cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
TELKA - Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol
ISSN : 25021982     EISSN : 25409123     DOI : -
Jurnal TELKA merupakan jurnal yang sepenuhnya diperiksa oleh Redaksi Ahli yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Redaksi menerima artikel ilmiah berupa hasil penelitian, gagasan, dan konsepsi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Jurnal ini terbit 2 kali secara online dan cetak (terbatas) dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal meliputi bidang ilmu Teknik Elektro, maupun studi-studi interdisipliner yang terkait. Bidang-bidang tersebut meliputi, antara lain: Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi, Kontrol, dan Sistem Tenaga.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2022): TELKA" : 8 Documents clear
Penerapan Sensor Sidik Jari pada Rancangan Prototipe Smart Home untuk Akses Pencahayaan dan Pintu Reza Diharja; Sargawi Pakpahan; Mardiono Mardiono; Sri Wiji Lestari
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 8, No 1 (2022): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v8n1.82-94

Abstract

Data biometrik berupa sidik jari dapat digunakan untuk tujuan keamanan terlebih bila diaplikasikan di tempat yang memiliki faktor risiko tinggi. Penelitian ini berfokus pada perancangan purwarupa smart home yang dibekali dengan fitur keamanan berupa akses pencahayaan dan pintu. Smart home yang dibuat dikendalikan oleh mikrokontroller NodeMCU sehingga bisa terhubung dengan internet dan menerapkan IoT. Para pengguna smart home harus mendaftarkan ID mereka terlebih dahulu menggunakan jari-jemari dengan pola yang unik. Sidik jari pengguna yang telah dipindai kemudian disimpan di web server dan dapat diakses melalui internet browser. Pengguna memindai jarinya melalui modul sensor sidik jari dan kemudian diproses oleh mikrokontroller. Pemindaian yang berhasil atau tidak, akan tampak notifikasi via layar LCD dan buzzer selain itu, aktivitas tersebut dapat dipantau dan dilakukan via web browser. Pengujian dilakukan terhadap pendaftaran pengguna sebagai pengakses smart home. Dari 5 orang yang berbeda dan menggunakan jari yang berbeda, didapatkan hasil bahwa semua jari telah didaftarkan dan masuk ke database untuk dapat digunakan kemudian. Selanjutnya pengujian terhadap akses pencahayaan dilakukan dengan memindai jari untuk menyalakan dan mematikan lampu. Aktivitas akses pencahayaan dapat dipantau dan dilakukan dari internet browser. Waktu yang dibutuhkan agar lampu menyala rata-rata lebih dari 3 detik dan untuk lampu mati rata-rata lebih dari 2 detik. Kemudian pengujian akses pintu dilakukan identik dengan pengujian akses lampu. Dari 5 kali percobaan terbaik, pintu sudah dapat digerakkan oleh motor servo yang dapat bergerak 0 hingga 180º untuk menutup dan membuka. Purwarupa smart home berpotensi dikembangkan dengan skala lebih besar dan menambah parameter ukurnya. When implemented in high-risk areas, biometric data in the form of fingerprints can be used for security purposes. This study focuses on creating smart home prototypes with security elements such as lighting and door access. The NodeMCU microcontroller controls the smart home, enabling it to connect to the Internet and deploy IoT. Smart home users must first register their ID using fingers with a distinct pattern. The fingerprint of the scanned user is subsequently saved on a web server and may be retrieved using an internet browser. A fingerprint sensor module scans the user's finger, which is then processed by a microprocessor. Whether the scan is successful or not, messages will show on the LCD screen and buzzer; additionally, the activity may be monitored and performed via a web browser. User registration as a smart home accesser is tested. It was determined from five separate people and using different fingers that all of the fingers had been registered and entered into the database to be used later. Furthermore, lighting access is tested by scanning the finger to turn on and off the lights. The Internet browser can be used to regulate and manage lighting access activities. On average, it takes more than 3 seconds for the lights to turn on and more than 2 seconds takes the lights to turn out. The door access test is then performed in the same manner as the lamp access test. The door in one of the five finest experiments can already be powered by a servo motor that can travel from 0 to 180º to close and open. Smart house prototypes have the potential to be expanded on a bigger scale and include more measuring criteria.
Tuning Parameter Pengendali PID dengan Metode Algoritma Genetik pada Motor DC Eka Widya Suseno; Alfian Ma'arif; Riky Dwi Puriyanto
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 8, No 1 (2022): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v8n1.1-13

