cover
Contact Name
Basri La Pabbaja
Contact Email
basri.philosophy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aqidah-ta@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Aqidah-Ta: Jurnal Ilmu Aqidah
ISSN : 24775711     EISSN : 26153130     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Aqidah-Ta; Journal of Aqidah is a journal that discusses aqidah, morality, theology and Islamic thought. This journal is published by the Department of Aqidah and Islamic Philosophy Faculty of Ushuluddin and Philosophy UIN Alauddin Makassar. This journal is published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2018)" : 8 Documents clear
EKSISTENSI GERAKAN WAHDAH ISLAMIYAH SEBAGAI GERAKAN PURITANISME ISLAM DI KOTA MAKASSAR Marhaeni Saleh
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.467 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v4i1.5174

Abstract

Tulisan ini membahas tentang eksistensi gerakan Wahdah Islamiyah sebagai gerakan puritanisme Islam di Kota Makassar. Adapun problem riset seputar; dinamika perkembangan Wahdah Islamiyah sebagai gerakan puritanisme Islam di kota Makassar, Implementasi ajaran Islam Wahdah Islamiyah di Kota Makassar. Penelitian ini termasuk kategori penelitian lapangan yang bersifat  kualitatif-deskriptif, dengan menggunakan pendekatan filosofis, teologis, dan sosio-kultural, dengan metode analisis bersifat deskriptif-kritis. Wahdah Islamiyah adalah gerakan dakwah purifikasi atau pemurnian dan penyucian sifat Tauhid dan akidah umat Islam dari segala kemusyrikan. Gerakan tersebut berbentuk seruan kepada segenap lapisan masyarakat agar menjalankan kalimat syahadat yang telah mereka ikrarkan secara konsisten, Wahdah Islamiyah menjadikan akidah Ahlussunnah wal Jamaah sebagai manhaj dan dasar bagi pandangan dan gerakan purifikasinya. Meski Wahdah Islamiyah mengakui bahwa mereka adalah organisasi yang mengusung misi purifikasi Islam, bukan berarti Wahdah Islamiyah dapat dikategorikan sebagai kelompok takfiri. Wahdah Islamiyah adalah organisasi dan gerakan Islam yang memilih jalan wasathiyah (tengah/moderat) sebagai frame gerakannya. Wahdah Islamiyah bertransformasi menjadi gerakan yang lebih kontekstual dalam beradaptasi dengan kondisi dan kultur masyarakat. Gerakan dakwah dan tarbiyah menjadi model strategis bagi Wahdah Islamiyah dalam menjalankan misinya sebagai organisasi Islam yang puritan. Dakwah yang dilakukan tidak hanya bersifat formal namun juga fokus pada dakwah yang bersifat bil hal. Wahdah Islamiyah senantiasa mengedepankan cara-cara persuaif dan dialogis dalam mengembangkan metode dakwahnya di tengah masyarakat. Sebagai organisasi yang concern pada gerakan dakwah puritanisme Islam, Wahdah Islamiyah bertransformasi menjadi sebuah organisasi modern yang tidak hanya berkutat pada pendekatan dakwah yang bersifat klasikal saja. Wahdah Islamiyah melebarkan sayap gerakannya pada gerakan sosio-kultural, ekonomi, politik, hingga gerakan keperempuanan. Pilihan pada model Islam wasathiyah membuat Wahdah Islamiyah kemudian hadir dalam wajah yang moderat, sehingga puritanisme Islam Wahdah Islamiyah terartikulasi dalam wajah yang khas Salafi Islahi, yaitu kelompok Islam yang sejatinya bercorak Salafi namun menghadirkan artikulasi yang moderat dan inklusif serta cenderung menempuh cara-cara modern dalam dakwahnya, Meski puritanis tapi Wahdah menampilkan wajah yang persuasif, meski sangat militan dalam prinsip namun Wahdah Islamiyah tetap tampil sebagai gerakan yang inklusif, meski revivalis tapi Wahdah Islamiyah tidak menggunakan cara dan pendekatan politik dalam gerakannya melainkan menempuh cara-cara kultural. Oleh karena itu, paradigmatik Wahdah Islamiyah dapat dikategorikan sebagai kelompok puritan/pemurnian tetapi berwajah moderat Wahdah Islamiyah.
PERSEPSI SISWA SMP UNISMUH MAKASSAR TERHADAP TOLERANSI ANTARUMAT BERAGAMA Indah Rahayu Nadir M. Saleh
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1192.844 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v4i1.4804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan bagaimana Persepsi Siswa Siswa SMP Unismuh Makassar terhadap Toleransi Antarumat Beragama. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah fenomenologis-teologis. Adapun sumber data penelitian ini adalah Siswa SMP Unismuh Makassar. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara lisan (dialog) dan tulisan, dokumentasi, dan penelusuran referensi. Kemudian teknik pengolahan dan analisis data dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, menjelaskan, menggambarkan, dan penarikan kesimpulan. Toleransi merupakan sikap manusia sebagai umat yang beragama dan mempunyai keyakinan untuk menghormati dan menghargai pandangan keagamaan manusia yang beragama lain. Untuk mewujudkan sikap toleran di kalangan terdidik diperlukan pemahaman agama yang baik pula, dan diperlukan peran orang tua, guru, serta peran mubaligh dalam menyampaikan nasihat dan dakwah yang sesuai dengan teks-teks keagamaan secara kontekstual. Sehingga masyarakat, khususnya para anak didik dapat menjalankan agamanya secara benar, damai, dan toleran. Apabila toleransi ditinjau dari pemahaman siswa, maka akan diketahui seberapa penting toleransi ini direfleksikan dalam kehidupan siswa sebagai umat yang beragama, sehingga tradisi Islam secara substansi akan sendirinya termanifestasi terhadap pandangan-pandangan toleran. Karena inti dari toleransi yakni rasa hormat terhadap umat beragama lain serta tidak diskriminatif pada umat tertentu sebagai upaya kesadaran persamaan hak dan nilai-nilai pancasila.
SKEPTISISME DALAM SKEMA EPISTEMOLOGI AL-GHAZALI Andi Nurbaethy
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.626 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v4i1.5171

