Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya telah terindek Sinta 5 oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (RistekDikti) Republik Indonesia sebagai pencapaian untuk jurnal yang memiliki kualitas dalam manajemen dan publikasi. Selanjutnya, Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannyatelah diindeks oleh situs pengindeksan berikut, seperti: Science and Technology Index (SINTA) Google Scholar Portal Garuda
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1 (2018): JURNAL LITERASI APRIL 2018"
:
11 Documents
clear
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN BERBASIS ANDROID
nia rohayati
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 2, No 1 (2018): JURNAL LITERASI APRIL 2018
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (279.169 KB)
|
DOI: 10.25157/literasi.v2i1.1229
Semakin banyak pengguna perangkat bergerak seperti smartphone, maupun tablet di Indonesia, membuka peluang berkembangnya aplikasi bergerak (mobile application). Dalam penelitian ini, akan dibahas aplikasi belajar menggunakan perangkat bergerak (mobile learning) dengan materi menulis karya sastra untuk mahasiswa. Dilengkapi dengan animasi dan komponen multimedia seperti suara dan gambar yang menarik. Aplikasi dibangun untuk perangkat yang menggunakan sistem operasi Android.Aplikasi sudah diujicoba pada 20 mahasiswa FKIP Unigal, dimana 90% mahasiswa menyatakan animasi pada aplikasi ini menarik dan konten materi membantu pemahanan siswa tentang menulis sastra. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan atau disebut research and development (R&D). Penelitian dan Pengembangan adalah suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada. Yang dimaksud dengan produk dalam konteks ini adalah membuat dan merancang instrument tes, pengukuran dan evaluasi dalam basis android untuk menulis karya sastra.Kata kunci: paragraf deskriptif, keefektifan kalimat
ANALISIS WACANA KRITIS (AWK) MODEL TEUN A. VAN DIJK PADA PEMBERITAAN SURAT KABAR REPUBLIKA
Hera Wahdah Humaira
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 2, No 1 (2018): JURNAL LITERASI APRIL 2018
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (585.973 KB)
|
DOI: 10.25157/literasi.v2i1.951
AbstrakAnalisis Wacana Kritis Model Van Dijk pada Pemberitaan Surat Kabar bertemakan “Pemilih Pemula Dinilai Pasif” berisi tentang karakteristik dan pendekatan model Van Dijk yang menggambarkan tiga aspek yaitu struktur makro, superstruktur dan struktur mikro hal yang penting yaitu 1. Analisis Wacana Kritis menggambarkan Struktur makro pada surat kabar Republika, menggambarkan secara umum tentang tema “Pemilih Pemula Dinilai Pasif” pada masing-masing topik berita, dan didalamnya tedapat point-point penting yang merujuk kembali pada tema besarnya. 2. Superstruktur wacana kritis, peneliti menginterpretasikan tema atau topik yang yang dikedepankan oleh media dan skema atau urutan berita yang ditampilkan di dalam teks berita. Pada wacana berita pemilih pemula dinilai pasif, posisi tema atau topik pada umumnya terletak di bagian judul berita. Sedangkan bagian isi dan penutup media menyampaikan laporan mengenai situasi atau proses pemilu dalam teks berita. 3. Struktur mikro wacana kritis pada surat kabar Republika, Jumat 28 Oktober 2016, pada umumnya mereprentasikan keterlibatan beberapa elemen wacana, yakni aspek semantik(latar, praanggapan, detil dan maksud), aspek sintaksis (bentuk kalimat aktif dan pasif, kata ganti koherensdan nominalisasi) aspek stilistik (leksikon) sedangkan aspek retoris (grafis, metafora dan ekspresi). Sehingga berita surat kabar republika dari ketiga struktur wacana model Van Dijk yaitu struktur makro, superstruktur dan micro berserta elemennya berkenaan dengan “Pemilih Pemula Dinilai Pasif” tema tersebut diskemakan untuk situasi dan survei tentang pemilih pemula yang pasif, tetapi ketika keseluruhan wacana dianalisis secara kritis maka dialek pada berita “Pemilih Pemula dinilai Pasif: berhubungan dengan situasi, institusi dan struktur sosial yang membentuknya yang digunakan untuk mempengaruhi dan menekankan hal-hal tertentu pada satu kelompok partai. Kata kunci: Analisis wacana kritis, surat kabar
RAGAM BAHASA LISAN PARA PEDAGANG BUAH PASAR LANGENSARI KOTA BANJAR
