cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
literasi.almaata@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Literasi : Jurnal Ilmu Pendidikan
ISSN : 25024116     EISSN : 25031864     DOI : 10.21927/literasi
Core Subject : Education,
Focus and scope; Educational curriculum studies Subject matter studies Instructional media and educational aid Instructional methods and strategies Techer competence Psyco-socioanthropology studies Educational system managemant Educational character, gender and evalution
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2018)" : 7 Documents clear
Relasi Sosial Madrasah Terhadap Perubahan Nilai Masyarakat Perbukitan Ahmad Salim; Maragustam .; Radjasa .
LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan) Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.565 KB) | DOI: 10.21927/literasi.2018.9(2).113-123

Abstract

The change of value is a reality that is has been occurred in society. Changes in one aspect of values will have implications for other aspects including activities that exist in madrasa, because madrasa is part of the sub-system of the community. Changes of respect value also occurs in the community around MI Maarif Kokap was located, precisely in the Menoreh hills of Yogyakarta, whereas this value is an important value that will affect the existence of the community itself.This article discusses the internalization of respect in MI Maarif Kokap Kulon Progo DIY. The results of the study show that respect internalization is carried out through classroom learning and activities that are routine and informal outside the classroom. These activities can effectively safeguard respect towards students, so students have a habit of implementing them. The success of respect internalization in MI Maarif can increase public trust in the existence of the madrasah.Keyword; internalization, change, value
Implementasi Pembelajaran Tematik Berdasarkan Standar Proses Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah (Studi Kasus di MIN 1 Bantul) Laelatul Badriah
LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan) Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.984 KB) | DOI: 10.21927/literasi.2018.9(2).77-89

Abstract

Education is an important pillar in creating a dignified nation's successor. Education in Indonesia has set a national education standard (SNP) that has long been applied in the education bureaucracy in Indonesia. MIN 1 Bantul is one of the Madarsah who has applied thematic learning based on the implementation of the 2013 Curriculum both in planning, implementation and evaluation. In addition, MIN 1 Bantul also includes madrasas that have implemented management in accordance with national education standards. Some important things in this study are the madrasa which tends to be the number two education, the implementation of educational standards that have not been maximized, and the fulfillment of process standards in the learning process at madrasah educational institutions.Keywords: thematic learning, madrasah management, process standards
Peran Guru PAI dalam Pengembangan Toleransi Peserta Didik Melalui Budaya Sekolah di SMA N 8 Yogyakarta falasipatul asifa
LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan) Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.623 KB) | DOI: 10.21927/literasi.2018.9(2).148-155

Abstract

In fact that the rapid development of science and technology has eroded the values of tolerance on the students shown by no mutual respect and respect for differences. The role of Islamic Religion Education (PAI) teachers as the heir of moral values and religious teaching of Islam were also supported by school culture into away and expected to be able to develop student tolerance. This research was a qualitative research, with the background SMA N 8 Yogyakarta. Data collection was conducted by observation, interview, and documentation. The result shows that: First, the role of PAI teacher for development tolerance through religious culture in SMA N 8 Yogyakarta was a designer, a movers, an evaluator, and a motivator. Second,  the supported factors were adequate facilities and infrastructure such as places of worship and library. Good relationship between principals, teachers and employees, parents and students, and a supportive order. As for the inhibiting factor was the negative impact of science and technology.Keywords: PAI teacher, tolerance, school culture
Implementasi Pembentukan Karakter Siswa Melalui Program Penerapan 5 S ( Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun) di SD Muhammadiyah Ambarbinangun Bantul Khanif Maksum
LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan) Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.941 KB) | DOI: 10.21927/literasi.2018.9(2).90-97

Abstract

This study aims at determining the implementation of 5S programs at Muhammadiyah Elementary School Ambarbinangun Tirtonirmolo Bantul which include: General character education in general, teacher's understanding toward character education through 5S and principals and teachers efforts in building students character through 5S.               This research is a case study qualitative research. Data collection techniques used in this research were interviews and documentation. Data analysis techniques using data reduction, data presentation and conclusion. Data validity techniques used in this research was source and data triangulations.               The results of this study indicate that Muhammadiyah Elementary School, Ambarbinangun has carried out the formation of student character through habituation of the implementation of the 5S as follows: (1) the teacher has understood the nature of character education well, (2) the implementation of the 5S is based on self-development which includes routine school activities, spontaneous activities, exemplary and conditioning. 5S is also implemented in the learning activities through; school’s curriculum, scoring and subjects. The school principal’s roles are coordinating, mobilizing, and harmonizing the implementation of teaching and learning processes at the school. Meanwhile, teachers give the students motivation to have better characters. It can be seen from the students’ routine activities to stay in lines in front of the class before entering each room then shaking hands with the teacher.Keywords: Character building, application of 5 S (senyum, sapa, salam , sopan santun)
Dampak Rintisan Internasionalisasi Pendidikan Tinggi di UIN Walisongo Semarang Asiqin Zuhdi
LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan) Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.796 KB) | DOI: 10.21927/literasi.2018.9(2).124-147

