cover
Contact Name
Basri La Pabbaja
Contact Email
basri.philosophy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aqidah-ta@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Aqidah-Ta: Jurnal Ilmu Aqidah
ISSN : 24775711     EISSN : 26153130     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Aqidah-Ta; Journal of Aqidah is a journal that discusses aqidah, morality, theology and Islamic thought. This journal is published by the Department of Aqidah and Islamic Philosophy Faculty of Ushuluddin and Philosophy UIN Alauddin Makassar. This journal is published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2017)" : 6 Documents clear
MEMBACA PEMIKIRAN HADIS MULLA ALI AL-QARI AL- HIRAWI M. Abduh Wahid
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 3 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.814 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v3i2.4534

Abstract

Al-Hirawi, sosok intelektual ensiklopedis yang menghimpun karya-karya para sarjana muslim klasik sebelumnya yang membuktikan kejeniusannya, bahkan Abdur Rahman Syima’ menyebutnya sebagai tokoh yang layak digelari pembaharu pada abadnya. Namun pembacaan pemikiran al-Hirawi dengan kaca mata abad kontemporer dimana perangkat dan metodologi ilmu pengetahuan telah berkembang pesat, sehingga pemikiran klasik al-Hirawi dengan sendirinya termarjinalkan, terkesan rancu dan ditemukan lahan kritikan, padahal sejatinya seorang ilmuwan lebih didasari pada semangat zaman dan ikatan ruang realitas dimana ia hidup. Sehingga ilmu pengetahuan selalu bersifat situasional dan dinamis mengikuti arah ruang dan waktu.
PERBEDAAN PENDAPAT ULAMA TENTANG URGENSI FILSAFAT DALAM ISLAM M Basir Syam
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 3 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.302 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v3i2.4530

Abstract

Di kalangan para ulama sejak awal telah terjadi perbedaan pendapat dalam menggunakan akal dalam persoalan keagamaan, ada kelompok ahlu al naqli dan ahlu al ra’yi. Pada masa awal perkembangan Islam umumnya didominasi kaum ahlu al naqli.Setelah daerah kekuasaan Islam meluas ulama ahlu al ra’yi yang dimotori oleh kaum Mu’tazilah tanpil menggunakan argumentasi rasional untuk meyakinkan kebenaran Islam terhadap kalangan para penentang. Kaum Asy’ariyah dan Maturidiyah yang mengeritik sikap liberal Mu’tazilah walaupun membatasi diri,tetapi mereka menggunakan argumentasi rasional dalam mempertahankan pandangan shalafusshalih. Al-Ghazali sebagai seorang Asy’ariyah, malahan ketika mengeritik penyimpangan para filosof, justru menggunakan argument filosofis pula. Dalam kitabnya “Tahafutul Falasifah” kritikannya tidak menggunakan dalil naqli. Dengan kitab itu pula yang mempopulerkan dirinya sebagai seorang filosof. Ulama yang datang kemudian seperti Ibnu al-Shalah, Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim dan Muhamad Ibn al-Wahhab adalah merupakan penentang filsafat.
TRADISI APPAENRE NANRE DALAM PERSPEKTIF AQIDAH ISLAM (Studi Kasus Masyarakat Desa Bollangi Kecamatan Pattalassang) Audah Mannan; Mantasia Mantasia
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 3 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.969 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v3i2.4531

