cover
Contact Name
Suwarsi
Contact Email
jk_respati_jogja@respati.ac.id
Phone
+62274-4437888
Journal Mail Official
jk_respati_jogja@respati.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Tajem KM. 1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta
ISSN : 20888872     EISSN : 25412728     DOI : 10.35842/jkry
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta (p-ISSN: 2088-8872; e-ISSN:2541-2728 http://nursingjurnal.respati.ac.id/) adalah peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu keperawatan. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas), atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada di Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta diterbitkan oleh Progam Studi S1 Ilmu Keperawatan & Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2015): September 2015" : 6 Documents clear
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA TENTANG TRIAD KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA (KRR) DI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA Melania Wahyuningsih, Donny Nurhamsyah, Ni Ketut Mendri,
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 2, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.03 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v2i2.136

Abstract

Latar Belakang: Triad Kesehatan Reproduksi Remaja yang mencakup seksualitas, HIV/AIDS dan NAPZA merupakan masalah kompleks yang terjadi pada remaja dewasa ini. BKKBN sebagai lembaga non pemerintahan Indonesia sampai menetapkan masalah ini dalam salah satu program kerjanya yang diwujudkan dalam Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa. Banyak penelitian yang dilakukan di berbagai daerah di Indonesia mendapatkan hasil tentang perilaku menyimpang remaja usia 10-20 tahun yang terkait dengan aktivitas seksualitas pra nikah, terinfeksi HIV/AIDS dan terpapar NAPZA hingga menjadi pecandu. Kurangnya informasi pada remaja merupakan salah satu penyebab terjadinya perilaku menyimpang. Edukasi menjadi penting diberikan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif dalam menghadapi permasalahan tersebut.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap perubahan pengetahuan dan sikap mahasiswa tentang Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Respati Yogyakarta.Metode Penelitian: Jenis penelitian Quasi Experiment dengan rancangan pre and post test nonequivalent control group. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 16 juni 2015. Subyek penelitian adalah mahasiswa angkatan 2014 dengan rentang umur 17-20 tahun dengan jumlah sampel 40 orang dari populasi yang berjumlah 69 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Aksidental Sampling.Hasil: Sebagian besar tingkat pengetahuan pre test responden kelompok perlakuan dalam kategori cukup yaitu 11 (55%) dan post test 18 (90%). Pada kelompok kontrol pre test 10 (50%) dan post test 18 (90%) dengan P-Value 0,007 dan 0,004 (α=0,05). Sikap responden kelompok perlakuan pre test 19 dalam kategori positif (95%) dan post test 20 (100%). Pada kelompok kontrol pre test sama dengan post test 18 positif (90%) dengan P-Value 1,000 dan 1,000 (α=0,05).Kesimpulan: Ada pengaruh edukasi terhadap perubahan pengetahuan mahasiswa dan tidak ada pengaruh edukasi terhadap perubahan sikap mahasiswa tentang Triad KRR di FISE UNRIYO.  Kata Kunci: Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), pengetahuan, sikap. 1Mahasiswa S-1 Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Respati Yogyakarta2Dosen POLTEKES Kemenkes Yogyakarta3Dosen S-1 Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Respati Yogyakarta  
Hubungan Menonton Animasi Jepang (Anime) Dengan Konsep Diri Remaja Di Komunitas Atsuki Yogyakarta Muflih, Muflih; Proborini, Asti; Hamzah, Hamzah
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 2, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.158 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v2i2.141

Abstract

Latar Belakang : Menonton merupakan sebuah wadah hiburan yang menyenangkan dan bisa dikatakan sebagai penghilang rasa stress dan jenuh. Banyak remaja Indonesia yang sangat menyukai  anime . Masa remaja adalah salah satu proses dalam pembentukan konsep diri yang sangat menentukan. Konsep diri adalah semua ide, pikiran, kepercayaan, dan pendirian yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain. Remaja cenderung meniru perilaku atau tingkah laku salah satu tokoh idola pada tontonan animasi seperti gaya berpakaian, berdandan, berbicara dan , meniru bentuk badan yang proposional.  Tujuan: Mengetahui hubungan menonton animasi Jepang (anime) dengan konsep diri remaja di Komunitas Atsuki YogyakartaMetode Penelitian : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kausalitas dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah komunitas Atsuki Yogyakarta dengan jumlah anggota sebanyak 52 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling.Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa sebagian besar remaja (83.3%) yang menonton animasi jepang dalam kategori tinggi yang memiliki konsep diri negatif lebih banyak daripada remaja yang memiliki konsep diri positif (16.7%), dengan nilai  p-value sebesar 0,005.Kesimpulan : Ada hubungan menonton animasi jepang (anime) dengan konsep diri remaja di komunitas atsuki Yogyakarta.
HUBUNGAN USIA GESTASI DENGAN STATUS HEMODINAMIK PADA BAYI PREMATUR DI RSUD SLEMAN YOGYAKARTA Fitriana, Lala Budi; Krisnanto, Paulinus Deny
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 2, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.39 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v2i2.133

