cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
j-dinamika@polije.ac.id
Editorial Address
Jl. Mastrip Po. Box 164, Kec. Sumbersari, Kab. Jember 68121
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25031031     EISSN : 25031112     DOI : 10.25047/j-dinamika
Core Subject : Education,
Jurnal J-DINAMIKA ini berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu, diantaranya pertanian, manajemen, teknologi informasi, sosial humaniora, kesehatan, dan semua bidang ilmu lainnya. Bentuk kegiatan pengabdian yang dipublikasikan dapat berupa penerapan teknologi tepat guna, pelatihan, penyuluhan, pengembangan dan implementasi sistem, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2018): Juni" : 14 Documents clear
RANCANG BANGUN MESIN PENGERING PELLET IKAN TIPE ROTARY DRYER UNTUK KELOMPOK USAHA PETANI (UPET) KABUPATEN CILACAP Mohammad Nurhilal; Bayu Aji Girawan; Galih Mustiko Aji
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2018): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v3i1.842

Abstract

Pellet ikan merupakan makanan ikan buatan sebagai pengganti makanan alami ikan dihabitat aslinya. Makanan buatan ini harus memenuhi persyaratan sesuai dengan SNI diantaranya adalah kadar air yang terkandung dalam pellet. Usaha pengeringan pellet ikan ini adalah menggunakan mesin pengering pellet. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat melalui Iptek bagi Masyarakat (IbM) ini adalah menrancang bangun mesin pengering pellet ikan tipe rotary dryer dan kegiatan usaha diseminasi sebagai wadah promosi dalam meningkatkan pemasaran pellet ikan dari kelompok Usaha Petani (UPPET). Hasil rancangan mesin pengering pellet ikan ini mampu menurunkan kadar air sebesar 0,05 % pada kondisi putaran rotary 3 rpm, putaran blower 1400 rpm, temperatur (T1) = 48 oC, dan temperatur (T2) = 34 oC, waktu pemanasan 60 menit. Hasil uji mesin pengering yang kedua dengan cara mengurangi sistem ulir di dalam rotary dan menambahkan penutup di ujung rotary serta meninggikan tungku pemanasan dihasilkan temperatur (T1) = 60 oC, dan temperatur (T2) = 48 oC serta mampu mengeringkan pellet ikan 0,4 % pada kondisi yang sama yaitu putaran rotary 3 rpm, putaran blower 1400 rpm.Kata Kunci: pengering pellet, rotary dryer, kadar air pelet
TEKNOLOGI MULTIMEDIA UNTUK PEMBUATAN BAHAN AJAR PADA GURU SMPIT BINA INSANI 1 SEMARANG Mardiyono Mardiyono; Liliek Triyono; Prayitno Prayitno; Sukamto Sukamto; Tri Raharjo Yudantoro
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2018): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v3i1.571

Abstract

Perkembangan teknologi pembelajaran berbasis multimedia menuntut para guru untuk menguasai dan menerapkannya dalam kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Sayangnya masih banyak guru di SMP Islam Terpadu Bina Insani 1 Semarang yang belum menguasai pengetahuan dan kompetensi pembuatan bahan ajar berbasis multimedia dan ketersediaan pearlatan pendukung pembelajaran multimedia yang terbatas. Maka dari itu perlu dibuat suatu model kegiatan dalam bentuk program pelatihan dan penerapan teknologi multimedia dalam pembuatan bahan ajar para guru di sekolah tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah membuat program pelatihan dan implementasi pembuatan bahan ajar berteknologi multimedia untuk memperkaya bahan ajar bagi para guru dan membantu penyediaan peralatan dan teknologi hardware dan software multimedia. Target yang diharapkan pada kegiatan ini meliputi: penguasaan teknologi multimedia pada bahan ajar lima orang guru, tersedianya tiga bahan ajar yang menggunakan teknologi multimedia. Metode yang digunakan terdiri dari empat  tahap yaitu (1) observasi kebutuhan lapangan, (2)penyediaan peralatan pendukung multimedia, (3) pelatihan SDM, (4)pembuatan materi ajar multinedia. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan, luaran yang dihasilkan telah melebihi target yang direncanakan meliputi : 13 guru telah mengikuti pelatihan dan menguasai teknologi pembuatan bahan ajar multimedia, telah dihasilkan 10 materi ajar berbasis multimedia, dan tersedianya peralatan penunjang teknologi multimedia seperti laptop, access point, perangkat audio. Dampak dari kegiatan ini akan memperkaya metode pembelajaran para guru dengan teknologi multimedia sehingga memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran.  Keywords— guru, bahan ajar, multimedia, pelatihan
UJI KUALITAS FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK KERIPIK NANGKA HASIL MODIFIKASI MESIN VACUUM FRYING SISTEM PENDINGIN PANCURAN Budi Hariono; Abi Bakri; Mokh. Fatoni Kurnianto
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2018): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v3i1.833

Abstract

Bahan baku berupa buah yang akan diproses menjadi keripik buah seperti halnya pada buah nangka, nenas,  salak  harus digoreng pada kondisi vakum dimana minyak mendidih pada suhu sekitar 80oC sehingga dihasilkan produk dengan warna yang natural serta tekstur yang renyah (Muchtadi, 2008). Apabila bahan baku digoreng pada kondisi tekanan atmosfir maka produk segera mengalami pencokelatan dan gosong, teksturnya lembek dan liat karena tidak banyak melepaskan air yang dikandungnya
LAMINASI FIBERGLASS UNTUK MEMPERBAIKI KAPAL IKAN KAYU DI KECAMATAN LEKOK, KABUPATEN PASURUAN, JAWA TIMUR Sunardi Sunardi; Sukandar Sukandar; Bambang Setiono
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2018): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v3i1.495

Abstract

Nelayan di Kecamatan Lekok hampir semua kapal yang digunakan berbahan kayu dengan ukuran rata-rata panjang 10-15 meter, lebar 2 meter dan tinggi 1 meter. Masalah yang terjadi sekarang harga kapal kayu yang naik seiring dengan naiknya harga bahan baku kayu dan upah tenaga kerja. Perawatan kapal kayu dengan metode tradisional dilakukan setiap minggu untuk membersihkan kulit kapal dari hewan laut dan kerak yang menempel di kulit kapal, 3 bulan sekali kapal di docking untuk penggantian papan yang bocor dan lepas dan juga perbaikan mesin kapal. Metode perbaikan kapal dengan memanfaatkan teknologi laminasi fiberglass ini telah terbukti secara efektif untuk perbaikan kapal, terutama pada bagian kulit lambung kapal. Urutan pengerjaan perbaikan kapal dengan laminasi fiberglass adalah sebagai berikut: mengeringkan dan membersihkan lambung kapal, mengganti papan kayu yang lepas atau bocor, melakukan laminasi dengan menggunakan dempul dari campuran resin dan talek, laminasi fiberglass dengan lapisan MAT dan resin, tahap terakhir yaitu penyelesaian akhir dan pengecatan. Secara teknis metode ini mampu menjaga kapal bertahan sampai dengan 6 tahun dengan kondisi sampai sekarang kulit kapal belum mengalami kerusakan. Beberapa keuntungan yang didapatkan adalah tidak perlu lagi perbaikan kapal pada bagian lambung kapal baik mingguan atau bulanan, kapal cukup dibersihkan dari lumpur pada kulitnya. Keuntungan lainnya, kapal lebih tinggi kecepatannya karena permukaan kapal yang menjadi halus dan tidak ada air yang terserap ke dalam kulit kapal.

Page 2 of 2 | Total Record : 14