Abstract

Institusi Perguruan Tinggi di seluruh dunia, termasuk Indonesia, semakin menyadari bahwa mereka sedang menghadapi tekanan besar internasionalisasi pendidikan tinggi. Perubahan sistem pendidikan secara besar-besaran juga telah dilakukan oleh sejumlah negara untuk  mendorong setiap institusi perguruan tinggi di negara mereka untuk “memasukkan”  sebuah “agenda Internasionalisasi” ke dalam kebijakan  institusi mereka. Para pemangku kebijakan di UIN Walisongo sudah meletakan landasan bagi pengembangan riset yang berorientasi pada pencapaian internasional hal tersebut tercermin dari milestone pengembangan institusi yang digambarkan dalam tahapan (fase) realisasi visi dan misi institusi menuju universitas riset yang memiliki reputasi internasional (world class research university) di tahun 2033-2038. Dampak rintisan kebijakan internasionalisasi pendidikan tinggi di UIN Walisongo, penyelenggaraan rintisan kebijakan internasionalisasi  pendidikan tinggi di UIN Walisongo memberikan dampak yang cukup signifikan bagi, 1) perbaikan kualitas budaya akademik: pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat; 2) peningkatan daya saing dan keterserapan lulusan, 3)peningkatan kualitas kerja sama internasional, dan 4)peningkatan reputasi lembaga dari sudut pandang internasional.Kata Kunci: Internasionalisasi, Internasionalisasi Pendidikan Tinggi, Universitas Islam Negeri Walisongo.
Pemetaan Dan Analisis Maharah Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam ( SKI ) Jenjang SMA Dan MA ( Permendikbud No. 24 Tahun 2016 Dan KMA No. 165 Tahun 2014 ) Noorrela Ariyunita
LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan) Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.949 KB) | DOI: 10.21927/literasi.2018.9(2).98-104

Abstract

Sejarah kebudayaan Islam atau SKI adalah mata pelajaran yang membahas, mempelajari dan menceritakan sejarah-sejarah atau kejadian-kejadian pada masa lampau tentang kebudayaan Islam. Penelitian ini dilakukan untuk merumuskan dan menganalisis maharoh/kemahiran pada mata pelajaran SKI, yang dipetakan berdasarkan Permendikbud No. 24 Tahun 2016 dan KMA No. 165 Tahun 2014. penelitian maharoh SKI ini dilakukan pada jenjang sekolah menengah menengah atas (SMA/MA). Analisis maharoh tersebut dipetakan dari KI dan KD yang terdapat dalam permendikbud dan KMA mapel SKI. Tujuan penelitan ini adalah  untuk menemukan maharah pelajaran SK  yang  harus dikuasai peserta didik pada mata pelajaran SKI. Berdasaran analisis terhadap maharah dalam Permendikbud  No.  24 Tahun 2016  dan KMA No. 165 Tahun 2014 dari kelas X, XI dan XII  dapat disimpulkan bahwa dari 11 maharah yang sering muncul yaitu:  meyakini, memahami, mengambil ibrah, mengaitkan, meneladani, mengimplementasikan, menjelaskan, menceritakan kembali, menghayati, menghayati. Dapat disimpulkan maharah yang  menjadi  dasar  kemahiran SKI adalah maharah menghayati untuk ranah sikap spiritual, maharah meneladani untuk ranah sikap sosial, merekonstruksi untuk ranah pengetahuan, dan menceritakan kembali untuk ranah keterampilan. Kata Kunci : Maharoh/kemahiran, SKI, Sekolah, Madrasah.
Perbandingan Prokrastinasi Administrasi Guru dengan Menggunakan Teknik Critical Incident di SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta Mayasari Mayasari
LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan) Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.062 KB) | DOI: 10.21927/literasi.2018.9(2).105-112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengkaji dan menganalisis prokrastinasi administrasi guru di SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, (2) Mengkaji dan menganalisis teknik critical incident yang digunakan di SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, (3) Menjelaskan dan medeskripsikan perbedaan prokrastinasi administrasi guru di SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Muhammadiyah 2 Yogkyakarta dan (4) Menganalisis perbedaan tingkat prokrastinasi administrasi guru dengan menggunakan teknik critical incident di SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Jenis Penelitian yang ada dalam penelitian ini ialah penelitian komparatif dengan pendekatan kuantitatif dengan sampel penelitian berjumlah 50 guru dari SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta menggunakan Simple random sampling. Teknik analisa data yang penulis gunakan adalah analisis diskriptif, Uji T independent sampel dan statistik diskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan  angket, wawancara, angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik guru yang terjadi di SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta ialah terjadi penundaan penyusunan RPP. Teknik critical incident yang digunakan di kedua sekolah tersebut cukup efektif mengurangi prokrastinasi administrasi dengan menggabungkan model esai dan model checklist. Tidak adanya perbedaan prokrastinasi administrasi guru di kedua sekolah dengan signifikansi sebesar 0,248, dan perbandingan tingkat prokrastinasi administrasi guru dengan menggunakan teknik critical incident di SMP Muhammadyah 1 dan SMP Muhammadiyah 2 menghasilkan tingkat prokrastinasi administrasi yang rendah.Keyword: Prokrastinasi Administrasi, Guru, Teknik Critical Incident.

Page 1 of 1 | Total Record : 7