Abstract

Saat ini, pengendali Proportional Integral Derivative (PID) digunakan secara umum untuk mendapatkan solusi optimum. Solusi dikatakan optimum apabila output di kehidupan nyata sesuai dengan output yang telah ditentukan. Oleh karena itu, pengendali adalah suatu hal yang dibutuhkan. Tantangan dalam menggunakan pengendali adalah tuning parameter untuk mencari konstanta parameter PID seperti Proporsional Gain (KP), Waktu Integral (KI) dan Waktu Derivatif (KD). Untuk memaksimalkan kinerja motor DC, pengaturan pengendali PID yang tepat merupakan hal yang sangat penting. Desain pengendali PID sebagai pengendali motor DC sudah sering dilakukan. Penggunaan pengendali PID membutuhkan pengaturan parameter yang tepat untuk mendapatkan kinerja yang optimal pada motor. Metode yang umum dalam menentukan parameter pengendali PID adalah trial and error. Namun hasil yang didapat tidak membuat pengendali PID optimal dan justru akan merusak sistem. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan salah satu metode penalaan parameter PID dengan menggunakan metode cerdas berbasis Genetic Algorithm (Algoritma Genetik) untuk mengoptimasi dan menentukan parameter yang tepat dari PID. Algoritma genetik adalah salah satu algoritma yang menggunakan genetika sebagai model algoritmanya. Algoritma genetik terinspirasi dari meniru proses seleksi alam, yaitu proses yang menyebabkan evolusi biologis. Konsep inilah yang diadaptasi dan diterapkan dengan baik untuk menala parameter PID. Penggunaan metode algoritma genetik dapat memberikan hasil yang lebih baik pada setiap iterasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa overshoot yang dihasilkan karena adanya respon kecepatan setelah penambahan PID adalah kurang dari 10%. Currently, Proportional Integral Derivative (PID) controllers are generally used to obtain the optimum solution. The solution is said to be optimum if the output in real life matches the output determined. Therefore, the controller is needed. The challenge in using the controller is tuning parameters to find constants of PID parameters such as Proportional Gain (KP), Integral Time (KI) and Derivative Time (KD). In order to maximize the performance of a DC motor, proper PID controller settings are crucial. The design of PID controllers as DC motor controllers has often been done. The use of a PID controller requires setting the right parameters to get optimal performance on the motor. The common method for determining PID controller parameters is trial and error. However, the results obtained do not make the PID controller optimal and will actually damage the system. Therefore, this study uses one of the PID parameter tuning methods by using an intelligent method based on Genetic Algorithm to optimize and determine the appropriate parameters of PID. Genetic algorithm is an algorithm that uses genetics as a model algorithm. Genetic algorithms are inspired by imitating the process of natural selection, the process that causes biological evolution. This concept is well adapted and applied for tuning PID parameters. The use of genetic algorithm methods can give better results in each iteration. The results showed that the resulting overshoot due to the speed response after the addition of PID was less than 10%.
Sistem Pengisian Token Listrik Jarak Jauh Berbasis IoT pada Alat Ukur Listrik Rumah Danny Kurnianto; Aldi Wijaya; Muntaqo Alfin Amanaf
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 8, No 1 (2022): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v8n1.14-23

