cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 2 (2024)" : 20 Documents clear
Analisis tingkat walkability index jalur pedestrian di kawasan Pasar Sungai Durian, Kecamatan Sintang Nur Alamil Islami; Agustiah Wulandari; Nana Novita Pratiwi
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.76867

Abstract

Kawasan Pasar Sungai Durian merupakan pusat perdagangan dan jasa di Kabupaten Sintang. Seiring dengan perkembangan zaman dan bertambahnya penduduk, kawasan ini menjadi salah satu kawasan kumuh di Kecamatan Sintang. Kekumuhan ini disebabkan karena peningkatan penduduk yang tidak diimbangi dengan peningkatan pelayanan kawasan. Oleh karena itu, dibangunlah jalur pedestrian di Kawasan Pasar dengan tujuan untuk mengatasi kondisi kekumuhan. Namun dalam penggunaannya terdapat ketidaksesuaian penggunaan jalur pedestrian oleh pengguna. Motor serta barang dagangan yang diletakkan di atas jalur merupakan pemandangan yang akan terlihat jika berkunjung ke kawasan tersebut. Ketidaksesuaian penggunaan jalur pedestrian yang dapat mengganggu pejalan kaki dalam menggunakan jalur menimbulkan pertanyaan, seberapa ramah jalur pedestrian ini dapat dilalui oleh pejalan kaki dengan berjalan kaki. Penelitian ini menggunakan analisis walkability index yang bertujuan untuk mengetahui seberapa ramah jalur pedestrian dapat dilalui dengan berjalan kaki. Hasil dari penelitian ini yaitu didapatkan skor sebesar 74,8 yang berarti bahwa pada jalur pedestrian ini sebagian besar kegiatan dapat dilakukan dengan berjalan kaki. Skor tersebut ditunjang dengan fakta di lapangan berupa telah tersedianya jalur pejalan kaki yang sudah terintegrasi dengan jalur pemandu bagi kelompok penyandang cacat. Selain itu, jalur pedestrian juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung serta kantong parkir, tempat duduk, tempat sampah, food stall hingga lampu penerangan. Meskipun masih terdapat konflik serta kendala di jalur pedestrian yang sebagian besar disebabkan oleh pengguna, namun hal tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan jalur pedestrian.
Strategi inovasi smart city Ibu Kota Negara yang berkelanjutan (Studi kasus di lima kota dunia) Raden Roro Intan Dwi Nuraini
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.85258

Abstract

Kota dan teknologi tumbuh bersama seiring waktu. Seiring dengan pertumbuhan tersebut, kota menghadapi tantangan seperti penurunan kualitas lingkungan, dinamika sosial, serta ketimpangan ekonomi. Konsep inovasi smart city dinilai potensial untuk diterapkan sebagai wujud pemberdayaan Ibu Kota Negara (IKN) yang berkelanjutan. International Institute for Management Development tahun 2023 menyatakan bahwa Singapura, Canberra, Copenhagen, Helsinki, dan Oslo memiliki peringkat dan strategi inovasi smart city terbaik yang dapat dijadikan sebagai best practice untuk pembangunan IKN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis isi dengan metode eksploratif untuk memahami secara mendalam dan mendeskripsikan hubungan dan strategi inovasi smart city untuk IKN yang berkelanjutan dengan best practice dari lima kota dunia. Dalam hasil penelitian ini, strategi inovasi smart city dibagi menjadi tiga pilar, meliputi smart environment, smart community, serta smart economy. Pembagian pilar ini berlandaskan kepada kebutuhan dasar dalam pembangunan ibu kota yang holistik dan berkelanjutan serta Rencana Induk Ibu Kota Negara.
Analisis tingkat partisipasi anak untuk pembangunan kota berkelanjutan di Kampung Pelangi Dhiyan Krishna Wardhani; Alfons Christian Hardjana; Augustina Sulastri; Sri Sumjati
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.81156

Abstract

Semarang sebagai kota dengan ritme pembangunan yang cepat dan masif dalam beberapa tahun terakhir berpotensi menjadi kota yang berkelanjutan dengan prioritas pembangunan infrastruktur publik dalam rangka meningkatkan kualitas kota. Tak terkecuali kawasan kampung Pelangi yang lebih dikenal sebagai kawasan Gunung Brintik pada komunitas lokal. Sebagai kawasan kumuh vertikal di tengah kota Semarang, Kampung Pelangi telah mengalami revitalisasi untuk peningkatan kualitas kawasan dengan partisipasi masyarakat menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Semarang. Anak-anak adalah bagian dari masyarakat kota sebagai agen perubahan dan generasi penerus. Mereka perlu terlibat dalam segala proses dan memiliki pengetahuan penuh mengenai tujuan dari pembangunan kota untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Riset ini bertujuan untuk mengukur tingkat partisipasi anak-anak di kawasan Kampung Pelangi dalam proses pembangunan dan perencanaan kota berbasis partisipasi masyarakat, dengan analisis didasarkan pada tangga partisipasi Roger Hart. Dari studi yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa Kampung Pelangi perlu menaikkan tingkat partisipasi anak dalam pembangunan kota dan pelestarian lingkungan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Kajian tingkat efektivitas pemanfaatan ruang terbuka publik di Kota Jambi Ahmad Dhoifullah; Tri Mulyani Sunarharum
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.78661