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan usia gestasi dengan status hemodinamik  bayi prematur Di RSUD Sleman Yogyakarta. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan jumlah sampel 20 bayi prematur, teknik sampling menggunakan consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar usia gestasi pada bayi prematur adalah bayi prematur dengan derajat sedang (75%),  sebagian besar frekuensi nadi pada bayi prematur adalah normal (80%), sebagian besar frekuensi nafas pada bayi prematur adalah normal (95%), sebagian besar saturasi oksigen pada bayi prematur adalah normal (90%), sebagian besar CRT pada bayi prematur adalah normal (95%), sebagian besar suhu tubuh pada bayi prematur adalah hipotermia (70%), ada hubungan antara usia gestasi dengan frekuensi nadi (0,032), tidak ada hubungan antara usia gestasi dengan frekuensi nafas (0,744), tidak ada hubungan antara usia gestasi dengan saturasi oksigen (0,543), tidak ada hubungan antara usia gestasi dengan CRT (0,744) dan tidak ada hubungan antara usia gestasi dengan suhu (0,277). Penelitian ini merekomendasikan kepada Kepala Ruang agar melakukan pelatihan kepada perawat tentang monitoring status hemodinamik pada bayi prematur di Ruang Perinatologi RSUD Sleman. Kata kunci : Usia gestasi, status hemodinamik, bayi prematur
PENGARUH MEDITASI TERHADAP KESEJAHTERAAN SPIRITUAL PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA YOGYAKARTA UNIT ABIYOSO Suwarsi, Yane Cristiane Ua Sanan, Induniasih,
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 2, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.965 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v2i2.143

Abstract

LatarBelakang: Indikatorkemajuan Negara salah satunya dilihat dari umur harapan hidup. Umur harapan hidup dari tahun 2008-2012 terus bertambah dan jumlah lanjut usia yang berumur 60-64 terus mengalami peningkatan. Peningkatan jumlah lanjut usia berpengaruh pada lansia salah satunya masalah kesejahteraan spiritual. Kesejahteraan spiritual di PSTW Yogyakarta Unit Abiyoso, empat dari tujuh lansia tidak memiliki motivasi dan harapan untuk mengembangkan kehidupan dan tiga antaranya masih bingung dengan tujuan hidupnya. Intervensi untuk masalah kesejahteraan spiritual salah satunya adalah dengan meditasi. Tujuan:Mengetahuipengaruhmeditasiterhadapkesejahteraan spiritual padalansia di PSTW Yogyakarta Unit Abiyoso. Metodepenelitian:Penelitian pre-experimentaldengan rancangan one grouppretest-posttest. Populasi dalam penelitian adalah seluruh lansia di PSTW Yogyakarta Unit Abiyoso sebanyak 125 lansia. Teknik sampling yang digunakanadalahpurposive samplingdengan jumlah sampel 22 orang. Analisa data menggunakan McNemar test Hasil:Kesejahteraan spiritual sebelum dilakukan intervensi meditasi lebih banyak yang tidak sejahtera. Kesejahteraan spiritual sesudah diberikan intervensi meditasi lebih banyak yang sejahtera. Kesimpulan: Ada pengaruh meditasi terhadap kesejahteraan spiritual pada lansia di Panti Sosial TresnaWerdha Yogyakarta Unit Abiyoso.  
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET DIABETES MELITUS TIPE 2 DI POLI PENYAKIT DALAM RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGOROKLATEN Santi Damayanti, Arifin,
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 2, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.581 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v2i2.174