Abstract

Sistem pengisian token listrik pada meter listrik prabayar sampai saat ini masih dilakukan secara manual, yaitu pengguna menginputkan nomor token secara langsung di perangkat meter listrik menggunakan keypad. Permasalahan terjadi saat pengguna sedang berada di luar rumah. Pengguna tidak dapat memasukkan token listrik pada meter listrik di rumah dari jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pengisian token listrik prabayar secara jarak jauh menggunakan teknologi Internet of Things. Model sistem yang dirancang yaitu dengan memasukkan token pada aplikasi android yang akan dikirimkan ke sistem berbasis Arduino melalui server cloud (Firebase). Perangkat D1 mini board digunakan untuk akses ke jaringan internet melalui Wi-Fi. Sensor arus digunakan untuk mengukur besarnya energi listrik yang terpakai dan akan mengurangi jumlah token pulsa listrik deposit yang ada di sistem secara real time. Hasil pengujian sistem sistem menunjukkan bahwa akurasi sensor arus sebesar 97,52%, laju penurunan tegangan pada modul catu daya cadangan sebesar 0,07 Volt/jam, serta kecepatan transfer data sebesar 21,7 kbps. Hal ini menunjukkan bahwa sistem yang dirancang dapat bekerja dengan baik untuk fungsi pengisian token listrik secara jarak jauh. The electricity token filling system for prepaid electricity meters is still done manually, where the user inputs the token number directly on the electricity meter device using the keypad. The problem occurs when the user is out of the house. The user cannot enter the electricity token on the electricity meter at home remotely. This study aims to design a prepaid electricity token charging system remotely using Internet of Things technology. The system model designed is by entering a token in the android application which will be sent to an Arduino-based system via a cloud server (Firebase). The D1 mini board device is used for access to the internet network via Wi-Fi. The current sensor is used to measure the amount of electrical energy used and will reduce the number of deposit tokens in the system in real time. The system test results show that the current sensor accuracy is 97.52%, the rate of voltage drop on the backup power supply module is 0.07 Volts/hour, and the data transfer rate is 21.7 kbps. This shows that the system designed can work well for the function of charging electricity tokens remotely.
Rancang Bangun Alat Pemberi Pakan Ikan Otomatis menggunakan Sistem Rotasi Wadah Berbasis Internet of Things Yohana Susanthi
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 8, No 1 (2022): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v8n1.36-48

Abstract

Memelihara ikan di kolam atau akuarium merupakan suatu kegemaran untuk mengisi waktu luang. Supaya ikan tetap terpelihara dengan baik maka salah satu upaya yang dilakukan adalah memberi pakan ikan secara teratur setiap hari. Namun akan timbul masalah jika pemiliknya sedang bepergian ke luar kota selama beberapa hari. Masalah lain adalah pakan ikan yang berupa pelet sering menggumpal akibat pengaruh kelembaban udara sehingga melekat pada wadah dan tidak dapat jatuh ke kolam. Penelitian ini bertujuan merancang suatu alat yang dapat memberi pakan ikan secara otomatis dengan menggunakan sistem rotasi yaitu wadah yang berisi 14 tabung pakan ikan akan dirotasi untuk menjatuhkan pakan ikan ke dalam kolam. Cara ini dipilih agar pengguna dapat dengan bebas dan fleksibel mengatur jumlah pakan ikan yang akan diberikan sesuai takaran dan tidak berlebihan. Sistem pengontrolannya berbasis Internet of Things menggunakan ESP8266 NodeMCU dan RTC DS3231. Untuk merotasi wadah menggunakan motor DC, sensor photodioda dan rangkaian logika. Sedangkan untuk mengatur jadwal pemberian pakan ikan dilakukan dari smartphone melalui aplikasi Blynk. Kemudian untuk mengatasi pakan ikan yang menggumpal maka dibuat alat pendorong menggunakan air, pompa air DC dan menerapkan prinsip gravitasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang dibuat mampu untuk memberi pakan ikan secara otomatis sesuai jadwal selama 14 hari jika pemberian pakan ikan dilakukan satu kali sehari atau 7 hari, jika pemberian pakan ikan dilakukan dua kali sehari dengan tingkat keberhasilan 100%. Selain itu, alat pendorong juga mampu untuk mendorong pakan ikan yang menggumpal dan melekat di dalam tabung pakan ikan. Keeping fish in a pond or aquarium is a hobby to fill spare time. In order for the fish to be well-maintained, one of the efforts made is to feed the fish regularly every day. However, there will be problems if the owner is traveling out of town for a few days. Another problem is that fish feed often clumps due to the influence of air humidity so that it sticks to the container and cannot fall into the pond. The purpose of this research is to design automatic fish feeder using a rotation system. A container containing 14 tubes of fish feed will be rotated to drop fish feed into the pond. This method was chosen so that users can freely and flexibly adjust the amount of fish feed. This system is based on the Internet of Things that using ESP8266 NodeMCU and RTC DS3231. This method is to rotate the container using a DC motor, photodiode sensor and logic circuits. Meanwhile, to set the schedule for feeding fish, it is done from a smartphone through the Blynk application. Then to overcome sticky fish feed, a pusher is made using water, a DC water pump and applies the principle of gravity. The result of this research indicate that the system is able to automatically feed fish according to a schedule for 14 days if fish feeding is done once a day or 7 days but if fish feeding is done twice a day with success rate 100%, then the pusher is able to push the sticky fish feed.
Watermarking Citra Digital menggunakan Contourlet Transform, Discrete Cosine Transform dan Noise Visibility Function Daniel Setiadikarunia; Riko A Saragih; Yohana Susanthi; Vincent Liu
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 8, No 1 (2022): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v8n1.24-35