Abstract

Ruang publik menjadi salah satu kebutuhan masyarakat perkotaan yang menjadi sarana penunjang dalam melakukan kegiatan. Saat ini belum ada informasi terukur yang menilai keefektifan ruang publik di Kota Jambi dalam mewadahi terjadinya interaksi sosial bagi masyarakat. Dari fenomena tersebut, perlu kajian mengenai efektivitas pemanfaatan ruang publik oleh masyarakat Kota Jambi pada empat taman aktif yang ada di Kota Jambi. Untuk mengkaji tingkat efektivitas ruang publik, penelitian ini menggunakan metode Good Public Space Index menggunakan nilai indeks dari 0 hingga 1. Ruang publik dengan tingkat efektivitas tertinggi yaitu Taman Jomblo yang memiliki indeks sebesar 0,67, sedangkan efektivitas terendah dimiliki oleh Taman Arena Remaja dan Taman PKK The Hok dengan indeks 0,61. Walaupun demikian, keseluruhan taman pada penelitian ini memiliki interpretasi indeks berupa tingkat efektivitas yang tinggi.
Evaluasi objek wisata berdasarkan preferensi estetika Scenic Beauty Estimation di Pantai Pasir Putih, Lampung Rizka Nabilah; Rahmah Sari
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.84594

Abstract

Pantai Pasir Putih di Lampung membutuhkan evaluasi terhadap nilai keindahan lanskap untuk melihat preferensi pengunjung wisata. Hal ini dapat menjadi masukan penting dalam pengelolaan dan pengembangan lanskap objek wisata. Dalam suatu perjalanan ke objek wisata, pengunjung memerlukan kepuasan secara psikologis terhadap lanskap pesisir yang dijadikan objek wisata. Preferensi masyarakat terhadap wisata pantai pesisir dapat bervariasi berdasarkan faktor-faktor yang melibatkan kebutuhan dan minat pengunjung, salah satunya adalah karakter visual lanskap. Metode Scenic Beauty Estimation (SBE) dapat digunakan untuk menilai secara kuantitatif preferensi masyarakat terhadap suatu lanskap. Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap hasil kuesioner tentang lima foto lanskap, SBE menunjukkan bahwa foto lanskap gerbang masuk memiliki nilai tertinggi (24,08; Tinggi). Sementara empat lanskap lain memiliki nilai sedang dan rendah. Lanskap dengan nilai rendah dapat dijadikan prioritas rekomendasi desain melalui preseden yang dipilih agar nilai estetika dapat meningkat. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan dampak peningkatan ketertarikan pengunjung untuk melakukan perjalanan wisata ke Pasir Putih.
Pemetaan daerah rawan banjir berbasis SIG dan AHP di Perkotaan Singaraja, Bali Putu Edi Yastika; I GD Yudha Partama; Komang Agus Aprianto; Anak Agung Mas Untari
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.85325

Abstract

Singaraja, ibukota Kabupaten Buleleng, Bali, memiliki kondisi geografis dataran rendah sempit dan berbukit yang berpotensi mengakibatkan bencana seperti banjir/banjir bandang dan tanah longsor. Sebagai upaya mitigasi dan pengendalian banjir diperlukan pemetaan potensi rawan bencana untuk menjadi dasar penentuan arah kebijakan dalam pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah rawan dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan tiga pembeda yaitu (1) penggunaan lahan, (2) kelerengan, dan (3) curah hujan. Data curah hujan dari periode 2018-2022 dikumpulkan dari 5 stasiun/pos pantau milik BMKG. Dari Analytic Hierarchy Process (AHP) diperoleh bobot untuk penggunaan lahan adalah  0,2358, bobot kelerangan sebesar 0,4928, dan bobot pada curah hujan 0,2713. Analisis dengan metode Overlay Intersection pada ArcGIS 10.8 menunjukkan 5,3 km2 (11,9 % wilayah) merupakan area paling rawan banjir, sementara area paling aman seluas 4,06 km2. Hasil pemetaan ini sesuai dengan laporan kejadian banjir ekstrem yang pernah terjadi pada tahun 2018 dan 2021 di daerah-daerah tersebut.
Praktik baik penanganan permukiman kumuh: Partisipasi masyarakat pada program KOTAKU di Kelurahan Tamansari, Bandung Sonia Dwi Katresna; Nabilla Dina Adharina
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.76717

