cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2018)" : 7 Documents clear
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Sekolah Dasar dalam Mendukung Kota Surakarta Layak Anak Resty Darma Saputri; Rufia Andisetyana Putri; Erma Fitria Rini
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v13i2.21172

Abstract

Pemenuhan kebutuhan anak akan fasilitas sosial menjadi salah satu urgensi dalam perkembangan kota mengingat penduduk pada usia anak memiliki hak yang sama dengan penduduk berusia dewasa. Tidak seperti penduduk berusia dewasa, pergerakan anak dapat dikatakan masih terbatas. Anak belum mampu untuk menjangkau kebutuhan mereka akan fasilitas sosial dengan menggunakan kendaraan. Oleh karena itu, idealnya pemenuhan kebutuhan akan fasilitas sosial anak harus dimulai dari unit lingkungan terkecil atau dapat disebut Neighbourhood Unit (NU). Prinsip-prinsip Neighbourhood Unit yang ideal disampaikan oleh Clarence Perry (1929). Salah satunya ialah pentingnya ketersediaan fasilitas sosial SD pada suatu Neighbourhood Unit. Rini et al. (2017) menyatakan bahwa 37,67% atau lebih dari sepertiga penduduk anak usia SD di Kota Surakarta cenderung memilih sekolah yang berada di luar Neighbourhood Unit tempat tinggal mereka sendiri. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan Sekolah Dasar dalam mendukung Kota Surakarta layak anak. Berdasarkan analisis faktor yang telah dilakukan dengan menggunakan software SPSS, terbentuklah 3 kelompok faktor yang berisi beberapa sub-faktor. Kelompok faktor pertama yang merupakan faktor dominan merepresentasikan terpenuhinya indikator terkait sekolah ramah anak. Kelompok faktor kedua merepresentasikan lokasi dan jam belajar sekolah, sedangkan Kelompok faktor ketiga merepresentasikan fasilitas tambahan yang tidak disediakan oleh semua sekolah.Kata Kunci: Faktor Pemilihan Sekolah Dasar, Kota Layak Anak, Neighbourhood Unit
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau pada Setiap Dominasi Penggunaan Lahan (Studi Kasus: Kota Surakarta) Prabowoningsih, Nida Hayu; Putri, Rufia Andisetyana; Rini, Erma Fitria
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v13i2.21158

Abstract

AbstrakPemerintah Kota Surakarta berupaya meminimalisir emisi dengan penyediaan ruang terbuka hijau. Kondisi eksisting RTH publik sebesar 12.74% dari luas Kota Surakarta, angka tersebut menggambarkan bahwa ruang terbuka hijau eksisting di Kota Surakarta belum dapat memenuhi standar RTH publik 20%. Selain itu, menurut Permen PU No 5 Tahun 2008 menjelaskan bahwa RTH pada karakteristik guna lahan yang berbeda, maka arahan RTH juga berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi ketersediaan ruang terbuka hijau pada setiap dominasi penggunaan lahan di kota surakarta. Faktor- faktor yang mempengaruhi ketersediaan ruang terbuka hijau pada setiap dominasi penggunaan lahan di Kota Surakarta, yaitu ketersediaan anggaran, alokasi ruang terbuka hijau dalam perencanaan tata ruang, implementasi rencana kerja terkait RTH, penghargaan dalam program penghijauan, pelaksana program, partisipasi masyarakat, pengaruh tokoh masyarakat, keberadaan komunitas hijau, daya serap pohon terhadap CO2, ketersediaan lahan, nilai lahan, dan pengawasan pengendalian tata guna lahan. Analisis AHP digunakan untuk mengetahui tingkatan faktor yang mempengaruhi ketersediaan ruang terbuka hijau. Hasil penelitian menunjukkan setiap dominasi penggunaan lahan industri, perumahan, perdagangan jasa, perlindungan setempat, dan ruang terbuka memiliki faktor prioritas yang berbeda- beda. Faktor utama yang paling berpengaruh di zona industri adalah pengawasan pengendalian tata guna lahan, zona perumahan dan perdagangan jasa adalah alokasi ruang terbuka hijau dalam perencanaan tata ruang, zona perlindungan setempat adalah ketersediaan anggaran, sedangkan zona ruang terbuka adalah daya serap pohon terhadap CO2. Kata Kunci: ketersediaan, faktor, penggunaan lahan, ruang terbuka hijau
Persepsi Pelaku Industri terhadap Program Pengembangan Sentra Industri Jamu di Desa Nguter Kabupaten Sukoharjo Bagus Adhi Wicaksono; Paramita Rahayu; Hakimatul Mukaromah
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v13i2.21314