Abstract

Drama keraguan yang mengguncang al-Ghazali pada tahap pra pembentukan kerangka pemikiran epistemologisnya berkontribusi besar sebagai landasan kritis dalam membangun sebuah struktur epistemologi yang kokoh. Meskipun al-Ghazali sendiri menyebutkan bahwa pencariannya terhadap pengetahuan yang diyakini benar, yang dapat memuaskan dahaga intelektualnya, pada akhirnya ditemukan dalam jalan tasawwuf, pada nyatanya beberapa unsur penting yang terdapat pada jalur pencarian lain juga masih mendapatkan tempat di dalam struktur epistemology yang dibangunnya.
POLITIK DALAM ISLAM: MAKNA, TUJUAN DAN FALSAFAH (Kajian Atas Konsep Era Klasik) Burhanuddin Yusuf
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.346 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v4i1.5653

Abstract

Pembicaraan tentang “politik” seperti mata air yang tidak pernah kering. Memang, harus diakui bahwa politik erat kaitannya dengan kekuasaan, sedang kekuasaan itu sendiri adalah salah satu hal yang paling diminati oleh manusia. Agaknya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kajian bidang ini dalam berbagai dimensinya selalu menjadi menarik.Di antara obyek kajian yang menarik adalah pembicaraan tentang teori-teori politik dari tokoh atau sumber klasik. Ini penting oleh karena dari sana, dapat ditarik benang merah, sekaligus sebagai bahan pertimbangan bagi segala teori dan kegiatan politik era berkembang kini. Tiga tokoh klassik yang berjasa mengemukakan teorinya di bidang kajian ini adalah Plato, Aristoteles dan al-Farabi. Pada prinsipnya, ketiga tokoh tersebut sepaham bahwa negara terbentuk karena faktor kebutuhan dari warga yang hanya bisa dipenuhi lewat kerjasama (dalam negara).
ESENSI TASAWUF AKHLAKI DI ERA MODERNISASI Audah Mannan
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.804 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v4i1.5172

Abstract

Tasawuf sebagai salah satu tipe mistisisme, dalam bahasa Inggris disebut sufisme. Kata tasawuf mulai dipercakapkan pada akhir abad kedua hijriah yang dikaitkan dengan salah satu jenis pakaian kasar yang disebut shuff atau wol kasar. Tasawuf memiliki obsesi kedamaian dan kebahagiaan spiritual yang abadi. Tasawuf berfungsi sebagai pengendali berbagai kekuatan yang bersifat merusak keseimbangan daya dan jiwa, agar ia kebal terhadap pengaruh luar dirinya untuk mencapai kedamaian dan kebahagiaan jiwa. Esensi agama Islam adalah akhlak, yaitu akhlak antara seorang hamba dengan Tuhannya, antara seorang dengan dirinya sendiri, antara dia dengan orang lain, termasuk anggota masyarakat dengan lingkungannya. Akhlak yang terjalin dalam hubungan antar hamba dengan Tuhan menegasikan berbagai akhlak yang buruk, seperti tamak, rakus, gila harta, menindas, mengabdikan diri kepada selain khaliq, membiarkan orang yang lemah dan berkianat. Sebaliknya, mengedepankan akhlak kebajikan (terpuji) bisa menambah kesempurnaan iman seseorang, karena seorang mukmin yang sempurna adalah mereka yang paling sempurna akhlaknyaAkibat modernisasi dan industrialisasi, manusia mengalami degradasi akhlak yang dapat menjatuhkan harkat dan martabatnya. Kehidupan modern seperti sekarang ini sering menampilkan sifat-sifat yang tidak terpuji, terutama dalam menghadapi materi yang gemerlap ini. Sifat-sifat yang tidak terpuji tersebut adalah hirsh, yaitu keinginan yang berlebih-lebihan terhadapa materi. Cara menghilangkan sifat-sifat tersebut ialah dengan mengadakan penghayatan atas keimanan dan ibadahnya, mengadakan latihan secara bersungguh-sungguh, berusaha merubah sifat-sifatnya itu Agar posisi seseorang berbalik, yakni hawa nafsunya dikuasai oleh akal yang telah mendapat bimbingan wahyu, dalam dunia tasawuf diajarkan berbagai cara, seperti riyadhah (latihan) dan mujahadah (bersungguh-sungguh) dalam melawan hawa nafsu tadi. Dengan jalan ini diharapkan seseorang mendapatkan jalan yang diridlai Allah swt. Esensi dari tasawuf akhlaki dalam kehidupan masyarakat modern memiliki fungsi yaitu sebagai pendidikan Spiritual, pendidikan Kepribadian, pendidikan Sosial.
ASGHAR ALI ENGINEER DAN REFORMULASI MAKNA TAUHID Muhaemin Latif
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.998 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v4i1.5718