Abstract

Perkembangan Kota Bandung tidak luput dari permukiman kumuh sebagai dampak negatif urbanisasi yang terjadi. Kelurahan Tamansari merupakan salah satu kelurahan dengan kawasan kumuh yang mampu mewujudkan praktik baik dalam implementasi program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat partisipasi masyarakat dalam mewujudkan praktik baik pada Program KOTAKU di Kelurahan Tamansari. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran dengan memakai desain penelitian exploratory sequential yang diawali dengan analisis kualitatif dengan coding dan dilanjutkan dengan analisis kuantitatif dengan skoring. Analisis terhadap data yang diambil dengan wawancara dan kuesioner menunjukkan  bahwa praktik baik Program Kotaku di Kelurahan Tamansari dapat terwujud akibat partisipasi masyarakat yang tinggi terutama pada tahap pemeliharaan. Meskipun begitu, dominasi peran pemerintah masih terlihat pada tahap perencanaan terutama yang berkaitan dengan inovasi atau terobosan.
Identifikasi keberjalanan Bank Sampah Induk Kota Cimahi (Samici) berdasarkan faktor-faktor keberlanjutan bank sampah induk Andhika Dwipayana; Teti Armiati Argo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.79501

Abstract

Bank Sampah Induk Kota Cimahi (Samici) seharusnya menjadi pilar dalam pengelolaan sampah anorganik di Kota Cimahi. Namun, timbulan sampah plastik di Kota Cimahi masih menjadi salah satu kontributor tumpukan sampah di TPA Sarimukti yang sudah kelebihan kapasitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberjalanan Bank Sampah Induk Samici berdasarkan faktor-faktor keberlanjutan tambank sampah induk dengan sasaran mengidentifikasi kondisi dan/atau keberjalanan Bank Sampah Induk Samici dan mengidentifikasi ketercapaian faktor-faktor keberlanjutan bank sampah induk pada kondisi dan/atau keberjalanan Bank Sampah Induk Samici. Penelitian ini menggunakan data yang dikumpulkan dari data sekunder dan data primer melalui wawancara dan observasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif untuk menjelaskan ketercapaian faktor-faktor keberlanjutan bank sampah induk pada kondisi/keberjalanan Bank Sampah Induk Samici. Keberjalanan Bank Sampah Induk Samici masih belum sepenuhnya baik dalam beberapa hal. Kegiatan pengelolaan sampah yang belum efektif dan gap yang cukup besar di dalam kondisi finansial menjadi masalah yang cukup krusial yang harus ditinjau kembali agar Bank Sampah Induk Samici dapat menunjang pengelolaan sampah anorganik di Kota Cimahi.
Sustainable development of Depok Beach, Yogyakarta: System dynamics approach to waste management and maritime economy enhancement Didi Nuryadin; Jamzani Sodik; Wahyu Dwi Artaningtyas; Indra Wahyu Pratama
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.72068

Abstract

Depok Beach is a tourist destination in Yogyakarta which has experienced significant development as part of the South Coast National Tourism Strategic Area of Yogyakarta. However, waste management is still the main challenge faced. The objectives of this study is to build a sustainable model for Depok Beach, to estimate the behaviour of the management system, and develop a strategy to promote the maritime economy in the. System dynamics was used for modelling the management strategy. Data were collected through observation and in-depth interviews with related stakeholders. The results showed that Depok Beach will continue to attract more tourists until 2030, but a decrease in visitor numbers is expected to occur after that. It is due to a decrease in the attractiveness value of the beach. Meanwhile, a comprehensive and integrated approach of policy implementation scenarios is needed to yield significant results. The development of Depok Beach required a comprehensive, integrated policy approach.
Identifikasi strategi peningkatan kualitas permukiman kumuh berdasarkan indikator pencetusnya (Studi kasus: Desa Sosok, Tayan) Nana Novita Pratiwi; Mira Sophia Lubis; Ely Nurhidayati; Agustiah Wulandari; Vita Elysia
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.77162

Abstract

Desa Sosok memberikan pengaruh kuat dalam pembentukan citra kawasan di Kota Tayan dengan perkembangan yang signifikan dari waktu ke waktu. Namun, keberadaan permukiman kumuh seluas 14,7 ha memerlukan penanganan untuk mencegah perburukkan citra kawasan. Kajian ini bertujuan menghasilkan strategi peningkatan kualitas permukiman di kawasan kumuh Desa Sosok berdasarkan indikator pencetus yang didasarkan pada aspek-aspek kualitas lingkungan permukiman. Analisis skoring digunakan untuk melihat tipologi kekumuhan, dilanjutkan dengan analisis deskriptif kualitatif untuk merumuskan strategi peningkatan kualitas. Temuan menunjukkan tipologi kekumuhan Desa Sosok tergolong ringan dengan status lahan legal dan prioritas tinggi. Dengan demikian, strategi peningkatan kualitas lingkungan kumuh dapat menerapkan konsep pemugaran dengan memprioritaskan indikator yang berpengaruh kuat yang menjadi pemicu. Adapun indikator kekumuhan yang berpengaruh kuat dalam menciptakan kekumuhan Desa Sosok adalah drainase, limbah dan persampahan. Maka, prioritas penanganan kumuh diutamakan untuk mengatasi masalah tersebut, dan disesuaikan dengan permasalahan pada setiap indikator kumuh.

Page 2 of 2 | Total Record : 20