Siti Aisah;
Andri Noviadi
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 2, No 1 (2018): JURNAL LITERASI APRIL 2018
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (285.453 KB)
|
DOI: 10.25157/literasi.v2i1.1230
Munculnya minat penulis melaksanakan penelitian ragam bahasa lisan para pedagang buah pasar Langensari kota Banjar, karena terdapat tiga bahasa yang digunakan pada saat proses jual beli buah pasar Lanensari kota Banjar. Variasi bahasa tersebut diduga terjadi karena daerah ini berbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Berdasarkan hal itu peneliti ingin mengetahui apakah terdapat ragam bahasa lisan para pedagang dan pembeli buah pasar Langensari kota Banjar. Selain itu, peneliti juga ingin mengetahui jenis dialek apa yang digunakan oleh para pedagang dan pembeli buah pasar Langensari kota Banjar, apakah termasuk ke dalam dialek geografis atau dialek sosial dan apakah dapat dijadikan sebagai bahan ajar menginterpretasi teks cerita ulang biografi di SMA. Tujuan penelitian ini yaitu ingin mendeskripsikan ragam bahasa lisan para pedagang buah pasar Langensari kota Banjar, jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan ingin mendeskripsikan apakah analisis ragam bahasa lisan berupa dialek tuturan para pedagang dan pembeli buah pasar Langensari kota Banjar dapat dijadikan bahan ajar menyunting teks negosiasi di SMA. Sumber data dalam penelitian ini yaitu para pedagang dan pembeli buah asar Langensari kota Banjar. Instrumen penelitian ini berupa alat tulis (note book), alat perekam dan lembar analisis. Hasil analisis yang telah dilaksanakan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat ragam bahasa lisan para pedagang buah pasar Langensari kota Banjar. Bukti bahwa adanya ragam bahasa lisan adalah dengan adanya dialek bahasa jawa dan dialek bahasa sunda yang digunakan oleh para pedagang dan pembeli buah pasar Langensari kota banjar. Dialek bahasa jawa dan bahasa sunda terebut ditemukan dialek geografi dan dialek sosial. Jumlah dialek geografi dalam penelitian ini sebanyak 11 kosakata, sedangkan jumlah dialek sosial dalam penelitian ini sebanyak 36 kosakata. Analisis ragam bahasa lisan para pedagang buah pasar Langensari kota Banjar ini dapat dijadikan bahan ajar menginterpretasi makna teks cerita ulang biografi.
KAJIAN INTERFERENSI SINTAKSIS BAHASA SUNDA TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA KARANGAN SISWA
Sri Mulyani;
AAH SARIAH
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 2, No 1 (2018): JURNAL LITERASI APRIL 2018
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (451.148 KB)
|
DOI: 10.25157/literasi.v2i1.1206
Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran tentang interferensi bahasa Sunda terhadap penggunaan bahasa Indonesia dalam karangan siswa kelas VII SMP Islam Trijaya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Data penelitian berupa 100 kalimat yang berada pada 25 karangan siswa kela VII B SMP Islam Trijaya Karangnunggal.Data penelitian ini dikumpulkan oleh peneliti sendiri sebagai instrumen kunci dengan memberikan tes mengarang kepada siswa. Jumlah siswa dalam penelitian adalah 25 siswa. Hasil penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut.Hasil analisis tetang interferensi sintaksis bahasa Sunda terhadap bahasa Indonesiadalam karangan siswa adalah sebagai berikut. Interferensi pada karangan siswa terjadi karena siswa terbiasa menggunakan bahasa daerah dalam proses berkomunikasi, sehingga dalam kegiatan menulis dalam pelajaran bahasa Indonesia di sekolah tak terlepas dari kebiasaan siswa menggunakan bahasa daerah yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dari 100 kalimat yang di teliti, tingkat penyimpangan penggunaan struktur kalimat bahasa Indonesia akibat pengaruh bahasa Sunda pada bidang sintaksis yaitu sebesar 37 kalimat atau mempunyai tingkat penyimpangan sebesar 37%.Untuk meningkatkan kemampuan menulis kalimat pada siswa guru harus lebih pandai mengarahkan dan harus menjadi teladan dalam berkomunikasi terutama dalam lingkungan pembelajaran yaitu dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar karena apabila terpengaruh oleh bahasa daerah dapat mengurangi keefektifan kalimat yang diucapkan.