Abstract

Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana Peran Muballigh Dalam Meminimalisir  Tradisi  Appaenre  Nanre  pada  Masyarakat  Desa  Bollangi  yang Bertolak Belakang dengan Aqidah Islam. Pokok masalah tersebut selanjutnya dibagi dalam  beberapa  sub  masalah  yaitu: 1)  Bagaimana  Tradisi  Appaenre  Nanre  pada Masyarakat Desa Bollangi Kecamatan Pattallassang?, 2) Bagaimana Pandangan aqidah   Islam terhadap Tradisi Appaenre Nanre pada Masyarakat desa Bollangi Kecamatan Pattallassang?Jenis penelitian ini tergolong kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah: pendekatan manajemen dakwah dan sosiologi Islam. Adapun sumber data penelitian ini adalah tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan pemerintah setempat. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menggambarkan tentang potret tradisi Appaenre Nanre pada Masyarakat Desa Bollangi Kecamatan Pattallassang, suatu tradisi yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat namun pelaksanaan tradisi  Appaenre Nanre bergeser dari ajaran Islam sehingga masyarakat perlu diberikan suatu pemahaman yang lebih dalam mengenal aqidah Islam dan dalam hal ini muballigh sebagai tokoh Agama memiliki peranan yang sangat penting dalam memberikan pemahaman dan pencerahan terhadap masyarakat Desa Bollangi.
FORMULASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM Q.S ALI IMRAN AYAT 110 Nur Hayati
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 3 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.983 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v3i2.4532

Abstract

Pendidikan Islam adalah upaya sistematis untuk menanamkan nilai-nilai ajaran Islam yang tercantum dalam al-Qur’an dan sunnah Rasulullah saw., selanjutnya mengimplementasikan dalam kehidupan nyata menuju khaira ummah (umat terbaik) dari umat-umatnya sebagaimana dijelaskan dalam Q.S.   Ali Imran/3: 110.Setidaknya adalah keutamaan umat Islam dari umat yang lain sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. Ali Imran/3: 110, yaitu senantiasa memerintahkan kepada  makruf, menecegah dari perbuatan mungkar dan beriman kepada Allah swt. dengan iman yang kuat dan benar. Ketiga hal itulah yang menjadi daya dorong yang sangat kuat bagi umat Islam untuk tampil di tengah-tengah masyarakat untuk berjuang menegakkan kebenaran yang melahirkan humanisasi berupa terwujudnya nilai-nilai kebaikan dan kemanusiaan dalam kehidupan individu dan kelompok, liberasi berupa kebebasan yang bertanggung jawab melakukan kebaikan dan menghindari kemungkaran, dan semua itu dilakukan di atas prinsip transendesi berupa kesadaran ketuhanan, yang digambarkan sebagai iman yang benar dan kokoh.
PEMERINTAHAN INDONESIA DALAM PERSFEKTIF SIYASAH SYAR’IYAH Herianti Herianti
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 3 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.342 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v3i2.4533

Abstract

Sistem pemerintahan di Indonesia dijalankan berdasarkan konstitusi UUD 1945, dengan spirit ideologi pancasila. Mengingat Indonesia adalah Negara dengan penduduk yang sanagat majemuk, baik dari segi adat istiadat maupun agama. Sehingga dalam UUD telah dicantumkan peraturan-peraturan yang sifatnya menyeluruh dan mengikat seluruh bangsa Indonesia.Apabila sistem pemerintahan Indonesia  ditinjau dari persfektif siyasah syar’iyah (politik Islam), sedikit banyak telah sesuai dengan semangat yang Islami, walaupun secara formal tidak dijadikan sebagai landasan hukum, namun secara substansi telah tercermin dalam UUD dan Pancasila. Karena inti daripada siyasah syar’iyah adalah untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat demi terjaganya persatuan dan kesatuan bangsa. Sebagaimana pemerintahan Indonesia dijalankan secara demokratis yang memberikan hak yang sama kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam roda pemerintahan dan ikut serta dalam menentukan masa depan bangsa (pemimpin).
LINGKUNGAN HIDUP DAN MANUSIA (Kajian Falsafah Kalam) Burhanuddin Yusuf
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 3 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.294 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v3i2.4529

Abstract

Konsentrasi pemikiran manusia pada diri sejak masa renaissance yang menghsilkan watak kerakusan dalam mengeksplorasi alam menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan kehidupan di Bumi. Para ahli kalam modern terpanggil untuk mengambil bagian mengkaji persoalan Lingkungan Hidup ini dari kacamata kepercayaan agama Islam, dan ternyata ditemukan bahwa alam bukan sekedar diberikan begitu saja oleh Sang Pencipta kepada manusia, tapi juga amanah memakmurkannya yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya kelak.

Page 1 of 1 | Total Record : 6