Abstract

INTISARILatar Belakang:Diabetes miletus tipe 2 penyakit kronik dapat dicegah dan dikendalikan melalui 4 pilar pengelolaan DM Tipe 2 yang meliputi edukasi, diet, olah raga dan terapi pengobatan dengan dukungan. Data Riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi diabetes millitus di Jawa Tengah sebesar 1,6%. Angka kejadian diabetes millitus di Kabupaten Klaten sebesar 10,22%.  Hasil studi pendahuluan 8 responden belum patuhan diet DMTipe 2  meliputi 3J, dari 3 responden tidak ada anggota keluarga yang mengingatkan dan mengkontrol proses menjalani diet, 6 responden tidak dapat mengkontrol diri untuk mematuhi aturan diet, dan 4 responden patuh terhadap diet DMTipe 2 yang meliputi 3J, keluarga sibuk bekerja tidak bisa memperhatikan diet pasien dan 3 responden mendapatkan dukungan keluarga.Tujuan: Diketahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet Diabetes Millitus Tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan rancangancross sectional. Rata-rata populasi pasien dalam satu bulan berjumlah 56.Sampel penelitian berjumlah 49 pasien DMTipe 2 yang berkunjung ke poliklinik Penyakit Dalam di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten.Teknik sampling mengunakan Accidental sampling. Data dianalisismenggunakan Fisher exact test dengan α=0,05.Hasil: Sebagian besar responden mempunyai dukungan keluarga kategori tinggi sebanyak 27 (55,1%), sebagian besar  memiliki kepatuhan diet DMTipe 2 kategori tinggi sebanyak 27 (55,1%) responden data dianalisis menggunakan uji Fisher Exact dengan nilai P-value 0,035 (<0,05).Kesimpulan:Ada hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet DMTipe 2di Poliklinik Penyakit Dalam RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten.ABSTRACT Background: Type 2 diabetes mellitus is a chronic disease that is not curable but it is very potential to be prevented and controlled through four pillars of diabetes mellitus care management which comprise of education, diet, exercises and medication therapy. Family support is one of the factors which is closely related with the patient’s compliance to when doing a diabetic diet therapy. A preliminary study found eight respondents did not comply the type 2 diabetes mellitus diet therapy which adopted 3J diet (food/eating schedule, food amount and food type) as recommended by the health personnel. In three respondents there was no family member who warned and controlled the dietary process, 6 respondents could not control themselves to abide dietary rules, 4 respondents managed to adhere to type 2 diabetes mellitus diet, and 3 respondents were supported by their families.Objective: The study sought to determine the correlation between family support and dietary compliance in patients with type 2 diabetes mellitus at the Internal Medicine Clinic of Dr. Soeradji Tirtonegoro Hospital, KlatenMethods: The study applied an analytical descriptive research with cross sectional design. The average population of patients within one month reached 56. The research sample comprised of 49 patients with type 2 diabetes mellitus who visited the Internal Medicine clinic at Dr. Soeradji Tirtonegoro Hospital, Klaten. Purposive sampling was applied in the sampling technique. Chi Square test was used in the data analysis.Results: Most respondents (27 people / 55.1%) were supported by their families, and these respondents managed to comply with the type 2 diabetes mellitus diet. The association test using Chi Square test obtained p-value by 0.035 (> 0.05).Conclusion: There is a significant correlation between the family support and dietary compliance in patients with type 2 diabetes mellitus in the Internal Medicine Clinic of Dr. Soeradji Tirtonegoro Hospital, Klaten.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIETDIABETES MELITUS TIPE 2 DI POLI PENYAKIT DALAM RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGOROKLATEN Arifin, Arifin; Damayanti, Santi
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 2, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.821 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v2i2.170