Abstract

This paper examines the notion of Asghar Ali Engineer’s view on tauhid. Engineer is one of the leading thinkers as well as an activist who was not only generating the ideas of rethinking but also involved in a variety of activities relating to reformation of Islamic thought. This employs  qualitative research through collecting datas and information from different manuscripts, books, and journals. The main objective of this research is demonstrating the urgency of reformulating the meaning of tauhid. The finding suggests that tauhid is the core of Islamic teaching. It is the basic tenet of any religions that may generate a power to liberate human being from any kind of discrimination. In other words, tauhid is an energy that can guide mankind released from ignorance, oppression and poverty. Tauhid not only concerned on the unity of God but also the oneness of society. Classless society is the ultimate goal of tauhid that lead to set the people on the same position before the God.
EFEKTIVITAS UJIAN KOMPREHENSIF DALAM MENINGKATKAN KOMPOTENSI MAHASISWA PRODI ILMU AQIDAH Rahmi Damis
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.423 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v4i1.5173

Abstract

Ujian komprehensip merupakan salah satu bentuk ujian yang harus dilalui oleh mahasiswa Prodi Ilmu Akidah yang pelaksanaannya melalui syarat-syarat; Mahasiwa mengecek nilai, kemudian melakukan tes baca tulis al-Qur’an dan mendapat keterangan dari pembimbing Skripsi.Kendala yang dihadapi oleh mahasiswa dalam ujian komprehensif kurang mengusai materi yang akan diujikan. Kesulitan menentukan waktu yang tepat untuk ujian, karena harus menyesuaikan waktu penguji, dan kurangnya referensi tentang mata kuliah yang diujikan.Adapun manfaat yang diperoleh mahasiswa adalah; Menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa tentang materi-materi mata kuliah kompotensi Prodi. Menguji kemampuan yang dimiliki oleh mahasiswa, sekaligus dimaksudkan mengetahui kompotensi yang dimiliki oleh mahasiswa yang akan menjadi sarjana atau menyelesaikan studinya.
ADAK SAMPULONRUA (STUDI FALSAFAH HIDUP MASYARAKAT MUSLIM BULUTTANA KECAMATAN TINGGIMONCONG KABUPATEN GOWA) Ibrahim Ibrahim
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.147 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v4i1.5175

Abstract

Penelitian ini mengkaji falsafah hidup komunitas Adak Sampulonrua Buluttana dengan metode etnografi dalam pendekatan fenomenologi. Hasil yang ditemukan adalah: Pertama; Secara historis keberadaan AdakSampulonrua lahir sejak terbentuknya kampung Buluttana. Terbentuknya kampung Buluttana berawal dari keberadaan salah seorang keturunan Sombaya ri Gowa, yaitu Karaenta Data yang memisahkan diri dari kerajaan Gowa. Keberadaan Adak Sampulonrua pada tataran epistemologi mengalami perkembangan secara evolusi ada yang  bersifat linear, ada yang bersifat progresif; namun pada sisi struktur tidak tersentuh dengan perubahan. Kedua; Wujud Falsafah Adak Sampulonrua masyarakat muslim Buluttana meliputi: Falsafah tau, falsafah pangnggadakkang, falsafah appasulapa serta falsafah siri’napacce. Ketiga; Nilai-nilai yang terkandung dalam keempat falsafah komunitas Adak Sampulonrua. Falsafah tersebut diaplikasikan dalam empat aspek, yaitu: patumbutau, patumbukatallassang, tumalla’langngi, dan tummoterangripammasena.

Page 1 of 1 | Total Record : 8