PENUNJUKAN KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA DALAM RAGAM PERGAULAN OLEH SISWA
Fajar Hilmya Yusifa;
Hendaryan Hendaryan
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 2, No 1 (2018): JURNAL LITERASI APRIL 2018
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (426.778 KB)
|
DOI: 10.25157/literasi.v2i1.1209
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidaksadaran pembicara dan lawan bicara bahwa ada kaidah-kaidah kesantunan yang mengatur tindakan, penggunaan bahasa dan interpretasi-interpretasi pembicara terhadap tindakan dan ucapan lawan bicara. Sehingga pembicaraan dapat dipahami oleh keduanya. Selama ini kita hanya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar saja, padahal ada bahasa santun yang harus kita gunakan supaya komunikasi kita menjadi lebih baik dan tidak menyinggung perasaan lawan bicara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif dipilih karena penulis mengidentifikasi serta mendeskripsikan masalah-masalah yang berkenaan dengan tuturan yang tidak santun melalui analisis data. Dari hasil penelitian dan pembahasan ditemukan bahwa 1). Bentuk kesantunan berbahasa Indonesia dapat dilihat dari aspek linguistis dan pragmatis. Aspek linguistis meliputi intonasi, diksi dan struktur kalimat. a. Penutur akan dikatakan santun ketika ia mampu menguasai emosi yang ada dalam dirinya. b. Penggunaan pilihan kata yang baik, tepat dan sesuai akan menghasilkan tuturan yang santun. c. Penggunaan struktur kalimat yang benar mempengaruhi penilaian lawan tutur terhadap sebuah tuturan. Aspek pragmatis meliputi majas, basa-basi, peribahasa dan campur kode. 2) Pola kesantunan berbahasa Indonesia meliputi : a. Tuturan langsung b. Tuturan tak langsung. Penutur yang mampu menyatakan maksudnya secara tak langsung akan dinilai lebih santun jika dibandingkan penutur yang menyampaikan maksud secara langsung. Pola kesantunan berbahasa Indonesia antara siswa dan siswa di lingkungan sekolah keseluruhan menggunakan tuturan langsung tanpa basa basi, mencerminkan pribadi siswa SMP yang cenderung apa adanya.
POLA KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FKIP UNIVERSITAS GALUH
Rina Agustini
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 2, No 1 (2018): JURNAL LITERASI APRIL 2018
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (303.415 KB)
|
DOI: 10.25157/literasi.v2i1.1274
Latar belakang penilitian ini yaitu karena selama ini penggunaan bahasa hanya bertitik tolak pada penggunaan bahasa yang baik dan benar. Padahal untuk menjadi orang yang mampu berkomunikasi dengan baik dan lancar, penutur dan lawan tutur juga harus memperhatikan kaidah kesantunan berbahasa Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskriptif. Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan apa adanya hasil dari pengumpulan data yang telah dilakukan oleh penulis. Dari hasil penelitian dan pembahasan ditemukan bahwa 1. Pola kesantunan berbahasa antar mahasiswa di lingkungan kampus dalam ragam resmi meliputi tuturan tak langsung, tuturan implisit, campur kode, ungkapan, majas, dan basa-basi sedangkan pola kesantunan dalam ragam pergaulan meliputi tuturan tak langsung, campur kode, dan majas. 2. Pola kesantunan berbahasa mahasiswa ketika berinteraksi dengan dosen di lingkungan kampus dalam ragam resmi meliputi tuturan tak langsung, campur kode, majas, dan basa-basi. Di lingkungan kampus, tidak dapat ditemukan percakapan mahasiswa dengan dosen dalam ragam pergaulan.
