is descriptive qualitative. The object of research is the literary community on Facebook and Twitter, and an invitation to tell stories on Instagram. The results of this study are the phenomenon of cyber literature on the trend of writing fiksimini, pentigraphs and stories uploaded with pictures of the Fiksimini Community, Kampung Pentigraf Indonesia, and # 30haribercerita.
DIKSI DAN MAJAS DALAM PUISI CARA LAIN MEMBACA SAJAK CINTA KARYA AAN MANSYUR Sherli Karunia Fitri; Hidayah Budi Qur’ani
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 2 (2021): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puisi merupakan ragam sastra yang terikat oleh unsur-unsurnya, seperti irama, mantra,rima, baris, dan bait. Puisi juga dapat dikatakan sebagai ungkapan emosi, imajinasi, ide, pemikiran,irama, nada, susunan kata, kata-kata kiasan, kesan pancaindra, dan perasaan. Puisi adalah ungkapanyang memperhitungkan aspek-aspek bunyi di dalamnya, serta berupa pengalaman imajinatif,emosional, dan intelektual penyair dari kehidupan individu dan sosialnya. Puisi diungkapkandengan teknik tertentu sehingga dapat membangkitkan pengalaman tertentu dalam diri pembacaatau pendengarnya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penggunaan diksi danfungsinya pada dalam puisi cara lain membaca sajak cinta karya M. Aan Mansyur, (2)mendeskripsikan penggunaan majas dan fungsi nya pada puiswi cara lain membaca sajak cintakarya M. Aan Mansyur.
RETORIKA PEMBERITAAN DEKRIT POLITIK GUS DUR DALAM BINGKAI ANALISIS WACANA KRITIS TEUN A. VAN DJIK Ferry Sandriya
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 2 (2021): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis Wacana Kritis model Teun A. van Djik dalam dekrit kenegaraan yang disampaikan oleh Gus Dur yang berisi tiga aspek penting diantaranya stuktur makro, mikro dan kognisi sosial. Gus Dur sebagai politikus Indonesia dan memiliki posisi yang strategis sebagai ketua PBNU. Pada waktu itu Gus Dur sebagai ketua PBNU yang mana belum ada orang yang berani mengkritik kebijkan pemerintah yang memiliki kinerja lemah. Penelitian ini memilih dekrit presiden yang dikaji melalui studi analisis wacana kritis. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa dekret yang dikeluarkan oleh presiden keempat RI yang rilis pada tanggal 28 Mei 2001 dan 23 Juli 2001 adalah bentuk retorika Gus Dur untuk menyelamtkan Indonesia.Kritik dan pembelaan yang disampaikan Gus Dur pada dekretnya mengharapkan kesinergian antara elemen pemerintah dan masyarakat. Presiden ke 4 Republik Indonesia (Gus Dur) dikenal lebih mementingkan kebutuhan Rakyat, indikasi ini tertera pada isi pidatonya yang dominan merujuk pada kemajuan bangsa dan Negara.
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM PUISI PADA SUATU HARI NANTI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO (TINJAUAN STILISTIKA) Laily Eka Mazida; Linatul Laili Izzah; Ema Bina Lestari; Rizkia Yuliana
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 2 (2021): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tulisan ini membahas analisis gaya bahasa dalam puisi "Pada Suatu Hari Nanti" karya Sapardi Damono berdasarkan tinjauan stilistika. Stilistika adalah cabang ilmu dari linguistik yang fokus terhadap kajian tentang analisis gaya bahasa. Dalam penelitian ini, penulis mengharapkan agar pembaca mengetahui gaya bahasa apa saja yang digunakan dalam puisi "Pada Suatu Hari Nanti". Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yang mana metode yang digunakan adalah untuk membuat sesuatu yang sistematis, faktual, dan akurat sesuai dengan sumber data. Sedangkan, teknik analisis data menggunakan teori stilistika, khususnya dalam unsur gaya bahasa pada sajak puisi Sapardi Damono. Berdasarkan hasil dari analisisnya terdapat beberapa gaya bahasa yang digunakan dalam puisi "Pada Suatu Hari Nanti" seperti pemilihan diksi, citraan, dan majas. Oleh karena itu, penelitian ini penting terhadap tinjauan stilitika dalam menganalisis serta mendeskripsikan bentuk-bentuk gaya bahasa. Selain itu, penelitian ini juga menitikberatkan terhadap penelitian gaya bahasa karena kualitas dari suatu karya sastra di tentukan dari gaya bahasa yang digunakan oleh pengarang.
NEGOSIASI UNSUR BUDAYA DALAM WISATA VIRTUAL KARYA MAHASISWA PRODI SASTRA INGGRIS Suroto; Anit Pranita Devi
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 2 (2021): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada analisis appraisal terhadap sikap pemandu wisata ketika menegosiasikan berbagai unsur budaya dalam kegiatan wisata virtual. Data penelitian meliputi delapan narasi wisata virtual. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi partisipan, perekaman dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur budaya yang dinegosiasikan pemandu wisata meliputi lima unsur budaya yaitu peralatan dan perlengkapan hidup, sistem sosial, sistem ekonomi, seni dan pengetahuan. Unsur budaya berupa pengetahuan merupakan elemen budaya yang paling banyak dinegosiasikan oleh pemandu wisata. Berbagai unsur budaya tersebut dinegosiasikan oleh pemandu wisata dengan menggunakan sikap positif dan negatif. Berdasarkan polaritasnya, sikap pemandu wisata didominasi oleh sikap positif sebanyak 91% dan sikap negatif sebanyak 9%. Dua subtipe sikap yang ditunjukkan pemandu wisata virtual meliputi (1) ekspresi perasaan (affect) sebanyak 20% dan (2) ekspresi apresiasi (apprecitation) sebanyak 80%.
DEKONSTRUKSI TERHADAP KUASA PATRIAKI ATAS ALAM, LINGKUNGAN, DAN PEREMPUAN DALAM NOVEL DWILOGI BEKISAR MERAH KARYA AHMAD TOHARI Venus Khasanah
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 2 (2021): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengangkat dekonstruksi terhadap kuasa patriaki atas alam, lingkungan, dan perempuan dalam novel dwilogi Bekisar Merah karya Ahmad Tohari. Hasil penelitian memiliki sumbangan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan yang bersifat interdisipliner. Dari perspektif ilmu sastra, hasil penelitian membuka wawasan baru dalam mengkaji karya sastra dengan menggunakan perspektif ekofeminisme. Para tokoh yang digambarkan dalam karya sastra/novel dapat dipahami dalam hubungannya dengan aspek gendernya, lingkungan alam dan budaya tempatnya menjalani kehidupannya yang tidak terlepas dari aspek ideologi yang hidup dalam masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar (mendekonstruksi) adanya kuasa patriarki atas alam, lingkungan hidup, dan perempuan dalam novel dwilogi Bekisar Merah karya Ahmad Tohari. Hal ini sesuai dengan design penelitian yang dikemukakan oleh Denzin & Lincoln (1994:2) bahwa penelitian deskriptif kualitatif interpretif mempelajari benda-benda di dalam konteks alamiahnya dan berupaya untuk memahaminya ataumenafsirkan maknanya yang dilekatkan pada manusia (peneliti) kepadanya.

Page 11 of 14 | Total Record : 140