Abstract

Informasi dalam bentuk multimedia digital mudah dilakukan duplikasi dan modifikasi oleh pihak-pihak yang mungkin saja tidak memiliki izin dari pemilik yang sah. Hal ini dapat menimbulkan persoalan pelanggaran hak cipta atas informasi multimedia tersebut. Salah satu cara untuk mengatasi persoalan tersebut adalah dengan digital watermarking. Dalam artikel ini dibahas mengenai teknik watermarking pada citra digital menggunakan contourlet transform (CT) yang digabung dengan discrete cosine transform (DCT) dan perhitungan noise visibility function (NVF). Watermark disisipkan pada koefisien DCT dari subband hasil transformasi contourlet level 2. Penyisipan watermark dilakukan dengan memperhitungkan nilai NVF koefisien CT dari subband yang digunakan. Untuk daerah yang bertekstur, watermark akan disisipkan lebih kuat daripada daerah yang datar. Dari hasil uji coba diperoleh bahwa citra yang telah disisipi watermark mempunyai kualitas yang baik dengan rata-rata nilai peak signal to noise ratio (PSNR) lebih besar dari 35 dB, dan watermark dapat diekstraksi kembali dengan baik dengan rata-rata nilai bit correct ratio (BCR) lebih besar dari 98%. Watermark masih tahan terhadap kompresi JPEG dengan faktor kualitas Q 9, penambahan noise Gaussian sampai 10%, cropping sampai 25%, dan scaling 75% dan 125%, tetapi tidak tahan terhadap rotasi. Information in the form of digital multimedia can easily be duplicated and modified by parties who may not have the permission of the legal owner. This can lead to issues of copyright infringement of the multimedia information. One solution to overcome this problem is digital watermarking. This article discusses watermarking technique in digital images using contourlet transform (CT) combined with discrete cosine transform (DCT) and noise visibility function (NVF) calculation. Watermark is inserted in the DCT coefficients of level 2 contourlet transform subband. Watermark insertion is done by calculating the NVF value of the CT coefficients of the subband used. For textured areas, the watermark will be inserted stronger than flat areas. From the test results, it is found that the watermarked image has good quality with an average peak signal to noise ratio (PSNR) value greater than 35 dB, and the watermark can be extracted back well with an average bit correct ratio (BCR) value greater than 98%. Watermark is still resistant to JPEG compression with a quality factor Q greater than 9, Gaussian noise addition up to 10%, cropping up to 25%, scaling 75% and 125%, but not resistant to rotation.
Sistem Keamanan Pintu Rumah Berbasis Internet of Things via Pesan Telegram Jaenal Arifin; Jery Frenando; Herryawan Herryawan
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 8, No 1 (2022): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v8n1.49-59