Abstract

Desa Nguter telah ditetapkan sebagai sentra industri jamu sekaligus kampung jamu di Kabupaten Sukoharjo. Sentra industri jamu Nguter mulai terlihat geliat ekonomi yang meningkat pasca ditetapkan menjadi kampung jamu oleh pemerintah pusat di tahun 2012 dan dibarengi dengan program turunan yang diberikan oleh berbagai pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, perguruan tinggi dan swasta. Dengan program tersebut aktivitas industri jamu menjadi meningkat baik dari segi volume penjualan, penyerapan tenaga kerja, pemasaran, produksi, modal, dan unit usaha. Pembahasan pada penelitian ini tentang pengaruh program pengembangan sentra industri terhadap peningkatan aktivitas industri dan perkembangan sentra industri di wilayah penelitian. Di dalamnya terdapat komponen meliputi perkembangan aktivitas dan karakteristik keruangan sentra industri, program-program pengembangan sentra industri berdasarkan persepsi masyarakat. Penelitian ini menggunakan data primer berupa observasi lapangan dan kuesioner; serta data sekunder. metode analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif, studi kasus, dan skoring.Perkembangan sentra industri yang ditinjau dari aktivitas industri yang ada didalamnya di wilayah penelitian mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, sementara itu wilayah penelitian mendapatkan bantuan program terkait pengembangan sentra industri baik dari pemerintah dan pihak lain secara berkesinambungan dan rutin pada setiap tahunnya. Lebih lanjut, menurut persepsi masyarakat mendapatkan hasil yakni rata-rata secara umum masyarakat/pelaku usaha jamu mendapatkan manfaat dari setiap program yang ada. Berdasarkan perihal tersebut, maka program-program pengembangan sentra industri jamu di Desa Nguter memiliki pengaruh positif terhadap aktivitas industri jamu. Kata Kunci: Pengaruh; Perkembangan Sentra Industri; Aktivitas Industri; Program Persepsi Masyarakat.
Dampak Perkembangan Aglomerasi Industri Gondangrejo, Karanganyar terhadap Perubahan Spasial Darul Amal Sholihah; Soedwiwahjono Soedwiwahjono; Kusumastuti Kusumastuti
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v13i2.20960

Abstract

Industri merupakan suatu aktivitas ekonomi yang mampu memicu konsentrasi spasial. Terkonsentrasinya industri pada suatu kawasan tidak terlepas dari pemilihan lokasi yang didasarkan pada faktor kebijakan, sarana prasarana, pasar, serta dampak yang ditimbulkan. Salah satu dampak yang menjadi pertimbangan dari terpusatnya aktivitas industri adalah peristiwa aglomerasi. Berdasarkan observasi lapangan tahun 2018, aglomerasi industri Gondangrejo berada di sepanjang jaringan Jl. Solo Purwodadi guna mendapatkan kemudahan aksesibilitas. Konsentrasi industri Gondangrejo semakin berkembang dengan adanya dukungan peruntukan ruang di dalam RTRW Kabupaten Karanganyar tahun 2013-2032. Penelitian ini membahas dampak perkembangan aglomerasi industri Gondangrejo, Karanganyar terhadap perubahan spasial. Penelitian ini menggunakan data primer berupa observasi lapangan dan wawancara serta data sekunder. Teknik analisis yang digunakan adalah metode analisis skoring, overlay, korelasi, dan deskriptif. Perkembangan aglomerasi industri Gondangrejo dapat diidentifikasi melalui perkembangan jumlah industri, kedekatan lokasi industri yang mengelompok, dan peningkatan jumlah tenaga kerja industri. Hal ini berdampak terhadap perubahan spasial yang dapat diidentifikasi melalui perkembangan sarana prasarana seperti penambahan jaringan jalan, penurunan tingkat pelayanan jalan, perubahan sarana transportasi umum, perubahan guna lahan, peningkatan sarana permukiman, dan peningkatan bangunan permukiman. Perkembangan aglomerasi industri Gondangrejo berdampak bagi perubahan spasial yaitu memunculkan pusat-pusat pertumbuhan baru di sekitar kawasan industri, sehingga terdapat perbedaan yang jelas antara zona kawasan pertumbuhan dengan zona kawasan permukiman pedesaan.Kata Kunci: Aglomerasi; Dampak; Industri; Konsentrasi; Spasial;
Manajemen Risiko Produksi Tembakau Menghadapi Perubahan Iklim (Climate Change) di Kabupaten Temanggung Fitri Susilowati; Suryanto Suryanto
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v13i2.16282

Abstract

AbstrakPerubahan iklim telah menjadi isu yang nyata dalam pertanian. Dampak negatif terhadap sektor pertanian tidak hanya melibatkan panen, tetapi juga sektor sekunder yang terkait dengan pertanian. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan manajemen risiko dalam menghadapi risiko perubahan iklim oleh petani tembakau di Kabupaten Temanggung; (2) determinan variabel yang mempengaruhi keputusan petani dalam manajemen risiko, seperti pendapatan, pendidikan, usia petani, persepsi risiko, dan luas lahan dengan menggunakan Willingness to Pay (WTP). Perubahan iklim adalah fenomena alam yang tidak bisa dihindari. Gejala fenomena alam ini adalah bencana curah hujan, kelembaban, radiasi dan suhu banjir, kekeringan atau pergeseran musiman. Pertanian tembakau memiliki kerentanan terhadap perubahan iklim. Para petani memiliki potensi untuk mengalami kerugian dan produksi tembaku di Temanggung sebagai ujubg tombak penurunan perekonomian Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis variabel yang diduga mempengaruhi keputusan petani untuk mengurangi risikonya. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, observasi, dan studi pustaka. CVM adalah pendekatan kuantitatif yang digunakan untuk mendapatkan keputusan atau keinginan petani untuk mengurangi risiko dalam menghadapi perubahan iklim. Berdasarkan survei dan wawancara tentang strategi adaptasi untuk petani tembakau di Kecamatan Parakan adalah dengan mulsa, mundurnya musim tanam, pendagiran dan konservasi lahan. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani tentang manajemen risiko dengan Willingness To Pay (WTP) adalah tingkat pendidikan dan persepsi risiko. Kata kunci: Iklim, Manajemen resiko
Kesiapan Atraksi dalam Pengembangan Pariwisata Budaya di Koridor Slamet Riyadi, Kota Surakarta Septyara Nirma Saputri; Kusumastuti Kusumastuti; Soedwiwahjono Soedwiwahjono
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v13i2.21546