ANCANGAN MODEL PEMBELAJARAN PRAGMATIK KLINIS BERDASARKAN ANALISIS KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA SISWA SMA DI TASIKMALAYA
Adita Widara Putra
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 2, No 1 (2018): JURNAL LITERASI APRIL 2018
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (462.7 KB)
|
DOI: 10.25157/literasi.v2i1.1207
Bahasa merupakan sebuah sistem lambang bunyi yang bersifat arbitrer yang digunakan manusia sebagai alat komunikasi atau alat interaksi sosial. Dalam berbahasa akan berkenaan dengan perilaku atau tingkah laku di dalam bertutur atau yang disebut dengan etika berbahasa atau tata cara berbahasa. Etika berbahasa ini erat kaitannya dengan norma-norma sosial dan sistem budaya yang berlaku dalam suatu masyarakat. Seseorang baru dapat dikatakan pandai berbahasa apabila dia menguasai tata cara atau etika berbahasa itu.Supaya kita dapat berbahasa dengan santun dan dengan perilaku yang sesuai dengan etika berbahasa, kita harus mampu menguasai bahasa dengan baik, yaitu bahasa Indonesia. Karena kebanyakan yang lebih dulu dikuasai yaitu bahasa ibu atau bahasa daerah, sedangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Menurut Koentjaraningrat (1990) mengatakan adanya hubungan antara kemampuan berbahasa dengan sikap mental para penuturnya. Buruknya kemampuan berbahasa Indonesia sebagian besar orang Indonesia, termasuk kelompok elit dan golongan intelektual adalah karena adanya sifat-sifat negatif yang melekat pada mental sebagian besar orang Indonesia. Sifat-sifat negatif itu adalah 1) suka meremehkan mutu; 2) mental menerabas; 3) tuna harga diri; 4) tidak disiplin; 5) enggan bertanggung jawab; dan 6) suka latah atau ikut-ikutan . Sikap-sikap tersebut menyebabkan bahasa yang digunakan itu benar atau salah, sehingga kaidah-kaidah tata bahasa menjadi tidak sama.Ketidaksantunan mungkin terjadi karena penutur ataupun lawan tutur tersebut tidak menyadari bahwa tuturan yang mereka lakukan adalah tidak santun. Tetapi mungkin juga hal tersebut dilakukan oleh siswa-siswa secara sadar, karena mungkin para siswa tersebut menganggap bahwa pertuturan yang mereka lakukan adalah dengan teman sebaya mereka. Sehingga mereka tidak memperhatikan mengenai kaidah-kaidah atau etika kesantunan berbahasa.Model pragmatis klinis adalah model pembelajaran yang dirancang untuk memperbaiki perilaku berbahasa yang melanggar kesantunan berbahasa. Model ini dikembangkan atas dasar prinsip kesantunan berbahasa yang dikemukakan beberapa ahli. Penerapan model ini lebih menekankan pada pelatihan keterampilan pragmatik yang mencakup keterampilan percakapan dalam berbagai situasi dan media serta keterampilan komunikasi sosial dalam lingkup yang lebih luas. Sehubungan dengan proses pembelajaran, model ini juga akan menekankan pada usaha mengembangkan kemampuan berpikir siswa. Dalam hal ini keterampilan yang ditekankan yaitu terletak pada mampu tidaknya para siswa menggunakan bahasa secara santun dan beretika. Berdasarkan pada acuan di atas, proses pembelajaran yang dilaksanakan akan mengacu pada prinsip kesantunan berbahasa.
NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM CERITA RAKYAT CIUNGNAWARA
Ikin Syamsudin Adeani
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 2, No 1 (2018): JURNAL LITERASI APRIL 2018
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (454.87 KB)
|
DOI: 10.25157/literasi.v2i1.1202
Makalah ini berjudul Nilai-nilai Religius dalam Cerita Rakyat Ciungwanara. Makalah ini dilatarbelakangi oleh pentingnya nilai-nilai religius dalam cerita rakyat Ciungwanara. Makalah ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai religius apa saja yang terkandung dalam Cerita Rakyat Ciungwanara. Buku tersebut dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian pada makalah ini berupa penemuan nilai-nilai religius melalui pengalaman Raja Galuh dengan permaisurinya, Senopati Bima Reksa (Aki Balangantrang), Ciungwanara, Patih Bondan Sarati, Dewi Pangrenyep, dan Hariang Banga. Di samping itu, pengalaman religius yang dapat dipelajari dalam cerita rakyat ini berupa hubungan harmonis antara Raja Galuh dengan permaisurinya, hubungan kasih sayang antara Aki Balangantrang dengan bayi hasil temuannya, hubungan perdamaian antara Hariang Banga dengan Ciungwanara, serta penghianatan Bondan Sarati dan Dewi Pangrenyep terhadap Raja Galuh. Dapat disimpulkan bahwa dalam Cerita Rakyat Ciungwanara terdapat beberapa pengalaman religius yang dapat dijadikan sebagai pembelajaran dalam kehidupaan sehari-hari.