Abstract

Pada era sekarang ini, banyak didapati kasus keamanan rumah yang semakin kompleks. Hal ini yang mendasari penelitian ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan membuat sistem keamanan pintu rumah dengan notifikasi pesan via aplikasi telegram yang diharapkan memberikan rasa aman bagi pemilik rumah dengan. Sistem keamanan pintu rumah ini menggunakan Wemos D1 R1 sebagai mikrokontroler. Sistem ini dirancang dengan menggunakan aplikasi telegram messenger sebagai notifikasi. Penelitian ini menggunakan proximity sensor yang berfungsi mendeteksi setiap gerakan di sekitar pintu. Di atas pintu dipasang kamera yang dapat menangkap gambar atau objek saat ada gerakan. Sistem ini memiliki 2 cara kerja, yaitu pengecekan secara otomatis dan manual. Sistem bekerja secara otomatis pada saat sensor menangkap gerakan dan kamera langsung menggambil gambar, selanjutnya mengirimkan gambar tersebut ke aplikasi telegram. Sedanhgkan sistem bekerja secara manual dengan cara memasukkan perintah lewat BOT telegram untuk membuka pintu rumah. Hasil pengujian nilai rata- rata kinerja alat secara otomatis dari penangkapan gambar atau objek sebesar 16,7 detik, nilai rata-rata waktu kinerja alat secara manual sebesar 9,7 detik. Nilai rata-rata waktu kinerja solenoid doorlock sebesar 7,6 detik. Hasil pengujian kualitas layanan menunjukkan rata-rata delay sebesar 3,244 detik, dan rata-rata throughput sebesar 301.465 byte/s. In today's era, many cases of home security are increasingly complex. This is what underlies this research. This study aims to create a home door security system with message notifications via the telegram application which is expected to provide a sense of security for homeowners. This home door security system uses Wemos D1 R1 as a microcontroller. This system is designed using the telegram messenger application as a notification. This study uses a proximity sensor to detect any movement around the door. Above the door is installed a camera that can capture images or objects when there is movement. This system has 2 ways of working, namely checking automatically and manually. The system works automatically when the sensor captures motion and the camera immediately takes a picture, then sends the image to the telegram application. While the system works manually by entering commands via the telegram BOT to open the door of the house. The results of testing the average value of the tool's performance automatically from capturing images or objects of 16.7 seconds, the average value of manual tool performance takes 9.7 seconds. The average value of the door locked solenoid performance takes 7.6 seconds. The result of testing the quality of data services show an average delay of 3,244 seconds, and an average throughput is 301,465 byte/s.
Pemantauan Suhu dan Deteksi Gerak Obyek Berbasis IoT pada Ruang Server Menggunakan Thinger.IO Muhammad Amin Bakri; Muhammad Farhan; Aeri Sujatmiko; Annisa Firasanti
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 8, No 1 (2022): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v8n1.74-81

Abstract

Server memiliki peran vital dalam kelangsungan bisnis. Oleh karena itu, parameter ruang server seperti suhu dan kelembapan penting untuk dipantau untuk kepentingan pemeliharaan. Berbeda dengan penelitan sejenis terdahulu, penelitian ini bertujuan merancang sistem pemantauan suhu dan kelembapan, serta deteksi gerak objek pada ruang server secara real-time dengan memanfaatkan aplikasi Thinger.io. Metode perancangan perangkat pemantauan ruang server dibangun dari satu microcontroler, satu sensor suhu dan kelembapan, serta sensor gerakan obyek dan kamera. Luaran dari sensor diproses oleh Node MCU sebelum dikirim ke internet menggunakan Thinger.io. Selanjutnya, data hasil pemantauan tersebut ditampilkan di browser dan smartphone. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perangkat pemantauan yang telah dirancang memiliki kinerja yang baik. Pembacaan suhu yang dikirimkan Thinger.io ke internet melalui browser dan smartphone memiliki selisih 0,39°C. Sementara pengiriman notifikasi peringatan suhu di luar standar berhasil dikirimkan via email dan pesan telegram. Pengiriman notifikasi adanya gerakan objek juga berhasil dikirimkan via email serta pengiriman foto objek terdeteksi melalui telegram bot. Waktu pengiriman notifikasi adalah 13 detik untuk email dan 23 detik untuk telegram bot. The server has a vital role in business continuity. Therefore, server room parameters such as temperature and humidity are important to monitor for maintenance purposes. In different to previous similar research, this study aims to design a temperature and humidity monitoring system and detect object motion in the server room in real-time using Thinger, io application. The design method of the server room monitoring device is built from a microcontroller, a temperature and humidity sensor, an object movement sensor, and a camera. The output of the sensor is processed by the Node MCU before being sent to the internet by using Tinger.io. Furthermore, the monitoring data is displayed in browsers and smartphones. The implementation results show that the device that has been designed has good performance. The temperature measurement that Thinger.io sends to the internet via a browser and then smartphone has a difference of 0,39°C. Meanwhile, the sending of temperature warning notification outside of the standard was successfully sent via email and telegram massage. Notification of objects was also successfully sent via email and photos of detected objects were sent via telegram bot. Notification delivery time takes13 seconds for email and takes 23 seconds for telegram bot.
Prototipe Sistem Pendeteksi Kebakaran Berbasis ESP8266 dan IFTTT Mauludi Manfaluthy; Agung Pangestu; Iman Nurjaman
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 8, No 1 (2022): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v8n1.60-73