Abstract

Menurut Kementerian Pariwisata (2017) pengembangan pariwisata di Indonesia bertumpu pada potensi budaya dengan porsi 60%. Hal ini direspon oleh Kota Surakarta dengan adanya RPJMD Kota Surakarta tahun 2016 – 2021 yang memiliki visi menjadikan Surakarta sebagai kota budaya. Pengembangan pariwisata budaya memiliki komponen yaitu atraksi dan fasilitas pariwisata budaya, kelembagaan dan masyarakat dengan memperhatikan ketuntasan rencana pengembangan, ketersediaan dan kecukupan. Penelitian ini memfokuskan terhadap komponen atraksi pariwisata budaya karena sangat berpengaruh dalam menarik wisatawan. Koridor Slamet Riyadi, Kota Surakarta merupakan salah satu pusat kebudayaan jawa sehingga memiliki atraksi yang berbentuk bangunan sejarah dan seni budaya. Studi yang dilakukan mengenai kesiapan atraksi dalam pengembangan pariwisata budaya dengan menggunakan data primer berupa penyebaran kuesioner untuk dapat mengetahui persepsi atau kepuasan wisatawan dan observasi lapangan di Koridor Slamet Riyadi. Penelitian ini juga menggunakan data sekunder dengan melakukan studi dokumen terkait rencana pengembangan. Teknik analisis yang digunakan adalah skoring dengan pendekatan skala likert yang memiliki tiga kategori yaitu siap, agak siap dan belum siap. Berdasarkan analisis skoring dapat disimpulkan kesiapan atraksi dalam pengembangan pariwisata budaya di Koridor Slamet Riyadi, Kota Surakarta masuk ke dalam kategori siap. Hasil menunjukkan sudah terdapat rencana pengembangan atraksi, tersedia atraksi pariwisata budaya sehingga mampu dikunjungi dan dinikmati wisatawan. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu masih terdapat rencana yang belum terealisasi dan beragam jenis pilihan kesenian daerah dirasa masih kurang memenuhi kebutuhan wisatawan.  Kata Kunci: Kesiapan; atraksi; Komponen Pengembangan; Pariwisata Budaya
Kemampuan Tutupan Vegetasi RTH dalam Menyerap Emisi CO2 Sektor Transportasi di Kota Surakarta Dara Sinta Nugraheni; Rufia Andisetyana Putri; Erma Fitria Rini
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v13i2.21156

Abstract

Gas CO2 merupakan salah satu gas yang dapat menyumbang emisi terutama gas CO2 dari sektor transportasi. Ruang terbuka hijau khususnya tutupan vegetasi merupakan salah satu cara menangani emisi gas rumah kaca. Surakarta merupakan kota padat terdiri dari penduduk yang terus bertambah hal ini pun berbanding lurus dengan pergerakan atau kegiatan transportasi yang terus bertambah. Namun faktanya ketersediaan ruang terbuka hijau yang ada di Kota Surakarta baru mencapai 12,74% pada tahun 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data sekunder berupa penggunaan bahan bakar minyak di Surakarta yang kemudian dihitung emisinya menggunakan rumus dari IPCC. Serta digitasi citra satelit luas tutupan vegetasi menggunakan ArcGIS dan observasi lapangan. Emisi CO2 sektor transportasi di Surakarta tahun 2017 sebesar 343.195,63 ton/tahun sedangkan untuk emisi CO2 seluruh sektor kegiatan di Surakarta tahun 2017 1.309.906,98 ton/tahun. Daya serap tutupan vegetasi tahun 2017 di Surakarta adalah 416.193,63 ton/tahun. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa daya serap tutupan vegetasi untuk menyerap emisi CO2 sektor transportasi sudah mampu, namun untuk menyerap emisi CO2 seluruh sektor kegiatan di Surakarta belum mampu. Sisa emisi yang belum mampu diserap kemudian diarahkan penambahan luasan tutupan vegetasi dalam bentuk pohon berdasarkan skala prioritas di tiap dominasi guna lahan.Kata Kunci: Emisi CO2, Transportasi, Tutupan Vegetasi

Page 1 of 1 | Total Record : 7