PENGGUNAAN TEKNIK 4P (PENCARIAN IDE, PERENUNGAN, PENULISAN, DAN PERBAIKAN) DALAM PEMBELAJARA MENULIS PUISI BEBAS
DESI WULANDARI;
Juju Juandi
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 2, No 1 (2018): JURNAL LITERASI APRIL 2018
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (295.661 KB)
|
DOI: 10.25157/literasi.v2i1.1208
Tujuan penelitian ini untuk mengujicobakan teknik pembelajaran 4P (pencarian ide, perenungan, penulisan, dan perbaikan) dalam pembelajaran menulis puisi bebas di SMP 4 Padaherang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, sedangkan desain penelitian yang ditentukan dalam penelitian ini adalah desain penelitian kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VIII SMP 4 Padaherang yang berjumlah 56 siswa, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah Kelas VIII-D sebagai kelas eksperimen, dan Kelas VIII-C sebagai kelas kontrol. Berdasarkan hasil pengukuran terdapat perubahan kemampuan siswa. Hal ini tampak pada perbandingan rata-rata skor prates 62,07 dan pascates 71,18. Pada putaran kedua pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan teknik diskusi. Berdasarkan hasil pengukuran terdapat perubahan kemampuan siswa. Hal ini tampak pada perbandingan rata-rata skor prates 63,32 dan pascates 74,50. Sedangkan pada putaran ketiga pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan teknik diskusi. Berdasarkan hasil pengukuran terdapat perubahan kemampuan siswa. Hal ini tampak pada perbandingan rata-rata skor prates 69.43 dan pascates 77.11, dan putaran keempat pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan teknik 4P. Berdasarkan hasil pengukuran terdapat perubahan kemampuan siswa. Hal ini tampak pada perbandingan rata-rata skor prates 72,11 dan pascates 80.75. Jika dilihat dari hasil analisis maka pembelajaran menulis puisi bebas dengan menggunakan teknik 4P lebih baik hasilnya dibandingkan dengan pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan teknik diskusi.
KAJIAN STRUKTURALISME GENETIK DALAM NOVEL ELIANA KARYA TERE LIYE
Toto Mustomi;
Sirojul Munir
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 2, No 1 (2018): JURNAL LITERASI APRIL 2018
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.178 KB)
|
DOI: 10.25157/literasi.v2i1.1227
Penelitian ini dilatarbelakangi kurang berperan aktifnya pembelajaran sastra di Indonesia. Para siswa pada umumnya belum memiliki daya apresiasi yang maksimal terhadap karya satra. Keingininan untuk memahamai dan menikmati karya sastra belum tumbuh dengan baik, sehingga hasil belajar yang diperoleh kurang maksimal. Berdasarkan hal tersebut, penulis merasa perlu mencari alternative pemahaman novel dengan menggunakan pendekatan strukturalisme genetik. Novel Elaiana (Serial Anak-Anak Mamak) karya Tere Liye mengandung pesan-pesan moral dan sosial yang dapat diajarkan kepada siswa. Dengan mengkaji strutur genetiknya, diaharapakan hasilnya dapat menambah bahan ajar menulis resensi novel di SMA. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan struktural genetik novel Eliana (Serial Anak-Anak Mamak) karya Tere Liye, (2) mendeskripsikan keksesuaian struktural genetik novel Eliana (Serial Anak-Anak Mamak) karya Tere Liye sebagai bahan ajar menulis resensi novel di SMA, dan (3) mendeskripsiskan model bahan ajar menulis resensi novel di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif dengan teknik; (1) telaah pustaka (2) dokumentasi. Teknik pengolahan data dilakukan dengan cara mengkaji strukturalisme genetik novel Eliana (Serial Anak-Anak Mamak) karya Tere Liye dengan kriteria bahan ajar satra.