Abstract

Jumlah bencana akibat kebakaran baik yang diakibatkan kelalaian manusia ataupun instalasi listrik yang sudah tidak layak atau gejala alam masih sering terjadi. Posisi lokasi kebakaran yang sulit dijangkau, terlambatnya pemberitahuan kepada petugas pemadam kebakaran, dan trafik lalu lintas yang padat, mengakibatkan rumah atau bagunan tersebut menjadi punah dilalap api. Penelitian ini dimaksudkan untuk merancang alat pendeteksi kebakaran yang dapat mendeteksi gejala awal kebakaran akibat adanya asap, gas, panas/suhu, lalu sistem mengambil keputusan untuk menghubungi kantor pemadam kebakaran via telepon voice over IP atau pun pemilik lokasi kebakaran. Sistem ini berbasis pada mikrokontroler ESP8266 dan juga IFTTT (If this, then that) dari google asisten. Sistem ini memiliki dashboard web untuk dapat mengontrol aktifitas dalam rumah dan dapat dimonitor. Sistem juga dapat mengontrol water pump bila terjadi kebakaran, memonitoring suhu ruangan untuk menghindari panas berlebihan dalam ruangan dengan menghidupkan fan/exhaust untuk mendinginkan ruangan pada saat suhu ruangan diluar batas suhu manusia. Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran, maka dipasang sensor api atau pun gas. Sistem akan mendeteksi adanya api atau gas yang berpotensi menjadi penyebab terjadinya kebakaran. Apabila kebakaran sudah terjadi, maka fan akan mati otomatis untuk menghindari peluasan api karena udara dan water pump akan menyala untuk memadamkan api dengan air. Smartphone petugas kebakaran akan menerima pesan telepon bahwa terjadi kebakaran dirumah tersebut. Hasil pengujian sistem menunjukan semua fungsi dapat berjalan dengan baik. Setiap sensor dan aktuator menjalankan fungsinya serta IFTTT sebagai pengambil keputusan juga berjalan dengan baik. The number of disasters due to fires, whether caused by human negligence or improper electrical installations or natural phenomena, happens a lot. The position and the location of the fire that is difficult to reach, the delay in notification to the firefighters, and heavy traffic, have resulted in the house or building being destroyed by the fire. This study is intended to design a fire detection device that can detect early of fire sign due to smoke, gas, heat, then the system makes a decision to contact the fire department via voice over IP telephone or the owner of the fire location. This system is based on the ESP8266 microcontroller and also IFTTT (If this, then that) from google assistant. This system has a web dashboard to be able to control activities in the house and can be monitored. The system can also control the water pump in the event of a fire, monitor the room temperature to avoid overheating in the room by turning on the fan/exhaust to cool the room when the room temperature is outside the human temperature limit. To anticipate a fire, a fire or gas sensor is installed. The system will detect the presence of fire or gas that has the potential to cause a fire. If a fire has occurred, the fan will turn off automatically to avoid the expansion of the fire because the air and water pump will turn on to extinguish the fire with water. Smartphone firefighters will receive a phone message that there is a fire in the house. The system test results show that all functions can run well. Each sensor and actuator performs its function and IFTTT as a decision maker also works well.

Page 1 of 1 | Total Record : 8