Abstract

Latar Belakang:Diabetes miletus tipe 2 penyakit kronik dapat dicegah dan dikendalikan melalui 4 pilar pengelolaan DM Tipe 2 yang meliputi edukasi, diet, olah raga dan terapi pengobatan dengan dukungan. Data Riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi diabetes millitus di Jawa Tengah sebesar 1,6%. Angka kejadian diabetes millitus di Kabupaten Klaten sebesar 10,22%. Hasil studi pendahuluan 8 responden belum patuhan diet DMTipe 2 meliputi 3J, dari 3 responden tidak ada anggota keluarga yang mengingatkan dan mengkontrol proses menjalani diet, 6 responden tidak dapat mengkontrol diri untuk mematuhi aturan diet, dan 4 responden patuh terhadap diet DMTipe 2 yang meliputi 3J, keluarga sibuk bekerja tidak bisa memperhatikan diet pasien dan 3 responden mendapatkan dukungan keluarga.Tujuan: Diketahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet Diabetes Millitus Tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan rancangancross sectional. Rata-rata populasi pasien dalam satu bulan berjumlah 56.Sampel penelitian berjumlah 49 pasien DMTipe 2 yang berkunjung ke poliklinik Penyakit Dalam di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten.Teknik sampling mengunakan Accidental sampling. Data dianalisismenggunakan Fisher exact test dengan α=0,05.Hasil: Sebagian besar responden mempunyai dukungan keluarga kategori tinggi sebanyak 27 (55,1%), sebagian besar memiliki kepatuhan diet DMTipe 2 kategori tinggi sebanyak 27 (55,1%) responden data dianalisis menggunakan uji Fisher Exact dengan nilai P-value 0,035 (<0,05).Kesimpulan:Ada hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet DMTipe 2di Poliklinik Penyakit Dalam RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten.Kata Kunci: Dukungan Keluarga,Kepatuhan Diet, DMTipe 2.1. Mahasiswa Progam studi S1 Ilmu Keperawatan FIKES UNRIYO2. Dosen Progam studi S1 Ilmu Keperawatan FIKES UNRIYO                                            ABSTRACTBackground: Type 2 diabetes mellitus is a chronic disease that is not curable but it is very potential to be prevented and controlled through four pillars of diabetes mellitus care management which comprise of education, diet, exercises and medication therapy. Family support is one of the factors which is closely related with the patient’s compliance to when doing a diabetic diet therapy. A preliminary study found eight respondents did not comply the type 2 diabetes mellitus diet therapy which adopted 3J diet (food/eating schedule, food amount and food type) as recommended by the health personnel. In three respondents there was no family member who warned and controlled the dietary process, 6 respondents could not control themselves 54 Vol. II Nomor 2 September 2015 – Jurnal Keperawatan Respati ISSN : 2088 - 8872to abide dietary rules, 4 respondents managed to adhere to type 2 diabetes mellitus diet, and 3 respondents were supported by their families.Objective: The study sought to determine the correlation between family support and dietary compliance in patients with type 2 diabetes mellitus at the Internal Medicine Clinic of Dr. Soeradji Tirtonegoro Hospital, KlatenMethods: The study applied an analytical descriptive research with cross sectional design. The average population of patients within one month reached 56. The research sample comprised of 49 patients with type 2 diabetes mellitus who visited the Internal Medicine clinic at Dr. Soeradji Tirtonegoro Hospital, Klaten. Purposive sampling was applied in the sampling technique. Chi Square test was used in the data analysis.Results: Most respondents (27 people / 55.1%) were supported by their families, and these respondents managed to comply with the type 2 diabetes mellitus diet. The association test using Chi Square test obtained p-value by 0.035 (> 0.05).Conclusion: There is a significant correlation between the family support and dietary compliance in patients with type 2 diabetes mellitus in the Internal Medicine Clinic of Dr. Soeradji Tirtonegoro Hospital, Klaten.Keywords: Family support, diabetes mellitus, dietary compliance._______________________________________________________________1Student of S1 Nursing Science Study Program, Respati Yogyakarta University2Lecturer of S1 Nursing Science Study Program Respati Yogyakarta University

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2025): January 2025 Vol 10 No 3 (2023): SEPTEMBER 2023 Vol 10 No 2 (2023): MAY 2023 Vol 10 No 1 (2023): JANUARY 2023 Vol 9 No 3 (2022): SEPTEMBER 2022 Vol 9 No 2 (2022): MAY 2022 Vol 9 No 1 (2022): JANUARY 2022 Vol 9 No 1 (2022): JANUARI 2022 Vol 8 No 3 (2021): SEPTEMBER 2021 Vol 8 No 2 (2021): MAY 2021 Vol 8 No 1 (2021): JANUARI 2021 Vol 8 No 1 (2021): JANUARY 2021 Vol 7 No 3 (2020): SEPTEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): MEI 2020 Vol 7 No 2 (2020): MAY 2020 Vol 7 No 2 (2020): MEI 2020 Vol 7, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 7 No 1 (2020): JANUARY 2020 Vol 7 No 1 (2020): Januari 2020 Vol 6 No 3 (2019): SEPTEMBER 2019 Vol 6, No 3 (2019): September 2019 Vol 6, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 6 No 2 (2019): MAY 2019 Vol 6 No 1 (2019): JANUARY 2019 Vol 6, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 5, No 3 (2018): September 2018 Vol 5 No 3 (2018): SEPTEMBER 2018 Vol 5 No 2 (2018): MEY 2018 Vol 5, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 5, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 5, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 5 No 1 (2018): JANUARY 2018 Vol 5 (2018): FEBRUARI 2018 Vol 4, No 3 (2017): September 2017 Vol 4 No 3 (2017): SEPTEMBER 2017 Vol 4 No 2 (2017): MAY 2017 Vol 4, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 4, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 4 No 1 (2017): JANUARY 2017 Vol 4, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 3, No 2 (2016): September 2016 Vol 3 No 2 (2016): SEPTEMBER 2016 Vol 3 No 1 (2016): MARCH 2016 Vol 3, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 3, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 2, No 2 (2015): September 2015 Vol 2 No 2 (2015): SEPTEMBER 2015 Vol 2, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 2 No 1 (2015): MARCH 2015 Vol 2 No 4 (2014): MAY 2014 Vol 2, No 4 (2014): Mei 2014 More Issue